
Jeff berangkat ke restoran Muara bersama dengan Arvin. Ia sangat tidak sabar ingin bertemu dengan putra dari Mahendra, dan menanyakan keberadaan Olivia. Jeff yakin kalau Olivia tengah di sembunyikan oleh Laki-laki tersebut.
Jeff dan Arvin di sambut secara hangat oleh para karyawan restoran itu. Ia diarahkan ke ruang VVIP yang sudah di reservasi sebelumnya. Terlihat seorang laki-laki tampan tapi tak setampan Jeff dan Arvin, tengah berdiri menyambut kedatangan mereka.
"Selamat malam Tuan Jefferson." Sapa Keanu putra dari Mahendra. Ia mengulurkan tangan kepada Jeff.
"Malam," jawab Jeff singkat. Ia menyambut uluran tangan itu dengan singkat. Bahkan ia menatap tak suka kepada Keanu.
Arvin juga melakukan hal yang sama untuk sesi perkenalan di antara dirinya dan Keanu. Namun sebelum Arvin ikut bergabung dengan sang atasan dan juga Keanu. Jeff lebih dulu meminta Arvin agar menunggunya di luar ruangan. Sebab ia akan membicarakan masalah pribadi dengan Keanu.
"Senang bisa bertemu dengan anda secara langsung, Tuan Jefferson," ucap Keanu tersenyum senang. Namun tak sejalan dengan suasana hatinya yang begitu kacau.
Keanu terpaksa mengikuti perintah sang papa untuk bertemu dengan Jefferson. Orang yang sangat dia benci dan sangat dia hindari. Namun, Keanu harus menyimpan perasaan itu agar Jeff tidak curiga dengan apa yang Keanu rasakan.
Jeff hanya mengangguk pelan tanpa menjawab ucapan Keanu. "Cih! Sombong sekali dia. Jika bukan karena perintah papa, aku tidak sudi menemuinya. Bahkan aku harus bisa mendapatkan kerja sama dengannya." Batin Keanu merasa kesal.
"Saya kesini bukan untuk membahas masalah pekerjaan. Tapi ingin membahas masalah pribadi." Ucap Jeff dengan tegas.
"Maksud anda apa Tuan Jeff?" tanya Keanu tak mengerti. Ia belum tahu tujuan Jeff yang sebenarnya.
"Saya ingin bertemu dengan orang ini," ucap Jeff to the poin. Ia memperlihatkan foto Olivia yang berada di dalam ponselnya kepada Keanu.
Keanu tercengang saat melihat foto dirinya bersama sang kekasih yang di tunjukkan oleh Jeff. Namun, Keanu tetap harus bersikap tenang di hadapan Jeff. Ia tidak mau rencana busuknya di masa lalu terbongkar begitu saja.
"Ada hubungan apa anda dengan dia?" tanya Keanu dengan nada setenang mungkin. Ya, mengaku tak mengenal Olivia pun tak ada gunanya. Sebab di dalam foto itu terpampang jelas wajah dirinya yang tengah bersama dengan Olivia.
Lagipula Keanu yakin kalau Jeff bukanlah orang yang gampang di bohongi. Jadi, Keanu memilih jujur saja walaupun dalam sebuah kebohongan.
"Saya ingin bertemu dengan kekasih anda, ada yang harus saya bicarakan dengannya," tandas Jeff dengan tegas.
"Ternyata dia sudah tahu mengenai status aku dengan Olivia. Baiklah jika seperti ini dengan senang hati aku akan sedikit bermain-main dengan pengusaha sombong ini." Desis Keanu dalam hati.
"Maaf sebelumnya, Tuan. Ada hubungan apa anda dengan kekasih saya? Kenapa anda ingin bertemu dengannya?" tanya Keanu berpura-pura tidak tahu. Walau sebenarnya ia sudah bisa menebak untuk apa Jeff ingin bertemu dengan Olivia.
"Katakan saja berapa nominal yang anda inginkan, saya akan memberikannya asalkan saya bisa bertemu dengan Olivia," tegas Jeff dengan sombongnya.
"Wah, wah. Ternyata anda sangatlah sombong, Tuan. Tapi sayangnya saya tidak akan mudah membiarkan kekasih saya untuk bertemu dengan laki-laki lain."
"Saya tidak suka berbelit-belit, Pak Keanu. Katakan saja apa yang yang anda inginkankan agar saya bisa bertemu dengan Olivia."
"Katakan!" Jeff menatap balik Keanu dengan begitu tajam. Ia tidak ingin berlama-lama dengan kekasih Olivia. Jika bukan karena Olivia, Jeff tidak akan sudi menemui laki-laki seperti Keanu.
