
Las Vegas
Dominic terlihat tidak berselera untuk menghabiskan makan malamnya. Sebelum pulang ke Las Vegas ternyata secara diam-diam pria itu memperhatikan Elyna dari kejauhan. Meskipun Dominic tidak memiliki keberanian untuk muncul di hadapan Elyna secara langsung, tetapi setidaknya pria itu sudah melindungi Elyna dari bahaya.
Zean yang juga ada di meja makan terlihat curiga melihat ekspresi putranya. Putra yang biasa ia kenal dengan ekspresi dinginnya itu kini lebih banyak tersenyum. Zean sendiri tahu kalau yang sudah menyebabkan putranya terlihat bahagia pasti adalah seorang wanita. Tetapi Zean tidak tahu kalau sebenarnya wanita itu adalah Elyna. Putri dari sahabatnya yang pernah ingin Ia jodohkan dengan Dominic beberapa bulan yang lalu.
"Pasti dia wanita yang menarik hingga membuatmu tergila-gila seperti ini," sindir Zean sambil memakan makan malamnya.
Dominic mengangguk setuju. "Dia wanita yang sangat unik, Pa. Bahkan ketika dia amnesia justru ia terlihat semakin menarik."
"Amnesia?" celetuk Zean semakin serius. "Maksudmu Elyna? Sejak tadi kau memikirkan Elyna?" tanya Zean untuk kembali memastikannya.
Dominic meletakkan sendok dan garpu yang sejak tadi ada di genggaman tangannya. Pria itu mengatur posisi duduknya lalu menatap Zean dengan begitu serius.
"Sejak kapan kau jatuh cinta kepada Elyna? Bahkan waktu itu saat kau masuk ke rumah sakit kau sama sekali tidak peduli dengannya. Kalian menjalin hubungan baik hanya untuk melupakan dendam yang pernah ada di antara kalian berdua. Tidak ada hubungan spesial apapun di sana. Lalu kenapa sekarang tiba-tiba kau tertarik kepada Elyna?
Apa karena dia amnesia? Jadi kau ingin memanfaatkan keadaan ini untuk mendapatkan hatinya? Bukan Papa tidak setuju tetapi sebaiknya kau dekati Elyna secara perlahan. Jika dia juga memiliki perasaan yang sama denganmu maka papa akan langsung melamar Elyna dan membicarakan pernikahan kalian dengan orang tua Elyna nantinya." Jelas Zean mendukung. Tetapi dia tidak mau putranya kecewa. Semua tahu kalau Elyna sekarang amnesia. Zean tidak mau hal itu menjadi bumerang tersendiri bagi putranya nanti.
"Aku sendiri tidak tahu sejak kapan perasaan ini hadir. Mungkin sudah sejak lama namun aku tidak menyadarinya. Ketika aku mendengar kabar kalau Elyna kecelakaan, aku merasa sedih dan takut kehilangan. Ketika melihatnya kembali sadar aku merasa sangat bahagia. Meskipun pada akhirnya aku harus kecewa karena dia tidak mengingatku sama sekali. Satu bulan ini aku berada di antara Queen Star. Mereka menceritakan tentang Elyna sepanjang waktu hingga akhirnya aku tahu sebenarnya seperti apa Elyna itu. Awalnya aku berpikir kalau dia ingin merebut Las Vegas karena dia memiliki sifat yang begitu serakah. Setelah aku tahu alasan yang sebenarnya aku justru ingin sekali menyerahkan Las Vegas ini kepadanya. Elyna ingin mengumpulkan anak-anak terlantar yang ada di dunia ini dan meletakkannya di Las Vegas. Dia ingin membangun sebuah gedung untuk menjadi rumah mereka. Gedung itu hanya untuk melindungi anak-anak itu dari para penjahat. Elyna harus bisa menguasai Las Vegas agar tidak ada orang yang berani menginjakkan kaki di Las Vegas tanpa persetujuannya. Kalau saja ia menjelaskannya sejak awal mungkin pertengkaran ini tidak akan pernah terjadi."
Zean diam sejenak. Dia kembali ingat dengan Letty dan Miller. "Lalu bagaimana dengan kedua orang tua Elyna? Apa kau sudah sempat bertemu dengan mereka saat Elyna ada di rumah sakit."
"Mereka memintaku untuk tidak membahas masalah Queen Star di depan Elyna. Tuan Miller dan Tante Letty ingin membuat Elyna menjadi seperti wanita pada umumnya. Mereka tidak mau Elyna terjebak di dunia gelap lagi."
"Ide yang sangat bagus karena itu semua demi masa depan Elyna juga." Zean melanjutkan makan malamnya. Namun pemikiran pria itu tidak sampai di situ saja. "Tetapi bagaimana jika suatu saat nanti Elyna kembali mendapatkan ingatannya? Bukankah ini akan menjadi rumit?" gumam Zean di dalam hati