Love In Tears

Love In Tears
Lily atau Ethan yang ngidam 1(Pakaian)



Hari ini,hari pertama Ethan dan Lily tinggal di hotel Royal,Hongkong.Setelah sebelumnya para staf housekeeping dipusingkan,karena harus mengganti semua kain di kamarnya dan menyingkirkan segala pengharum ruangan serta ruangan yang harus terus steril,kini giliran Para chef dan staffnya yang di buat kelimpungan,karena Ethan mengacak-acak dapur mereka.


Meskipun harus bekerja ekstra,namun mereka tak bisa mengeluh pada atasannya sendiri.Terlebih,mereka akan mendapatkan bonus,bagi staff yang telah dibuat kewalahan olehnya.Rasa kesal mereka pun berubah jadi berkah.


Setelah membuat jus untuk Lily pagi ini,Ethan segera berjalan menuju kamarnya.Para staff hotel dibuat terkejut dengan penampilan Direktur Utama mereka pagi ini.Bahkan mereka berusaha menahan senyum mereka,melihat wajah baru bangun tidur Ethan,dengan balutan pakaian tidurnya.


"Baru kali ini aku melihat penampilan Pak Ethan seperti itu!",ucap salah satu pegawai


"Meskipun memakai pakaian tidur,tapi dia tetap terlihat tampan",bisik yang lain.


"Bahkan baru bangun tidur saja dia semanis itu,beruntung sekali ya istrinya!Bangun tidur,bisa langsung menatap wajahnya yang ganteng",ucap staff lainnya


"Romantis sekali ya Pak Ethan,pagi-pagi sudah membuat jus untuk istrinya yang hamil"


"Dia protektif sekali loh!Kamarnya tidak boleh pakai parfum karena takut istrinya mual!Ah,aku juga mau suami yang perhatian seperti itu!"


Dan masih banyak lagi bisikan-bisikan halu yang terdengar di sepanjang koridor hotel dan tempat berkumpulnya para staff.


Setelah tiba di kamarnya di lantai 66,Ethan segera menyerahkan jusnya pada Lily yang setengah berbaring di sofa,seraya membaca buka prenatal.


"Pagi sayang",sapa Ethan seraya mengecup kening istrinya


"Pagi juga sayang",balas Lily seraya mencium pipi Ethan


"Seperti permintaan Tuan Putri,hari ini jus Pisang 2 buah dicampur susu 200 ml dan kiwi 1 buah,tidak kurang dan tidak lebih"


Lily tersenyum cerah


"Hari ini kak Ethan ada kegiatan apa?"


"Belum ada.Aku dan Deni akan memulai rapatnya besok.Hari ini aku telah menghubungi salah satu butik yang menyediakan pakaian khusus untuk Ibu hamil.Karena kamu tidak bisa mencium wewangian,jadi aku mengundang mereka kemari"


Lily terperanjat,dia tak menyangka Kak Ethan sampai membawa toko pakaiannya kemari.


"Apa kak Ethan melakukannya dengan sadar?",tanya Lily dengan wajah yang masih syok


"Tentu dong sayang!Aku tidak ingin kamu mual-mual hanya karena ingin membeli pakaian",jawabnya sambil tersenyum


Lily tertawa melihat kelakuan Ethan yang berlebihan padanya


"Padahal kan Kak Ethan tinggal kesana membelinya.Aku pasti akan senang memakainya"


Namun Ethan menggeleng,dengan wajah yang masih tersenyum


"Aku tidak ingin kamu kecewa dengan pilihanku.Jadi,daripada aku salah memilih,lebih baik kamu memilihnya sendiri.Setelah kamu pilih,baru kita mencucinya,agar aromanya hilang"


"Terserah dari Kak Ethan sajalah!Asalkan Kakak senang dan tidak terbebani,aku akan menurut"


"Justru sebaliknya,asal kamu senang,aku bersedia terbebani dan menurut apapun maumu",goda Ethan


Lily tertawa geli mendengar gombalan Ethan


"Ini tuh karena Kak Ethan terlambat puber,makanya jadi over begini"


Tak menjawab,Ethan justru mengecup bibir Lily.


