Love In Tears

Love In Tears
Meluruskan tali yang kusut



Ethan telah mendengarkan semua cerita Lily.Dia merasa sangat geram,namun tak ingin menampakkannya pada Lily.Ethan berusaha mencari topik pembicaraan lain dan mengalihkan perhatian Lily


"Kamu ingat aku pernah mengatakan ada wanita yang aku sukai?",tanya Ethan pada Lily


"Ingat,apa kakak ditolak?makanya datang mencari ku?"


Ethan lalu memandangi Lily,"Entahlah!Aku belum mendapat jawaban darinya karena dia menghindariku.Aku selalu memberinya perhatian,tapi dia tidak pernah menyadari perasaanku"


Lily tampak terkejut.Dia akhirnya paham maksud perkataan Ethan.


"Sejak kapan kak Ethan menyukaiku"


"Sejak pertama kali melihatmu dari jendela ruang kerjaku.Tapi aku tahu harus menahan diri karena kamu milik orang lain".ucap Ethan lembut seraya bertopang dagu dan terus menatap Lily


"Bukannya kita pertama kali bertemu saat di depan rumah?"


Ethan menggeleng,"Aku sudah lebih dulu melihatmu, saat kamu sedang bermain piano sehari sebelumnya"


Tiba-tiba Lily ingat,saat itu dia sedang memainkan instrumen karya Chopin,Waltz in A Minor.Ternyata,sejak awal Ethan sudah memiliki perasaan padanya,bahkan sebelum Lily mengenalnya.


"Apa yang kak Ethan suka dariku?Apa karena aku bisa bermain piano?",tanya Lily penasaran


"Tidak ada,aku menyukaimu bukan karena ada sesuatu yang aku sukai darimu.Aku menyukaimu karena hanya menyukaimu,titik"


Lily tertawa geli.


Ethan merasa bahagia bisa melihat senyum Lily setelah sebulan lebih tak bertemu.Sementara Lily sedang menatap ke arah tangan Ethan yang masih saja menggenggam tangannya,seolah tidak membiarkan Lily jauh darinya.


"Lalu sampai kapan Kak Ethan akan memegang tanganku?"


"Aku tidak akan melepasnya kecuali kamu berjanji tidak akan pergi lagi tanpa kabar"


Lily mengangguk setuju,"tapi aku tidak bisa pergi begitu saja.Mereka sangat butuh tenaga pengajar."


"Kalau begitu aku akan tinggal disini bersamamu"


Lily tertawa mendengar ucapan Ethan,"Aku tidak menyangka kak Ethan bisa bertingkah konyol seperti ini"


"Aku hanya melakukan hal ini di depanmu"ucap Ethan manja


"Masih ada satu hal penting yang belum terselesaikan dan akan memakan waktu lama.Apa kak Ethan bersedia menunggu bahkan dicap sebagai orang ketiga?"


"Aku akan menunggu selama apapun itu.Aku juga tidak keberatan disebut perebut istri orang.Aku sudah tidak mempedulikan hal itu.Asalkan kamu berjanji tidak akan pergi lagi dan tetap bersamaku"


Lily terdiam.Dia tampak bimbang harus bereaksi seperti apa,dengan perhatian yang Ethan berikan secara bertubi-tubi.Dia sendiri bahkan tak tahu,perasaan seperti apa yang dia miliki untuk Ethan.Permasalahannya dengan Adam membuat Lily sangat terpuruk dan tak bisa memikirkan hal lain selain perceraian.Namun Lily juga tak sanggup melepaskan Ethan begitu saja.Ethan adalah satu-satunya tempat bersandar yang dia miliki.Disaat semua orang,bahkan orang tuanya sendiri tidak mempercayainya dan menuduhnya melakukan perbuatan hina,Ethan selalu saja hadir dan memberikan kekuatan pada Lily.


Lily menyandarkan kepalanya ke bahu Ethan seraya menutup mata,berusaha untuk melupakan beban yang ada dikepalanya.Ethan pun tak mengatakan apapun dan membiarkan Lily menikmati bahunya selama yang ia mau.


...****************...


