
"Kamu di sini saja, Mommy yang akan menjemput Reyn ke sekolah. Ingat! Jangan keluar rumah, meskipun Ethan yang datang," pesan Mom Diva.
"Apa itu tak terlalu kejam untuknya, Mom? Ethan pasti merindukan Xin," ucap Queen.
"Biarkan saja. Saat ini ia sedang dalam masa hukuman," ucap Mom Diva.
"Hal ini bukan sepenuhnya kesalahan Ethan, Mom," ucap Queen.
Mom Diva kembali menghampiri Queen, kemudian menggenggam tangan Queen.
"Mommy tahu itu bukan sepenuhnya kesalahan Ethan, tapi biarlah ia berada dalam situasi seperti ini. Mommy ingin dia lebih menghargai setiap waktu yang ada, dan melihat betapa berharga dirimu untuknya."
Queen tersenyum, "terima kasih, Mom. Aku sangat menyayangimu."
"Mommy juga menyayangimu. Terima kasih atas semua yang telah kamu lakukan untuk keluarga kami. Tanpamu, mungkin perlahan keluarga ini akan hilang karena dendam tak beralasan dari Ethan."
Mom Diva pun menatap Queen sekali lagi, "Kamu bermain saja dengan Xin di sini. Mommy hanya sebentar menjemput Reyn. Setelah itu kita akan pergi ke butik untuk melakukan fitting gaun pengantin."
"Baiklah, Mom. Aku akan menurutimu."
"Kalau begitu Mommy pergi dulu," Mom Diva pun keluar dari kamar tidur di mana Xin sedang bermain boneka.
*****
Wajah Miles terlihat gelisah dan panik saat Lea jatuh pingsan. Ia bahkan sempat mengeluarkan amarahnya pada staf rumah sakit karena bekerja dengan lambat.
Seorang dokter keluar dari ruang pemeriksaan dan Miles langsung menghampiri, "Bagaimana keadaan istriku?"
"Istri anda tidak apa apa, Tuan," jawab sang dokter.
"Tidak apa apa bagaimana?! Istriku pingsan begitu," ucap Miles yang tidak terima.
"Tenang, Tuan. Istri anda memang tidak apa apa. Saat ini, ia sedang hamil dan usia kehamilannya sekitar 5 minggu," sang dokter berusaha menjelaskan dengan pelan dan tepat, karena ia tak ingin Miles berpikiran yang tidak tidak.
"Hamil? Benarkah?" tanya Miles sambil memegang lengan atas sang dokter.
"Benar, Tuan. Kami sudah memastikannya dengan melakukan pengujian dengan menggunakan USG. Nanti ketika kondisi pasien sudah lebih baik, kami akan mengulangi pemeriksaan kandungannya lagi dan anda bisa melihatnya saat itu, Tuan."
"Baiklah, terima kasih. Apa sekarang saya sudah boleh masuk?" tanya Miles.
"Silakan, Tuan."
Miles sedikit mengangguk, kemudian berjalan memasuki ruangan di mana Lea berada. Di dalam, Miles langsung tersenyum saat melihat Lea. Ia langsung mengambil kursi dan duduk di samping brankar.
"Sayang, terima kasih," ucap Miles sambil mengecup punggung tangan Lea.
Lea tersenyum. Saat ini, tubuhnya masih sangat lemas sekali. Ketika Miles ingin memeluknya, Lea menahan dengan tangannya.
"Jangan dekat dekat, aku mual," ucap Lea.
"Tapi saat ini aku tak bisa. Ntah mengapa setiap kamu dekat dan memelukku, aku mual sekali," ucap Lea.
"Aku mengantuk," kata Lea.
"Baiklah, istirahatlah sayang. Aku tak akan mengganggumu. Aku hanya akan memelukmu saat kamu sudah tertidur nanti."
*****
Hari pernikahan Ethan dan Queen pun tiba. Sudah 3 hari Ethan tak bertemu dengan Queen, bahkan menghubungi via ponsel pun tak bisa. Mom Diva benar benar menjaga Queen dengan sangat luar biasa.
"Daddy!" teriak Xin saat melihat Ethan. Sudah beberapa hari ini, gadis kecil itu hanya bisa memandangi foto Ethan saja di dalam kamar tidurnya. Mom Diva juga mengalihkan perhatiannya dengan membelikannya beberapa mainan lucu.
"Halo, sayang," Ethan langsung tersenyum dan mengangkat putri kesayangannya itu ke dalam gendongannya.
"Kangen," ungkap Xin yang langsung memeluk Ethan dan meletakkan kepalanya di bahu.
"Daddy juga merindukanmu, sayang. Hanya saja Grandma mu terlampau kejam, hingga ia tak mengijinkan putranya sendiri mengunjungi cucunya."
"Daddy jangan pergi lagi," pinta Xin.
"Tak akan, Daddy tak akan pergi. Meskipun Grandma tak mengijinkan, Daddy akan melawan," ucap Ethan sambil tertawa.
Sementara itu di dalam ruangan khusus, terlihat Queen sedang dirias. Ia juga ditemani oleh Lea, sahabatnya.
"Aku turut senang mendengarnya, Le," ucap Queen saat mengetahui kehamilan Lea.
"Hmm ... Aku juga sangat senang mengetahui kamu menikah secepat ini," ucap Lea.
"Mommy dan Daddy yang menyiapkan semuanya. Bahkan sebenarnya resepsi pernikahan rencananya baru 4 hari lagi," ungkap Queen.
"Mertuamu memang luar biasa. Mereka bisa menyiapkan semuanya hanya dalam tiga hari saja."
"Mereka sangat luar biasa, Le. Mereka sangat baik. Kalau saja dulu Kak Renata langsung bertemu dengan mereka, pasti saat ini ia akan ...."
"Stop! Semua yang sudah terjadi, tak akan bisa kita ubah. Kita harus menatap ke depan untuk menjadi pribadi yang lebih baik," ucap Lea.
"Hmm ... Aku tahu. Aku berharap hari ini semua berjalan dengan lancar."
Dorrr dorr dorr ....
🧡 🧡 🧡
Novel ini udah ga terlalu panjang lagi. Seperti biasa, Cherry ga suka panjang2in, kecuali ada season 2 (yang menceritakan kisah pemeran yang lain).
Sekarang Cherry mulai menyususn cerita di dalam kepala, mau bikin novel siapa lagi. Apa ada ide? 🤣
Gini nih kalau lagi lelah, ide juga ikutan melayang.