
Ponsel Miles berbunyi. Melihat nama yang tertera di sana, ia pun mengangkatnya.
"Kamu menghindariku, Miles!"
Miles menjauhkan ponsel tersebut dari telinganya. Ia merasa gendang telinganya mau meledak saat mendengar suara wanita barbar itu. Mungkin karena ia menyesuaikan dengan namanya, maka jadilah Barbara si wanita barbar, pikir Miles.
"Bisakah kamu bicara baik baik?" ucap Miles.
"Kamu yang tidak bisa diajak bicara baik baik. Bukankah aku sudah memberi penawaran untukmu?"
Miles melihat ke arah Kai yang sedang merekam semua pembicaraan mereka melalui laptop.
"Penawaran itu memberatkanku, bahkan bisa menghancurkan pernikahanku. Kamu mendapat keuntungan sementara aku bisa masuk penjara dan persahabatanku dengan Ethan akan hancur," ucap Miles.
"Ouuu, jadi kamu lebih memilih pernikahanmu yang hancur dibandingkan dengan persahabatanmu?"
"Tapi bukan begini caranya. Apa kamu tidak bisa merayu Ethan baik baik dan mengambil hatinya lagi?"
"Tidak bisa! Aku ingin dia segera menikahiku. Aku tahu Ethan adalah pria yang bertanggung jawab, jadi ia pasti akan menikahiku secepatnya jika ia telah tidur denganku. Aku tak peduli denganmu!"
"Kamu tidak adil, ra!"
"Ya atau tidak?! Atau aku akan kembali membuat istrimu semakin membencimu. Bukankah saat ini ia sudah mulai membencimu?"
"Apa yang sudah kamu lakukan?" tanya Miles.
Terdengar suara tawa yang sangat kencang dari ujung telepon. Hal itu membuat Miles berdecak kesal. Kini ia tahu mengapa Lea terlihat murung, bahkan terlihat menghindarinya.
"Baiklah, kapan kamu ingin bertemu dengan Ethan?" tanya Miles.
"Nah begitu donk. Kalau sedari awal kamu menurut, maka aku tidak perlu mengganggu keluargamu."
Barbara pun mengirimkan pesan pada Miles. Ia memberi tahu klub malam yang harus Miles datangi, setelah itu ia akan memberi Ethan obat dan membawanya ke hotel.
*****
"Apa kamu yakin dengan ide Tuan Kai?" tanya Queen.
"Aku tidak tahu juga. Tapi Kai yakin ini akan berhasil."
Ethan menceritakan semuanya pada Queen. Ia tak ingin menyimpan rahasia ini karena bisa saja Queen akan berpikiran buruk padanya.
"Lalu kalau sampai kamu memang meminum obat itu bagaimana?"
"Kai dan Miles akan menyiapkan seorang dokter untuk berjaga jaga. Kai memastikan bahwa aku akan mendapatkan penawarnya."
"Apa kamu yakin? Ntah mengapa aku merasa tidak percaya padanya," ucap Queen lagi.
Ethan tersenyum, sepertinya calon istrinya ini akan terus curiga pada asisten pribadinya, belajar dari pengalaman.
"Aku yakin. Oleh karena itu, aku memintamu percaya padaku. Aku tak akan pernah mengkhianatimu. Sejak menikah denganmu dulu, aku tak pernah sekalipun berkhianat, karena hal itu tak pernah ada dalam kamus seorang Ethan," ucap Ethan dengan tersenyum dan menggenggam kedua tangan Queen.
"Baiklah, aku yakin kamu bisa."
"Maaf ...," sekali lagi Miles mengucapkan kata maaf.
Setelah Kai pulang. Miles segera menyusul Lea di kamar tidur tamu di kediaman Frederick. Ya, malam ini akhirnya ia pun turut menginap. Tak mungkin dia meninggalkan Lea dengan kesalahpahaman yang semakin lama akan semakin berbelit belit.
Miles naik ke atas tempat tidur, kemudian memeluk Lea dari belakang. Ia bisa merasakan tubuh Lea sedikit bergetar saat ia memeluknya.
"Kamu tak suka aku memelukmu?" tanya Miles.
"Aku tidak tahu. Tapi bayangan itu selalu terlintas di dalam pikiranku."
"Aku yakin aku tak pernah melakukan itu dengan dirinya. Aku mencintaimu dan hanya akan melakukan itu denganmu."
"Tapi pasti tubuhmu sudah bersentuhan dengannya," ucap Lea. Tiba tiba saja Lea memajukan tubuhnya agar pelukan Miles terlepas. Namun, Miles tak membiarkan itu. Ia terus saja memeluk tubuh Lea.
"Percayalah padaku, Le. Bahkan aku sudah mandi 7 kali setelah hari itu. Bukan kamu saja yang mungkin merasa jijik, tapi diriku sendiri pun merasa jijik dengan tubuhku," ungkap Miles, "Aku tak akan pernah melepaskanmu. Kamu milikku, selamanya."
Terdengar isakan kecil dari Lea, membuat Miles kembali memeluknya erat. Kemudian Miles memutar tubuh Lea agar menghadap ke arahnya.
"Aku mencintaimu. Jangan pernah meragukan aku. Maaf kalau aku tidak menceritakannya padamu."
Cuppp
Dengan penuh perasaan, Miles mengecup bibir Lea. Ia kemudian mulai melum mat dan menyesapnya, hingga tangannya mulai merambah mencari kenikma tan yang beberapa hari ini ia abaikan karena terlalu fokus dengan masalahnya.
Suara des sahan keluar dari bibir Lea, membuat Miles tersenyum. Mereka akhirnya melanjutkan pergulatan panas itu, untuk menambah asupan vitamin, terutama untuk Miles karena besok ia dan Ethan, serta Kai, akan menjalankan rencana.
*****
Suara dentuman musik terasa memekakkan telinga. Sinar lampu warna warni berkerlap kerlip di atas lantai dansa. Seorang DJ pun sudah menunjukkan keahliannya.
Di salah satu sofa di sana, sudah ada Ethan dan Miles. Ethan mengangkat ponselnya karena melihat Kai menghubunginya.
"Kamu sudah menyiapkan seorang dokter kan, Kai?" tanya Ethan.
"Tenang saja, semua beres," jawab Kai dari ujung telepon. Setelah itu Ethan memutus sambungan ponselnya.
"Jam berapa dia akan datang?" tanya Ethan.
"Sebentar lagi. Ingat, kamu harus berpura pura tak tahu kedatangannya."
"Iya aku tahu, jangan terus diingatkan. Aku bukan anak kecil lagi," ucap Ethan.
"Ahhh iya, kamu bukan anak kecil lagi, tapi pembuat anak kecil," ucap Miles dan dilanjutkan dengan tawa.
Suara tawa Miles terhenti saat ia melihat kedatangan Barbara dengan pakaian yang sangat amat seksi.
"Dia datang, berakting lah dengan baik dan sepenuh hati."
Hal itu membuat Ethan berdecak kesal.
🧡 🧡 🧡