
Ethan melihat kehadiran kembali Mom Diva dan Queen. Ia menatap keduanya dengan tatapan yang sulit diartikan. Sebenarnya, ia sangat ingin tahu apa yang diceritakan oleh Queen pada Mom Diva.
"Lea, Miles, Aunty meminta izin untuk meminjam Queen. Aunty berjanji akan mengantarkannya langsung ke Frankfurt. Masih ada sesuatu yang harus Aunty selesaikan," pinta Mom Diva.
Miles dan Lea melihat ke arah Queen. Queen menganggukkan kepalanya.
"Baiklah, Aunty. Jika Queen bersedia, maka tidak ada hak bagi kami untuk melarang."
Queen menghampiri Miles dan Lea, kemudian berbicara pada keduanya. Terlihat bagaimana Lea memeluknya dan Miles menepuk bahu Queen. Ethan hanya melihat saja, ntah apa yang ia rasakan saat ini.
*****
Ethan, Mom Diva, Queen, dan Xin, menjemput Reyn di sekolahnya. Setelah itu, mereka pergi menuju makam Renata.
Queen duduk di kursi depan, bersebelahan dengan Ethan. Sementara itu Mom Diva duduk di belakang, bersama dengan Reyn dan Xin yang ada dalam pangkuannya.
Saat ini mereka akan pergi menuju makam Renata dan juga makam Enzo. Ya, keduanya berada dalam area pemakaman yang sama.
Ethan terus mencoba melirik ke arah Queen dengan ujung matanya, sementara Queen terus melihat ke arah luar jendela.
Kini, mereka tengah berada tepat di depan makam Renata. Mom Diva langsung memposisikan dirinya di dekat nisan wanita yang telah memberikannya seorang cucu itu.
"Maaf, maukah kamu memaafkan Enzo?" ucap Mom Diva di depan nisan Renata.
"Kak Renata pasti memaafkan Kak Enzo, Aunty. Oleh karena itu juga ia tetap menggunakan perpaduan nama mereka untuk Reyn," ucap Queen.
Ethan belum tahu cerita sebenarnya tentang kisah Enzo dan Renata, tapi dari apa yang dikatakan oleh Mom Diva dan Queen, ia merasa bahwa kesalahan ada pada adiknya.
Setelah dari makam Renata, mereka juga mengunjungi makam Enzo. Queen meminta tolong pada Mom Diva untuk memegang Xin, kemudian mendekatkan Reyn pada makam Enzo.
"Sayang, lihatlah. Ini adalah makam Daddy Enzo," ucap Queen.
"Daddy Enzo?"
"Hmm ... Mereka adalah orang tuamu, Mommy Renata dan Daddy Enzo," ucap Queen.
"Aku punya Mommy dan Daddy," ucap Reyn sambil melihat ke arah Queen dan juga Ethan.
"Bukankah Mommy sudah pernah mengatakan sebelumnya padamu?" tanya Queen.
Reyn menganggukkan kepalanya. Queen pun tersenyum. Ia yakin Reyn akan mengerti karena usia Reyn sudah lebih besar dari waktu ia mengatakannya.
"Mommy Queen akan selalu menjadi Mommy mu dan Daddy Ethan akan selalu menjadi Daddy mu. Daddy Ethan adalah kakak dari Daddy Enzo," Queen berusaha menjelaskan dengan bahasa sederhana agar Reyn tidak bingung.
"Daddy dan Mommy teman temanku selalu tinggal bersama. Mengapa Daddy dan Mommy tidak?" tanya Reyn.
Queen tersenyum kemudian memeluk Reyn, "Nanti kamu juga akan memiliki Mommy yang baru, yang akan mencintai dan menyayangimu."
Aku tak akan menikah kalau tidak denganmu, Queen. - batin Ethan sambil terus menatap Queen.
Reyn terus memeluk Queen dengan erat. Ia seakan tak ingin melepaskan.
"Mommy, pulanglah bersamaku. Aku ingin bersamamu," pinta Reyn.
"Ehmm ... Tapi aku harus bekerja. Mungkin aku akan kembali lagi nanti," jawab Queen.
"Aku akan berbicara dengan Miles dan meminta izin padanya," ucap Ethan.
Queen tak menatap Ethan, ia hanya nelihat ke arah Reyn dan Mom Diva.
"Baiklah. Aku akan bicara pada Miles dan Lea," ucap Queen.
"Daddy," Ntah Xin begitu peka dengan perasaan Ethan yang seperti terabaikan di sana. Ia melepaskan diri dari Mom Diva dan berjalan ke arah Ethan.
Ethan langsung tersenyum dan memeluk Xin, kemudian menggendongnya. Saat itu lah baru Queen melihat ke arah mereka.
Suara petir mulai terdengar dan langit juga mulai gelap karena awan hitam sudah menutupi. Mereka pun beranjak dari sana dan masuk ke dalam mobil. Ethan memberikan Xin pada Queen, tapi Xin terus menempelkan tubuhnya pada Ethan, tak ingin terlepas.
"Gendonglah, aku yang akan menyetir," ucap Queen pada akhirnya.
Kini Ethan duduk di kursi belakang bersama Xin dan Mom Diva, sementara Reyn memilih duduk di kursi depan samping Queen.
Queen membawa mobil tersebut menuju Kediaman Keluarga Frederick.
"Aku akan pulang sekarang," ucap Queen.
"Tidak perlu. Miles dan Lea sudah kembali ke Frankfurt. Menginaplah di sini, aku sudah meminta izin pada mereka," ucap Ethan.
Queen akhirnya menerima keputusan Ethan, apalagi melihat Xin yang tak ingin lepas dari pria itu.
"Baiklah."
*****
Setelah menemani Reyn dan Xin tidur, dan keduanya sudah terlelap, Queen berjalan sendiri ke arah taman belakang. Ia memeluk tubuhnya sendiri dengan kedua tangan karena udara masih terasa dingin, akibat sisa sisa hujan.
Queen menyukai wangi setelah hujan, tapi ia selalu teringat kisah Renata jika hujan datang.
"Aku yakin kamu sudah tenang di sana, Kak. Reyn sudah bersama keluarga Kak Enzo dan mereka menerimanya dengan tangan terbuka, bahkan sangat menyayanginya," ucap Queen bermonolog dengan dirinya sendiri.
"Queen ....," Queen menoleh saat dirinya dipanggil.
"Maaf, aku akan masuk ke dalam," ucap Queen. Ia memang merasa sedikit lancang masuk ke area belakang rumah Keluarga Frederick.
"Maafkan aku," ucap Ethan.
Queen yang melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah pun menghentikan langkahnya.
"Aku sudah mendengar semuanya dari Mommy. Maaf ... Selama ini aku mengira bahwa kesalahan ada padamu, yang kukira adalah kekasih Enzo. Aku salah ... Seharusnya aku menggali informasi lebih dalam, sehingga aku tak menyimpan dendam dan menyakitimu."
Queen tersenyum kecil, "Aku memaafkanmu."
"Kembalilah padaku, Queen. Izinkan aku membalas semua kebaikanmu dan memberimu kebahagiaan."
🧡 🧡 🧡