Love In Tears

Love In Tears
Aku istrinya



Alex terlihat senang saat melihat kakak dan iparnya menyambut kedatangannya.Baru beberapa bulan tak melihat mereka,Alex sudah sangat rindu.


Terlebih saat melihat perut Lily yang sudah semakin besar.Bayangan akan keponakan yang lucu terlintas di pikirannya.


"Kakak,aku merindukanmu...",ucap Alex sambil memeluk kakaknya dan menepuk-nepuk bokong Ethan


"Alex apa yang kau lakukan!",pekik Ethan sambil memukul pundak adiknya.


"Maaf kak,selain rindu dirimu,aku juga rindu menjahilimu!"


Lily hanya bisa tertawa melihat kelakuan mereka.


"Kak Lily,bagaimana kabarmu dengan calon prajuritku!Apa kalian sehat?",tanya Alex sambil memeluk Lily pelan,takut mengenai perut iparnya.


"Sehat.Bagaimana kuliahmu?"


Alex menghela napas panjang


"Entahlah!Aku tidak tahu apa aku bisa menyelesaikan kuliahku empat tahun atau justru jadi mahasiswa hingga kakek-kakek"


"Makanya kalau kuliah itu belajar,bukan bermain",Ethan menasehati


"Kak,jangan samakan otakku dengan otak kakak.Aku juga heran,Ayah dan Ibu memungut otakku dimana?Kenapa aku tak sepintar kalian bertiga.Andaikata wajahku tak mirip dengan kakak,aku sudah menganggap diriku anak pungut"


"Meski tak pintar tapi kamu punya hati yang baik",puji Lily


"Saking baiknya dia menghabiskan hampir setengah kartu debitku"


Alex berusaha menutup mulut Ethan,takut jika Lily tahu perbuatannya dan melaporkannya pada Ibu.Namun Ethan terus menangkis tangannya.


"Tonjok-tonjokkannya kita lanjut di rumah saja.Sebaiknya kalian naik ke mobil ",Lily berusaha melerai mereka.


"Rumah?Kita tidak ke Hotel?Bukannya Kakak dan Kak Lily tinggal di kamar inti?"


"Besok aku dan Lily akan kerumah begitu Ibu tiba.Kamu lebih dulu kesana"


"Oh...Baiklah!"


Mereka pun menaikkan koper ke atas mobil dan melanjutkan perjalanan di kediaman orang tua Ethan.


...****************...


Mobil Ethan memasuki pekarangan luas menuju sebuah rumah mediterania bergaya klasik nan elegan di area perbukitan di pulau lantau hongkong.


Saat menuju pintu utama rumah,ketiganya disambut hangat oleh seorang pria paruh baya berjas lengkap bernama Pak Albert.Beliau adalah kepala pelayan sekaligus pengurus rumah Pak Hartono Halim bahkan sebelum Ethan lahir.


"Tuan Ethan,Tuan Alex,Nona Lily lama tidak berjumpa",sapa Pak Albert lalu menghampiri Ethan dan Alex


Saking akrabnya dengan kedua saudara ini,Pak Albert langsung memeluk mereka layaknya anak sendiri.


"Pak Albert lupa ya,kita baru bertemu beberapa bulan lalu saat acara perjamuan pernikahanku",Ethan mengingatkan.


Pak Albert menepuk jidatnya.Dia benar-benar lupa jika perjamuan itu baru saja usai di gelar beberapa bulan lalu.


"Karena tak ada satu pun dari kalian yang menempati rumah ini,jadi seakan baru berjumpa setelah bertahun-tahun lamanya".


"Kakak dengar itu?Harusnya kakak tinggal disini selama di Hongkong,bukannya di hotel",Alex seolah menasehati kakaknya.


"Bukannya aku tidak ingin tinggal,aku tidak bisa meninggalkan Lily disini sendiri sementara aku menghabiskan waktu bekerja di hotel",Ethan coba menjelaskan.


"Anda benar tuan Ethan,keluarga dan pekerjaan harus tetap seimbang demi rumah tangga harmonis.Lihat Almarhum Ayah kalian.Dia rela membangun bisnis di Indonesia agar istrinya tidak jauh dari tanah kelahirannya".


Alex mengangguk-anggukkan kepalanya mendengar nasehat Pak Albert.


"Oh ya Alex,aku harus kembali ke hotel sekarang.Aku masih ada urusan penting di kantor",ucap Ethan.


Pandangan Alex dan Pak Albert sama-sama membulat ke arah Ethan.


