
Brandon terlihat kaget mendengar jawaban Pangeran Denzel. Namun sekuat mungkin ia berusaha tetap tenang agar tidak terlihat mencurigakan. "Apa maksud anda, Pangeran? Anda menuduh saya? Anda ingin mengatakan kalau saya yang sudah mencelakai pengawal pribadi anda ini?" Nada bicara Brandon yang meninggi membuat Pangeran semakin curiga.
"Aku tidak ada berkata seperti itu." Pangeran berjalan melewati Brandon. "Akhir-akhir ini ada banyak sekali kejanggalan di istana. Sampai-sampai aku tidak bisa lagi percaya pada siapapun. Termasuk kepadamu Brandon. Tadi jelas-jelas kau bilang kalau pengawalku tidak ada di depan. Tetapi ketika aku keluar aku melihatnya sudah tergeletak tak bernyawa di lantai. Lalu sekarang jawaban apa lagi yang ingin kau katakan jika bukti sudah ada di depan mata?" Tatapan Pangeran Denzel semakin tegas. Pria itu sudah tidak bercanda lagi sekarang.
"Bagaimana bisa kita katakan kalau dia tak bernyawa lagi? Kita harus menunggu pemeriksaan dari Dokter. Dokter bisa memutuskan apakah dia memakan makanan beracun atau karena ada sebab lain. Bukankah kemungkinan apa saja bisa terjadi walaupun kecil.
Tadi ketika keluar dari kamar ini memang saya sempat berselisih dengannya. Dia ingin kembali untuk berjaga di depan kamar tetapi dengan cepat Saya pergi tanpa mempedulikannya. Bahkan kami berdua tidak sempat berbicara. Setelah tiba di dapur saya langsung mendengar seorang pelayan wanita berteriak dan memberi kabar kalau dia telah tewas.
Jika anda mencurigai saya, saya juga bisa mencurigai Anda pangeran. Bagaimanapun juga Anda adalah orang terakhir yang bertemu dengannya. Meskipun Anda bilang tadi kalau dia sudah dalam keadaan tidak bernyawa!" Brandon semakin gelisah.
Pangeran Denzel masih bersabar dan memasang wajah setenang mungkin. "Kau menuduhku? Kau ingin mengatakan kalau akulah yang sudah membunuh pengawal pribadiku sendiri?"
Brandon tersenyum tipis. "Saya tidak mengatakan kalimat seperti itu. Anda sendirilah yang menyalahkan diri Anda, Pangeran."
"Brandon benar-benar licik. Dia bisa dengan mudah memutar balikkan keadaan. Aku harus tetap tenang. Aku tidak boleh kalah darinya."
"Kalau begitu kita langsung saja melihat rekaman CCTV yang ada di sekitar sini. Kebetulan sekali tadi pagi aku baru saja memasangnya." Sebenarnya cctv itu tidak ada. Pangeran Denzel sengaja mengarang cerita bohong hanya untuk melihat ekspresi Brandon.
"Gawat!" Brandon kali ini tidak memiliki cara lain untuk membela diri. "Sepertinya Pangeran memang menjebakku. Aku harus mencari cara untuk kabur dari sini sekarang juga. Aku tidak mau sampai tertangkap. Jika aku berhasil kabur aku bisa hidup dengan tenang dengan harta yang sekarang aku miliki. Sepertinya untuk merebut kekuasaan di kerajaan ini sangat tidak mungkin karena pangeran yang selama ini aku pikir tidak berguna ternyata pria yang sangat cerdas," gumam Brandon di dalam hati.
"Ayo kita ke ruang monitor. Kita lihat siapa yang benar dan siapa yang salah," ajak pangeran Denzel.
Brandon menunduk hormat di depan Pangeran Denzel. Secara diam-diam pria itu mengeluarkan belatih. Kali ini dia tidak bisa mengelak lagi. Brandon harus segera mencari cara segera kabur dari tempat itu apapun caranya.
