LOVE IN REVENGE

LOVE IN REVENGE
SEORANG PENJAHAT



Ethan tersenyum saat menatap wajah Queen yang masih terlelap. Semalaman ia menggempur wanita yang telah menjadi istrinya itu. Bahagia? Tentu saja! Meskipun ia harus menunggu beberapa tahun untuk dapat menemukan Queen.


"Selamat pagi, sayang," Ethan mengecup ujung hidung Queen, membuat wanita yang sedang mengerjapkan matanya itu tersenyum.


"Aku masih mengantuk," ucap Queen.


"Maaf karena tak membiarkanmu tidur semalam," ucap Ethan.


"Tak apa, asalkan suamiku bahagia," ucap Queen. Ethan langsung tersenyum saat mendengar panggilan suamiku dari bibir Queen, hingga tanpa sadar ia langsung menyambar bibir Queen.


Pertemuan dua benda kenyal itu kembali menghadirkan sensasi hangat dan gelenyar halus di tubuh keduanya.


"Kamu benar benar candu bagiku, Queen. Bahkan sejak pertama aku menyentuhmu, meski aku tak sadar, aku selalu berpikiran mesum saat melihatmu," ucap Ethan jujur.


"Apa kamu menikahiku hanya karena candu akan hal itu?" tanya Queen.


"Tentu saja tidak. Itu hanya bonus bagiku. Kamu adalah segalanya bagiku, aku mencintaimu Queen. Aku tak bisa kehilanganmu."


Queen menangkup wajah Ethan dengan kedua telapak tangannya, "Aku juga mencintaimu."


"Menurutmu, bagaimana jika kita berbulan madu?" tanya Ethan. Ia berusaha selalu mengikut sertakan Queen dalam setiap hal yang akan mereka lakukan. Ia tahu keputusan tak hanya ada di tangannya karena kini Queen adalah istrinya.


"Kamu ingin?" tanya Queen.


"Aku tak pernah mengajakmu berbulan madu. Aku hanya ingin kamu juga merasakan seperti pasangan pengantin lainnya," jawab Ethan, "tapi aku tahu, kamu pasti memikirkan Xin."


Queen tersenyum, "Bagaimana kalau kita membicarakan ini dengan Dad dan Mom? Aku ingin membuatmu bahagia, tapi aku tak ingin membuat Dad dan Mom kerepotan dengan mengurus Reyn dan Xin sendirian."


"Hmm ... Kita akan berbicara dulu dengan Dad dan Mom. I love you," Ethan kembali mengecup bibir Queen. Pagi ini ia tak akan menyerang lagi. Ia tahu Queen sangat kelelahan, hingga ia berusaha menahan dirinya sendiri.


"Lepaskan aku, polisi siallan!!" teriak Barbara yang langsung saja ditempatkan di dalam sebuah sel.


Ia seakan berusaha mengguncangkan besi vertikal yang menjadi pemisah dengan bagian luar.


"Kalian akan menyesal karena menangkap orang yang salah! Aku merebut apa yang menjadi hak ku. Ethan adalah milikku!" Barbara terus berteriak hingga membuat penghuni sel yang lain merasa terganggu.


"Hei bodoh!! Bisakah kamu diam? Atau aku akan merobek mulutmu itu!" ucap salah seorang wanita dengan tubuh sedikit kotor dan rambut berantakan.


"Kamu yang bodoh! Kalian semua di sini yang bodoh! Aku itu tidak bersalah. Apa kalian tidak tahu siapa aku? Aku ini Barbara, model dan aktris terkenal!" ucap Barbara menyombongkan diri.


Wanita itu mencebik dengan tatapan mengejek, "Mau kamu model atau aktris, tapi tetap saja seorang penjahat kalau kamu berada di sini."


"Kamu yang penjahat, dasar wanita kotorrr!!" teriak Barbara.


Wanita dengan rambut berantakan itu pun berdiri dan mendekati Barbara. Ia langsung mencengkeram leher Barbara dan menatapnya dengan tajam.


"Sekali lagi kamu berbicara, aku pastikan akan membunuhmu. Sebelum itu, aku akan menarik lidahmu itu hingga terlepas dari tempatnya," Barbara yang awalnya merasa berani, tiba tiba saja nyalinya ciut. Apalagi ketika mencium bau alkohol dari mulut wanita itu dan tatapannya yang semakin mengerikan saat berada dalam jarak dekat.


Sementara itu di luar, Kai menyerahkan semua bukti bukti yang ia miliki tentang kejahatan Barbara. Ia mengumpulkannya dan menyerahkannya pada pihak kepolisian. Ia akan memastikan wanita bernama Barbara itu tak akan keluar dengan mudah.


"Terima kasih banyak, Tuan Kai."


"Sama sama," Kai segera kembali ke apartemennya. Ia benar benar melewatkan acara pernikahan atasannya itu. Namun ia akan selalu mendoakan kebahagiaan keluarga seorang Ethan Frederick.


🧡 🧡 🧡