Kingston Is My Life

Kingston Is My Life
bab 39.



Di tengah-tengah ciuman panas yang terjadi antara Keanu dan Olivia, mereka mencium aroma bau gosong. Olivia reflek mendorong tubuh Keanu dengan kasar hingga terjengkang kebelakang. Olivia membulatkan matanya sempurna saat melihat ayam gorengnya gosong di atas wajan. Ia mematikan kompor sambil mengibas-ngibaskan tangannya untuk menghilangkan asap yang timbul dari gorengan tersebut.


Uhuk ... Uhuk ... Uhuk ...


Olivia terbatuk karena asap itu. Keanu mengambil air lalu menyiramkan nya ke atas wajan hingga ayam goreng yang gosong itu tergenang di dalam air.


"Lihatlah gara-gara kamu gorengan aku gosong!" Protes Olivia dengan kesal. Ia terus menyalahkan sang suami.


"Maaf, Sayang. Habis aku sudah tidak tahan." Keanu berkata sesuai dengan isi hatinya.


"Kak Olivia! Kenapa ada bau bakar?" tanya Haura memasuki ruang dapur dengan langkah terburu-buru, di belakangnya ada Jeff yang mengikutinya.


Haura dan Jeff yang lagi asik bermain lid*h terpaksa harus menghentikan permainannya saat mencium bau gosong dari arah dapur. Benar saja saat mereka lihat ternyata gorengan Olivia yang gosong.


"Aku lupa matikan kompor saat ...." Olivia bingung ingin beralasan apa. Tidak mungkin ia jujur kepada Haura ia habis melaikan apa, dan gorengannya gosong karena apa.


"Lain kali jangan sampai lupa Kak. Bahaya tahu. Bagaimana kalau rumah ini kebakaran, dan Kak Olivia dalam bahaya." Haura menasehati Olivia layaknya seorang ibu yang menasehati anaknya.


"Iya, tidak akan terjadi untuk yang kedua kalinya." Jawab Olivia menyesal.


Sedangkan Jeff dan Keanu hanya menjadi pendengar bagi kedua wanita cantik yang sedang berdrama di hadapan mereka.


"Sudahlah ayo Sayang kita pergi dari sini," ajak Jeff sambil menarik pergelangan tangan Haura dengan lembut.


"Tapi--"


"Pergi lah Haura, temani kekasih bucin mu itu." Keanu segera memotong ucapan Haura. Ia meledak Jeff yang sangat bucin terhadap Haura. Padahal dirinya juga tidak kalah bucin nya terhadap Olivia.


Jeff hanya menatap datar kearah Keanu tanpa mau membalas sindirannya. Saking sibuknya mereka berempat sampai tak mendengar suara deru mobil yang memasuki halaman rumah tersebut. Sepertinya bukan hanya satu mobil yang datang, karena suaranya bersahutan diuar sana. Ternyata yang datang adalah kedua orang tua Haura dan kedua orang tua Keanu. Mereka berempat sangaja tidak memberitahu Keanu dan Haura kalau ingin berkunjung kesana.


Keanu dan Haura sudah melarang kedua orang tua mereka agar tidak berkunjung ke kerumah baru mereka selama satu minggu kedepan dengan alasan ingin menghabiskan waktu berdua selama menjadi pengantin baru. Karena mereka masih belum ada rencana honeymoon. Sebenarnya itu hanya alasan saja. Faktanya dalam satu minggu itu, Haura tidak akan benar-benar tinggal di rumah Keanu dan Olivia. Dia akan tinggal di apartemen nya sendiri, dan akan pulang ke rumah Keanu ketika kedua orang tuanya atau kedua mertuanya ingin berkunjung ke sana.


Akan tetapi, rencana Haura dan Keanu gagal. Sebab kedua orang tua mereka sudah sampai di depan rumah Mereka saat ini. Mereka membawa banyak barang sebagai hadiah pernikahan yang belum mereka berikan kepada pengantin baru tersebut. Mereka ingin memberikan surprise kepada anak serta menantunya dengan berkunjung kesana hari ini juga. Setelah itu mereka benar-benar akan memberikan waktu panjang untuk pengantin baru tersebut. Namun, siapa sangka jika rencananya tidak sesuai dengan ekspektasi.


