Love In Tears

Love In Tears
Bulan madu di Halfeti



Setelah menempuh perjalanan seharian penuh,akhirnya mereka tiba di halfeti,kota tua yang sempat tenggelam akibat banjir.Kota yang memiliki legenda urban,tentang mawar hitam yang di cari Deni untuk Nina.


Ethan dan Deni terpaksa berpisah,setelah Nina memaksanya untuk tidak mengganggu pasangan pengantin baru dan membiarkan mereka menikmati bulan madunya.Sebagai gantinya,Nina ingin bertualang bersama Deni mencari mawar hitam langka,yang hanya ada di kota Halfeti.Dia makin bersemangat,saat pelayan hotel mengatakan,jika musim panas saat ini merupakan musim dimana mawar merah tua akan berubah menjadi hitam.


"Kamu percaya kata pelayan itu,Den?Aku semakin penasaran apa itu benar terjadi?!",ucap Nina takjub dengan wajah yang berbinar-binar.


Sementara Deni tak mengalihkan pandangannya pada Nina,yang sedari tadi berceloteh tentang keinginannya untuk mencari tahu kebenaran mawar hitam itu.


...****************...


Ethan dan Lily akhirnya tiba di Hotel Halfeti Melek Butik,salah satu hotel terbaik yang menyajikan pemandangan alam kota Halfeti.Gaya arsitektur klasik perpaduan antara kayu dan batu,mempercantik tempat ini.Membuat Lily dan Ethan sangat menikmati perjalanannya kali ini.Lily sedang menghirup udara sejuk dari balkon hotel.Pemandangan sungai Efrat dan bukit-bukit bebatuan sejauh mata memandang,memperindah pemandangan dari balkon.Juga jembatan gantung di atas bendungan,menjadi spot terbaik untuk menikmati alam di kota ini


"Bagaimana menurutmu,apa tempat ini sangat bagus?",tanya Ethan berbisik seraya memeluk Lily dari belakang.


"Sangat,tidak salah kita membantu Deni mendekati Nina.Kita justru mendapat tempat bulan madu yang indah disini",ucap Lily dengan senyum bahagia


Setelah menikmati makan malam bersama.Ethan mengajak Lily berjalan-jalan di jembatan gantung yang terletak tak jauh dari hotel tempat mereka menginap.Lily tampak sangat senang melihat lampu-lampu yang menghiasi pinggir jembatan dan kota tenang itu


"Kamu ingat saat kita di jembatan waktu liburan di Tai O Village?",tanya Ethan sembari mendekat ke arah Lily dan merangkulnya.


"Ya,tentu saja aku ingat.Perjalan waktu itu tak bisa aku lupakan dan masih membekas di ingatanku"


"Kamu tahu,malam itu aku sangat ingin menciummu,tapi aku berusaha menahannya."


"Dan Kak Ethan benar-benar menahan diri hingga bertemu denganku di Papua",tebak Lily


Ethan membuang pandangannya ke arah lain


"Sebenarnya,aku sedikit tidak bisa menahan...",ucap Ethan seraya menggigit lidahnya


"Maksud Kak Ethan?",tanya Lily penasaran


"Kamu ingat saat aku membangunkan mu esok paginya"


"Ya"


"Saat itu aku terhipnotis wajahmu yang saaangat manis,jadi tanpa sadar aku mengecup keningmu sebelum kamu terbangun",ucap Ethan cepat-cepat


Lily tampak terkejut.Namun tersipu malu.Karena saat itu,dia juga tak sengaja melihat Ethan bertelanjang dada.


"Apa?!Jadi waktu itu Kak Ethan benar-benar mencium ku?Bukan mimpi?"


"Tentu saja bukan mimpi!"


Ethan menutup rapat matanya,takut jika istrinya itu akan menyentil nya karena baru mengakuinya sekarang.Namun bukannya mendapat sentilan,dia justru mendapat kecupan di keningnya.


"Ini balasan kecupan kak Ethan waktu itu",jawab Lily malu sembari menggigiti bibirnya.


"Jangan pernah tersenyum seperti itu saat kita sedang diluar",bisik Ethan ke telinga Lily


"Kenapa memangnya?",tanya Lily


"Kamu memang senang memancingku ya?!"


Ethan menggelitik tubuh Lily tanpa melepaskan pelukannya,membuat Lily meronta-ronta dan tak bisa menahan tawanya


"Kak Ethan",pekik Alya


"Ya bunga Lily ku?"


