
Sudah sebulan sejak kepulangan Lily ke Indonesia.Rencana jadwal Ethan yang seharusnya hanya beberapa minggu di Hongkong,menjadi sebulan.Lily berjanji akan mengabari Ethan begitu tiba di Indonesia,namun dia tak pernah sekalipun memberinya kabar.Ethan mencoba untuk menghubungi nomornya,namun tak pernah aktif.
Ethan tadinya ingin fokus bekerja,namun fikirannya terus tertuju pada Lily.Rasanya dia ingin pulang ke Indonesia secepatnya,jika saja pekerjaannya bisa ditunda.Ethan hanya bisa memandangi fotonya bersama Lily yang terpasang di layar handphonenya,dengan wajah sendu.
"Begitulah cinta,deritanya tiada akhir",tiba-tiba suara Deni memecah lamunan Ethan
"Bagaimana?sudah ada kabar dari Indonesia?"
Deni mengangkat kedua alisnya dan memanyunkan bibirnya
"belum juga aku duduk,pak Ethan sudah meneror ku"
Ethan menghela nafas.Dia melepas kacamatanya dan memijat pangkal hidungnya.
"Lily tidak terlihat di rumah itu,sejak pulang dari Hongkong.Dugaanku,dia pulang kerumah orang tuanya"
"Kamu sudah mendapatkan alamat orang tuanya?"
"Belum,satpam dan pembantu di rumah itu terlalu setia dengan majikannya.Bahkan info tentang Lily pun sangat susah kita dapatkan"
"Bagaimana dengan pak Indra,sopir Lily?"
"Nihil"
Ethan terdiam.Tiba-tiba dia teringat sesuatu
"Aku ingat!Dia pernah mengatakan padaku,kalau ayahnya adalah salah satu dosen di fakultas hukum Universitas Indonesia."
"Namanya?",tanya Deni
"Aku tidak tahu,tapi Ibu Lily seorang kepala sekolah di SMA internasional British School.Setidaknya itu bisa jadi petunjuk untuk menemukan ayahnya.Temukan dia,sebelum kita tiba di Indonesia"
Deni mengangguk paham,"Kalau begitu,silahkan percepat persetujuan dokumen-dokumen ini,supaya kita bisa segera pulang ke Indonesia dan mencari cintamu"
Ethan segara menandatangani semua dokumen penting dan menyelesaikan agenda yang tertunda.Begitu semuanya kelar,mereka segara kembali ke Indonesia.Sepanjang perjalanan pulang,Ethan hanya memikirkan darimana dia akan memulai pencarian Lily.
...****************...
Baru saja keluar dari gerbang kedatangan,seseorang sudah menunggu Ethan dan Deni dengan sebuah map ditangannya.Deni menghampirinya dan berbincang bincang sesaat,lalu pergi meninggalkan Deni,setelah memberikan map padanya.
"Info apa yang dia dapat?",tanya Ethan begitu masuk ke dalam mobil bersama Deni.
"Disini ada alamat dan nomor telepon rumahnya",jawab Deni,sembari terus memeriksa data yang dikumpulkan orang tersebut
"Kita jangan gegabah,aku belum tahu situasi Lily sejak tiba ke Indonesia.Aku tidak ingin menjadi pengusik rumah tangga orang,saat semuanya belum jelas.Sebaiknya kita kembali kerumah itu"ucap Ethan.
Mobil mereka pun melaju dengan cepat meninggalkan bandara Soekarno Hatta
Ethan tiba dirumah yang sempat ditinggalinya beberapa bulan lalu.Walaupun alasannya pindah saat itu untuk menjauhi Lily,namun akhirnya dia kembali ke rumah ini agar bisa menemuinya.
Ethan berjalan menuju ke ruang kerjanya,tempat dia sering duduk memandangi Lily yang sedang bermain piano.Ruangannya kosong,hanya tersisa kursi dan meja tanpa barang satupun.Dia pun duduk di kursi dan memandangi rumah Lily yang nampak sepi.
