LOVE IN REVENGE

LOVE IN REVENGE
SIAPA YANG MENIKAH?



Setelah mengantarkan Reyn ke sekolah bersama dengan Queen, Ethan mengantarkan Queen ke kediaman Miles. Sejujurnya, ia tak rela mengantarkan Queen ke rumah pria lain, meskipun Miles adalah sahabatnya.


"Terima kasih," ucap Queen.


"Daddy!" panggil Xin dan kembali merentangkan tangannya pada Ethan.


Hati Queen berdesir saat mendengar putrinya memanggil Ethan dengan sebutan Daddy.


"Kemarilah, sayang," Ethan meraih Xin yang berada di kursi belakang mobil, bersama dengan Queen. Ya, seperti kemarin, Ethan meminta Queen duduk di kursi belakang.


Xin menyambut tangan Ethan. Sebelum turun, Ethan menciumi pipi Xin yang bulat dan merah. Hal itu membuatnya terlihat sangat lucu dan menggemaskan.


"Daddy ...," ucap Xin sekali lagi.


Aku juga mau menjadi daddymu, Xin. Kalau saja .... - batin Ethan.


Queen turun dari mobil dan langsung berputar ke bagasi. Ethan juga turun sambil menggendong Xin dan membantu Queen mengeluarkan koper kecilnya dari bagasi.


"Biar aku saja," ucap Ethan.


"Tapi kamu sedang menggendong Xin."


"Tenang saja, aku bisa."


Ethan membantu membawakan koper di tangan kanan, sementara tangan kirinya menggendong Xin. Ia sudah seperti 'hot daddy' saat Queen melihatnya. Ia buru buru menepis pikirannya itu.


"Terima kasih," ucap Queen sekali lagi dan meraih Xin dari gendongan Ethan.


Ethan bisa menghirup harum wangi rambut Queen, membuatnya ingin menarik wanita di hadapannya itu dan memeluknya erat. Namun ia segera mengepalkan tangannya untuk menahan keinginannya itu.


"Apa Miles ada di rumah?" tanyanya pada Queen.


"Ia sedang pergi," jawab Queen. Queen tahu bahwa pagi pagi tadi Miles dan Lea sudah pergi untuk membeli beberapa barang untuk dibawa ke Frankfurt.


"Hmm, baiklah kalau begitu. Apakah kita bisa bertemu lagi?" tanya Ethan.


"Aku akan mengunjungi Reyn jika aku tidak sibuk," jawab Queen.


Dengan langkah berat, Ethan berjalan menuju mobilnya setelah pamit pada Queen. Ia terus menoleh ke belakang dan ternyata Queen sudah masuk ke dalam rumah, bahkan tak menunggunya hingga pergi.


Ethan menghela nafasnya pelan. Ia pun segera masuk ke dalam mobil dan melajukan kendaraannya. Sementara itu, dari jendela ruang tamu, Queen masih memperhatikan Ethan hingga mobilnya pergi dan menghilang dari pandangannya.


*****


Ethan langsung melajukan mobilnya lagi setelah mengantarkan Queen. Sebenarnya hatinya sedang gundah saat ini. Ia masih bingung apa yang harus ia lakukan. Hingga Ethan yang seharusnya langsung pergi ke perusahaan, malah kembali pulang ke kediaman Keluarga Frederick.


"Haishhh!! Mengapa aku malah pulang?" ucap Ethan merutuki dirinya sendiri.


Ethan memarkirkan mobilnya dan dari kejauhan ia sudah bisa melihat Kai yang tengah berdiri di lobby, menunggunya.


"Sudah lama, Kai?" tanya Ethan.


"Belum, Tuan. Ayo," Kai segera menunjukkan pada Ethan di mana mereka akan melakukan pertemuan. Ethan seperti orang yang kehilangan arah.


Meeting yang berlangsung selama 1 jam itu berakhir dengan sukses. Kerja sama Perusahaan Keluarga Frederick akan langsung memulai pelaksanaan proyek.


Saat sampai di lobby, mata Ethan menangkap sosok seseorang.


"Miles?" gumam Ethan.


Miles yang baru saja bertemu dengan pemilik bangunan untuk proses penanda tanganan jual beli, terlihat berjabat tangan dengan seorang pria paruh baya.


Setelah itu, Miles langsung memeluk wanita yang ada di sebelahnya dan mencium keningnya. Ethan yang melihat hal itu langsung mengepalkan tangannya.


Ethan yang baru selesai melakukan meeting pun langsung menghampiri Miles dengan tatapan penuh amarah.


Bughhh!!


"Ethan!" ucap Miles saat melihat siapa yang memukulnya. Lea yang melihat itu langsung mendekati Miles untuk membantunya berdiri.


"Jadi kamu mengijinkan Queen untuk menginap di rumahku, lalu kamu sendiri bermesraan dengan wanita lain, hah?!" teriak Ethan yang menarik perhatian para tamu hotel yang ada di lobby.


"Jaga bicaramu, Ethan!" Miles yang tahu seluk beluk kisah Queen dari Lea, ikut mengepalkan tangannya.


Bughhh!!


Miles yang juga kesal karena Ethan menyia nyiakan Queen pun membalas balik pukulan Ethan. Saat mendengar apa yang terjadi pada Queen, sebenarnya Miles ingin mendatangi Ethan, karena bagaimana pun juga Queen dulu adalah salah satu pegawai teladan di cafe. Ia bahkan sempat menanyakan pada Ethan mengapa memecat Queen, tapi tak ada jawaban. Berhubung Ethan juga adalah atasannya, ia tak berani bertanya lagi.


Namun kini, ia bisa dengan leluasa memukul Ethan. Seseorang yang telah membuatnya menjadi jahat karena membantu Ethan memasukkan Queen dalam kehidupan buruk.


Kai yang ada di sana membantu atasannya itu untuk bangkit. Ethan yang menatap tajam ke arah Miles seakan ingin membalas memukul. Namun Kai terus menahan atasannya itu, hingga Miles yang justru maju.


"Lalu kamu mengira dirimu sendiri baik, hah?!" teriak Miles sambil menarik kerah kemeja Ethan.


"Apa kamu tak tahu betapa menderitanya ia di luar sana. Kamu menikahinya hanya untuk membalaskan sesuatu yang tidak ia lakukan, lalu setelah itu kamu menceraikannya begitu saja! Sadarlah siapa yang jahat di sini," ucap Miles.


"Tapi aku tak pernah mengkhianatinya saat masih menikah dengannya!" jawab Ethan.


"Siapa yang menikah?!" sebuah suara lantang membuat keduanya menoleh bersamaan.


🧡 🧡 🧡