LOVE IN REVENGE

LOVE IN REVENGE
MEMBERITAHUKAN SESUATU



"Reyn!" Reyn tersenyum saat melihat Ethan datang ke sekolah untuk menjemputnya.


"Dad!" teriaknya sambil berlari ke arah Ethan.


"Kita pulang. Ada Mommy dan Adik Xin di rumah," ucap Ethan.


"Benarkah?" wajah Reyn terlihat bahagia.


"Tentu saja benar. Dad tak akan membohongimu."


Ethan membukakan pintu untuk Reyn dan membantunya memasang seatbelt. Setelah itu ia melajukan mobilnya kembali menuju kediaman Keluarga Frederick.


Di perjalanan,


"Reyn, apa kamu akan senang jika Mommy dan Xin tinggal bersama kita?"


"Benarkah itu, Dad? Aku akan senang sekali," ucap Reyn.


"Hmm ... Dad akan membuat Mommy dan Xin tinggal di sini. Kita akan selalu bersama," Ethan pun mengusap pucuk kepala Reyn.


*****


"Lea, sayang ...," Miles yang baru tiba di cafe, mencari keberadaan Lea, istrinya.


Miles sangat menyadari bahwa belakangan ini dia telah mengacuhkan Lea. Bukan karena ia tak cinta, tapi kepalanya benar benar dipenuhi oleh ancaman Barbara pada kedua orang tuanya.


"Nyonya belum datang, Tuan," ucap salah seorang staf pelayan di sana.


"Belum datang?" memang tidak biasanya Lea belum datang. Istrinya itu selalu rajin dan disiplin, tak pernah sekalipun mangkir. Namun kini sosoknya tak kelihatan.


Trinning trinningg ...


Suara bel di pintu cafe terdengar, terlihat sosok Lea yang terlihat berbeda.


"Sayang, kamu dari mana?" Miles tiba tiba saja memeluk Lea.


"Lepaskan aku," Lea berusaha melepaskan diri bahkan ia tak ada keinginan untuk membalas pelukan Miles.


"Ada apa denganmu? Aku minta maaf jika belakangan ini aku kurang perhatian padamu."


Lea kini berjalan menuju ke bagian kasir. Ia diam, tak menjawab ataupun membalas ucapan Miles. Hatinya masih merasa sakit dengan apa yang ia ketahui.


"Sayang ... Temani aku ke Munich. Aku harus segera ke sana. Ada yang ingin kubicarakan denganmu dan keluarga kita," ucap Miles.


Lea memejamkan matanya. Ia mulai berpikir, apakah Miles akan mengatakan pada keluarganya bahwa ia akan segera memiliki anak dari wanita lain dan berniat menceraikan dirinya.


"Kita berangkat sekarang saja, aku tak bisa menunggu terlalu lama. Ini demi kita semua," ucap Miles.


Lagi lagi Lea tak menjawab. Wanita itu hanya membereskan beberapa hal, kemudian menyerahkan cafe untuk sementara kepada para koki dan waiter. Ia sudah siap akan apapun yang mungkin Miles katakan nanti. Jika masih bersama pun, ia tak akan kuat jika harus melihat Miles bersama wanita lain dan memiliki anak.


Di perjalanan menuju bandara,


"Apa ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu?" tanya Miles.


"Tidak ada," jawab Lea singkat, kemudian memalingkan wajahnya.


*****


Ponsel Ethan berbunyi, tertera nama Miles di sana. Ethan yang baru saja ingin menikmati makan malam menautkan kedua alisnya.


"Diangkat dulu saja," ucap Queen.


Ethan akhirnya berdiri dan menjauh. Ia menekan tombol hijau kemudian menggesernya.


"Halo, Miles."


"Maaf mengganggumu malam malam. Ada sesuatu yang ingin kubicarakan denganmu. Penting."


"Apa tidak bisa besok?"


"Tidak bisa. Aku akan ke rumahmu malam ini juga. Aku yakin kamu akan berterima kasih padaku."


"Ishh, baiklah. Aku menunggumu."


"Ajak Queen juga, karena aku juga membawa Lea."


"Okay."


Ethan mematikan ponselnya kemudian kembali ke ruang makan.


"Miles akan datang ke sini, Dad, Mom. Ada sesuatu yang ingin ia bicarakan. Miles juga meminta kamu untuk ikut, Queen."


"Tapi aku harus menjaga Xin dan Reyn," ucap Queen.


"Biar Mommy yang akan menjaganya," ucap Mom Diva.


"Thank you, Mom," ucap Ethan dan Queen.


Selang beberapa waktu, Keluarga Frederick telah menyelesaikan makan malam mereka. Deru suara mobil terdengar di area pekarangan. Ethan sangat yakin kalau itu adalah Miles.


*****


Kini keempat orang itu duduk di sofa di dalam ruang kerja Kediaman Frederick. Queen melihat wajah Lea yang sedikit pucat dan tak bersemangat. Ia sangat berbeda dengan Lea yang Queen kenal.


"Kamu sakit, Le?" tanya Queen.


"Tidak, aku hanya kelelahan saja."


"Apa kamu mau beristirahat di kamarku?" tanya Queen.


"Jangan pergi. Kalian harus berada di sini. Aku ingin memberitahukan sesuatu pada kalian."


Lea melihat ke arah Miles. Ia mempersiapkan hatinya yang tidak baik baik saja saat ini, bahkan mungkin ia tak akan kuat mendengar apa yang akan dikatakan oleh Miles.


🧡 🧡 🧡


Maaf ya bab ini agak dikit. Cherry langi ngantuk banget sejak pagi, nguap tiada henti. Mungkin karena cuaca yang mendukung, dingin plus angin. Mungkin malem disempurnakan dengan kerokan kayaknya pas banget 😅