"Kak Ethan sudah mau pergi begitu saja?",tanya Alex masih dengan wajah kagetnya.


Alex terlihat murung


"Kalau bosan,kamu tinggal menyusul saja ke hotel.Aku akan buatkan makan malam untukmu kalau kamu mau datang",ajak Lily


Seketika raut wajah Alex berubah cerah.


"Beneran boleh kak?",tanya Alex semangat


"Tentu saja",jawab Lily sambil tersenyum.


"Aku akan menyimpan koperku dan ke hotel sebentar sore.Kalian duluan saja"


Alex bergegas mendorong kopernya dengan wajah kegirangan.Sementara Lily dan Ethan pamit sekali lagi pada Pak Albert


...****************...


Setibanya di hotel,Lily meminta perawatnya untuk naik ke kamar mereka lebih dulu.Sementara dia berjalan menuju ke dapur


"Kak,aku akan ke dapur bertemu chef Bryan untuk persiapan makan malam sekalian ingin mengecek bahan apa yang tidak ada"


"Aku temani kesana ya?",tanya Ethan menunggu persetujuan Lily


"Bukannya Kak Ethan mau bertemu Kak Deni?


"Aku akan mengantarmu ke dapur lalu menemui Deni"


Baru saja Lily ingin menyahut ucapan Ethan,mereka berdua di kagetkan oleh kedatangan seseorang yang tiba-tiba dan menghalangi langkah mereka.Lagi-lagi....


Ethan tahu tak semudah itu membuat seorang Michelle menyerah.Selama ini ia tak berani muncul karena ada Ayah Michelle yang menjadi penghalang nomor satu dan membuatnya tak berani mendekati Ethan.


Kini jalannya terbuka lebar setelah menggantikan posisi Ayahnya.Bahkan kini dia berani mendatangi tempat tinggal Ethan secara terang-terangan


Merasa sangat kesal,Ethan melonggarkan dasinya bersiap mengeluarkan kata-kata kasar.Namun Lily lebih dulu mengajaknya berbincang.


"Ada perlu apa anda datang kesini?Bukannya urusan kontrak dengan kami sudah selesai?",Lily berusaha bersikap sopan,


Meski dalam hatinya dia sangat kesal dan marah.Apalagi peningkatan hormon pada dirinya,membuat amarah Lily bisa meledak kapan saja.Namun Lily terus berusaha untuk menahannya.


"Saya ingin berbicara dengan Ethan.Ini tidak ada hubungannya denganmu",Michelle seolah menantangnya.


"Stop Michelle,kau sudah sangat keterlaluan.Apa perlu ku panggil polisi untuk menghentikanmu?!Apa kau besar kepala karena aku tidak melaporkan perbuatanmu yang terakhir kali?Aku bahkan memaafkan pelayan wanita itu,jadi jangan berpikir aku hanya perhatian denganmu",Ethan benar kesal.Dia bahkan mengepalkan tangannya berusaha mendekati Michelle,namun Lily berusaha mencegah suaminya.


"Ethan adalah suami saya.Dan siapa pun wanita yang ingin bicara dengannya diluar urusan kerja,harus atas sepengetahuan saya!",Lily mulai meninggikan suaranya.


"Baiklah,kalau kamu seperti itu maumu.Aku akan bicara denganmu"


Lily mengajak Michelle masuk ke dalam restoran hotel dan meminta Ethan untuk tetap ditempat dan tidak mengikuti mereka.


Dengan gelisahnya,Ethan mondar-mandir di tempatnya berdiri.Takut sesuatu terjadi pada istrinya,Ethan segera menghubungi para bodyguard yang tadi menjaganya untuk memantau pergerakan keduanya dari jauh dan mengawasi istrinya.Setelah itu,Ethan mecoba menghubungi Deni.


"Halo,ada apa?"


"Michelle ada disini.Dia sedang berbicara dengan Lily di restoran",ucap Ethan gusar.


"Apa?Wanita itu!Apa dia tidak bosan terus membohongi kita?Tunggu disana!Aku akan turun!",Deni lalu menutup teleponnya.


Sementara itu....


Lily nampak santai sambil memanggil pelayan untuk menghampirinya.Dia memesan jus mango dan virgin mujito untuk Michelle pada pelayan.Begitu pelayan pergi,Lily memulai pembicaraan dengan Michelle.


"Jelaskan,apa maksud tujuanmu datang menemui suami saya?",tanya Lily


Dengan tatapan mata yang tajam,Michelle menatap dalam ke arah wajah Lily


"Izinkan aku menikahi Ethan dan menjadi istri keduanya".