LOVE IN REVENGE

LOVE IN REVENGE
AKU INGIN



"Ahhh Ethan, kamu luar biasa," teriak Barbara saat ia merasakan hentakan pada inti tubuhnya.


Tubuh yang terasa panas dan pandangan yang kabur karena efek dari obat perang sang itu, membuat Barbara hanya bisa merasakan kenikmatann saja. Yang ia ketahui dengan pasti adalah bahwa saat ini, ia sedang menghabiskan malam panjang bersama dengan mantan kekasihnya itu.


Setelah malam ini, Barbara yakin ia akan segera mengandung anak dari Ethan dan itu akan membuat Ethan terikat selamanya pada dirinya.


"Ayo sayang, lebih cepat lagi," ucap Barbara dengan suara yang mendes sah, disertai dengan ciuman yang ia yakini akan memabukkan Ethan.


Di tempat lain,


Cuppp


Ethan berusaha untuk tak menyakiti Queen. Meskipun saat ini ia sedang dipengaruhi obat perang sang yang menurutnya sangat kuat, ia tak ingin kehilangan akal.


"Kamu yakin menginginkan ini dan tak akan menyesal?" sekali lagi Ethan bertanya pada Queen yang sudah ada di dalam kungkungannya. Jika Queen menjawab tak menginginkannya, maka ia akan langsung bangkit dan masuk ke dalam kamar mandi, kemudian mengunci dirinya di sana.


"Lakukanlah," Queen memegang tengkuk Ethan dan kembali memberi ciuman di bibir mantan suaminya itu.


Tak menahan apapun lagi, Ethan pun membalas ciuman itu. Keduanya larut dalam ciuman panas yang saling memabukkan.


Queen bisa merasakan tubuh Ethan yang memang terasa agak panas. Ia yakin Ethan pasti kesakitan menahan hass rat dan gair rahnya sejak tadi.


Ethan mengabsen setiap jengkal tubuh Queen, hingga Queen bisa merasakan gelenyar tak biasa pada tubuhnya. Ia pernah merasakan ini, saat Ethan pertama kali menyentuh tubuhnya, hingga kini ada Xin di antara mereka.


"Ahhhh ...," suara dess ahan meluncur dari bibir Queen, membuat Ethan semakin bersemangat. Ketika ia sudah memastikan bahwa Queen siap menerimanya, ia mulai melakukan penyatuan.


Ethan kembali melum mat bibir Queen sambil memasukkan juniornya. Namun, ia tak mudah melakukannya, seperti saat pertama kali dulu. Ethan mencoba terus dan akhirnya berhasil, dari bibirnya pun keluar des sahan indah yang membuat suasana semakin panas.


"Kita akan langsung menikah setelah ini," ucap Ethan di telinga Queen setelah ia memastikan bibit premium miliknya menemukan kembali rumahnya.


"Terima kasih," ucap Ethan lagi sambil mencium kening Queen.


Beberapa kali Ethan melakukan penyatuan, tapi ia berusaha agar tetap tak menyakiti Queen, meski gair rahnya masih sangat tinggi. Ia berusaha tetap lembut saat meminta penyatuan yang kedua, ketiga, bahkan keempat.


"Maaf jika aku menyakitimu," ucap Ethan.


"Apa kamu sudah baik baik saja?" tanya Queen.


"Hmm ... Terima kasih," jawab Ethan.


Queen memejamkan matanya. Dengan cepat ia terlelap karena rasa lelah yang mendera tubuhnya. Ethan menyelimuti Queen dan kembali mencium kening Queen.


"I love you," bisik Ethan, yang akhirnya ikut terlelap bersama dengan Queen.


"Kamu gila, Kai!" ungkap Miles yang ingin sekali menoyor asisten pribadi Ethan itu.


"Ya bagaimana lagi? Daripada aku mencari wanita lain untuk menjadikannya penawar," ucap Kai.


"Masa tidak ada dokter sama sekali yang bisa membantu?" tanya Lea.


"Tidak ada! Aku kira obat perang sang yang digunakan oleh Nona Barbara adalah obat perang sang biasa, tapi saat mencari tahu dengan salah seorang pelayan di klub, aku baru mengetahui jenisnya."


"Pelayan itu membocorkannya padamu?" tanya Miles.


"Tentu saja! Siapa yang bisa menyimpan rahasia kalau dihadapkan dengan tumpukan uang," jawab Kai.


"Lalu?"


"Aku mencari tahu tentang obat perang sang itu dan menemukan bahwa Barbara membeli secara khusus obat itu dari Afrika," ucap Kai lagi.


"Pantas saja Barbara kacau saat meminumnya," ucap Miles yang langsung mendapat tatapan tajam dari Lea.


"Tenang, sayang. Aku langsung memanggil Kai untuk membawa wanita itu jauh dari pandanganku. Aku tak ingin mataku ini ternoda," lanjut Miles.


"Sepertinya ia sangat sangat kacau. Pria yang kujadikan penawar untuknya pun menyerah, hingga harus digantikan oleh beberapa pria lain," ucap Kai.


"Whattt?!!!"


"Aku baru tahu juga kalau obat itu khusus untuk pria, jadi saat wanita yang meminumnya, maka efeknya akan menjadi dua kali lipat."


"Aku tak bisa membayangkannya," ucap Lea.


"Jangan dibayangkan, sayang. Kamu cukup membayangkan aku saja," ucap Miles.


"Kita tinggal saja mereka berdua. Besok aku akan kembali untuk membawakan mereka pakaian lagi," ucap Kai.


Ketiganya akhirnya pulang dan meninggalkan Ethan dan Queen yang sedang mencetak adik baru untuk Reyn dan Xin.


"Aku ingin, sayang," bisik Miles di telinga Lea.


"Ishhh," Lea mencubit pinggang Milea, karena Lea yakin suara Miles terdengar oleh Kai meskipun suaminya itu berbicara dengan setengah berbisik.


Telingaku ini benar benar sudah tak suci lagi. - batin Kai.


🧡 🧡 🧡