
Dua hari telah berlalu ...
Setelah check-in dari hotel Kingston. Haura memilih tinggal bersama Keanu sang suami. Kedua orang tua mereka tidak keberatan dengan keputusan tersebut, yang penting Keanu bisa menjaga Haura dengan baik. Mereka tidak tahu saja kalau di rumah Keanu yang akan ditempati oleh Haura juga akan ditempati oleh Olivia, nanti. Semuanya sudah diatur oleh Haura.
"Sayang, jaga kesehatan kamu di sana. Mommy tidak bisa menemani kamu setiap waktu seperti saat di rumah." Kata Zanna kepada sang putri yang tengah siap-siap untuk pergi bersama Keanu.
"Iya Mom. Mommy tenang saja ada Keanu yang akan menjaga Haura dengan baik." Haura berkata sambil tersenyum manis. Ia merangkul lengan Keanu yang dikenal sebagai suaminya dengan mesra. Agar kedua orang tuanya tidak curiga kalau ternyata ia sama sekali tidak menikah dengan Keanu.
"Keanu, mommy titip Haura ya. Jika ada sesuatu yang tidak kamu sukai dari Haura, nasehati dia, jangan kamu marahi dia. Kalian harus saling mengerti satu sama lain. Jangan sampai hanya karena masalah seperti sampai tengkar." Zanna memberikan wejangan kepada sang menantu dan juga putrinya tersebut.
"Pasti Mom. Aku tidak mungkin marah sama Haura," ujar Keanu dengan pasti. Memang benar adanya, ia tidak akan bisa memarahi Haura apalagi hanya karena sebuah hal sepele. Sebab, karena Haura lah ia dan Olivia bersatu. Jadi, Keanu harus bersikap baik kepadanya.
Sedangkan Rei hanya diam saja dengan tatapan nanar. Ia sangat tidak rela harus pisah rumah dengan putri tercintanya. Namun, mau bagaimana lagi, ia harus pasrah dengan keputusan yang diambil oleh Haura. Apalagi putrinya itu sudah menjadi tanggung jawab suaminya sekarang. Jadi, REI harus mengikhlaskannya.
"Dad ... Aku pasti akan sangat merindukan Daddy." Ucap Haura sedih. Ia menghambur ke dalam pelukan sang daddy tercinta.
"Sering-sering lah berkunjung kesini. Rumah ini terbuka lebar untuk menyambut kedatangan putri daddy yang cantik ini, kapanpun itu." Rei mengeratkan pelukannya terhadap Haura.
"Pasti Dad." Haura mencium pipi kanan sang daddy sebagai bentuk perpisahan sementara mereka.
"Keanu! Ingat pesan daddy 'kan?" tanya Rei kapada menantunya itu.
"Ingat, Dad. Aku tidak akan pernah melupakannya." Ucap Keanu tegas.
Rei hanya mengangguk, entah apa yang dia katakan terhadap Keanu. Hanya mereka berdua yang tahu. Yang jelas Rei menitipkan Haura secara baik-baik terhadap Keanu.
Setelah itu Haura dan Keanu pergi dari sana, dan menuju ke rumah pribadi milik Keanu yang akan ditempati oleh mereka. Tak ada percapakan diantara keduanya, sebab mereka sibuk dengan pikiran masing-masing. Mereka memikirkan rencana kedepannya. Karena tidak mungkin semuanya akan tetap baik-baik saja. Pasti suatu saat kebohongan mereka akan terbongkar juga.
"Huf!" Haura terdengar beberapa kali menghembuskan nafas kasar. Sepertinya ia sangat tertekan dengan keadaan ini.
"Apa yang kamu pikirkan, Haura?" tanya Keanu yang mengerti dengan keadaan Haura yang terlihat tidak baik-baik saja.
"Sampai kapan kita akan berbohong seperti ini, Keanu?" Haura tidak tahan lagi dengan apa yang dia rasakan. Sebenarnya Haura sudah berencana untuk berbicara empat mata dengan Mahendra lebih dulu mengenai pernikahan Keanu dan Olivia, setelah itu baru Haura akan mengatakannya kepada semua anggota keluarganya bahwa yang menikah bukanlah dirinya.
Akan tetapi, Keanu melarangnya. Ia ingin mengulur waktu terlebih dahulu. Sebab Keanu tidak ingin sang papa marah besar lalu melakukan hal buruk terhadap Olivia. Maka dari itu Keanu harus merencanakan semuanya secara matang. Mereka harus ada persiapan untuk menghadapi masalah yang akan datang.