Jam menunjukkan pukul lima sore,penduduk desa mulai berdatangan setelah pulang dari kebun.Lily mengajak Ethan dan Deni menemui Kepala Sekolah,tempatnya mengajar.Rumahnya tepat berada dibelakang sekolah.Lily mengungkapkan maksud kedatangannya seraya menyerahkan surat pengunduran diri.Dengan berat hati,Kepala Sekolah mengizinkan Lily untuk pulang.Lily juga menemui rekan-rekan guru dan temannya yang berangkat bersamanya waktu itu.Mereka merasa sedih harus berpisah ditengah perjuangan mereka berbagi ilmu di desa ini.Lily juga tak lupa berpamitan pada murid-muridnya.Meskipun merasa sedih,namun dia bangga pernah berbagi ilmu untuk mereka.


Lily membuka kaca mobil dan melambaikan tangan pada semuanya hingga desa itu sudah tak nampak lagi.Lily menghapus air matanya dan tersenyum meninggalkan desa dengan hati bahagia.Begitu tiba di hotel,Ethan mengantar Lily ke kamarnya lalu berbalik menuju kamar yang ia tempati bersama Deni.Deni pun sudah lebih dulu tiba dan merebahkan tubuhnya ke kasur.


"Aku seakan sedang menonton film romantis saat pertemuan dramatis mu dengan Lily",ucap Deni saat Ethan sedang melepaskan pakaiannya


"Aku juga tak menyangka akan ada momen dimana aku melakukan hal itu.Padahal aku selalu merasa geli tiap kali melihat Ibu menonton drama dengan adegan seperti itu",ucap Ethan yang tengah berbaring di kasurnya seraya menatap fotonya dan Lily di layar handphonenya dengan wajah senang


"Makanya jangan terlalu membenci sesuatu secara berlebihan,karena saat kamu mengalami hal itu,kamu akan sangat malu telah menjilat ludahmu sendiri",ejek Deni


"Lalu apa yang akan kamu lakukan setelah tiba di Jakarta?Apa kita perlu memberi pelajaran pada Adam?",sambung Deni


"Tidak perlu bermain kasar,agar dia tidak bertingkah dan melakukan hal yang tidak di harapkan.Begini saja dia sudah membuat kita kewalahan",Ethan menoleh ke arah Deni.


"Padahal aku sangat ingin menggunakan kekerasan sesekali seperti di drama-drama. Saat ada yang menyakiti pemeran utama wanita,Si pemeran utama pria yang seorang kaya raya akan membuat pemeran pendukung pria bertekuk lutut memohon maaf"


"Jangan terlalu over,kita tidak sedang syuting drama.Lagi pula aku bukan"si kaya raya"yang bisa melakukan segalanya lalu membuat perhitungan dengan pemeran pendukung pria.Aku hanya beruntung karena sebuah cctv"


Deni tertawa,"aku tak menyangka kamu akan menghadapi masalah seperti ini.Bukannya keren,aku malah merasa geli dengan kelakuan Adam"


"Seandainya saja ini drama,maka aku akan membuat si pemeran utama menang telak dengan keren bahkan membuat pemeran pendukung pria mengemis-ngemis untuk hidup yang layak setelah bangkrut", ucap Ethan percaya diri.


Seketika sebuah bantal melayang ke arah kepala Ethan dan merusak khayalannya.


...****************...


Mereka bertiga tiba di bandara Soekarno Hatta pukul tujuh pagi.Dari sana,mereka berjalan secara terpisah.Ethan dan Lily menuju ke rumah orang tua Lily,sementara Deni segera pulang ke rumahnya dan bersiap untuk ke kantor.


Ethan membukakan pintu mobil untuk Lily, begitu mereka tiba didepan rumah orang tuanya.Bi inah sudah menunggu mereka sedari tadi dengan raut wajah sedih seakan tahu hal yang menimpa Lily.Bi Inah berjalan menuju Ethan dan mengambil koper yang Ethan bawa.Ethan menggenggam tangan Lily dan berjalan bersama.


Baru saja mereka masuk ke dalam rumah,Ayah dan Ibu Lily menyambut mereka dengan derai air mata.Ayahnya menghampiri Lily dan memeluknya seraya menangis menyesali perbuatannya saat itu.Lilypun membalas pelukan Ayahnya dan ikut menangis.Sementara ibunya memeluk keduanya dari belakang.Ethan yang melihat suasana haru itu,turut menangis bahagia.