"Aa!!",Lily memelototi Ethan


Namun sekali lagi dia mengecup bibirnya


"Aa!!",Lily kembali melotot


Namun sekali lagi Ethan mengecup bibirnya


Kali ini Lily memukul pundaknya berkali-kali


"Ampun,ampun,ampun!Oke,aku tidak akan mengganggumu lagi",ucap Ethan seraya tertawa


Namun,setelah Lily berhenti memukulnya,Ethan pun kembali mengecup bibirnya


"Kak Ethan!",pekik Lily seraya melemparinya bantal kursi


"Selamat pagi pak!Kami dari Aboutique,ingin mengantarkan beberapa pilihan pakaian untuk nyonya Lily",sapanya begitu Ethan membuka pintu


Sesuai permintaan Ethan,mereka datang tanpa memakai wewangian dan pakaian yang tergantung di standing hanger pun terbungkus rapi dengan cover plastik.


"Oh,iya.Silahkan masuk"


Setelah di persilahkan masuk,Lily benar-benar dibuat terkejut.Ada sepuluh standing hanger yang mereka masukkan ke dalam kamar dan dijejer dengan rapi layaknya di toko.


"Semua pakaiannya telah kami beri cover,jadi aromanya tidak akan tercium.Silahkan Nyonya Lily memilih pakaian mana yang anda sukai",ucapnya dengan lembut


Ethan dengan setianya mendampingi Lily dan menerjemahkan setiap ucapan mereka.Lily pun berkeliling melihat-lihat beberapa pakaian,sementara Ethan dengan cekatan telah memilih dan memisahkan pakaian yang dia inginkan untuk Lily.Lily yang melihat kelakuan Ethan justru terperangah.


'Bukannya tadi dia bilang takut aku kecewa dengan pilihannya?kenapa justru dia yang berbelanja banyak untukku?',batin Lily


Selagi asyik memilih,Deni tiba-tiba muncul.


"Apa sedang ada peragaan busana disini?",tanya nya berpura-pura tidak tahu.


"Iya,Kak Ethan sudah menggila dengan membawa satu butik kemari",ucap Lily pada Deni


Deni merebahkan tubuhnya ke sofa dan melirik ke arah pakaian-pakaian itu


"Untuk apa di pilih,langsung saja ambil semuanya"


"Benarkah?Apa aku harus membeli saja semuanya?",tanya Ethan pada Deni


"Jangan!Untuk apa membeli semuanya?Pemborosan tahu!Aku hanya hamil 9 bulan masa harus membeli banyak pakaian.Buang-buang uang"


"Huh,dasar!Semua Ibu-ibu sama saja,perhitungan!Kamu kan istri bos.Masa mau pakai baju itu-itu saja",hasut Deni


"Benar juga sayang.Sepertinya kita harus mengambil semuanya,biar tiap hari kamu memakai baju yang berbeda"


"Kalian juga laki-laki,sama saja!Sukanya menghambur-hamburkan uang.Mending Kak Ethan belikan aku daster 1 bal yang seharga 1 lembar pakaian ini"


"Kita bisa dapat daster 1 bal untuk 1 pakaian ini?",tanya Ethan syok.


"Kalau aku jadi kamu,aku tidak akan menolak.Ku ambil saja semua pakaian ini"


"Kak Deni berhenti mempengaruhinya!Sekarang,tingkah Kak Ethan mulai aneh.Entah aku yang ngidam atau dia!",ucap Lily seraya berjalan ke arah Deni.


"Itu buktinya,dia terobsesi dengan pakaian-pakaian itu",tunjuk Lily


Ethan terlihat sedang memilih-milih baju seraya memikirkan sesuatu.


Deni tertawa


"Itu bukan karena ngidam.Kelakuan Ethan memang absurd semenjak kenal kamu.Seandainya dunia ini bisa diberikan sama kamu,dia akan berikan"


"Eleh,Kak Deni juga pandai menggombal"


"Yah,nggak percaya!"


"Apa kita sekalian beli sama pabriknya?Sekalian buat bisnis daster?!",pikiran Ethan tiba-tiba beralih pada bisnis daster


"Tuh,lihat kan!Bisnis daster lagi?",tanya Lily


Deni berdecak


"Entah pengaruh cinta atau ngidam,yang jelasnya dia sudah sangat terobsesi!",ucap Deni seraya terus melihat Ethan dengan heran


"Sekarang,Kak Ethan harus diapakan Kak?"


"Biarkan saja,toh ini anak pertama kalian!Selama tak melukainya,biarkan saja!"


Usai memilih lebih dari setengah pakaian yang tergantung,Ethan segera menelpon staff housekeeping untuk mengambil dan membawa pakaian-pakaian itu untuk di cuci.


Lily dan Deni pun menggeleng-gelengkan kepala bersamaan,sementara Ethan tersenyum puas setelah memilih semua pakaian itu.