"Tunggu sampai beberapa hari kedepan, Haura. Aku harus berpikir matang mengenai semua ini. Masalah yang kita hadapi bukanlah masalah kecil. Aku tahu akibatnya akan sangat fatal jika kita terlalu buru-buru mengungkapkan kebenarannya. Kamu tidak tahu saja orang seperti apa papaku itu."
"Iya aku paham, Keanu. Tapi ...." Haura menggantung ucapannya. Ia ragu untuk meneruskan ucapan itu.
"Tapi apa, Haura?" Keanu sangat penasaran apa yang akan Haura katakan. Melalui dari wajahnya saja sepertinya Haura ingin berbicara penting. Karena itu Keanu menghentikan mobilnya sejenak dipinggir jalan untuk berbicara penting dengan Haura.
Haura menatap Keanu sejenak sebelum akhirnya mengungkapkan apa yang ingin oa katakan. "Sebenarnya ... Jefferson juga tahu mengenai masalah pernikahan ini." Lirih Haura. Namun masih dapat didengar dengan jelas oleh Keanu.
"Apa! Bagaimana bisa!" Keanu sangat terkejut dengan kabar tersebut. Ia tidak menyangka bahwa Jefferson akan mengetahui rencana pernikahan palsu mereka.
"Keadaan yang memaksaku untuk mengungkap pernikahan palsu kita, Keanu." Haura menundukkan kepala. Ia tidak berani menatap Keanu. Haura takut Keanu akan marah terhadapnya.
"Jelaskan semuanya dengan terperinci, Haura." Pinta Keanu dengan tegas. Ia tidak ingin menyimpulkan sendiri tentang kejadian itu. Lebih baik Keanu mendengar penjelasannya dari Haura secara langsung. Ia yakin Haura tidak akan sembarangan memberitahukan rencana mereka kepada Jefferson.
Haura menarik nafas terlebih dahulu untuk merelaksasi pikiran serta perasaannya. Setelah itu Haura menjelaskan semuanya dari awal hingga akhir secara terperinci, saat Jeff ingin mengacaukan pernikahan Keanu dan Olivia. Yang akhirnya dicegah oleh Haura sendiri, dan terpaksa Jeff harus tahu kalau bukan dirinya yang menikah dengan Keanu.
Keanu mendengarkan dengan tenang apa yang dijelaskan oleh Haura. Awalnya Keanu sempat takut kalau Jeff akan membocorkan rahasia mereka sebelum waktunya. Namun setelah mendengar semuanya dari Haura, Keanu yakin kalau Jeff tidak akan membocorkan rahasia mereka. "Lalu sekarang bagaimana?" tanya Jeff sambil menyalakan mesin mobilnya untuk melanjutkan perjalanan ke rumah mereka yang jaraknya masih cukup jauh.
"Aku memberikan Jeff satu kesempatan lagi."
"Yah, aku rasa itu lebih baik, dan aku melihat kesungguhan dimatanya, Haura. Sepertinya Jeff tidak main-main dengan ucapannya." Keanu memang menyadari ada cinta dimata Jeff untuk Haura. Hanya saja ia tidak berani ikut campur dengan permasalahan mereka. Kebetulan sekarang Haura membahasnya, jadi, Keanu ada kesempatan untuk mengatakan apa yang dia rasakan saat menatap manik mata Jefferson.
"Aku juga merasakannya, Keanu. Hanya saja perjalanan rencana kita semakin rumit. Karena orang yang mengetahui rencana kita sudah bertambah. Tapi, kamu tenang saja, aku akan menyelesaikan masalah ini dengan baik. Aku yang memulainya dan aku juga yang akan mengakhirinya." Haura akan bertanggungjawab untuk menuntaskan masalah yang ia buat. Haura tidak ingin mengecewakan Olivia. Ia sudah berjanji akan menyatukan cintanya bersama Keanu dengan damai.
"Terimakasih banyak Haura. Kamu sudah membantu aku sama Olivia bersatu. Suatu saat aku akan membalasnya meskipun tidak tahu dengan cara apa."
"Cukup jaga Olivia dengan baik, Keanu. Aku sudah menganggapnya seperti kakak kandung aku sendiri." Haura memang sudah menganggap Olivia seperti kakaknya. "Oiya, Arvin juga tahu masalah ini." Lanjutnya.