"Ayah sudah menghubungi pengacara dan segera memproses pengajuan perceraianmu.Kamu tidak perlu memikirkannya,biar Ayah yang mengurus semuanya",ucap Ayah Lily memulai percakapan


"Tapi aku harus meluruskan semua kesalahpahaman ini pada keluarga Adam.Aku tidak ingin nama baik keluarga kita tercoreng karena ulah Adam.Selain itu,aku juga ingin memulihkan nama baik kak Ethan yang sudah difitnah oleh Adam"


"Bagaimana jika sampai di sana,kamu malah diusir sebelum sempat menjelaskan apapun.Ibu tak ingin membayangkan perlakuan mereka padamu",kata Ibu Lily


"Ibu tidak perlu khawatir,saya akan menemani Lily menemui keluarga Adam.Karena kesalahpahaman ini ada sangkut pautnya dengan saya "Ethan ikut meyakinkan orang tua Lily


"Ayah akan mendukungmu.Jika setelah menjelaskannya mereka masih tak terima,itu akan jadi urusan Ayah,Ayah tidak akan tinggal diam"


...****************...


Setelah cukup lama berbincang,Ethan pamit ke kantor.Lily mengantarnya hingga ke depan pagar.Langkah kakinya terasa berat meninggalkan Lily sendiri.Saat hendak melepaskan tangannya,Ethan berbalik dan menarik Lily kedalam pelukannya.


"Bolehkah aku tidak pergi hari ini?"tanya Ethan manja


Lily tertawa mendengar ucapan Ethan barusan,"kalau Kak Ethan ingin jadi pengangguran,silahkan tinggal dan jangan coba-coba mengangkat telpon dari Deni"


"Lalu bagaimana aku akan memberimu makan jika kita sama-sama pengangguran",canda Ethan


"Biarkan aku mengisi energi sebelum berangkat kerja",sambungnya


Tiga menit berlalu,Ethan melepaskan pelukannya dan pergi tanpa menoleh sekalipun kearah Lily.Lily senyum-senyum sendiri melihat kelakuan Ethan.Dia masih saja terkejut setiap kali melihat sisi manis Ethan yang belum lama ditunjukkannya.


...****************...


Ethan merasa begitu lelah saat melihat tumpukan dokumen di atas mejanya.Bahkan bajunya belum sempat diganti dan langsung menuju kekantor begitu Deni menghubunginya.


"Selamat siang Pak Ethan.Hari ini kita ada jadwal pertemuan dengan beberapa perwakilan dari pemerintah pusat,terkait acara kenegaraan yang akan diselenggarakan di hotel kita bulan depan,pukul tujuh malam.Selain itu,akan ada kunjungan dari dewan pengawas perhotelan pukul dua siang,juga beberapa dokumen yang harus bapak cek ulang sebelum menanda tanganinya",Deni menjelaskannya satu persatu begitu tiba di kantor Ethan.


Ethan memejamkan mata dan fokus mendengarkan semua penjelasan dari Deni.Setelah itu,dia mulai membuka satu persatu dokumen itu dan menandatanganinya.Deni merasa Ethan sedikit aneh.Dia tak memeriksa dokumen-dokumen itu dan langsung menandatanganinya begitu saja.


"Bapak tidak mengeceknya terlebih dahulu?"


Deni mengangguk


"Masih ada yang perlu di koreksi?"


Deni menggeleng


"Kalau semua dokumen sudah kamu periksa dan tak ada masalah satupun,artinya aku hanya perlu tanda tangan dan bisa menghemat waktu"


Deni mengerutkan alis.Tidak biasanya Ethan seperti ini.Biasanya dia tak akan menanda tangani dokumen apapun sebelum membaca isinya,bahkan jika Deni sudah mengeceknya berulang kali.


Setelah semua selesai ditanda tangani,Ethan menghela nafas panjang.


"Sekarang aku akan mandi sebelum ke pertemuan berikutnya.Bawalah dokumen ini dan tunggu aku di ruanganmu",ucap


Ethan.


Dia berjalan menuju ke ruang ganti, sementara Deni mengumpulkan semua dokumen dan beranjak pergi tanpa bertanya apapun pada Ethan.


...****************...


Setelah semua pertemuannya berjalan lancar,Ethan menoleh ke aram jam tangannya,pukul sepuluh malam.Dia masih bisa menyempatkan waktu untuk bertemu Lily.Begitu sampai di depan rumah Lily,Ethan menelponnya dan mengajaknya bertemu sebentar.Tak lama kemudian,Lily keluar dari rumahnya dan masuk kedalam mobil.Ethan sedang bersandar diatas setir mobilnya seraya menatap ke arah Lily.