Pangeran Denzel juga tetap waspada. Pria itu memperhatikan pengawal setia yang sudah ia tugaskan untuk berjaga-jaga secara tersembunyi. Ketika Brandon mengangkat tubuhnya dan berniat menusuk Pangeran, dengan sigap Pangeran menghindar dan menahan tangan Brandon.
Pria itu memukul Brandon hingga membuat Brandon kaget bukan main. Dia sama sekali tidak menyangka kalau ternyata Pangeran Denzel dibekali oleh ilmu bela diri. Bahkan pria itu mampu untuk menghindar dari serangan musuh yang datang secara mendadak.
Pengawal Pangeran tidak bisa berdiam lagi. Mereka segera keluar untuk melindungi pangeran. Kali ini Brandon benar-benar terjebak. Salah satu dari Pengawal segera menangkap Brandon dan memborgol tangan pria itu.
"Tidak semudah itu untuk membodohiku Brandon. Aku tahu kalau kau lah dalang dari kematian Papa. Memang aku tidak memiliki bukti yang kuat tetapi feelingku tidak pernah meleset. Elyna Hanya Kau jadikan tumbal untuk menutupi kesalahanmu."
Brandon tersenyum licik meskipun kini dia sudah kalah. Pria itu segera diseret menuju ke ruang tahanan.
Meskipun sudah berhasil menangkap Brandon, tetap saja Pangeran merasa tidak puas. Dia ingin mendengar cerita langsung dari Brandon. Sebenarnya apa yang sudah ia pikirkan sampai ia tega membunuh Ayah kandungnya.
"Pangeran, bagaimana dengan pengawal Anda? Apa kita jadi membawanya ke rumah sakit?" tanya pria berbaju serba hitam yang kini berdiri di samping Pangeran Denzel.
"Suruh dia menemuiku. Katakan padanya kalau Brandon telah ditangkap." Pangeran Denzel kembali masuk ke dalam kamar. Sedangkan pengawal itu segera melakukan tugas yang diperintahkan oleh Pangeran.
...***...
Disisi lain, Dominic memijat kepalanya ketika melihat panggilan telepon dari Letty. Pria itu sangat bingung harus menjawab apa sekarang. Selama beberapa hari ini Letty masih mempercayai alasan yang ia katakan. Namun kali ini Dominic tidak yakin kalau Letty akan mempercayai kebohongannya lagi.
"Aku tidak memiliki pilihan lain sekarang. Aku harus jujur. Aku harus mengatakan semua yang terjadi. Tante Letty harus tahu kalau Elyna hilang."
Ketika ingin mengangkat panggilan telepon itu, tiba-tiba telepon Elyna mati. Baterai ponselnya habis. Dominic menghela napas lega karena pada akhirnya ia tidak jadi berbicara dengan Letty secara langsung.
Suara ketukan pintu membuat Dominic kembali kaget. Pria itu segera memberi izin untuk masuk. Zion muncul dengan wajah yang sangat khawatir. Melihat adik ipar yang muncul, Dominic segera beranjak dari kursi dan berlari untuk menyambutnya.
"Kenapa baru cerita sekarang? Lalu petunjuk apa yang sudah Kak Dominic dapatkan?" tanya Zion dengan wajah yang khawatir.
"Aku takut jika informasi ini segera sampai ke telinga Tante Letty. Dia pasti akan marah dan sangat kecewa padaku karena aku telah gagal menjaga Elyna. Awalnya aku ingin segera menghubungimu agar kau dan pasukan Gold Dragon Bisa membantuku. Tetapi setelah aku pikir-pikir kembali adikku Faith juga membutuhkan suaminya. Aku tidak mau kau pergi meninggalkannya karena itu hanya akan membuat Faith sedih."