"Bisa kita pulang sekarang?",tanya Lily memelas,masih berusaha menghilangkan rasa geli di tubuhnya


Ethan tersenyum,"kenapa mau pulang sekarang?"


"Aku ngantuk!"


"Baiklah!"


Ethan membungkuk dan menyuruh Lily naik di punggungnya.Dengan manja,dia naik ke punggung Ethan dan menyandarkan kepalanya ke pundak Ethan.


"Kak,jika saat itu aku tidak bertemu denganmu,apa yang akan terjadi?"


"Maksud kakak?"


"Tuhan sudah mengatur pertemuan kita sedemikian rupa sebagai takdir.Kalaupun segala kemungkinan lain bisa terjadi jika kamu memilih jalan yang berbeda,Tuhan tetap akan membuka jalan lain untuk kita bertemu.Jodoh,rejeki,maut,sudah Tuhan atur."


"Artinya jodohku yang sebenarnya itu bukan Adam melainkan Kak Ethan?",tanya Lily pelan


Ethan tersenyum malu,"tentu saja.Adam hanya numpang lewat,sebelum kamu bertemu dengan jodohmu yang asli.",canda Ethan


"Lantas,kalau aku mati lebih dulu,apa Kak Ethan akan mencari jodoh yang baru?",tanya Lily yang suaranya makin pelan


Ethan menghentikan langkahnya.Dia agak kesal,Lily menyebut kata mati disaat-saat seperti ini.


"Jangan bicara seperti itu!Kalau kamu mati,aku tidak akan menikah lagi dan menunggu ajalku untuk ketemu kamu"


Namun tak ada suara jawaban dari Lily.


"Lily!Kamu sudah tidur?"


Lily sama sekali tak menyahut.


'Dia benar-benar tertidur?'


Ethan mencoba menahan tawanya dan membawa Lily kembali ke Hotel.


Begitu tiba di Hotel,Ethan menurunkan Lily perlahan dan menidurkannya di ranjang.Ethan memandangi wajah lelah istrinya dan terus mengecup pipi dan bibirnya bergantian.


'Kenapa kamu semanis ini sih?!'


Ethan membiarkannya terlelap dan menyelimutinya dengan pelan lalu beranjak menuju kamar mandi.


...****************...


"Lily sayang,bangun!",bisik Ethan


Lily membuka matanya pelan.Dia melihat Ethan duduk tepat disampingnya seraya tersenyum.Dengan wajah yang masih kusut,Lily pun balas tersenyum pada Ethan


"Pagi Kak Ethan sayang"


"Bangun cepat!sebentar lagi sunrise!",ucap Ethan,seraya memaksa Lily untuk ikut dengannya.


Dengan malasnya,Lily duduk di balkon seraya menunggu sunrise,sementara Ethan dengan semangatnya,menunggu saat matahari mulai nampak di sudut langit.Lily menyandarkan kepalanya ke pundak Ethan sambil memejamkan matanya


"Apa kak Ethan sangat menyukai alam?",tanya Lily


"Tentu saja!Kamu ingat tidak saat kita di resor waktu itu"


Lily kemudian tertawa saat mengingatnya.


"Aku sampai sesak nafas mengejar Kak Ethan saat itu."ucap Lily dengan mata yang masih terpejam


"Karena kamu malas berolahraga kan"


"Tapi Kak Ethan saat itu benar-benar sakit ya?"


Seketika Ethan teringat kejadian itu.Dia tertawa geli mengingat dirinya yang seperti orang kesurupan.


"Saat itu,kamu membuat aku salah tingkah tahu!"


Sontak Lily mengangkat kepalanya dan memicingkan matanya pada Ethan


"Maksud Kak Ethan?"


"Aku melarang mu menyentuhku,karena saat itu aku benar-benar tidak bisa menahan diri.Siapa suruh kamu merentangkan tanganmu sambil tersenyum di dekatku.Kan aku jadi panas!"


"Jadi senyumku bisa membuat Kak Ethan panas?",goda Lily seraya menatap Ethan dengan nakal


Bersamaan dengan tatapan mata Lily pada Ethan,terbit pula matahari di ufuk timur.Lily segera menghampiri Ethan dan menciumnya sambil melingkarkan tangannya di pundak Ethan.Tak bisa lagi menahan perasaannya saat ini,Ethan pun menggendong istrinya dan membawanya kembali ke kamar.Mereka akhirnya menikmati bulan madu yang tertunda semalam.