
"Aku tak akan pernah membiarkan mereka menikah, apalagi hidup bahagia! Mereka telah membuatku menjadi seperti wanita jallang!" teriak Barbara meluapkan emosinya.
Barbara memang sering berganti ganti pasangan di tempat tidur, tapi ia yang akan memilih pria pria mana saja yang bisa tidur dengannya. Namun, rencana di mana seharusnya ia tidur dengan Ethan, malah membuatnya tidur dengan pria pria yang tidak jelas asal usulnya. Dan ia sangat yakin bahwa itu semua adalah rencana Miles dan Ethan.
Barbara membuka pintu lemari pakaiannya yang berada di ruang wardrobe. Ia menarik sebuah laci setelah sebelumnya membuka kuncinya. Dengan menghela nafas kasar, ia mengambil sebuah kotak dan langsung membukanya. Sebuah senjata api kini sudah berada di tangannya.
"Tak akan ada yang bisa memiliki Ethan selain aku. Jika bukan aku, maka sebaiknya ia mati saja!" teriak Barbara.
Ia langsung memasukkan senjata tersebut ke dalam tas dan melenggang pergi. Ia mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi hingga ia akhirnya sampai di tempat perhelatan acara pernikahan Ethan.
Sesampainya di sana, Barbara yang mengenakan gaun pesta layaknya tamu, meraih tas tangan miliknya di mana tersimpan senjata di dalamnya. Ia yakin tak akan ada yang mencurigainya, lagipula mereka semua terlihat tak terlalu ketat dalam penjagaan.
Barbara masuk ke dalam ballroom yang akan dijadikan tempat pengucapan janji pernikahan, sekaligus tenpat resepsi pada malam hari. Matanya menyipit ketika melihat sosok Ethan yang sedang bersama dengan seorang anak perempuan.
"Kamu terlihat bahagia sekali, Ethan Edward Frederick!" gumam Barbara. Ia membuka tas tangannya dan memegang senjata yang ada di dalamnya.
Dari kejauhan, Kai dan Miles yang sedang membicarakan sesuatu, melihat kehadiran Barbara di sana.
"Apa yang ia lakukan di sini?" tanya Miles.
Kai mengikuti arah pandang Barbara yang tertuju pada atasannya itu. Ia juga melihat Barbara memegang sesuatu di dalam tas nya dan ia sangat yakin akan apa yang ia curigai berada dalam tas itu.
"Panggil polisi, Tuan!" ujar Kai pada Miles.
Melihat bagaimana wajah Kai, membuat Miles tak menolak atau pun membantah. Ia bahkan melihat Kai mulai melangkahkan kakinya dengan cepat untuk mendekati Barbara.
Mata Miles membulat ketika melihat Barbara mengeluarkan sebuah senjata dari dalam tas, kemudian mengarahkannya pada Ethan.
"Tidak! Itu tak boleh terjadi!" ucap Miles dan saat itu ponselnya tersambung dengan pihak kepolisian.
Baru saja ia selesai berbicara dengan polisi, terdengarlah suara bunyi tembakan sebanyak tiga kali. Matanya langsung melihat ke arah Barbara.
"Siallan!!" teriak Miles yang langsung berlari mendekati Barbara.
Suasana di ballroom tersebut langsung ricuh dan banyak staf yang awalnya sedang merapikan sesuatu, langsung keluar dari sana.
Ethan yang awalnya sedang berbicara dengan Xin pun memeluk putrinya dan melindunginya. Setelah terdengar tiga kali tembakan, ia membawa Xin ke belakang dan menitipkannya pada Dad Alvin yang sedang berlari ke arah ballroom untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi.
"Tolong jaga Xin dulu, Dad. Biar aku saja yang memeriksanya," ucap Ethan.
Ia segera kembali ke dalam ballroom dan melihat bagaimana Barbara yang telah diringkus oleh Kai dan Miles.
"Lepaskan aku, sialannn!!" teriak Barbara.
Saat Barbara mengarahkan senjatanya ke arah Ethan dan bersiap menembak, Kai langsung meraih pergelangan tangan Barbara dan mengarahkannya ke atas.
"Melepaskanmu? Lalu membiarkanmu mengganggu kebahagiaan Tuan Ethan?" bisik Kai dengan nada sedikit mengancam.
"Dan aku yakin hal itu tak akan pernah tercapai, karena aku sendiri yang akan memastikan dirimu masuk ke dalam penjara karena percobaan pembunuhan," ucap Kai lagi.
"Kamu baik baik saja, Kai?" tanya Miles.
"Aku tidak apa. Apa sudah menghubungi pihak kepolisian?" tanya Kai.
"Sudah dan mereka sedang menuju ke sini," jawab Miles.
"Kebebasanmu hanya tinggal sesaat lagi, Nona .... Mau menikmati di sini atau di luar?" tanya Kai sinis.
"Sialannn kamu!!! Aku akan segera bebas! Kamu tidak bisa mendakwa apapun padaku."
"Oya? Kita lihat saja nanti," ucap Kai yang turut menantang Barbara.
Bagi Kai menghadapi wanita seperti Barbara tak bisa dengan cara lemah lembut. Wanita itu harus mendapatkan hukuman yang setimpal dengan semua perbuatannya selama ini, mulai dari mengancam Tuan Miles, mengganggu ketentraman keluarga Kyler, mengirimkan pesan provokatif pada Nyonya Lea, niat terselubung untuk mendapatkan Tuan Ethan, hingga percobaan pembunuhan.
Ethan yang sudah menitipkan Xin pun datang menghampiri. Ia menatap tajam ke arah Barbara.
"Kalian sudah memanggil polisi?" tanya Ethan.
"Ethan, aku mencintaimu. Aku sangat mencintaimu. Tolong lepaskan aku. Menikahlah denganku dan aku berjanji akan selalu setia dan menuruti keinginanmu," ucap Barbara.
"Dasar gila!" ucap Kai yang tentu saja bisa didengar oleh Barbara.
"Kamu yang gila! Dasar pegawai rendahan sialllan!!"
Tak berapa lama, pihak kepolisian pun tiba di sana. Mereka langsung mendekat dan mengambil alih Barbara dari tangan Kai.
"Lepaskan aku! Jangan memegangku dengan tangan kotor kalian!" teriak Barbara lagi.
"Jika anda tidak bisa tenang, maka kami akan menuntut anda dengan pasal melawan tugas pihak kepolisian," ungkap salah seorang polisi.
"Saya akan menyusul ke sana setelah mengambil semua bukti bukti yang ada," ucap Kai.
"Baiklah, kami menunggu anda, Tuan," pihak kepolisian pun pergi dari sana.
"Tuan, aku akan pergi ke kantor polisi dulu dan menyelesaikan semua ini. Penjagaan akan segera saya perketat. Semoga acara hari ini akan berjalan dengan lancar. Maaf jika saya tidak bisa ikut menyaksikan pernikahan anda," ucap Kai.
"Tidak apa, Kai. Terima kasih banyak atas semuanya," ungkap Ethan.
Ethan bisa bernafas dengan lega karena tak ada yang terluka atas apa yang dilakukan oleh Barbara. Kini ia harus fokus pada pernikahannya.
"Ayo kita masuk, Queen dan Lea pasti sangat khawatir," ungkap Miles.
🧡 🧡 🧡