"Aku menginginkan adik sepupu mu," tandas Keanu penuh penekan. Yang berhasil membuat Jeff terpancing amarahnya.
Brak!
"Kurang ajar!" teriak Jeff dengan mata menyala. Beruntung ruangan itu kedap suara, jadi teriakannya tidak akan terdengar sampai keluar ruangan.
Jeff reflek menggebrak meja yang ada di hadapannya. Ia benar-benar marah atas apa yang diucapkan oleh Keanu. Mana mungkin Jeff akan memberikan adik sepupunya yang polos itu kepada laki-laki maniak seperti Keanu.
Jika bukan maniak untuk apa Keanu menginginkan adik sepupunya sedangkan dirinya sudah memiliki Olivia. Namun, yang membuat Jeff lebih marah lagi, Keanu sudah berencana mempermainkan perasaan Olivia. Jeff tidak akan pernah terima jika Keanu berani menyakiti Olivia.
Jeff tidak tahu Keanu mengenal Haura dari mana. Sebab tidak ada sepupu lagi selain Haura. Apa Haura juga mengenal Keanu? Jeff jadi bertanya-tanya.
"Tenang Tuan Jeff. Kita bicarakan baik-baik dan mari kita membuat kesepakatan." Keanu berusaha menenangkan Jeff yang sedang menatap marah kepadanya.
Mendengar kata kesepakatan, Jeff sedikit melunak. Ia duduk kembali di kursi semula. Jeff hanya diam menunggu maksud kesepakatan dari Keanu.
"Begini, saya akan membiarkan anda bertemu dengan Olivia dengan sepuas-puasnya. Asalkan anda bisa membuat adik sepupu anda menerima lamaran dari keluarga saya."
"Shiit! Lalu mau kau kemanakan Olivia, huh!" Bentak Jeff tak terima. Entah ia marah karena Keanu akan mengkhianati Olivia, atau karena Keanu menginginkan Haura.
"Saya tidak akan mengkhianati Olivia. Bahkan dia juga tahu mengenai rencana pertunangan ini. Jadi, anda tidak perlu khawatir, Tuan." Keanu berkata dengan ekspresi serius.
Jeff menatap bingung kepada Keanu. Bagaimana mungkin Olivia setuju kekasihnya bertunangan dengan wanita lain. Sepertinya ada yang tidak beres dengan hubungan Olivia dan Keanu. Jeff harus memastikannya sendiri dengan menemui Olivia agar dia tahu apa yang sebenarnya terjadi.
"Bagaimana Tuan Jeff? Semua keputusan ada di tangan anda. Saya akan memberikan waktu tiga hari untuk anda. Jika anda bersedia membantu saya agar bisa bertunangan dengan adik sepupu anda. Maka setelah waktu tiga hari selesai, atur pertemuan saya dengan adik sepupu anda dengan alasan pekerjaan. Bukankah dia yang sekarang menjadi sekretaris anda? Jadi pikirkan baik-baik." Keanu merasa puas melihat Jeff kebingungan.
Keanu memang tahu kalau Haura adalah adik sepupu Jeff, bahkan seluruh dunia juga tahu akan hal itu. Jadi, Keanu mengambil kesempatan ini untuk bisa mendapatkan Haura agar papanya merasa senang. Ya, Keanu melakukan semua itu demi papanya meskipun harus mengorbankan perasaan Olivia, wanita yang dia cintai.
Apalagi setelah Keanu tahu kalau Haura ternyata bekerja sebagai sekretaris Jeff, ia semakin bersemangat untuk membuat kesepakatan dengan Jeff. Ia yakin kalau Jeff pasti mau mengorbankan Haura demi cinta pertama, yaitu Olivia.
Jeff tidak bisa mengambil keputusan sekarang. Sebab ia harus memikirkannya secara matang. Jeff tidak ingin salah dalam mengambil keputusan.
Jeff keluar dari dalam ruang VVIP setelah cukup lama bergelut dengan pikirannya. Sedangkan Keanu sudah pergi sejak tadi. Mereka menghabiskan waktu dengan sebuah ketegangan tanpa adanya makan malam. Namun Jeff tetap membayar restoran dengan sangat mahal.
Arvin mengikuti langkah Jeff dari belakang. Melihat ekpresi wajah Jeff yang sangat masam membuat Arvin yakin bahwa tadi telah terjadi sesuatu antara atasannya itu dengan Keanu. Namun Arvin tidak ingin banyak tanya biarlah Jeff bercerita dengan sendirinya.