
Queen bangkit dari sofa dan berjalan mendekat ke arah kamar tidur yang ditempati oleh Ethan. Ia melihat pria itu tengah menggendong Xin dan menenangkannya. Sepertinya putrinya itu kaget karena berada di dalam kamar sendirian, di tempat yang asing baginya.
Tanpa sadar Queen tersenyum melihat kedekatan Ethan dengan Xin. Ethan tampak seperti seorang ayah siaga yang sangat menyayangi putrinya.
Queen kembali ke kamar tidurnya. Ia akan mulai berpikir serius kali ini. Setelah mendengar pengakuan Ethan dan melihat bagaimana kedekatan Ethan pada Xin, sepertinya ia harus mengambil keputusan.
*****
"Dad."
"Hmm ...," Dad Alvin melepaskan kacamata bacanya kemudian menoleh ke arah istrinya.
"Ethan belum kembali?" tanya Mom Diva.
Dad Alvin tersenyum, "Biarlah ia menyelesaikan permasalahannya terlebih dahulu. Dad yakin setelah ini perasaannya akan lebih lega, apapun keputusan yang akan ia ambil nantinya."
"Kadang aku masih tidak percaya, bahwa putra tersayangku melakukan itu, Dad. Ia melakukan itu semua karena aku, karena setiap hari melihatku bersedih. Aku jadi merasa bersalah pada Queen."
"Tenanglah, sayang. Queen tak akan pernah mendendam. Dad yakin ia adalah wanita yang baik, bahkan sangat baik. Ia bahkan rela menjaga dan mengurus Reyn, dan kehilangan masa mudanya."
"Hmm ... Dan kembali tersakiti oleh Ethan. Aku sangat berharap mereka bisa menikah lagi dan kali ini tak akan terpisahkan," ucap Mom Diva.
"Lalu bagaimana dengan Xin? Bukankah kamu bilang Queen sudah menikah lagi dan memiliki Xin?" tanya Dad Alvin.
"Ntah lah, Dad. Semakin hari, aku semakin meragu. Rasanya tak mungkin pria sebaik Miles memiliki dua orang istri. Lagi pula, semakin aku melihat Xin, aku seperti melihat wajah Ethan di sana. Aku memang sudah menua, tapi aku tak rabun."
Dad Alvin terkekeh, "Kamu tidak menua, sayang. Kamu masih cantik seperti saat pertama kali aku melihatmu dulu."
"Jangan memujiku terus. Kalau nanti aku terbang, kamu tak bisa menemuiku lagi," ucap Mom Diva.
"Kalau begitu, aku akan mengikatmu dengan tali, biar kamu tidak akan ke mana mana," ujar Dad Alvin.
"Menyebalkan!"
"Tapi cinta kan? Sayang kan? Aku mencintaimu, sayang," ucap Dad Alvin sambil melabuhkan kecupannya di bibir istrinya itu.
*****
Lea berdecak kesal. Sejak kemarin, Miles sulit sekali dihubungi. Suaminya itu bahkan tak datang ke cafe, padahal biasanya ia tak pernah absen.
Hal ini membuat hati Lea gundah. Biasanya ia tak pernah se-khawatir ini karena Miles selalu mengirimkan pesan padanya jika tak pulang atau pun pulang terlambat.
Lea kembali mengeluarkan ponsel dari dalam sakunya dan mencari kontak suaminya itu. Ia kembali menghubungi, namun panggilannya tak dijawab sama sekali.
"Ahhh mengesalkan! Sebenarnya ke mana dia pergi?" gumam Lea.
Tiba tiba ponsel Lea berbunyi, ia segera mengangkatnya, bahkan tanpa melihat nama yang tertera.
"Le."
"Queen?"
"Hmm ... Ini aku. Apa kamu sedang menunggu telepon dari seseorang?" tanya Queen.
"Ahh tidak, maaf aku tak melihat namamu dan langsung mengangkat panggilan."
"Le, apakah Miles sangat dekat dengan Ethan?"
