
Deni tampak serius membaca proposal pesta bujang yang disodorkan Alex padanya.Seakan kurang kesibukan,Alex bahkan membuat tiga proposal,usai Deni menyuruhnya meriset konsep yang menarik untuk pesta bujang yang akan mereka gelar.
"Bagaimana menurut kak Deni?".
Deni mengangguk berkali-kali lalu tiba-tiba memukuli kepala Alex.
"Aow!!!Kenapa kak Deni memukuliku?",tanya Alex dengan nada kesal.
"Kamu pikir Ethan akan suka konsep ini?Ini konsep apaan?Konsep ala Hawaii,ala gladiator,ala romawi.Kau pikir Ethan akan mau jika diminta pakai kostum?!Yang ada kita babak belur sebelum memulai pestanya!",oceh Deni seraya menghempaskan ketiga proposal buatan Alex.
"Lalu konsep apa yang bagus menurut kak Deni?",tanya Alex putus asa.
"Aku ada ide bagus untuk pesta kita.Dijamin Ethan akan memikirkan pesta ini sepanjang hidupnya".
Deni lalu mendekati Alex.Dia berbisik-bisik ke telinga Alex,membuatnya berbinar-binar mendengar penjelasan Deni yang sangat panjang dan terperinci itu.
"Wah...Kak Deni memang raja pesta!Aku benar-benar mengagumimu 'MY LORD'!",ucap Alex seraya mengangkat kedua tangannya.
"Kapan kita bisa memulainya?",tanya Deni dengan suara berat.
"Bagaimana kalau akhir pekan ini?Biar Ibu tak mengomeli ku karena membuang waktu kerja kak Ethan"
"Baiklah!Mulai besok,kamu persiapkan segala keperluannya.Laporkan padaku begitu semuanya siap.Begitu memastikan semua persiapannya sesuai rencana,kita langsung beraksi",ucap Deni semangat di ikuti teriakan semangat Alex.
Entah apa yang direncanakan kedua pria aneh ini,namun sepertinya akan muncul badai sebelum hari pernikahan Ethan tiba
...****************...
Sementara itu,Ethan yang sedang duduk di kursinya,terlihat sangat risau.Besok dia harus berangkat ke Bali untuk meninjau proyek renovasi villa dan resortnya dan ia nampak tak bersemangat untuk berangkat.Namun dia harus terjun langsung untuk meninjau,sudah sampai mana tahap renovasinya.
Deni yang baru selesai mengadakan rapat "Pesta bujang rahasia" bersama Alex,terlihat memasuki ruangan Ethan.Dia nampak berseri-seri,setelah membayangkan konsep yang ia rancang bersama Alex.Betapa bangganya Deni jika semuanya berjalan sesuai rencana.
"Selamat pagi menjelang siang pak!Bagaimana keadaan anda hari ini?Apa anda sudah makan siang?".
Ethan terdiam tak menjawab pertanyaan Deni.Dia terus saja membuang pandangannya ke arah langit-langit ruangannya.
"Deni.Apa besok aku tidak usah berangkat ke Bali?.
"Maaf pak,tapi anda tidak bisa seenaknya membatalkan jadwal yang sudah kita atur!",tukas Deni.
Ethan menghela nafas,"aku takut sesampainya disana aku jatuh pingsan,seperti saat kita di Bogor",ucap Ethan lesu.
Deni terlihat panik,"Eh..apa?pingsan?Apa bapak merasa tidak enak badan?apa bapak sakit?".
"Ya,aku sakit.Bukan sakit badan,tapi sakit hati",jawab Ethan melantur.
Deni yang tadinya panik,langsung berubah kesal.
"Sebegitu rindunya kah bosku pada Nyonya Ethan?".
Tiba-tiba wajah Ethan sumringah,mendengar Deni menyebut Lily dengan sebutan Nyonya Ethan.
'Ckckck!Anak ini sudah tak bisa tertolong',batin Deni seraya menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Bagaimana kalau kita jadi Rapunzel malam ini?",ucap Deni memberi ide.