Mobil yang ditumpangi oleh Haura dan Keanu sudah sampai di depan rumah mewah berlantai dua. Rumah yang terletak cukup jauh dari keramaian, sesuai dengan keinginan Keanu. Kedatangan mereka disambut hangat oleh Olivia yang sudah menunggu di depan rumah.
"Selamat datang Haura." Olivia memeluk Haura dengan perasaan senang. Ia sudah menganggap Haura seperti adik sendiri. Sikap Haura yang baik dan hangat membuat Olivia sangat nyaman bersamanya. Selama ini Olivia tidak punya teman satu orang pun yang dekat dengannya. Kehadiran Haura membuat hidupnya kembali berwarna. Sebab selama ia bersama dengan Keanu, ia jarang keluar rumah, apalagi Keanu jarang menemuinya di apartemen. Membuat Olivia merasa sangat kesepian.
"Kak Olivia pasti sudah lama menunggu kami ya?" Haura merasa tidak enak hati terhadap Olivia.
"Tidak sama sekali. Aku juga baru sampai." Olivia menggandeng tangan Haura untuk memasuki rumah. Ia sampai melupakan sang suami yang sejak tadi berdiri di belakang Haura.
"Astaga. Bisa-bisanya dia melupakan aku yang berdiri sejak tadi, dan hanya menyambut Haura. Aku sudah seperti suami yang tak diharapkan." Gerutu Keanu sambil memasuki rumah dengan kedua tangan yang menarik koper miliknya dan milik Haura.
Keanu dan Haura sama-sama tidak membawa banyak barang. Mereka hanya membawa beberapa baju ganti saja. Kebutuhan lain bisa mereka beli nanti setelah sampai di rumah tersebut. Belum juga Keanu menutup pintu, tiba-tiba ada sebuah mobil sport yang datang. Membuat Keanu menghentikan langkahnya karena merasa penasaran dengan siapa yang datang. Pasalnya ia tidak mengundang satu orang pun ke sana.
Keanu membulatkan matanya sempurna saat melihat siapa tamu yang datang. Ia berencana menutup pintu rumah, tapi langsung dihadang oleh tamu tersebut.
"Mau apa kamu kesini!" Sentak Keanu menatap tak suka kepada tamunya.
"Ya mau bertemu dengan calon istri ku." Jawab Jeff dengan santainya. Ya, yang datang adalah Jefferson. Setelah mendapatkan pesan dari Haura mengenai kepindahannya bersama dengan Keanu, Jeff langsung memaksa Haura untuk memberitahukan dimana rumah Keanu. Setelah itu Jeff memutar arah mobil ke alamat yang dikirim oleh Haura. Yang awalnya Jeff akan berangkat ke kantor kini berubah arah, dan sampailah di rumah Keanu yang baru.
"Calon istri yang mana, Olivia itu istri aku!" Ucap Keanu penuh penekanan. Ia masih cemburu jika mengingat hubungan sang istri dengan Jefferson dulu, meski hanya Jeff lah yang mencintai sepihak.
"Olivia?" Jeff mengernyitkan keningnya merasa tak mengerti. Namun, tak berselang lama Jeff langsung memahami maksud Keanu. "Ooooh ... Jadi, yang menikah sama kamu waktu itu adalah Olivia." Jeff berkata sambil manggut-manggut. "Syukur lah kalau begitu. Yang penting bukan sama Haura. Kau tahu, cintaku hanya untuk Haura seorang!" Tandas Jeff penuh penekanan.
Keanu sedikit memundurkan wajahnya karena Jeff mendekatinya saat mengatakan cintanya hanya untuk Haura. Terbilang berlebihan memang, tapi Keanu bersyukur karena Jeff benar-benar tulus mencintai Haura, dan tidak
ada lagi yang menganggu hubungannya bersama Olivia.
Tanpa permisi Jeff langsung nyelonong memasuki rumah besar tersebut. Meninggalkan sang tuan rumah berdiri diambang pintu. Sungguh hari ini adalah hari tersial bagi Keanu. Tadi, ia diabaikan oleh istrinya sendiri, dan sekarang ia diperlukan tidak sopan oleh tamu yang tak diundang. Benar-benar menyebalkan.
Brak!
Keanu menutup pintu secara kasar karena merasa kesal terhadap dirinya sendiri yang tak bisa berbuat apa di rumahnya sendiri. Mana ia harus membawa dua koper di tangannya. "Sial sekali nasibku hari ini." Geram Keanu sambil terus menggerutu.