"Sepertinya begitu. Mereka dulu adalah sahabat, bahkan cafe di mana kita bekerja dulu adalah milik Ethan dan Miles membantunya dengan menjadi manager di sana," jawab Lea.
Bagaimana kamu akan berbicara dengan Miles, Queen? Bahkan aku istrinya saja belum bisa menghubunginya sejak kemarin. - batin Lea.
"Ia sedang pergi ke luar kota, Queen. Nanti aku akan menghubungimu lagi ketika ia pulang, bagaimana?" tanya Lea.
"Baiklah kalau begitu, maaf merepotkanmu, Le."
"Kamu sama sekali tidak merepotkan, Queen. Kamu adalah sahabatku, bahkan sudah seperti saudara bagiku."
"Terima kasih. Aku menunggu kabar darimu kalau begitu."
Setelah pembicaraan itu dan saling berpamitan, Lea kembali fokus menatap layar ponselnya. Ia menghela nafas pelan sebelum kembali bekerja. Ia harus memimpin anak buahnya di cafe miliknya dan Miles itu.
*****
Hari ini Ethan berencana membawa Queen dan Xin berjalan jalan menyusuri Kota Frankfurt. Ia ingin menikmati waktu bersama keluarga kecilnya. Baru saja ia turun dari lobby, matanya menangkap sosok Miles yang baru saja keluar dari lift. Pria itu terlihat berantakan, bahkan terdengar dessahan kasar dari bibirnya.
"Miles!" sapa Ethan dengan Queen di sebelahnya.
Miles yang mendengar suara memanggilnya pun kaget karena tak menyangka bahwa Ethan berada di Kota Frankfurt, begitu juga dengan Queen yang menatapnya aneh.
Tadi Lea mengatakan kalau Miles keluar kota, lalu mengapa ia ada di hotel ini? - batin Queen mulai bertanya tanya.
"Ethan? Kamu di sini?" tanya Miles sedikit gugup.
"Hmm ... Aku ke sini karena merindukan mereka."
"Dasar bucin!" celetuk Miles dengan senyum san tawa yang seperti dipaksakan.
"Kamu tidak keluar kota?" tanya Queen pada akhirnya.
"Keluar kota? Tidak. Aku sedang menemui klien di sini. Ada sesuatu yang harus kami bahas. Oya, aku harus segera pulang dulu."
Baru kaki Miles mau melangkah, terdengar suara seorang wanita yang memanggil namanya.
"Miles! Miles! Tunggu! Ini ponsel dan jam tanganmu tertinggal di kamar."
Deghhh
Perasaan Miles mulai tak karuan, apalagi ucapan wanita itu tentu didengar oleh Ethan dan Queen. Wanita itu menoleh ke arah pandang yang dilihat oleh Miles. Mata wanita itu langsung membulat ketika melihat siapa yang ada di hadapannya.
"Ethan!!" wanita itu langsung memeluknya posesif, bahkan merangkul lengan Ethan.
Dengan cepat Ethan menepisnya karena ia tak mau Queen melihat hal itu. Xin bahkan sampai ingin menangis saat melihat wanita itu memegang ayahnya.
"Kamu tak merindukanku, Ethan? Apa kamu tak merindukan sentuhanku? Ciumanku?" ucap Barbara tanpa filter itu.
Deghhh ...
Hati Queen tiba tiba merasa sakit mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut Barbara. Ia tak ingin marah atau sakit hati, tapi hatinya sungguh tak baik baik saja saat ini.
"Kenalkan, ini istriku dan ini putriku," Ethan langsung menarik pinggang Queen dan memperkenalkannya pada Barbara.
"Istri? Anak? Memangnya kapan kamu menikah? Apa kamu hanya menjadikan mereka pelarian saja setelah putus denganku?" tanya Barbara.
Apakah dia mantan kekasih Ethan? Apakah dia yang diputuskan oleh Ethan setelah Enzo meninggal? - kini batin Queen kembali bertanya tanya.
🧡 🧡 🧡