"Ya, faith memang sangat sulit untuk ditinggal selama ia hamil. Aku harus terus-terusan berada di sampingnya begitu juga dengan papa Zean. Tetapi masalah hilangnya Elyna tidak bisa disepelekan. Saat ini Elyna dalam keadaan amnesia. Seseorang bisa dengan mudah memanfaatkan keadaannya yang sekarang."
"Meskipun Elyna sedang dalam keadaan amnesia. Tetapi dia wanita tangguh. Dia hebat. Fisiknya sangat kuat. Aku yakin dia baik-baik saja di suatu tempat. Jika memang musuh yang sudah menculiknya, mereka juga pasti tidak akan berani membunuh Elyna begitu saja. Mereka pasti tahu konsekuensi yang akan mereka dapatkan jika berani membunuh Elyna."
"Aku harap seperti itu. Tetapi satu minggu sudah berlalu dan aku tidak tahu di mana dia berada. Bagaimana bisa aku duduk dengan tenang di rumahku ini. Jika tahu kejadiannya akan seperti ini aku tidak akan menyetujui permintaannya untuk berangkat ke Las Vegas."
Zion menepuk pelan pundak kakak iparnya. "Jangan khawatir. Selama kita bersama masalah apapun pasti bisa diatasi. Apakah Kak Dominic sudah makan? Wajah Kak Dominic terlihat sangat pucat. Faith akan marah jika melihat keadaan Kak Dominic yang seperti ini."
Dominic menggeleng pelan. "Bagaimana mungkin aku bisa makan jika Elyna belum ada kabar?"
"Lalu Kak Dominic ingin mencari keberadaan Elyna dalam keadaan sakit?"
Dominic memandang wajah Zion sebelum tersenyum. "Ayo temani aku makan. Setelah melihat wajahmu tiba-tiba perutku terasa lapar."
Dominic merangkul pundak Zion lalu membawanya pergi meninggalkan ruangan itu. Sambil berjalan Zion hanya tersenyum saja. Meskipun begitu kini dalam pikirannya sudah dipenuhi dengan misi pencarian Elyna. Dalam waktu singkat dia dan pasukan Gold Dragon harus berhasil menemukan wanita tangguh itu.
...***...
"Pangeran, Anda benar-benar hebat. Hanya dalam hitungan hari saja Anda sudah berhasil mengungkap kematian Yang Mulia Raja. Brandon benar-benar kurang ajar. Selama ini Yang Mulia Raja sudah banyak berjasa terhadapnya. Tetapi dia masih memiliki niat untuk mencelakai keluarga Kerajaan. Bahkan sampai merenggut nyawa Yang Mulia Raja. Rasanya hukuman seumur hidup tidak pantas untuk dia dapatkan. Dia harus disiksa di dalam ruangan bawah tanah hingga mati secara mengenaskan!"
"Aku tahu kalau Brandon memang sudah mencurigakan sejak awal. Tapi yang masih tidak aku habis pikirkan. Kenapa Elyna harus terlibat dalam masalah ini? Apa mungkin dia tahu kalau aku pernah bertemu dengan Elyna beberapa kali. Lalu ia berpikir kalau aku memiliki hubungan khusus dengan Elyna?"
"Tidak, Pangeran. Aku tidak yakin kalau Brandon tidak tahu masalah kedekatan anda dengan Nona Elyna. Jika dia sampai tahu mungkin dia tidak akan membawa Nona Elyna ke hadapan anda. Karena dia pasti sudah bisa menebak sejak awal kalau anda tidak akan mungkin percaya dengan semua yang ia katakan."
"Tapi tidak mungkin Brandon menangkap Elyna begitu saja tanpa alasan apapun." Pangeran Denzel berpikir keras. Semua misteri ini sangat sulit untuk dipecahkan.
"Sepertinya setelah ini kita harus memaksa Brandon untuk mengatakan yang sebenarnya terjadi."
"Brandon pria yang sangat keras kepala. Dia tidak mungkin mau mengatakan yang sebenarnya terjadi jika kita tidak memberinya ancaman. Apakah kau tahu kira-kira apa kelemahan Brandon? Dengan begitu kita akan mudah untuk membuatnya mengatakan yang sebenarnya terjadi."
