
Hati Queen menghangat kembali ketika kedua tangannya digenggam oleh Mom Diva. Ia yang adalah anak yatim piatu, sangat merindukan kasih sayang orang tua. Melihat bagaimana Mom Diva mencoba meminta maaf, padahal bukan kesalahan wanita itu, membuat hati Queen pun tak tega.
"Aunty tidak bersalah," ucap Queen.
"Aunty bersalah, karena telah membiarkan putra Aunty sendiri melakukan hal buruk padamu. Aunty benar benar minta maaf," Mom Diva seakan tidak puas jika hanya sekali mengucapkan kata maaf.
"Queen, sebaiknya kamu berbicara di ruang kerjaku saja," ucap Miles. Queen pun menganggukkan kepalanya. Queen juga sangat bersyukur bertemu dengan Lea dan Miles yang sangat baik padanya. Ia pun mengajak Mom Diva ke ruang kerja Miles, tanpa Ethan.
*****
"Mau kah kamu menceritakan pada Aunty semuanya? Terutama tentang Enzo dan Renata?"
Queen menganggukkan kepalanya. Mungkin ini saatnya ia membuka semuanya, cerita tentang kisah cinta Enzo dan Renata. Ya, Renata selalu menceritakan semua padanya, tanpa ada yang ditutupi. Bagi Renata, membagi beban di hatinya dengan saudara adalah kelegaan tersendiri.
Flashback On
Renata melihat testpack yang ada di tangannya. Tubuhnya bergetar hebat. Ini lah akibat yang harus ia tanggung karena melewati batas dalam berhubungan dengan Enzo.
Namun, ia mendekap testpack itu ke dadda dan masih dalam genggamannya. Ia akan menghubungi Enzo. Ia yakin Enzo pasti mau bertanggung jawab. Bukankah pria itu mengatakan demikian?
Setelah menghubungi Enzo, Renata segera menyambar tas sling nya dan pergi menuju cafe tempat mereka biasa bertemu. Meskipun saat itu hujan deras, tak menyurutkan niat Renata untuk memberitahukan pada Enzo tentang kehamilannya.
Renata tiba lebih dulu di cafe. Sesekali ia meremas kedua tangannya karena gugup. Ia terus melihat ke arah pintu, menantikan kedatangan Enzo.
Tring ... Trining ...
Pintu cafe terbuka dan menampakkan sosok Enzo yang datang dengan senyuman di wajahnya. Ia memindai sekeliling dan menemukan Renata yang tengah duduk sambil menatap sesuatu di tangannya.
"Apa kamu sudah lama menungguku, sayang?" tanya Enzo.
"Tidak, aku juga belum lama datang," jawab Renata dengan senyum di wajahnya, meski ia sedang gugup saat ini.
Enzo langsung menggenggam sebelah tangan Renata dengan wajah berseri.
"Bagaimana? Apa kamu sudah membicarakannya dengan orang tuamu?" tanya Enzo.
"Belum."
Enzo mendessah kasar karena pertemuannya dengan Renata ternyata bukan mengabarkan tentang rencananya untuk membuka showroom mobil mewah.
"Lalu mengapa kamu mengajakku bertemu?" tanya Enzo mulai sedikit kesal.
"Ini," Renata menyerahkan sebuah testpack pada Enzo, "Aku hamil."
"Hamil?"
"Apa kamu tidak meminum pil pencegah kehamilan?" tanya Enzo dan dijawab gelengan kepala oleh Renata.
"Dasar bodoh! Seharusnya kamu meminumnya. Lagi pula aku belum ingin menikah, apalagi memiliki anak. Aku masih ingin membuktikan pada kedua orang tuaku bahwa aku bisa sukses, jadi mereka tak hanya membanggakan Kak Ethan."
"Tapi ... Bukankah kamu bilang akan bertanggung jawab?" tanya Renata.
"Aku memang akan bertanggung jawab, tapi bukan sekarang. Kamu saja yang bodoh! Aku belum siap menikah! Sudah, gugurkan saja!"
Deghhh ...
Hati Renata terasa sakit ketika mendengar ucapan Enzo. Ia langsung memegang perutnya dan bulir air mulai turun dari matanya.
"Mengapa harus digugurkan? Ia tidak bersalah," ucap Renata.
"Kalau begitu, kamu urus saja sendiri! Kita putus!" ucap Enzo yang langsung berdiri dan meninggalkan Renata begitu saja.
Renata pulang ke rumah dengan perasaan sedih. Hatinya benar benar sakit ketika mendengar setiap kata yang keluar dari mulut Enzo. Bahkan tanpa berpikir lagi, Enzo langsung memutuskan hubungan mereka.
Bukan Renata menerima begitu saja keputusan Enzo, tapi ia juga tak ingin dianggap lemah dengan memohon pada Enzo. Pria itu bahkan memintanya menggugurkan janin yang ada dalam kandungannya, tanpa berpikir lagi.
Hari itu juga, Renata berbicara pada kedua orang tua nya tentang kehamilannya. Bagai disambar petir untuk kedua kalinya, kedua orang tuanya juga memintanya untuk menggugurkan janinnya. Renata tentu saja menolak dan akhirnya, ia diusir dari rumah. Ia tak diizinkan membawa apapun, hanya apa yang melekat di tubuhnya saja.
Hujan masih membasahi bumi dan malam itu juga, Renata keluar dari rumah orang tua nya. Di perjalanan, ia bertemu dengan Queen. Queen langsung membawa Renata ke panti, di mana Renata sering berkunjung dan berbagi dengan anak anak.
Berita mengenai kecelakaan Enzo dan kepergiannya, membuat Renata kembali jatuh ke dasar jurang. Kini ia semakin yakin bahwa ia akan menjadi orang tua tunggal bagi anak mereka. Namun, Renata adalah wanita yang kuat. Dengan bantuan ibu panti, Renata bekerja di sebuah toko kue.
Setelah mendapat gaji pertamanya, Renata keluar dari panti. Queen selalu mengunjunginya, bahkan kadang kadang menginap di apartemen kecil Renata untuk menemaninya. Hingga hari di mana Renata melahirkan, dan harus mengalami pendarahan.
Flashback Off
Queen menceritakannya tanpa mengeluarkan air mata sedikit pun. Ia sudah terlalu banyak menangis setelah kepergian Renata. Kini ia harus selalu kuat, untuk Reyn dan juga untuk putrinya, Xin.
Mom Diva tak dapat menahan kesedihannya. Ia tak menyangka bahwa ternyata jalan hidup yang dipilih Renata membuatnya memiliki seorang cucu dari putra bungsunya, bahkan wanita itu rela terusir dari rumah kedua orang tua nya, hanya demi mempertahankan Reyn.
Queen berhenti berbicara. Ia bahkan tak berniat menceritakan tentang kisahnya dengan Ethan. Ia takut jika Ethan akan mengambil Xin, meskipun ia tahu Mom Diva adalah wanita yang baik.
"Apakah saat pertama kali kita bertemu, kamu mengunjungi makam Renata?" tanya Mom Diva. Queen menganggukkan kepalanya.
"Temani Aunty ke sana. Setelah itu, mau kah kamu juga menemani Aunty ke rumah Keluarga Renata? Aunty juga harus meminta maaf pada mereka," pinta Mom Diva.
"Tentu saja, Aunty," ucap Queen tersenyum.
🧡 🧡 🧡