Love In Las Vegas

Love In Las Vegas
Musuh Misterius



"Siapa mereka?" tanya Elyna bingung. Wanita itu melihat jelas beberapa pria bersenjata yang kini ingin menembaknya.


"Entahlah." Dominic mengeluarkan senjata lalu memberikannya kepada Elyna. Pria itu tidak ingat kalau Elyna amnesia.


Secara spontan Elyna menerimanya. Bahkan cara mengenggamnya juga benar karena memang hal itu sudah biasa ia lakukan. Namun tetap saja dia terlihat canggung. "Kenapa kau memberikannya kepadaku? Bagaimana cara memakainya?" Wajah Elyna terlihat kebingungan.


"Pegang saja. Setidaknya senjata itu bisa melindungimu dari bahaya," ucap Dominic asal saja. Pria itu segera menggenggam senjatanya sendiri dan mengarahkannya ke arah orang-orang yang ingin mencelakai mereka.


"Mobilku ada di sana. Kita harus berhasil masuk ke mobil dan berangkat ke bandara." Dominic memperhatikan lagi ke depan.


Elyna masih tidak mengerti dengan senjata yang ada di genggamannya. Wanita itu memandangnya dengan serius. Bahkan perkataan Dominic tidak ia dengarkan.


"Ayo!"


Dominic memegang tangan Elyna dan menariknya. Sambil berlari pria itu menembak lagi untuk melindungi dirinya sendiri dan juga Elyna.


"Ugh!"


Elyna melebarkan kedua matanya melihat lengan kiri Dominic tertembak. Wanita itu panik. "Dominic, kau terluka."


"Ini hanya luka kecil," sangkal Dominic. Pria itu sebenarnya kesakitan namun dia tidak mau memperlihatkannya di depan Elyna. "Cepat masuk ke mobil. Aku akan mengalihkan perhatian mereka."


Dominic berdiri lalu meninggalkan Elyna yang sudah dekat dengan posisi mobil berada.


Elyna menatap lagi senjata yang ada di tangannya. Wanita itu mengangkatnya secara perlahan lalu membisik salah satu musuh yang kini mengincar nyawa Dominic. Saat ingin menembak, Elyna justru merasakan sakit. Wanita itu menurunkan lagi senjata api itu lalu memandang Dominic yang masih serius bertarung.


"Sebaiknya aku masuk saja ke dalam mobil." Elyna segera masuk ke dalam mobil. Wanita itu duduk di dalam dan memandang ke arah Dominic lagi. Dari kejauhan terlihat mobil polisi yang baru saja tiba. Hal itu membuat para musuh segera kabur. Dominic berlari menuju ke mobil lalu segera masuk.


"Apa kau baik-baik saja?" Elyna mengkhawatirkan lengan Dominic yang kini dipenuhi darah.


"Kita harus segera berangkat. Kita akan terlambat." Tanpa mempedulikan lukanya sendiri, Dominic menghidupkan mesin mobil lalu melajukannya dengan cepat. Elyna hanya bisa diam saja di posisinya berada. Wanita itu meletakkan kembali senjata api yang diberikan Dominic lalu menghela napas panjang.


Dominic juga memandang ke arah spion. Namun pria itu terlihat tenang. "Pegangan!" ucapnya sebelum menambah laju mobil untuk menghindari musuh yang mengejar mereka.


"Apa kau mengenal mereka? Kenapa mereka berniat untuk mencelakaimu?" tanya Elyna pada akhirnya. Karena wanita itu merasa sangat penasaran dan ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi.


"Sebenarnya mereka bukan mengincarku, tetapi mengincar nyawamu," jawab Dominic yang hanya berani di dalam hati saja. "Aku juga tidak tahu sebenarnya apa tujuan mereka. Dalam dunia bisnis ini dinamakan persaingan, mungkin mereka ingin membunuhku agar saingan mereka berkurang satu," jawab Dominic asal saja.


"Kau tidak mempekerjakan pengawal? Bukankah uangmu banyak? Kau bisa membayar orang untuk melindungimu!" protes Elyna.


"Itu sudah aku lakukan. Tetapi mereka hanya ada di Las Vegas. Aku ingin hidup tenang tanpa pengawal ketika berada di luar Las Vegas. Aku ingin terlihat seperti pria biasa. Jadi tidak perlu menarik perhatian orang lain."


"Lalu jika sudah terjadi seperti ini. Apa yang akan kau lakukan? Apakah kau bisa menghadapi mereka sendirian?"


Dominic memandang ke arah Elyna sejenak sebelum fokus ke depan lagi. "Kita harus segera tiba di bandara tepat waktu," sahut Dominic sebelum menambah laju mobilnya lebih cepat lagi.


...***...


Pada akhirnya Elyna dan Dominic bisa kembali bernapas lega ketika mobil yang mereka tumpangi tiba di bandara dengan selamat. Mereka segera turun lalu masuk ke dalam bandara. Sedangkan mobil yang mengejar mereka sudah tidak terlihat lagi. Beberapa polisi yang berlalu lalang di depan bandara membuat Dominic sedikit tenang.


"Jangan pernah jauh-jauh dariku!" Dominic menggenggam tangan Elyna. Tidak peduli wanita itu suka atau tidak.


"Sepertinya kita tidak perlu khawatir lagi karena ada polisi di sini," bisik Elyna sambil melangkah.


"Jika musuhmu berasal dari mafia juga maka polisi bukan tandingan mereka. Lebih baik aku waspada dan segera membawa Elyna ke Las Vegas agar bisa melindunginya dengan tenang," batin Dominic. Pria itu memperhatikan lagi keadaan sekitar untuk membuktikan tidak ada yang mencurigakan di sana.


Elyna menahan langkah kakinya ketika melihat seseorang yang mencurigakan. Wanita itu segera menghentikan langkah Dominic juga. "Di sana. Lihatlah. Penampilan mereka mencurigakan. Apakah mereka sekongkol dengan orang-orang yang ingin mencelakai kita tadi?"


Dominic memandang ke arah yang dituju oleh Elyna. Pria itu sekarang bisa bernapas dengan lega ketika tahu kalau Queen Star sudah tiba untuk melindungi mereka.


"Sebenarnya ke mana saja mereka sejak tadi! Bos mereka hampir saja celaka!" protes Dominic kesal.