Pengawal itu menggeleng. "Kehidupan Brandon sangat misterius. Bahkan sampai detik ini saya tidak tahu apakah dia masih memiliki keluarga atau tidak. Brandon tidak pernah terlihat menjalin hubungan dengan wanita manapun. Bukankah hampir separuh hidupnya ia habiskan untuk mendampingi Yang Mulia Raja.
Itulah yang membuat Anda dan semua orang yang ada di istana ini percaya padanya. Tapi sayang tidak dengan saya. Sejak pertama kali melihat Brandon saya sudah tahu kalau dia memiliki tujuan khusus berada di sisi Yang Mulia Raja. Pangeran, Apa anda tahu satu hal kalau Brandon memiliki sebuah kelebihan. Dia bisa meniru suara siapapun karena waktu itu tanpa sengaja aku mendengar pembicaraannya di telepon. Dia seperti sedang menghubungi seseorang tetapi tidak menggunakan suaranya sendiri. Lalu beberapa hari kemudian lagi ia kembali menelepon seseorang dan menggunakan suara orang lain lagi. Dari situ saya yakin kalau Brandon bisa meniru suara siapapun yang dia inginkan. Bukankah jika kelebihan itu tidak digunakan dengan benar maka kelebihan itu bisa dijadikan ajang untuk berbuat kriminal?"
"Brandon bisa meniru suara siapapun?" Pangeran benar-benar kaget mendengarnya.
"Maafkan saya karena baru menceritakan semua ini sekarang. Tadinya saya pikir masalah ini tidak penting bagi anda. Tetapi karena keadaannya sudah seperti ini mau tidak mau saya ceritakan yang sebenarnya terjadi."
"Sebenarnya surat yang kau berikan itu bertuliskan sebuah kalimat. Di situ ada tulisan Yang Mulia Raja. Ia sempat mengatakan kalau semua bisa ditiru selain tulisan. Apa kau mengerti kira-kira apa maksud papa? Aku sama sekali tidak bisa memecahkan misteri itu. Bahkan sampai detik ini. Aku yakin Papa memberi sebuah petunjuk mungkin saja ia sudah memiliki firasat kalau umurnya tidak panjang lagi. Hingga akhirnya ia memberi petunjuk itu untuk mengungkap kebenaran yang terjadi."
"Seperti yang saya katakan tadi. Suara saja bisa ditiru oleh Brandon apalagi yang lainnya," jawabnya mantap.
"Begini saja. Kumpulkan semua berkas yang ditulis dengan tangan Yang Mulia Raja secara langsung selama sebulan terakhir ini. Kita lakukan penyelidikan mulai dari tulisan. Bukankah Yang Mulia Raja sering menulis perintah dengan menggunakan tangannya sendiri."
"Baik, Pangeran. Oh iya membahas soal Nona Elyna sebenarnya sekarang dia ada di mana. Saya sama sekali tidak tahu ke mana Pangeran membawa Nona Elyna pergi."
"Aku meletakkannya di tempat yang aman. Apa kau tahu kalau sekarang Elyna lumpuh? Dokter bilang ini karena pengaruh obat yang selama ini diberikan oleh Brandon. Aku tidak tahu sampai kapan Elyna seperti ini. Jika misteri kematian Yang Mulia Raja sudah berhasil terpecahkan, aku akan mengantarkan Elyna pulang ke keluarganya. Aku juga tidak bisa menahannya lebih lama lagi di sini. Bagaimanapun juga kami tidak memiliki hubungan apapun. Dia hanya dijebak oleh Brandon."
"Pangeran, saya ingin bertanya satu hal. Tetapi anda harus janji jangan marah setelah mendengar pertanyaan saya ini."
"Baiklah. Aku janji tidak akan marah."
"Pangeran, Apa Anda menyukai Nona Elyna?"