LOVE IN REVENGE

LOVE IN REVENGE
MAAFKAN RENATA



Weekend telah tiba, itu artinya sudah hampir 1 minggu Queen berada di Kediaman Keluarga Frederick. Ia selalu melakukan aktivitas rutin setiap hari, yakni menyiapkan segala kebutuhan Reyn dan juga menjaga Xin.


Ia sudah menghubungi Miles dan Lea. Keduanya bahkan mengijinkan Queen untuk tetap di sana dan menemani Reyn. Jika nanti sudah selesai, jika Queen mau kembali bekerja, mereka akan menerima Queen dengan senang hati.


Tak ada satu pun cerita tentang kedatangan Ethan ke sana yang keluar dati bibir Miles atau pun Lea. Selama Queen tak bertanya, mereka juga akan diam.


Dan rencana weekend ini, Seluruh keluarga Frederick, beserta Queen dan Xin, akan mengunjungi Keluarga Renata. Seperti keinginan Mom Diva sebelumnya, ia ingin bertemu dan meminta maaf secara khusus pada keluarga Renata.


Mereka menaiki mobil dan kali ini juga Ethan yang mengemudikannya. Dengan Queen di sampingnya, sementara Dad Alvin dan Mom Diva, serta Reyn dan Xin di kursi belakang.


Sesekali Ethan menoleh ke spion tengah untuk melihat ke belakang dan kadang juga mencuri pandang ke samping untuk melihat Queen. Ia tersenyum melihat kebersamaan mereka, seperti sebuah keluarga yang sedang pergi berpiknik.


Mobil Ethan kini berhenti di sebuah rumah besar, meski masih lebih besar Kediaman Keluarga Frederick. Ethan meminta semuanya untuk tetap berada di dalam mobil, sementara ia akan turun lebih dulu dan bertanya.


Setelah bertanya dan tuan rumah ada di rumah, mereka pun turun bersama. Mereka berjalan menuju ke pintu utama setelah dipersilakan oleh security.


"Selamat siang," sapa Dad Alvin.


"Selamat siang, Tuan," sapa kedua orang tua Renata. Mereka telah diberitahu oleh bagian keamanan bahwa ada tamu yang ingin bertemu dengan mereka.


Kedua keluarga tak saling mengenal karena bisnis yang memang tak berkaitan, hingga tak ada kerja sama di antara keduanya.


"Silakan duduk," kata Mom Renata.


Keluarga Frederick pun duduk di ruang tamu. Di dinding, mereka masih bisa melihat foto keluarga Renata. Renata adalah anak satu satunya di keluarga tersebut, membuat hati Mom Diva merasa sakit jika mengingat apa yang terjadi pada wanita itu.


"Kedatangan kami ke sini, ingin meminta maaf," ucap Dad Alvin.


Kedua orang tua Renata menautkan kedua alisnya. Mereka tak saling kenal, lalu tiba tiba meminta maaf, membuat mereka bertanya tanya.


Dad Alvin menghela nafasnya pelan, "Kami meminta maaf atas perbuatan Enzo pada putri kalian, Renata. Kami tahu kami terlambat meminta maaf, tapi kami juga baru mengetahuinya."


Kedua orang tua Renata mulai menerka apa maksud dari perkataan Dad Alvin.


"Apa putra kalian yang telah menghamili putriku?" tanya Ayah Renata.


"Ya, itu benar," jawab Dad Alvin.


Ayah Renata mengepalkan tangannya. Ia ingin sekali meluapkan kekesalannya, tapi ia tak mampu.


"Apa kedatangan kalian ke sini hanya untuk meminta maaf? Atau kalian ingin bertanggung jawab? Apa pria ini yang telah menghamili Renata?" tanya Ayah Renata sambil menunjuk Ethan.


"Maaf, Tuan. Bukan. Ini adalah putra sulung saya," jawab Mom Diva.