'Lily kamu dimana?',batinnya.
Mata Ethan tertuju pada piano yang nampak dari ruang kerja Ethan.Dia terlihat lelah,namun pikirannya membuatnya tak bisa istirahat dengan tenang.Dia kembali melirik layar handphonenya.Melihat wajah Lily yang terpajang disana,membuat kerinduannya makin membuncah.Tak lama kemudian,terdengar suara klakson mobil dari bawah.Ethan melihat mobil sedan yang biasa di kendarai Adam.Dengan cepat,Ethan berlari keluar dari ruang kerjanya.
Baru saja satpam membuka pagar,Ethan berteriak memanggil Adam.Mobilnya pun berhenti,setelah mendengar teriakan Adam.Terlihat seseorang keluar dari arah kursi pengemudi,Adam.Wajahnya terlihat kurang bersahabat namun tetap saja dia turun dan menghampiri Ethan.
"Apa tujuanmu datang kemari?",tanya Adam tanpa basa basi
"Dimana Lily?",Ethan balik bertanya
"Untuk apa kamu mencari istriku?Ingin mengajaknya berselingkuh lagi?"
Mereka saling melempar pertanyaan,tanpa menjawab pertanyaan satupun.
Ethan tampak terkejut mendengar Adam masih menyebut Lily istrinya.Hal itu membuatnya semakin bingung
"Sadarlah Ethan!Jangan pikir karena kejadian di Hongkong,lalu kamu merasa berhak untuk masuk dan merusak hubunganku dan Lily"
Ethan merasa ada yang salah.
'*Selingkuh?aku dan Lily*?'
"Sekarang aku tidak ada waktu untuk meladenimu.Dan jangan pernah datang ke rumahku lagi ataupun mencari Lily"
Adam kembali ke mobilnya dan meninggalkan Ethan yang masih saja terpaku ditempatnya berdiri saat ini.Setelah tenang,Ethan pun mengambil handphonenya dan menghubungi Deni
"Halo,Deni.Sepertinya ada sesuatu yang salah"
...****************...
Deni sudah tiba didepan rumah Ethan yang sedari tadi mondar mandir dengan wajah pucat
"Masuklah"
Ethan pun membuka pintu mobil dan langsung masuk.Dia bersandar pada kursi yang ia setel,agar sedikit berbaring.
"Ada apa kawan?"
"Sepertinya situasi disini sangat kacau"
"Sebenarnya apa yang terjadi?Tolong jelaskan saja langsung!"
Ethan coba mengatur nafas."Tadi aku bertemu dengan Adam dan menanyakan keberadaan Lily,tapi dia justru menuduhku ingin mengajak Lily berselingkuh lagi!"
"Apa?Wah,dasar gila!Apa otaknya waras?dia yang berselingkuh,malah menuduh mu dan Lily yang berselingkuh!"
"Makanya,aku tidak habis pikir.Dia juga masih menyebut Lily istrinya"
"Aku tidak menyangka,dibalik wajah tampannya,dia seorang iblis bermuka dua.Dia sangat pintar memutar balikkan fakta."
"Besok aku harus menemui orang tua Lily untuk meminta penjelasan"
"Tapi besok kamu ada janji makan malam dengan ibu dan adikmu"
"Cari alasan apa saja dan tunda pertemuanku dengan Ibu dan Alex selama mungkin.Paling tidak,sampai aku bisa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi sebulan ini"
"Lalu sekarang kamu mau kemana?"
"Bawa aku ke apartemenku.Aku butuh istirahat sebelum memulai perang ini"
Deni pun memutar mobilnya dan meninggalkan perumahan itu
...****************...
Pukul tujuh pagi,Ethan sedang berlari diarea apartemennya.Semalam dia sulit tidur,bahkan harus meminum obat agar membuatnya rileks.