Jeff celingukan mencari keberadaan sang kekasih. Ia menyusuri setiap sudut ruangan dalam rumah tersebut. Hingga ia mendengar sebuah suara gelak tawa dari kedua wanita yang berasal dari arah dapur. Jeff mengikuti asal suara tersebut. Ia melihat Haura tengah memasak sambil tertawa bersama seorang wanita yang berdiri disebelahnya dengan posisi membelakangi Jefferson. Namun, meskipun begitu Jeff dapat mengenali sosok wanita tersebut yang tak lain adalah Olivia.
"Ekhem!" Jeff berdeham untuk mengalir fokus kedua wanita cantik tersebut. Tapi, dimata Jeff yang paling adalah Haura, dan selalu Haura.
"Jeff!" Pekik Haura terkejut akan kehadiran sang kekasih. "Kak, aku pamit keluar sebentar ya, tidak apa-apa 'kan?" Pamit Haura terhadap Olivia.
"Tidak apa-apa. Sudah sana temui kekasih kamu itu." Olivia mendorong pelan tubuh Haura ke arah pintu dapur. Ia tersenyum sekilas kepada Jeff saat atensi keduanya bertemu. Namun, Jeff hanya menatapnya dengan datar.
Haura menarik tangan Jefferson menuju ke ruang tamu. Mereka sama-sama duduk di sofa ruang tamu. "Kenapa kamu bisa ada disini?" tanya Haura to the point. Ia tidak menyangka bahwa Jefferson akan menyusulnya. Ia menyesal sudah memberikan alamat rumah Keanu terhadapnya.
"Apa tidak boleh aku menemui kamu dan calon anak kita, hum? Padahal aku sangat merindukan kalian." Ujar Jeff dengan ekspresi memelas. Ia seolah-olah mendramatisir keadaan untuk mencuri perhatian sang pujaan hati.
Haura memutar bola matanya dengan malas. Ia sampai jengah dengan tingkah Jeff yang sangat Bucin (Budak Cinta) terhadapnya. "Terserah kau saja. Asalkan jangan sampai ketahuan oleh mommy dan daddy ku."
"Siap Baby. Oiya bagaimana keadaan anak kita di dalam sana. Apakah dia rewel?" Jeff mengusap perut Haural penuh kasih sayang.
Sedangkan di lantai atas, Keanu tengah sibuk memindahkan koper milik Haura ke kamar sebelah. "Hah, akhirnya beres juga." Keanu bernafas lega saat semua pekerjaannya selesai. Kini ia menuruni anak tangga untuk mencari keberadaan sang istri di lantai bawah. Namun, ia disuguhi oleh pemandangan buruk yang menodai mata sucinya.
"Kalau mau bermesraan masuk ke dalam kamar sana. Jangan menodai sofa ku yang masih bersih." Sindir Keanu kepada dua sejoli yang tengah berciuman mesra dengan posisi Haura yang duduk di atas pangkuan Jeff dan sedang berciuman.
Haura reflek berdiri dari posisinya. Ia merasa malu ketahuan berciuman oleh Keanu. Wajahnya sampai memerah seperti udang rebus. Sedangkan Jeff terlihat biasa saja seperti tak melakukan apa pun. "Cih! Menggangu saja. Lebih baik temui istrimu sana. Jangan merusak kehangatan dalam hubungan ku dengan bidadari ku ini." Jeff menarik pergelangan tangan Haura hingga ia terduduk kembali di pangkuannya.
"Tamu tak tahu diri. Untung tamunya Haura jika bukan sudah ku tendang dia dari sini." Lagi-lagi Keanu menggerutu. Terpaksa ia pergi dari sana untuk menemui sang istri di dalam ruang dapur.
Keanu tersenyum simpul saat melihat Olivia sibuk menggoreng sesuatu di dalam wajan. Perlahan ia mendekatinya lalu memeluk sang istri dari belakang. Tentu saja Olivia sangat terkejut. Hampir saja ia berteriak, tapi langsung dibungkam oleh Keanu menggunakan bibirnya. Olivia tak sempat memberontak, ia malah terbuai dengan ciuman itu, dan mengabaikan masakannya.
Lid*h mereka saling membelit satu sama lain. Bahkan lid*h Keanu mengabsen setiap inci rongga di dalam mul*t sang istri. Hingga terdengar suara desah*n kecil dari mulutnya. Kompor masih menyala di belakang tubuh Olivia. Mereka sampai melupakannya, semoga saja tidak terjadi kebakaran.