"Lalu mana putra kalian dan Renata? Bawa mereka ke hadapan kami," ucap Ayah Renata yang sudah dikuasai oleh emosi. Sebenarnya ia sangat merindukan Renata, putri satu satunya. Namun, apa yang terjadi pada Renata akan mencoreng nama keluarganya. Bahkan putrinya itu tak mau menggugurkan kandungannya dan memilih pergi.


"Lalu apa tujuan kalian ke sini hanya meminta maaf agar Renata bisa kembali? Tidak!" Ayah Renata masih menahan gengsi yang setinggi langit. Ia tetap tak akan memaafkan putrinya itu, yang lebih memilih mempertahankan kandungannya dan membuat aib bagi keluarganya.


"Tuan, Nyonya. Perkenalkan, nama saya Queen. Saya adalah salah satu anak yang berasal dari panti di mana Kak Renata sering berkunjung dan berbagi bersama kami."


Kedua orang tua Renata tahu bahwa Renata memang selalu pergi ke panti asuhan. Tak memiliki saudara, membuat Renata mencurahkan perhatiannya pada anak anak panti. Kedua orang tua nya pun tak masalah dengan hal itu.


"Sudah lama sekali saya ingin bertemu dengan Tuan dan Nyonya, hanya saja saya belum tahu harus mengatakan apa. Kebetulan keluarga Kak Enzo mau menemui kalian, maka dengan keberanian juga saya bermaksud memberikan surat ini. Surat milik Kak Renata yang ditujukan untuk kalian."


Queen menyerahkan sebuah amplop yang sudah terlihat sedikit usang karena disimpan terlalu lama. Kedua orang tua Renata menerima amplop tersebut dan membukanya.


Halo Dad, Mom,


Bagaimana kabar kalian? Maaf ... Maafkan Rena yang membuat malu Dad dan Mom. Maafkan Rena yang telah membuat aib di keluarga kita, dan maafkan Rena karena lebih memilih anak Rena dibanding Dad dan Mom.


Bukan maksudku untuk menyakiti Dad dan Mom, akan tetapi aku tak ingin menambah dosa yang lebih besar lagi. Aku sudah membuat kesalahan, tapi bayiku bukanlah kesalahan.


Ia tak bersalah dan aku tak ingin menyakitinya. Maaf karena Rena menyakiti perasaan Dad dan Mom. Saat ini Rena baik baik saja bersama bayi dalam kandungan Rena. Aku juga selalu berdoa dan berharap keadaan Dad dan Mom selalu sehat dan bahagia.


Maafkan Renata ... Aku mencintai kalian. Sangat ....


Renata


Membaca surat itu, bulir air langsung terjun bebas di pipi Ibu Renata. Bagaimana pun, ia sangat merindukan putrinya.


"Di mana Renata?" tanya Ibu Renata.


"Ia sudah tiada, 7 tahun yang lalu," jawab Queen lirih.


Deghhh


Ibu Renata langsung memegang dadanya dan hampir saja pingsan. Untung saja ayah Renata memeluknya dari samping. Keduanya syok karena tak mengetahui keadaan putrinya sendiri. Mereka bersikeras bahwa Renata pasti akan kembali ketika sudah tak memiliki uang dan hanya mereka tempatnya kembali.


"Bagaimana bisa?" tanya Ibu Renata.


"Kak Renata meninggal saat melahirkan anaknya. Saat itu ia melahirkan di klinik kecil. Ia mengalami pendarahan hebat dan tidak sempat dilarikan ke rumah sakit," jawab Queen lagi.


Ibu Renata menggenggam surat tersebut dan mendekapnya di dadaa. Ia masih terisak dan hatinya masih terasa sakit. Ia bahkan tak sempat melihat putrinya lagi sejak perpisahan mereka 8 tahun yang lalu.


"Kak Renata tak benar benar pergi," ucap Queen, membuat kedua orang tua Renata menoleh ke arah Queen.


"Kak Renata masih hidup dalam hati kita dan ia bahkan menitipkan separuh jiwanya padaku. Mungkin ia tahu bahwa suatu saat kalian akan bertemu. Ini adalah Reynzo, putra Kak Renata," lanjut Queen.


🧡 🧡 🧡