Setelah mandi dan berpakaian,dia segera mengambil map yang ada di atas meja tamunya.Dia berjalan keluar apartemen menuju area parkir mobil.Sebelum menghidupkan mobilnya,Ethan membuka map yang Deni berikan semalam.Dia membaca alamat rumah orang tua Lily,lalu bergegas menghidupkan mobil dan melaju pergi.
Ethan tiba di depan rumah orang tua Lily.Dia menyiapkan hatinya untuk segala kemungkinan yang akan terjadi dan berjalan dengan tenang ke arah rumah Lily.Ethan memencet bel.Tampak seorang Ibu paruh baya,keluar dari rumah Lily dan berjalan kearah Ethan
"Mas cari siapa?"
"Apa Pak Adiguna ada?"
"Oh...Bapak.Bapak ada,tapi ada perlu apa ya mas?"
"Tolong sampaikan,kalau saya datang kesini,ingin berbicara mengenai Lily"
Ibu itu terlihat sedikit terkejut."masnya tunggu sebentar ya,saya sampaikan dulu ke Bapak"
Selang lima menit,Ibu itu kembali dengan berlari dan membuka pagar untuk Ethan.
"Mas silahkan masuk.Bapak sudah menunggu didalam"
Ethan mengatur nafas.Diapun masuk dan mengikutinya dari belakang.Ethan di tuntun masuk kedalam ruangan yang dipenuhi buku-buku tebal dan terlihat tua.Seorang bapak usia pertengahan enam puluh,sedang duduk di sofa yang berada ditengah ruangan.Wajahnya sudah nampak tua,namun masih terlihat aura tegas dari wajahnya.Beliau mempersilahkan Ethan untuk duduk dan langsung membuka pembicaraan
"Kamu yang namanya Ethan?"
Ethan merasa sedikit gugup.Mengapa Ayah Lily mengenalnya?
"Betul Pak.Mohon maaf sebelumnya,apa bapak mengenal saya?"
Ayah Lily tak menjawab.Dia mengambil sebuah amplop dari meja dan mengeluarkan isinya.Ethan sangat terkejut saat melihat isi amplop itu.Ternyata foto-foto dia bersama Lily saat liburan ke ngong ping dan tai o village,bahkan ada foto saat Ethan menunggu Lily di depan kamar hotel,setelah kepulangannya dari liburan waktu itu.
"Bapak dapat foto ini dari mana?"
Ayah Lily tak menjawab
"Aku hanya ingin menanyakan satu hal padamu.Apa kamu benar selingkuh dengan anak saya?",tanya Ayah Lily pada Ethan
"Tidak Pak.Itu semua tidak benar!Bahkan foto yang Bapak lihat ini, tidak seperti apa yang bapak duga",jawab Ethan tegas.
"Lalu mengapa anak saya ngotot ingin bercerai begitu pulang dari Hongkong?"
"Mungkin saya terdengar mencari-cari alasan pada Bapak.Tapi saya berani bersumpah,saya dan Lily sama sekali tidak punya hubungan seperti itu!"
Ayah Lily hanya terdiam.Dia terlihat masih tidak percaya pada apa yang dikatakan Ethan.
"Beri saya waktu,saya akan meluruskan kesalahpahaman ini.Saya akan kembali menemui Bapak,dengan bukti-bukti yang lebih konkret",janji Ethan
Namun Ayah Lily masih saja diam
"Kalau begitu saya pamit dulu.Saya janji akan menyelesaikan ini baik-baik dan memulihkan nama baik kami berdua"
Ethan menunduk dan berjalan meninggalkan Ayah Lily.Sepanjang perjalanan menuju mobil,Ethan mengepalkan tangannya,berusaha menahan amarah.Begitu masuk kedalam mobil,dia meninju setir mobil berulang kali.Emosinya sudah tak terbendung lagi dan akhirnya dia menangis.Dia menangis bukan karena apa yang barusan dia dengar dari Ayah Lily,namun dia menangis memikirkan perasaan Lily yang hancur karena ulah Adam.
