LOVE IN REVENGE

LOVE IN REVENGE
PUTRI DAN PANGERAN



Rafael Graziano Frederick, itulah nama yang diberikan oleh Ethan pada putranya. Kini ia memiliki tiga orang anak,


Reynzo Elden Frederick


Felice Xinly Frederick


Rafael Graziano Frederick


Ethan merasa hidupnya kini terasa begitu lengkap. Ia tersenyum bahagia saat melihat bagaimana Queen selalu ada untuknya, untuk anak anak mereka, bahkan untuk kedua orang tuanya.


Tak pernah sekalipun Ethan mendengar Queen mengeluh. Oleh karena itu juga, Ethan selalu berusaha membuat Queen bahagia. Ia ingin menebus semua kesalahan yang pernah ia lakukan di masa lalu dengan membahagiakan Queen.


"Istirahatlah, sayang. Aku yang akan menjaga Rafa," ucap Ethan yang menggendong Rafael.


"Kamu perlu istirahat, sayang. Bukankah kamu juga lelah setelah bekerja seharian di kantor?" ucap Queen.


"Aku memang lelah, tapi setelah melihatmu dan anak anak kita, rasa lelah itu seakan menguap begitu saja. Aku ingin memberikan waktuku untuk kalian. Aku ingin menikmati setiap hal bersama kalian," ucap Ethan.


Sungguh, setiap kata yang diucapkan oleh Ethan membuat Queen merasa menjadi wanita yang paling berbahagia. Meskipun ia pernah mengalami hal yang tidak mengenakkan dalam hidupnya, tapi kini semua berubah.


"Aku akan menemanimu," ucap Queen sambil berjalan mendekati Ethan.


"Apa kamu bahagia bersamaku, sayang?" tanya Ethan menatap manik mata Queen.


Queen tersenyum kemudian mengecup bibir Ethan, "Sangat. Aku sangat bahagia."


Ethan menggendong Rafael dengan sebelah tangan, sementara sebelah tangan yang lain memeluk pinggang Queen kemudian mencium bibir Queen dengan dalam dan penuh cinta.


"Mencintaimu adalah hal terindah di dalam hidupku. I love you, My Queen," Ethan mencium kening Queen kemudian tersenyum menatap Rafael yang tertidur dengan pulas di dalan gendongannya.


*****


8 tahun kemudian,


"Mom, aku berangkat dulu," Reyn mencium pipi Queen. Putra pertamanya itu kini sudah berusia 17 tahun dan ini adalah hari pertama ia menginjakkan kaki di bangku kuliah.


Sementara itu, Xin sudah berusia 12 tahun dan putra bungsu mereka Rafael sudah berusia 8 tahun. Mereka hidup dengan bahagia dengan ketiga anak mereka, tanpa menambah personil.


"Aku berangkat duluan ya, Mommy," ucap Xin setelah mencium pipi Queen. Sikap Xin sangat mirip dengan Ethan. Xin sangat suka berpenampilan tomboy dengan rambut dikuncir kuda.


"Aku berangkat, sayang," kini giliran Ethan yang mencium wanita kesayangannya itu. Setiap pagi, Ethan akan mengantarkan Xin ke sekolah karena arah yang sejalan menuju ke perusahaan, sementara Rafael akan berangkat agak siang.


"Aku tidak mau sekolah, Mom," ucap Rafael sambil melipat kedua tangannya di depan dadda.


Queen menautkan kedua alisnya. Putranya ini belakangan tak suka ke sekolah, padahal dulu ia sangat bersemangat.


"Ada apa, sayang? Mengapa kamu tidak mau sekolah?" tanya Queen dengan lembut.


"Mirelle selalu menggangguku, Mom," jawab Rafael.


Queen tersenyum. Mirelle adalah putri pasangan Miles dan Lea. Usianya hanya berbeda satu tahun dengan Marco, yang artinya hanya berbeda satu tahun juga dengan Rafael.


"Ia suka bermain denganmu, sayang," ucap Queen.


"Setiap kali aku bermain dengan Marco, ia selalu saha mendekat dan memegang lenganku. Ia mengatakan kalau aku adalah pangerannya," Rafael sangat kesal.


"Mirelle masih kecil, sayang. Ia menganggapmu kakak, sama seperti Marco."


"Aku mau pindah sekolah saja, Mom," ungkap Rafael.


Queen menghela nafas pelan. Tak biasanya Rafael sulit untuk dibujuk.


"Mommy akan membicarakannya dulu dengan Daddy, okay. Tapi menurut Mommy, rasanya tak baik jika kamu berpindah sekolah hanya karena Mirelle. Ia pasti akan bersedih."


"Biarkan saja, Mom. Aku tak suka dengan sikapnya."


"Mommy berjanji akan bicara dengan Daddy, tapi kamu tetap sekolah ya."


Akhirnya Rafael menganggukkan kepalanya. Sebenarnya ia sangat menyukai sekolah, tapi menjadi risih baginya karena Mirelle selalu berada di dekatnya dan ingin bermain putri dan pangeran dengannya.


🧡 🧡 🧡