LOVE IN REVENGE

LOVE IN REVENGE
AKU AKAN MENCARI TAHU



Keesokan paginya, Queen terbangun dan seperti sebelumnya, ia membantu Reyn bersiap. Setelah menyelesaikan semuanya, ia ke dapur untuk memasak makan pagi dan bekal untuk Reyn.


"Aunty," Mom Diva sudah berada di dapur dan sudah menyelesaikannya.


"Duduklah, kita sarapan bersama."


Kini mereka sudah berada di meja makan, namun mata Queen memindai sekeliling, tak nampak kehadiran Ethan di sana. Ia ingin bertanya, tapi kemudian ia menggelengkan kepalanya dan mengurungkan niatnya.


"Aunty akan menemanimu untuk mengantar Reyn," ucap Mom Diva.


"Tixak perlu, Aunty. Aku akan mengantarkan Reyn."


"Baiklah kalau begitu. Hmm, biarkan Xin di rumah, kamu tak perlu membawanya. Aunty akan menjaganya," ucap Mom Diva.


"Memangnya ke mana Ethan pergi?" tanya Queen pada akhirnya.


"Aunty tidak tahu. Ia hanya menitipkan pesan pada salah seorang pelayan. Bahkan ia pergi sangat pagi," jawab Mom Diva.


Apa ia marah padaku karena telah menolaknya semalam? - batin Queen.


Sementara itu, Ethan telah sampai di depan sebuah cafe yang masih terkunci dan memasang tanda 'tutup' di pintunya. Ia menyandarkan tubuhnya ke kursi mobil dan memejamkan matanya sejenak.


Tokk tokk tokk


Ethan mengerjapkan matanya saat mendengar suara ketukan. Ia melihat Miles berdiri di samping mobilnya. Ia merapikan dirinya kemudian turun dari mobil.


"Kamu mencariku?" tanya Miles.


"Hmm ... Ada sesuatu yang ingin kubicarakan denganmu," jawab Ethan.


Kini keduanya duduk di salah satu meja di cafe tersebut. Masih pagi, jadi pengunjung belum terlalu banyak.


"Katakan, apa yang ingin kamu bicarakan?" ucap Miles.


"Maaf," ucap Ethan.


"Maaf?" Miles menautkan kedua alisnya.


"Maaf karena aku memukulmu."


"Apa kamu sudah mengetahui semuanya?" Tanya Miles.


"Ya, Mommy sudah menceritakan semuanya padaku."


"Kalau kamu sudah mengetahui semuanya, maka kamu harus menyayangi Xin. Jangan merebutnya lagi dari Queen. Kamu telah menyakitinya, maka sekarang kamu harus menyayangi mereka," ucap Miles.


Ethan sedikit menautkan kedua alisnya. Ia menangkap kata kata ambigu dalam kalimat yang diucapkan oleh Miles. Ethan termenung sesaat namun terpecah ketika Lea datang menghampiri.


"Terima kasih," ucap Ethan.


Ethan terus berpikir dengan apa yang dikatakan oleh Miles sambil menyesap kopi yang disediakan untuknya. Ia tak mungkin bertanya secara gamblang apa maksud dari perkataan Miles. Jadi, ia mencoba memancing sahabatnya itu.


"Apa Queen menceritakan semuanya padamu?" tanya Ethan.


"Tidak, bukan padaku. Ia menceritakan semuanya pada Lea. Mereka adalah sahabat dan rekan sekerja saat di cafe dulu. Untung saja Queen menghubungi Lea saat itu, kalau tidak ... Aku tidak tahu bagaimana keadaan Queen yang sedang hamil saat itu," ucap Miles.


Hamil? Berarti saat mereka bertemu, Queen sudah hamil? - batin Ethan. Kini pikirannya terus berputar sementara hatinya bergejolak. Ia mulai memikirkan kemungkinan yang ada, tapi semua terasa tidak mungkin.


Brughhh


Dengan penuh emosi, Lea memukul Ethan dari belakang. Meskipun dulu Ethan adalah atasannya, tapi kini tidak lagi. Ia bebas jika ingin marah dengan pria itu, tak akan ada yang memecatnya.


"Aduhhh!!" ucap Ethan kaget.


"Sayang ...," ucap Miles yang juga kaget dengan apa yang dilakukan oleh Lea.


"Ia harus menerimanya! Ia menyakiti sahabatku! Ia bahkan telah menghamilinya dan tak bertanggung jawab! Bisa bisanya seorang pria tidak menyadari kalau ia telah mengambil kehormatan seorang wanita, dan hanya mendiamkan wanita itu setelahnya," ungkap Lea dengan kemarahan yang sudah ada di ubun ubun.


"Sayang, tenanglah!" Miles memeluk Lea agar istrinya itu tenang.


"Bagaimana aku bisa tenang? Jika Queen hanya diam dan menerima, tapi tidak denganku! Aku sangat kesal padanya."


"Xin adalah putriku?" ucap Ethan bertanya pelan.


Lea dan Miles saling menoleh dan menatap mata masing masing. Mereka mulai menyadari kalau Ethan belum mengetahui semuanya seratus persen, dan mereka telah membocorkannya.


"Queen akan marah pada kita," bisik Lea pada Miles.


"Katakan padaku, apa Xin adalah putriku?!" tanya Ethan dengan nada yang mulai meninggi.


"Memangnya kamu pernah melakukannya dengan Queen?" tanya Lea untuk membuat Ethan ragu.


Ethan mulai mengingat mimpinya itu. Semua terasa nyata, bahkan ia terbangun tanpa mengenakan pakaian sama sekali. Tubuhnya polos tanpa sehwlai benang pun. Seluruh pakaian yang ia kenakan juga bertebaran di lantai. Ia juga ingat bahwa tempat tidurnya saat itu benar benar berantakan. Yang tak ada hanya wanita di sampingnya, yang menemaninya menikmati malam panas itu.


"Jika kalian tak mau mengatakannya, maka aku akan mencari tahu sendiri," ujar Ethan yang langsung menyambar kunci mobilnya dan pergi dari sana.


Lea langsung mengeluarkan ponsel dari sakunya. Ia berniat menghubungi Queen. Namun, Miles menghalangi niatnya itu.


"Biarkan mereka menyelesaikannya. Aku yakin Ethan tak akan bertindak gegabah lagi. Aku tahu kini ia mencintai Queen. Tak mungkin jika ia berbuat kasar hingga membuat Quenn semakin menjauh darinya."


Lea menghela nafasnya, "Baiklah. Aku percaya padamu."


🧡 🧡 🧡