
"Kalian berdua, cepat katakan siapa yang menikah?!" Pertanyaan itu kembali datang dari bibir seorang wanita, membuat Ethan dan Miles yang berkelahi.
"Mom!"
"Aunty!"
Ya, Mom Diva sedang berada di Hotel milik Keluarga Williams. Ia berencana bertemu dengan genk sosialitanya untuk acara arisan bersama.
Namun, ia tak mengindahkan lagi keberadaan teman temannya. Ia membawa kedua pria itu keluar dari hotel, diikuti oleh Lea, ke sebuah restoran yang tak jauh dari sana.
Mom Diva memesan sebuah ruang VIP untuk mereka berbicara. Ia tahu kedua sosok pria tampan di hadapannya ini adalah putranya juga sahabat putranya. Tapi apa yang membuat mereka sampai berkelahi seperti itu, bahkan di depan umum.
Apa ini ada hubungannya dengan wanita ini? - batin Mom Diva sambil menautkan kedua alisnya dan melihat ketiga nya.
"Cepat katakan, apa yang membuat kalian berkelahi? Dan siapa yang menikah?" tanya Mom Diva.
Nyali keduanya seakan menciut ketika melihat Mom Diva menatap mereka. Sosok wanita paruh baya di hadapan mereka itu, terkenal lembut. Namun, wajah yang ditampakkan saat ini, benar benar berbeda.
Ethan dan Miles saling menoleh satu sama lain. Mereka menatap dengan tatapan buka sebagai sahabat, tapi lebih terlihat seprti musuh bebuyutan.
"Masih hanya diam?" tanya Mom Diva yang melipat kedua tangan di depan dadda.
Kemudian, Mom Diva melihat ke arah Lea yang juga menunduk. Lea sendiri bingung mengapa ia menunduk, tapi tatapan Mom Diva benar benar meng-intimidasi dirinya.
"Lihat Mom! Dia menyakiti Queen. Dia sudah menikah dengan Queen dan memiliki Xin, tapi ia malah berjalan dengan wanita lain. Bagaimana aku tidak marah!" ungkap Ethan pada akhirnya.
"Lalu apa bedanya dirimu yang menyakiti Queen? dan tahu apa kamu tentang hubunganku dengan Queen?" balas Miles.
Kedua nya kembali saling bertatapan dan bersitegang. Mereka seakan ingin kembali memukul satu sama lain.
"Apa kamu bisa membantu menjelaskan semua ini, Nona? Ku rasa kalau mereka berdua yang menjelaskan, sampai besok juga tidak akan selesai karena mereka aakan selalu mencari pembenaran," ucap Mom Diva pada Lea.
Lea mengangkat wajahnya dan melihat tatapan Mom Diva yang sudah berbeda dari sebelumnya.
"Perkenalkan, Nyonya. Nama saya Lea."
"Jangan memanggilku Nyonya, panggil Aunty saja," ucap Mom Diva.
"Maaf, Aunty. Mungkin ini juga kesalahanku karena memberikan ide karena takut jika Queen kembali tersakiti," ucap Lea.
"Queen tersakiti? Katakan pada Aunty siapa yang menyakiti Queen? Aunty akan menghajarnya sampai puas," Mom Diva sudah meremas kedua tangannya membuat Ethan bergidik ngeri. Pasalnya ia belum pernah menceritakan pada keluarganya bahwa ia telah menikahi Queen dan bahkan telah menceraikannya.
"Miles adalah suamiku, Aunty. Dan Queen adalah sahabatku saat bekerja di cafe sebelum ia menikah," jelas Lea.
Deghhh ...
"Suami? Bagaimana bisa? Apa Miles memiliki 2 istri?" gumam Ethan tanpa terdengar oleh siapa pun.
"Miles!" kini Mom Diva menatap tajam ke arah Miles, meminta penjelasan.
"Maaf, Aunty. Aku rasa sebaiknya biar Ethan yang menjelaskannya. Semua permasalahn yang ada dimulai dari dirinya," ucap Miles.
"Siapa yang akan menceritakan kejadian sebenarnya?" tanya Mom Diva.
"Sebaiknya Aunty bertanya langsung pada Tuan Ethan dan juga Queen. Kami tak bisa menceritakan hal yang bukan ranah kami," ucap Lea.
Mom Diva menatap Ethan tajam, "Bisa kah kamu membantuku untuk memanggil Queen ke sini? Aku ingin berbicara padanya."
"Baiklah, Aunty. Aku akan menghubunginya."
30 menit berlalu,
Queen datang bersama dengan Xin, dengan menggunakan taksi online. Lea terpaksa membohongi Queen agar sahabatnya itu mau datang ke restoran tempat mereka berada saat ini.
Tokk ... Tokk ... Tokk ....
"Lea," Queen membuka pintu dan ia kaget melihat siapa yang ada di dalam. Miles, Lea, Ethan, bahkan Mom Diva.
"Queen ... Maaf aku harus berbohong. Tapi akan lebih baik jika kamu mengatakan kebenarannya. Jangan menanggung semuanya seorang diri," ucap Lea yang bangkit dari duduknya dan meraih Xin dari gendongan Queen.
"Queen, kemari lah. Duduk dekat Aunty," pinta Mom Diva.
Queen duduk persis di sebelah Mom Diva. Ia menatap wanita paruh baya itu yang masih terlihat cantik di usianya yang tak lagi muda.
"Semua yang ada di sini tak mau menceritakan apapun pada Aunty. Lea berkata bahwa hanya dirimu dan Ethan yang bisa menjelaskan semuanya."
Queen menatap Ethan dan terlihat pria itu menampakkan raut wajah takut jika kebenaran itu diungkap. Ia tak mungkin mengatakan sesuatu yang disembunyikan oleh Ethan.
"Maaf, Aunty. Sebaiknya Aunty meminta penjelasan dari Ethan mengenai semuanya. Jika ia telah mengatakannya, maka saya akan melanjutkannya. Tapi jika tidak, biarlah saya menyimpannya, karena ini juga berhubungan dengan orang orang yang saya sayangi."
Tanpa banyak bicara lagi, Mom Diva langsung bangkit dan mendekati Ethan. Ia menjewer telinga putra sulungnya itu, "Pulang! Kamu harus menjelaskan semuanya pada Mommy."
Ethan akhirnya ikut dengan Mom Diva. Sepertinya, ini adalah saat di mana ia harus menjelaskan semuanya, dari titik awal ia memulainya. Ethan menatap Queen sebelum ia meninggalkan ruang VIP restoran tersebut.
"Kita pulang sekarang, Queen. Maaf jadi membuatmu datang," ucap Lea.
"Tak apa, aku mengerti posisimu."
Lea menghampiri Miles setelah memberikan Xin ke gendongan Queen. Ia menghampiri suaminya yang sudah lebam di beberapa bagian akibat pukulan Ethan.
"Kita ke rumah sakit," ujar Lea.
"Tidak perlu. Kita pulang saja dan segera kembali ke Frankfurt," ucap Miles.
"Maafkan aku. Ini semua karena aku," ucap Queen.
"Tidak, Queen. Aku memang kesal padanya. Ethan yang dulu tak seperti itu, jadi biar aku menyadarkannya," ucap Miles.
Mereka akhirnya keluar dari restoran dan pergi.
🧡 🧡 🧡