"Kak Ethan terlihat lelah,kenapa tak langsung pulang dan istirahat?"


"Rasanya aku tak bisa tidur jika tak melihatmu lebih dulu"


Lily kembali tertawa mendengar ucapan Ethan


"Aku lapar,mau temani aku makan?"tanya Ethan


"Boleh,asal jangan pulang terlalu malam.Ayah akan memarahiku"


Ethan tersenyum,dia pun menyalakan mobilnya dan melaju pergi.


Ethan terlihat sangat menikmati pop mie yang dia seduh di minimarket.Lily yang duduk disampingnya,hanya memperhatikannya dan sesekali tersenyum ketika melihat Ethan merebut pop mie Lily yang hanya di aduk-aduknya sedari tadi.


"Apa makan mie saja sudah cukup?",tanya Lily


"Sebenarnya aku sudah makan malam dengan Deni saat ke pertemuan dengan beberapa klien.Aku hanya mencari alasan agar bisa menghabiskan waktu lebih lama denganmu"


Lily kembali tersenyum,"sebegitu ingin kah Kak Ethan bertemu denganku sampai rela memakan ini?"


"Aku memang ingin makan pop mie,juga rindu padamu.Jadi sekalian saja kulakukan keduanya"


Lily sekalian menyodorkan mie nya pada Ethan dan asyik memandanginya menikmati mie dengan lahap


Setelah kenyang,Ethan mengantar Lily pulang ke rumah.Begitu akan turun,Ethan memegang tangan Lily seolah melarangnya keluar dari mobil.


"Kita akan berada di mobil semalaman jika Kak Ethan terus menahan ku"


"Aku masih ingin bersamamu,bolehkah kita begadang saja di mobil?"


"Tidak boleh,Kak Ethan harus pulang untuk istirahat.Besok kita akan menemui keluarga Adam, jadi Kak Ethan harus dalam keadaan fit"


"Kalau begitu,aku akan mengisi energiku dulu"


Ethan mengecup Bibir lily dengan cepat,membuat Lily terkejut dan tak bisa berkata-kata.Lily membelalakkan matanya ke arah Ethan yang tersipu malu setelah mengecupnya,membuat Lily gemas melihatnya.Diapun mendekati Ethan dan balas menciumnya dengan lembut


"Sampai jumpa besok",bisik Lily lalu keluar dari mobil Ethan.


Ethan hanya bisa mematung dan tersadar beberapa saat kemudian.Wajah Ethan merona,dia tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya dan bertingkah layaknya remaja yang sedang dimabuk cinta.Ethan pun mengemudikan mobilnya meninggalkan rumah Lily dengan hati yang berbunga-bunga.


...****************...


Lily dan Ethan bersiap menemui orang tua Adam dengan membawa bukti rekaman cctv hotel.Sebelumnya,dia telah menghubungi Ayah Adam dan akan bertemu di rumahnya.Begitu tiba,Lily dan Ethan disambut dengan tatapan sinis keluarga besar Adam.Ternyata Ayah Adam mengumpulkan seluruh keluarganya begitu tahu Lily dan Ethan akan datang.Entah apa maksud Ayah Adam melakukannya,namun hal ini membuat Lily sedikit gugup dan merasa tertekan.Ethan terus menguatkan Lily dengan mengusap punggungnya.


Tak lama kemudian Adam muncul dari arah pintu utama.Dia segera masuk dan mencari Lily.Namun raut wajahnya berubah ketika melihat Ethan berada disamping istrinya.


"Saya mohon maaf jika menyita waktu Bapak dan keluarga.Kedatangan saya kesini ingin meluruskan segala kesalahpahaman yang terjadi antara saya,Adam dan Lily"


Tanpa panjang lebar,Ethan membuka ipad yang sedari tadi dia pegang,lalu menyerahkannya kepada Ayah Adam.Dengan seksama,Ayah dan Ibu Adam melihat rekaman cctv yang Ethan putar.Setelah melihat semuanya,Ayah dan Ibu Adam saling berpandangan tanpa berkata apapun.Penasaran dengan apa yang dilihat Ayahnya,Kakak Adam kemudian mengambil ipad yang dipegang Ayahnya dan menggilirnya ke saudara dan kerabatnya satu persatu hingga semua keluarga melihat rekaman itu.