Seketika Ethan melirik ke arah Deni,"Rapunzel?Maksudmu?".
Deni menghela nafas panjang.
'Ya Tuhan,dia ini makhluk dari galaksi mana sih? '.
"Aku akan membantumu menemui Lily malam ini.Dengan catatan,pertemuan ini untuk mengisi energimu selama sebulan!sepakat?!".
Ethan tersenyum bahagia,"sepakat!!".
Diapun menyodorkan tangannya dan berjabat tangan dengan Deni
...****************...
Tepat pukul dua belas malam,Ethan dan Deni terlihat sedang celingak-celinguk di depan rumah Lily.Setelah memastikan sekeliling mereka sepi,Deni dan Ethan mengeluarkan sebuah tangga dari mobil box yang mereka gunakan.
Sambil berjinjit,Ethan dan Deni memasang tangga dan menaiki tembok pagar rumah Lily.Mereka menarik tangganya setelah berhasil naik ke atas tembok dan memindahkannya ke dalam.Mereka pun turun dan berhasil memasuki pekarangan.Mereka kembali berjalan sembari berjinjit sambil menenteng tangga,hingga tiba di kamar Lily.Setelah memastikan tangga aman,Deni memberi isyarat pada Ethan untuk naik.
"Ingat,jangan lama-lama!Jika kita ketahuan,kamu tanggung sendiri resikonya",bisik Deni.
Ethan mengangguk dan menaiki tangga pelan.Sementara Deni berjaga dari bawah.
Begitu sampai di kamar Lily,Ethan mendapati Lily yang sedang asyik bersenandung dengan headset di telinganya dan tengkurap di atas ranjang.Ethan mengetuk jendela kamar Lily dan berbisik dengan cukup keras.Samar-samar,Lily mendengar suara seseorang.Dia sangat terkejut,ketika melihat Ethan berada di depan jendela kamarnya.
"Kak Ethan!Apa yang kakak lakukan disini?",tanya Lily panik begitu membuka jendela.
"Ini karena kamu mengajukan pingit saat lamaran.Sementara,aku tak bisa jika tak melihatmu sehari saja".
Lily menatap iba melihat raut wajah Ethan memelas.Lalu tertawa sedetik kemudian melihat kelakuan Ethan.
"Aku melakukan ini agar terhindar dari pertengkaran pra nikah.Dan itu sering terjadi!Saat itu aku juga...".
"Aku tak peduli dengan urusan pernikahan.Nikah tanpa acara pun aku mau.Asalkan aku tak jauh-jauh darimu".
Lily tertawa geli,"Makanya Kak Ethan rela memanjat rumah orang tengah malam,demi bertemu calon istri?"
Ethan mengangguk patuh.
"Besok aku akan berangkat ke bali dan baru kembali hari sabtu dan kamu sama sekali tak ingin mengangkat teleponku,jadi aku nekat melakukannya bersama Deni".
Lily sangat malu mendengarnya,"kalian berdua!Apa kalian tidak ada pekerjaan lain?Apa ini ide Kak Deni?"
Namun Ethan hanya terdiam.
"Ya,sudah pasti Kak Deni!Karena Kak Ethan ku yang manis,tidak mungkin melakukan hal seekstrem ini.Untuk membalas atas keberaniannya melakukan hal konyol,maka aku akan memberinya hadiah",sambung Lily.
Lily memberinya ciuman lembut di bibir yang membuat Ethan senang.Sementara di bawah,Deni sedang was-was memikirkan apa yang dilakukannya jika ketahuan.
"Hei!Maling!Maling kamu ya?!",tiba-tiba suara bi Inah terdengar dari teras.
'Waduh,ada pembantu Lily! '.
"Ssstt..ssstt,Ethan!Ethan,turun!Kita ketahuan!"teriak Deni pelan.
Namun Ethan tak mendengarkan Deni.Dia sedang asyik berciuman dengan Lily.
