LOVE IN REVENGE

LOVE IN REVENGE
AKU AKAN MEMBALAS



Sinar mentari masuk melalui sela sela jendela. Mata Ethan mengerjap karena kini ia merasakan dingin menerpa kulit tubuhnya.


Dengan perlahan matanya membuka. Ia sadar bahwa kini ia berada di dalam kamar hotel. Ia masih ingat apa yang telah terjadi semalam. Senyum terukir di wajahnya ketika ia mendapati Queen masih tertidur di sampingnya, bahkan memeluk dirinya.


Jari jemari Ethan mulai menyentuh wajah Queen. Masih dengan senyum di wajahnya, Ethan mengecup bibir Queen.


Aku ingin setiap pagi menikmati pemandangan seperti ini. - batin Ethan.


"Eughhh ...," Queen yang merasa sangat lelah kini mulai memutar tubuhnya, membelakangi Ethan.


"Sayang," bisik Ethan di telinga Queen, kemudian mencium bahu Queen yang tak tertutup selimut.


"Hmm ...," jawab Queen, masih sambil memejamkan matanya.


"Kamu cantik," puji Ethan, yang kemudian melingkarkan tangannya di pinggang Queen dan memeluk tubuh Queen lagi.


Keduanya masih dalam keadaan polos, tanpa sehelai benang pun. Sentuhan itu tentu saja membangkitkan sesuatu di bawah sana.


"Sayang, sekali lagi," pinta Ethan.


Ethan kembali mencium dan melum mat bibir Queen. Sentuhan Ethan membuat Queen tak mampu menolak, bahkan tubuhnya seakan mengkhianati pikiran dan kesadarannya.


"Ahhh," des sah Queen saat Ethan meremas kedua bukit kembarnya.


Hal itu tentu saja membuat Ethan tersenyum. Ia pun memposisikan dirinya di atas tubuh Queen, mengungkung wanita yang sudah berbagi peluh dengannya.


Tokkk ... Tokk ... Tokk ...


Ethan memejamkan matanya dan menggeram kesal. Baru saja ia ingin masuk dalam permainan inti, ternyata sudah ada gangguan.


Ingin sekali Ethan mengacuhkannya dan tetap melanjutkan yang ada di hadapannya.


"Bukalah dulu, sepertinya penting," ucap Queen. Ketukan pintu masih terus berbunyi, kadang berhenti sesaat tapi berbunyi lagi.


Ethan turun dari tempat tidur, kemudian menggunakan bathrobe dan menuju pintu. Sementara Queen menyelimuti dirinya sendiri dengan selimut hingga batas leher.


Ceklekkk


"Selamat pagi, Tuan. Pagi yang sangat cerah dan indah bukan?" ucap Kai yang kini sudah berada di depan pintu dengan senyum di wajahnya.


"Ada apa? Cepat! Kamu menggangguku saja!" ucap Ethan.


Melihat kekesalan di wajah atasannya, Kai justru tersenyum. Ia yakin ia baru saja mengganggu hal luar biasa yang akan dilakukan oleh atasannya itu.


"Hanya ingin mengantarkan ini. Saya takut yang semalam sudah tak layak pakai," ujar Kai sambil menyerahkan dua buah paperbag yang berisikan pakaian ganti untuk Ethan dan juga Queen.


Ethan mengambil paperbag itu dari tangan Kai, kemudian menatap asistennya itu.


"Mana kunci mobil? Kamu pulang naik taksi saja," ujar Ethan.


Kai merogoh saku celananya, kemudian memberikan kunci mobil pada Ethan.


"Selamat bersenang senang, Tuan," ucap Kai pamit sambil tersenyum.


Ethan berdecak kesal melihat kelakuan Kai, tapi ia juga sangat berterima kasih pada asistennya itu karena kini hubungannya dengan Queen semakin dan semakin dekat.


Setelah ini, ia akan langsung mempersiapkan pernikahannya dengan Queen. Ia tak akan menunda lebih lama lagi, karena kemungkinan besar benihnya sudah akan mulai bertumbuh.


*****


Di sebuah ruangan temaram, Barbara membuka matanya. Ia tersenyum saat mengingat apa yang baru saja ia lalui. Sebuah malam panjang yang sangat luar biasa. Berkali kali ia melakukannya dengan Ethan, bahkan mantan kekasihnya itu terlihat begitu kuat karena selalu bertenaga setiap melakukannya.


Barbara merasa tubuhnya sangat lelah, bahkan kakinya terasa pegal. Beberapa kali ia memimpin permainan dengan berada di posisi atas. Ia yakin Ethan pasti sangat menyukai permainannya.


Barbara memegang tempat tidur sampingnya, kosong! Tapi dia merasakan ada lembaran lembaran kertas di sana. Ia mencoba bangkit meski tubuhnya teeasa remuk, apalagi bagian intinya terasa sakit karena melakukan penyatuan berkali kali.


Barbara menautkan kedua alisnya ketika mengambil lembaran lembaran itu yang ternyata adalah foto foto dirinya yang tengah menghabiskan malam panjang kemarin.


Nafasnya terasa memburu ketika ia melihat bahwa yang bersamanya semalam bukanlah Ethan. Meskipun hanya wajahnya saja yang terlihat, karena posisi sang pria membelakangi, tapi Barbara yakin bahwa itu bukanlah Ethan.


Ia semakin geram ketika melihat bagaimana liarr dirinya semalam karena ia ternyata melakukannya dengan beberapa pria yang berbeda.


"Sialannn!!!" geram Barbara sambil menggenggam erat foto foto itu hingga terlipat dan rusak.


"Ini pasti ulah Ethan dan Miles! Pria itu pasti sudah membuka rencanaku pada Ethan. Aku akan membalas kalian berdua, sialannn!!!" teriak Barbara sambil melemparkan semua foto foto itu ke lantai.


🧡 🧡 🧡