Setelah merasa tenang,dia meraih handphonenya dan menghubungi Deni
"Halo,kita bisa bertemu di apartemenku?"
...****************...
Ethan baru saja tiba di apartemennya,saat Deni memencet bel.Dengan malasnya Ethan berjalan membukakan pintu.
"Kamu sudah tahu apa yang sebenarnya terjadi?",tanya Deni begitu duduk di sofa.
"Aku tak menyangka Adam akan memakai cara kotor seperti ini.Dia diam-diam memotret ku dan Lily,saat kami liburan dua hari di ngong pin dan menyampaikan pada orang tua Lily bahwa kami berselingkuh"
Deni membelalak,"Apa?!Dia berani melakukan itu?!"
"Aku merasa malu bertemu dengan Ayah Lily,setelah melihat foto-foto itu ada ditangannya.Bahkan foto di depan kamar hotel pun ada.Aku takut,orang tua Lily beranggapan kami telah berbuat zina."
"Tidak akan kubiarkan dia merusak nama baikmu.Aku akan membalas perbuatan hina Adam padamu.Dia pikir,dia bermain-main dengan siapa",Deni terlihat sangat geram.
Deni segera menghubungi seseorang.Dia berbicara menggunakan bahasa kanton dengan orang yang ditelponnya.Deni meminta supaya pihak keamanan hotel segera memeriksa cctv,dimulai saat Lily mendapati Adam berselingkuh di depan koridor,hingga Lily dan Adam keluar hotel.Juga memeriksa setiap pergerakan Adam ataupun orang yang mencurigakan di sekitar Ethan,di seluruh cctv dan mengirimkannya segera pada Deni.
"Kamu tidak usah cemas.Aku akan membereskan masalah ini,agar kamu bisa fokus dengan urusan kantor".
"Terima kasih Deni,aku tidak tahu akan bagaimana aku,kalau kamu tidak ada di sampingku"
"Cukup kamu mengerti dan menaikkan gajiku,agar aku bisa mencari calon istri sebelum kamu menikah"
Akhirnya Ethan bisa sedikit tertawa.
Setelah tiga hari,akhirnya bukti cctv telah berhasil Deni kumpulkan.Bahkan dia menemukan orang yang mengambil foto-foto Lily dan Adam.Namun mereka tidak bisa menuntutnya karena Adam menggunakan foto itu di negara lain.
Walaupun merasa sedikit gugup,Ethan memberanikan diri menemui orang tua Lily.Dia memperlihatkan semua bukti-bukti rekaman cctv pada Ayah dan Ibu Lily.Ibu Lily menangis dan memeluk lengan suaminya yang duduk di sampingnya saat melihat video tersebut.Ayah Lily cukup tenang,walaupun matanya terlihat berkaca-kaca sembari terus mengelus punggung tangan istrinya.Setelah memperlihatkan semua video cctv tersebut,Ethan pun berlutut dihadapan orang tua Lily.
"Saya meminta maaf pada Bapak dan Ibu,karena telah menyebabkan kesalahpahaman ini dan membuat kalian berdua malu.Tapi saya berani menjamin,Lily tidak pernah melakukan perbuatan hina seperti itu.Saya tidak punya maksud lain.Saat itu,dia butuh bantuan dan hanya saya yang dia kenal di Hotel itu.Dia tidak berani memberitahukan kepada kalian,karena tidak ingin membebani kalian.Dia berusaha bersikap dewasa walaupun sebenarnya dia sangat terluka"
Tak terasa air mata Ethan menetes saat menceritakan seluruh kejadian yang sebenarnya.
"Apa kamu mencintai Lily?",tiba-tiba Ibu Lily bertanya pada Ethan
Ethan menatap kearah Ibu Lily sesaat,lalu menunduk.