"Ethan!!".
Ethan masih tak menghiraukan Deni.Sementara Bi Inah tengah berlari ke arah mereka.
"Bodoh amat ah!Maaf bos,kali ini kamu harus menyelamatkan diri sendiri!",ucap Deni pada dirinya sendiri,lalu bersembunyi membiarkan Ethan sendiri di atas.
"Ahh,pencuri!kamu kedapatan ya!Ayo,cepat turun!Jangan pikir karena saya sudah tua,saya tidak jago berkelahi ya!Saya ini mantan atlet pencak silat!Turun sini kalo berani!",teriak Bi Inah pada Ethan sambil mengeluarkan jurus-jurusnya.
Ethan tersadar dan melepaskan ciumannya,saat mendengar Bi Inah meneriakinya dari bawah.Dia menggigiti bibirnya sambil memejamkan mata cemas,sementara Lily hanya bisa tertawa melihat reaksi Ethan.
"Sekarang Pak Ethan tanggung sendiri akibatnya ya!",ucap Lily lalu menutup jendelanya.
Ethan menuruni tangga dengan pelan,seraya menutupi wajahnya.Sementara Bi Inah sudah bersiap-siap di bawah,ingin memukuli Ethan dengan serbet yang dia bawa.Begitu Ethan menginjak tanah,Bi Inah menghujaninya dengan pukulan serbet ala Bi Inah.
"Dasar pencuri kamu ya!Beraninya mengintip kamar perempuan!Kamu itu maling atau orang mesum.Dasar..."
Bi Inah hampir saja melayangkan tendangan mautnya,saat Ethan tiba-tiba berteriak.
"Bi..Bi..Ini saya,Ethan!Ethan!".
Seketika Bi Inah tersadar,"Mas Ethan?!".
Wajah Bi Inah berubah panik,"Maaf mas!Habisnya!Lagian mas Ethan ngapain manjat-manjat ke atas?!Kan Bi Inah kiranya maling!".
"Saya yang minta maaf bi!Saya salah melakukan tindakan ini.Saya hanya rindu dengan Lily,jadi melakukan hal konyol seperti ini".
Ethan kemudian mengeluarkan lima lembar uang seratus ribu dari dompetnya.
"Ini sebagai permintaan maaf saya pada Bi Inah.Tolong jangan bilang Bapak sama Ibu ya",pinta Ethan.
Melihat kesempatan langka ini,Bi Inah pun tersenyum licik dan bertingkah.
"Kalo ini mah,cukup untuk tutup mulut ke bapak mas,belum ke ibu!".
Ethan terperangah.Namun demi Lily,dia tak peduli jika bi Inah memerasnya.Dia pun mengeluarkan lima lembar uang seratus ribu.
"Wah,terima kasih ya mas.Mas Ethan memang tidak ada duanya!".
"Kalau begitu,saya pulang ya bi.Ingat!Jangan bilang-bilang!"
"Siip mas!".
Ethan mencari-cari keberadaan Deni.Dia sangat kesal padan sahabatnya itu karena tega meninggalkannya sendiri.Namun karena sudah mendapat energi full dari Lily,rasa marahnya sudah hilang.
"Den,kamu dimana?".
Tiba-tiba Deni muncul dari semak-semak,dekat pagar rumah Lily.
"Saya disini pak!",ucapnya cengengesan.
"Ayo kita pulang.Tangganya biar disini saja".
"Siap pak!",ucapnya seraya beri hormat lalu berjalan menghampiri Ethan.
"Bi,saya keluar lewat pintu pagar ya!".
"Iya mas.Mas Ethan hati-hati ya!",ucap Bi Inah.
"Iya Bi",ucap Ethan sambil berlalu pergi bersama Deni,meninggalkan Bi Inah sendiri.
"Asyik dapat rejeki nomplok!",ucap Bi Inah senang,seraya mengibaskan uang yang diberikan Ethan.