
Sudah satu minggu Elyna menghilang. Semua orang dibuat kebingungan. Dominic dan pasukan Queen Star masih berjuang keras mencari keberadaan Elyna. Bahkan ketika Letty menelepon ke ponsel Elyna, Dominic masih mencari-cari alasan tanpa mau memberi tahu keadaan yang sebenarnya.
Dominic benar-benar tidak bersemangat hari ini. Semua anak buah yang ia miliki sudah ia kerahkan untuk mencari keberadaan Elyna. Termasuk pasukan Queen Star yang saat itu juga ada di Las Vegas. Mereka semua tidak berhasil menemukan keberadaan wanita tangguh itu.
Bahkan selama beberapa malam ini Dominic sampai tidak tidur. Pria itu tidak makan dan minum karena terlalu lelah mencari keberadaan Elyna di sudut kota Las Vegas.
Di bandara tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan. Hal itu membuat Dominic dan pasukan Queen Star merasa tidak yakin kalau seseorang sudah menculik Elyna dan membawa Elyna pergi meninggalkan Las Vegas. Akan tetapi, dimana wanita itu berada saat ini? Mereka semua membatin bingung. Elyna benar-benar menghilang tanpa jejak.
"Apa ada orang yang sehebat itu? Dia membawa seorang wanita tanpa diketahui jejaknya sedikitpun. Kota ini dilengkapi oleh banyak sekali CCTV. Bahkan di sepanjang jalan dan setiap depan gedung. Kenapa bisa sampai tidak menemukan jejak apapun. Walaupun mereka meletakkan Elyna di kursi roda dan merubah penampilannya sebagai nenek tua, tetapi tetap saja hal itu akan mencurigakan. Tapi kali ini kenapa kalian tidak bekerja dengan baik? Cepat cari Elyna sekarang! Aku tidak mau mendengar kegagalan lagi!" teriak Dominic dengan wajah dipenuhi emosi.
Bahkan sampai detik ini pria itu masih belum berani untuk menghubungi kedua orang tua Elyna. Dia merasa takut dan mengecewakan Letty dan juga Miller.
"Kejadian kebakaran itu menyita perhatian banyak orang, Tuan. Bukan hanya pengunjung Kasino saja yang mengelilingi Kasino itu. Tetapi warga sekitar juga ikut berkumpul dan membantu pemadam kebakaran untuk memadamkan api. Dari orang sebanyak itu jelas saja kita tidak bisa menemukan keberadaan Nona Elyna.
Ditambah lagi saat itu waktu sudah sangat malam. Mobil berlalu lalang ke sana kemari. Bagaimana bisa kita mencari keberadaan Nona Elyna secepat itu? Kami sudah memblokir bandara dan memeriksa penumpang yang ingin pergi dengan teliti. Kami berani jamin kalau dari semua orang yang akan pergi meninggalkan Las Vegas, tidak ada Nona Elyna.
Jika memang benar Nona Elyna diculik oleh seseorang, sepertinya orang yang sedang berhadapan dengan kita ini sangat profesional. Dan Anda harus lebih hati-hati untuk menghadapinya agar tidak sampai terjebak."
Pria yang menjadi tangan kanan Dominic itu berusaha menjelaskan kejadian yang sebenarnya. Dia berharap Dominic bisa kembali tenang dan tetap menjaga kesehatannya. Akan tetapi, semua itu tidak berhasil. Dominic tidak bisa tenang sebelum Elyna ditemukan.
"Aku tidak pernah peduli dengan diriku sendiri karena yang sekarang aku pedulikan adalah Elyna. Bagaimana dengan pasukan Queen Star? Apa mereka sudah menemukan petunjuk?" tanya Dominic penuh harap.
"Kira-kira siapa yang sudah berani menculik Elyna. Saat ini Elyna amnesia, aku khawatir jiwanya terguncang jika orang yang menculiknya berniat untuk membuat Elyna kembali mengingat semuanya. Bukankah dokter melarang keras agar Elyna tidak memaksa ingatannya sendiri. Aku harus bagaimana sekarang? Elyna, maafkan aku karena tidak bisa menjagamu dengan baik," gumam Dominic di dalam hati. Pria itu mengusap wajahnya dengan tangan.
"Tuan, Selama ada di Las Vegas apa Nona Elyna hanya bersama dengan anda saja? Maksud saya apa ada orang lain yang ikut dengan kalian. Mungkin saja seseorang itu bisa kita jadikan petunjuk."
Dominic diam sejenak sembari mengingat kembali pria asing yang pernah mengajak Elyna berdansa. Entah kenapa tiba-tiba saja Dominic menuduh pria itu sebagai dalang hilangnya Elyna.
"Beberapa waktu yang lalu Elyna sempat berdansa dengan seorang pria asing. Tadinya aku pikir dia adalah warga asli Las Vegas dan aku berpikir kalau dia adalah pria mesum. Tetapi Elyna bilang kalau dia mengenalnya dan mereka pernah bertemu sebelumnya. Bahkan Elyna sempat membelanya dengan mengatakan kalau pria itu pernah menyelamatkan nyawanya."
"Di mana lokasinya Tuan? Cepat katakan kepada saya. Kita akan memeriksa keberadaan pria itu sekarang. Jika kita sudah berhasil mendapatkan foto wajahnya, seharusnya kita bisa dengan mudah menyelidiki identitas pria itu. Bahkan kita bisa dengan mudah mengetahui keberadaannya untuk saat ini. Jika memang pria itu ada hubungannya dengan hilangnya Nona Elyna, cepat atau lambat kita pasti akan segera menemukan Nona Elyna."
Pria itu menjadi bersemangat ketika Dominic memberi petunjuk baru. Kali ini pria itu bertekad agar tidak gagal lagi.
Dominic menuliskan sebuah tempat yang pernah ia jadikan tempat pertama Elyna bersenang-senang. "Ini dia tempatnya dan ini waktu kami bertemu dengan pria itu. Cepat lacak CCTV yang ada di lokasi lalu selidiki pria itu. Jika dia tidak terlibat dengan hilangnya Elyna, selidiki sekali lagi karena saya yakin kalau hilangnya Elyna ada hubungannya dengan pria ini."
"Baik Tuan. Saya permisi dulu."
Dominic hanya mengangguk saja. Pria itu menatap kepergian bawahannya sebelum menghela napas. Dia melirik segelas air putih yang sudah disediakan di atas meja sebelum mengambilnya dan meneguknya secara perlahan.
Setelah selesai dia kembali memikirkan Elyna. "Elyna, kau ada dimana? Aku harap kau baik-baik saja. Aku akan menyalahkan diriku sendiri jika terjadi sesuatu padamu. Elyna, aku tidak tahu perasaan seperti apa ini. Setelah kau hilang, aku merasa sedih dan takut."