LOVE IN REVENGE

LOVE IN REVENGE
INI SEMUA SALAHMU!



Pletakkk!!!


"Mommy!" teriak Ethan saat Mom Diva memuku bahunya.


"Kamu ini ya! Berani beraninya kembali menanam saham sebelum waktunya," ungkap Mom Diva kesal.


"Tapi, Mom ...."


"Tak ada tapi tapi an! Kamu harus segera menikahi Queen. Dad, siapkan pernikahan dalam waktu 3 hari, sementara aku akan menyiapkan resepsi untuk 1 minggu lagi. Dan kamu ... Bersiaplah. Kamu tidak boleh bertemu Queen untuk sementara waktu. Mommy akan mengungsikan Queen dari sini," ujar Mom Diva yang kesal akan apa yang dilakukan oleh Ethan.


" T-tapi Mom!"


"Sudah dibilang tak ada tapi tapi an. Dad, minta supir untuk mengantarkan putramu ini ke apartemen," perintah Mom Diva.


"Loh kok?!" tanya Ethan heran. Mengapa justru dirinya yang diungsikan.


"Ya, Mommy malas melihatmu. Ingat! Kamu tidak boleh datang ke sini sebelum hari pernikahanmu. Mommy akan menjaga Queen dengan ketat," Mom Diva langsung menggenggam tangan Queen dan membawa calon menantunya itu ke kamar.


"Mom!" teriak Ethan.


"Kai! Kamu saja yang antarkan Ethan ke apartemen. Aku sibuk," ucap Dad Alvin yang juga langsung masuk ke dalam mengikuti istrinya.


Kai sebenarnya ingin tertawa melihat kesengsaraan atasannya, akan tetapi sepertinya ia akan menjadi sasaran kemarahan dari Ethan akibat hal ini.


"Silakan, Tuan," ujar Kai.


"Ini semua gara gara kamu!" ucap Ethan yang mulai menyalahkan Kai lagi, "kalau bukan gara gara kamu, Mommy pasti tidak akan marah padaku dan memisahkanku dengan Queen."


"Tapi, Tuan. Bukankah dengan begini, pernikahan akan dipercepat," ucap Kai.


"Tanpa hal ini juga aku bisa mempercepat pernikahanku. Arghhh!!! Bagaimana bisa aku tak bertemu dengan Queen selama 3 hari? Bisa mati aku!" ujar Ethan.


"Dulu anda bisa menahan bertahun tahun, Tuan," ujar Kai yang sepertinya tidak takut dengan segala amarah atasannya itu.


"Ya dulu berbeda."


"Berbeda karena sekarang sudah ehem ehem dengan cinta?" tanya Kai.


Mendengar hal itu, mata Ethan langsung membulat dan menatap Kai dengan tajam.


"Cepat antarkan aku!" perintah Ethan. Ia tak ingin lagi mendengar Kai berbicara panjang lebar, apalagi bertanya hal hal yang justru semakin membuatnya naik darah.


Baru sehari tak bertemu Queen, Ethan sudah mulai uring uringan. Ia terus mencoba menghubungi Queen, tapi tak bisa. Ia yakin sekali kalau Mom Diva sudah mem-block nomor ponselnya di ponsel milik Queen.


"Sebenarnya apa yang Mommy inginkan? Bukankah seharusnya ia senang karena aku bisa mendapatkan Queen sebagai menantunya? Lalu mengapa sekarang malah melarangku mendekati Queen? Apa dia ingin rasa cinta Queen padaku memudar?" gerutu Ethan sambil berjalan mondar mandir di dalan ruang kerjanya.


Sementara itu Kai yang melihat tingkah atasannya itu hanya mencebik kesal. Saat ini Mom Diva sedang menghubungi Kai melalui video call dan memintanya nemperlihatkan apa yang sedang dilakukan oleh putranya itu.


Sungguh senang sekali rasanya hati Mom Diva saat melihat Ethan yang gusar dan galau. Bahkan kalau bisa ia mau menunda Queen dan Ethan tinggal bersama, hingga selesai resepsi pernikahan. Anggap saja itu hukuman untuk putranya.


"Ini semua salahmu, Kai!" ucap Ethan untuk yang kesekian kalinya. Kai hanya bisa menghela nafasnya, sementara Mom Diva justru sedang merasa senang hati.


Sementara itu di Kediaman Keluarga Miles Kyler,


Hoekkk hoekk ....


Sejak semalam, Lea tak bisa tidur. Tubuhnya seakan enggan untuk sekedar berbaring. Bahkan kini ia terus saja mengeluarkan isi perutnya.


"Kita ke dokter saja ya," ucap Miles yang merasa sangat khawatir pada Lea.


"Tidak perlu. Aku hanya kurang tidur, jadi tubuhku tidak fit. Aku hanya perlu membaringkan tubuhku dan memejamkan mata," ucap Lea.


"Kamu sudah mencoba hal itu sejak semalam, Lea sayang. Tapi tetap tidak bisa kan?" Miles berusaha menyadarkan Lea bahwa istrinya itu perlu pergi ke dokter.


"Peluk saja aku," pinta Lea.


"Sini aku peluk," Miles meraih tubuh Lea yang sepertinya sudah sangat lemas, bahkan mata Lea sudah ingin terpejam.


Namun, untuk kesekian kalinya, Lea kembali merasa mual. Ia langsung berusaha melepaskan diri dari Miles dan berlari ke arah wastafel.


"Sayang, dengarkanlah aku, okay. Kita ke dokter sekarang. Setidaknya dokter pasti akan punya jalan dan cara agar kamu bisa beristirahat tanpa terganggu dengan rasa mualmu itu," ucap Miles.


Lea akhirnya mengangguk, tapi baru ia selesai membersihkan mulutnya dan ingin berjalan kembali ke arah Miles, tiba tiba ....


Brughhh ....


🧡 🧡 🧡


Hari ini ada bab selanjutnya, ditunggu ya 🥰