"Izinkan saya memperkenalkan diri pada Bapak dan keluarga.Saya Ethan,pria yang dituduhkan berselingkuh dengan Lily.Saat kejadian itu terjadi,secara kebetulan,saya sedang mengadakan kunjungan kerja di hotel milik orang tua saya di Hongkong",terang Ethan


Keluarga Adam saling berpandangan,seketika tatapan mereka berubah,yang tadinya sinis menjadi sedikit ramah pada mereka berdua.


"Malam itu,saya berada didalam lift dan ingin menuju ke restaurant untuk menemui assisten saya,saat mendapati Lily dan Adam sedang dalam masalah.Setelah memahami situasi saat itu,secara refleks saya memukul Adam.Namun saya tidak memiliki niat apapun.Saya hanya merasa iba pada Lily.Setelah kejadian itu,Lily sangat kacau dan berusaha menyakiti dirinya sendiri.Jadi saya mencoba untuk menghiburnya dan membawanya ke beberapa tempat di Hongkong,agar dia tidak melakukan hal-hal yang berbahaya.Saya tidak menyangka,bantuan yang saya berikan justru menimbulkan kesalahpahaman diantara mereka,bahkan dengan kedua keluarga besar mereka"


Semua orang di ruangan itu terdiam,termasuk Adam sendiri.Dia terlihat cemas begitu Ethan menunjukkan rekaman cctv itu.


"Namun ada satu hal yang ingin saya sampaikan pada Bapak dan Ibu"Ethan kembali melanjutkan ucapannya.


"Jujur,saya mempunyai perasaan terhadap Lily saat pertama kali bertemu dengannya.Namun perasaan itu tak pernah saya ungkapkan dan itu hanya perasaan sepihak.Sebelum kejadian ini,saya tidak pernah berusaha mendekati Lily ataupun membuatnya membalas perasaan saya,karena saya tahu, Lily sangat mencintai Adam.Bahkan sampai hari ini pun,tak pernah terlontar kata cinta dari mulut Lily untuk saya.Jadi,saya harap Bapak dan keluarga tidak berfikiran negatif tentang Lily.Jika ada yang patut disalahkan itu adalah saya",ujar Ethan dengan raut wajah penuh penyesalan.


"Saya juga meminta maaf karena terlambat menemui kalian untuk meluruskan masalah ini karena urusan saya yang belum selesai di hongkong"


Ethan pun berdiri,lalu membungkukkan badannya di depan Ayah Adam.


"Kami juga meminta maaf telah berfikir yang tidak-tidak tentang Lily.Kami akan menyerahkan semua keputusan pada mereka.Namun kami siap menerima jika Lily menggugat cerai Adam"


Ayah Adam beranjak dari tempat duduknya di ikuti oleh semua keluarga yang lain dan membiarkan ketiganya menyelesaikan masalah mereka.


Lily mengeluarkan secarik kertas dari dalam tasnya dan menyodorkan ke arah Adam.


"Aku harap masalah kita bisa segera terselesaikan.Aku tidak akan menuntut apa-apa agar semuanya bisa selesai dengan cepat dan kita tidak lagi berhubungan"


Adam hanya memandangi kertas itu.Dia berusaha tenang walaupun air matanya sudah menetes


"Aku sungguh menyesal atas perbuatanku. Perasaanku padamu masih tetap sama seperti dulu.Bagiku,hanya kamu istriku satu-satunya"Adam menghapus air matanya


"Aku akan menerima penyesalanmu jika kamu dengan ikhlas hati melepaskan ku"


Tanpa berlama-lama,Lily dan Ethan pergi meninggalkan Adam sendiri yang meratapi kesalahannya dan sangat menyesali perbuatannya pada Lily.


Lily menghela nafas lega begitu masuk kedalam mobil.Akhirnya hal yang dia tunggu-tunggu terjadi.Ethan memeluk Lily,melepaskan rasa gugup yang sedari tadi dirasakannya


"Aku tidak menyangka bisa mengatakan semuanya dengan tenang"


"Kukira Kak Ethan tidak akan merasa gugup karena sudah terbiasa menghadapi orang banyak"


"Lebih baik aku menghadapi para dewan direksi saat rapat daripada harus menghadapi mereka.Aku hanya berusaha terlihat tenang,agar mereka percaya pada perkataanku"


Ethan melepaskan pelukannya dan menyalakan mesin mobil.Mereka segera meninggalkan rumah Adam.