"Aku sudah jatuh cinta pada Lily saat pertama kali melihatnya.Tapi aku tidak pernah berusaha untuk merusak kebahagiaannya bersama Adam.Lily sangat mencintai Adam dan aku hanya ingin melihat dia bahagia.Tolong maafkan Lily,jika ada yang harus di salahkan,itu adalah saya.Sayalah orang yang jatuh cinta pada Lily.Sampai terakhir kali kami bertemu,dia masih mendoakan saya agar bertemu dengan wanita yang baik"
Ethan tak bisa lagi menahan perasaannya.Air matanya masih menetes.Kedua orang tua Lily pun ikut menangis dan saling menguatkan
"Setelah Ayahnya marah,Lily pergi begitu saja dari rumah,tanpa memberi penjelasan apapun.Dia hanya mengatakan kalau tak akan ada yang percaya padanya.Akhirnya, permintaan cerai Lily di tolak karena Adam bersikeras tidak ingin menceraikannya dan menggantung status Lily.Sekarang dia coba menenangkan diri di daerah terpencil di Papua.Dia jadi guru honorer disana.Dia sering mengirimi Ibu pesan dan foto kegiatannya bersama murid-muridnya"ucap Ibu Lily
Beliau kemudian mengambil handphonenya.Dia memperlihatkan foto Lily dengan penampilan berbeda,namun dengan senyum yang sama.Dia berfoto bersama beberapa anak-anak lokal dan transmigran di sana.Lily tampak sangat bahagia.Ethan tersenyum sambil menangis lega,mengetahui Lily baik-baik saja.
"Beberapa kali Adam menghubungi dan datang menemui Ibu.Dia menanyakan keberadaan Lily.Tapi Ibu berbohong, mengatakan tak tahu menahu kemana perginya Lily",ucap Ibu Lily sembari memberikan alamat pada Ethan.
Ayah Lily meraih tangan Ethan dan menggenggamnya dengan erat."Saya mohon,bantulah Lily menyelesaikan masalah ini,agar dia bisa terbebas dari ikatan buruk itu",ujarnya memelas.
Ethan terharu dan kembali menangis.Dia sangat berterima kasih pada kedua orang tua Lily karena telah percaya padanya dan meminta Ethan untuk membantu Lily.Dengan yakin,Ethan pun mengangguk dan berjanji akan membawa Lily kembali untuk menyelesaikan masalah rumah tangganya.
...****************...
Ethan terus memegang erat alamat yang di berikan oleh Ibu Lily.Dia mempercepat laju mobilnya,agar segera sampai di apartemen.Ethan bergegas mengemas keperluannya ke dalam koper,lalu menghubungi Deni.
"Halo,Deni!Tolong siapkan pesawat sekarang"
"Hah,apa?"
"Sediakan pesawat sekarang juga!"
"Tapi Ibumu sedang menggunakannya ke Hongkong"
"Kalau begitu,carikan aku Tiket bussiness class tujuan Sorong Papua Barat"
"Apa yang kamu lakukan di sana?"
"Aku ingin menemui Lily"
"Apa?Lily ada di sana?"
"Iya,tolong segera urus tiketnya."
"Aku tidak bisa membiarkanmu pergi sendiri,aku akan beli tiket untuk kita berdua.Biar kamu bisa memantau pekerjaan dari sana"
"Terserah, yang penting kamu harus dapat tiket siang ini,sekalipun tersisa tiket ekonomi,aku tetap akan berangkat"
"Oke,nanti kita ketemu di bandara"
Begitu tiba di bandara,Ethan menelpon Deni untuk menanyakan keberadaannya.
"Kamu dimana?",tanya Ethan
"Aku di pintu masuk keberangkatan domestik"
Ethan mempercepat langkahnya dan menuju ke tempat Deni berada.
...****************...
