Love In Las Vegas

Love In Las Vegas
Izin Orang Tua



"Dok, putri saya ini pernah mengalami sebuah peristiwa yang saya yakin sangat membekas di hatinya. Sekarang dia ingin berkunjung ke tempat itu. Apa itu tidak jadi masalah? Saya takut ketika nanti putri saya berada di tempat tersebut, dia akan memaksakan diri untuk mengingat semuanya. Saya tidak mau sampai terjadi sesuatu terhadap Elyna."


Letty terlihat khawatir ketika Dominic menghubunginya dan memberi tahu keinginan Elyna. Tanpa banyak alasan lagi, Letty dan Miller segera pulang dan tiba di rumah sakit. Mereka meninggalkan acara penting yang memang seharusnya mereka datangi.


"Tidak masalah. Selama Nona Elyna selalu didampingi, saya rasa itu tidak jadi masalah. Nantinya Nona Elyna akan merasa nyaman atau merasa ada yang aneh dengan tempat itu. Tapi itu hanya awalnya saja. Setelah beberapa hari dia akan terbiasa. Tempat itu juga bisa menjadi terapi bagi Nona Elyna untuk mengingat kembali ingatannya yang hilang. Karena kita tidak bisa memaksanya. Tetapi, tidak ada larangan jika Nona Elyna mengingat semuanya secara perlahan."


Penjelasan dokter itu membuat Letty dan Miller merasa lega. Mereka saling memandang sebelum tersenyum.


"Terima kasih, Dok. Sekarang kami tidak perlu khawatir lagi untuk melepas putri kami," sahut Miller. Mereka segera berpamitan dan meninggalkan ruangan dokter tersebut. Di depan sudah ada Dominic yang sejak tadi menunggu.


"Tante, bagaimana?" tanyanya penuh antusias.


"Dokter bilang aman. Sekarang kami akan menyerahkan semuanya kepadamu Dominic. Kami percaya kalau kau pasti bisa menjaga Elyna dengan baik." Letty memandang Dominic sambil tersenyum. "Aku sangat menyayangi Dominic. Rasanya aku tidak rela jika sampai Elyna menikah dengan pria lain selain Dominic," batinnya.


"Kalau begitu saya akan menemui Elyna lagi. Dia pasti akan curiga jika saya pergi terlalu lama."


"Ya, silahkan."


Dominic menahan langkah kakinya. "Tante yakin gak mau bertemu dengan Elyna?"


"Aku akan bantu Tante. Ayo biar aku temani." Tanpa rasa segan lagi, Dominic menarik tangan Letty. Miller mengernyitkan dahinya sebelum tersenyum. Pria itu mengikutinya dari belakang.


Setibanya di dalam kamar, Elyna sudah duduk sambil memasukkan potongan buah ke dalam mulutnya. Wanita itu tersenyum manis melihat Letty dan Miller juga muncul di sana.


"Mommy, Daddy. Bukankah Mommy bilang tidak bisa pulang?"


"Sayang, bagaimana keadaanmu?" Letty langsung saja menghampiri Elyna. Wanita itu memeluk dan menciumnya sebelum menatap wajahnya. "Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa kau bisa sampai pingsan?"


"Las Vegas!" sahut Elyna cepat. "Ada banyak tulisan Las Vegas di sana. Aku memaksakan diri untuk mengingatnya. Tetapi pada akhirnya kepalaku sakit sekali. Apa Mommy tahu, sebenarnya ada hubungan apa antara aku dan Las Vegas? Ada perasaan aneh ketika aku menyebut kata Las Vegas."


Letty terdiam. "Benar fellingku. Tahu gini aku tidak menemuinya. Sekarang aku harus jawab apa," gumam Letty gelisah.


"Kau ingin berlibur ke Las Vegas. Tapi sebelum pergi kau sudah kecelakaan," dusta Miller. Mau tidak mau pria itu juga harus membohongi putrinya.


"Berlibur?" Elyna terlihat kurang yakin. "Lalu, kenapa ada senjata di bawah tempat tidurku?"


"Senjata?" celetuk Miller dan Letty bersamaan.