Tiga jam berlalu,akhirnya Ethan dan Deni tiba di Bandara Dominique Eduard Osok.Mereka segera memanggil taxi airport.Ethan merogoh tasnya dan memperlihatkan alamat yang tertera di kertas pada sopir
"Tolong antar saya ke alamat ini Pak,jauh pun tidak apa-apa.Akan saya bayar"
Saat membaca alamatnya,sopir mengernyitkan dahinya
"Adoh kakak,maaf.Kalo mo antar ke alamat ini,sa pu mobil tara bisa tembus"
Deni dan Ethan saling berpandangan,mereka kurang memahami ucapan sang sopir
"Kalo kakak mau,besok sudah sa antar cari mobil yang bisa tembus.Karna su sore,lebih baik kakak istirahat dolo di hotel.Besok pagi baru sa jemput lagi,cari mobil rental"
"Oke lah pak,kami menurut saja.Ini pertama kalinya kami kesini,jadi tidak tahu banyak tentang lokasi sekitar sini"jawab Deni sembari tersenyum
Sopir pun mengantarkan mereka berdua ke salah satu hotel terdekat dan berjanji akan datang besok,pukul tujuh pagi.Sejak di mobil hingga ke kamar hotel,Ethan tak berhenti menghubungi nomor yang Ibu Lily berikan,namun nomor itu tidak aktif.
"Besok kita langsung mencari dia ke alamat yang Ibu Lily berikan,jadi tidak usah khawatir kalaupun nomornya tak bisa di hubungi"
"Aku hanya merasa gelisah jika diam saja"
"Kita sudah berusaha semaksimal mungkin,bahkan kita pergi mencarinya sampai sejauh ini.Jika jodoh takkan lari kemana."
Deni membuka ransel yang dia bawa dan mengeluarkan peralatan mandi dan sepasang pakaian
"Kamu jangan risih ya.Aku menyewa kamar twin room.Tadinya aku ingin menyewa dua kamar tapi sepertinya kamu tidak bisa dibiarkan sendiri.Bisa-bisa aku malah sibuk mencarimu,bukan Lily"
"Tidak apa-apa.Toh aku juga biasa tidur dimana saja"
"Ya aku tahu.Mungkin hanya kamu,anak pewaris hotel yang sering tidur dimana saja sesuka hatimu.Bahkan kamu bisa tidur di emperan toko"sindir Deni seraya tersenyum
Ethan pun langsung berjalan kearah tempat tidur tanpa berganti pakaian.Deni ingin menegurnya namun diurungkannya, mengingat wajahnya terlihat lesu dan tidak bergairah.
"Dasar pria tua yang dimabuk cinta"
...****************...
Jam menunjukkan pukul lima subuh,namun Ethan sudah bersiap sedari tadi.Dia tak bisa menikmati istirahatnya semalaman dan terus saja memandangi jamnya.Deni yang baru saja terbangun,nampak terkejut,melihat Ethan sudah rapi dan berganti pakaian.Dia memicingkan matanya berusaha melihat ke arah jam di dinding.
'Jam itu yang rusak atau mataku yang salah lihat',batinnya seraya mengucek matanya.
Deni meraih kacamata yang berada di atas meja disamping tempat tidurnya.
"Ini masih dua jam lagi,kamu sudah bersiap sejak jam berapa?"
"Semalam aku ketiduran dan belum sempat mandi,makanya aku bangun dan langsung mandi.kamu juga,cepatlah mandi!Kita turun breakfast dan langsung berangkat.Kita tak boleh membuang waktu berlama-lama disini.banyak tugas di Jakarta yang menunggu kita"
Deni hanya bisa melongo.Dia tak bisa mencerna ucapan Ethan barusan.Baru kali ini otaknya tak mampu menjabarkan kata-kata atasannya itu
"Ya sudah,aku bersiap-siap dulu",jawab Deni lalu beranjak dari tempat tidur