Jeff menggendong tubuh Haura ala bridal style saat keluar dari dapur. Jeff membawa Haura kembali ke ruang tamu. Namun mereka dikejutkan oleh kehadiran Rei, Zanna, Mahendra, dan juga Sonya.


"Apa-apaan ini!" Bentak Mahendra saat melihat menantunya tengah bermesraan dengan laki-laki lain yang ternyata adalah saudara sepupunya sendiri. Bukan hanya dirinya yang terkejut, tapi istri dan besan nya pun juga terkejut. Hanya Zanna yang terlihat biasa saja. Ia seolah sudah mengetahui hubungan putrinya dan keponakannya itu. Tapi ia juga berpura-pura terkejut untuk menutupi apa yang dia diketahui.


Haura sangat terkejut dengan kedatangan kedua orang tua serta mertuanya. Tubuhnya membeku. Ia tidak bisa berbuat apa-apa. Sedangkan Jeff menurunkan Haura dengan pelan tanpa merasa takut sedikitpun. Ia justru sangat senang jika hubungannya ketahuan oleh mereka berempat. Itu artinya Haura akan segera menjadi miliknya.


Mahendra yang melihat Haura diam saja dan tak berani menatapnya. Ia memilih pergi mencari keberadaan Keanu di rumah itu. Sebelum ia menuju ke lantai atas, ia mendengar suara ribut dari arah dapur. Dengan cepat Mahendra menuju ke sana. Benar saja di sana ada Keanu dan wanita yang sangat ia benci. Telihat Keanu sedang memeluk Olivia dari arah belakang.


"Keanu!" Bentak Mahendra lagi dengan suara lantang. Lagi-lagi ia di kejutkan oleh pemandangan yang merusak indera penglihatannya.


Keanu dan Olivia jauh lebih terkejut saat mendengar suara Mahendra yang menggema di ruangan itu. Mereka membulatkan kedua mata sempurna saat Mahendra berdiri di ambang pintu dengan tatapan garang. Olivia menundukkan kepala karena takut dengan tatapan tajam dari Mahendra. Badannya bergetar, ia bersembunyi dibelakang punggung Keanu.


"Sangat menjijikan! Jelaskan semuanya di depan." Mahendra pergi dari sana dalam keadaan marah.


Keanu menggenggam tangan sang istri dengan lembut untuk mentransfer kekuatan kepadanya. "Kita ke depan ya." Ajak Keanu dengan suara lembut. Ia sangat mengerti apa yang dirasakan oleh sang istri saat ini.


"Huf!" Olivia menghembuskan nafas kasar. Dadanya terasa sesak saat mengingat kembali bagaimana cara Mahendra menatapnya. Tatapan marah serta merendahkan terhadap dirinya yang berasal dari kelas rendahan. Lebih tepatnya anak yatim piatu. "Sebenarnya aku sangat takut. Tapi ... Ya sudahlah. Mungkin ini adalah waktu yang tepat untuk mengungkapkan semuanya. Karena tidak selamanya kita akan menyembunyikan status kita dan anak kita, Mas." Kata Olivia berusaha tegar.


Cup!


Keanu mengecup kening Olivia sangat dalam. "Mari kita hadapi bersama. Apa pun yang terjadi, aku akan tetap bersamamu, Sayang. Percayalah!"


"Aku percaya, Mas." Ucap Olivia dengan tegas.


Keanu dan Olivia mengikuti Mahendra dari arah belakang yang ternyata menuju ke ruang tamu. Mereka kembali merasakan terkejut yang luar biasa saat melihat ada siapa saja di ruangan tersebut. Ternyata bukan hanya Mahendra yang ada di sana, tapi juga kedua orang tua Haura dan juga mamanya Keanu.


Mereka semua duduk di sofa ruang tamu. Tidak ada yang berani mengeluarkan suara sedikitpun. Hanya hembusan nafas kasar yang beberapa kali keluar dari mulut mereka. Merasa tidak tahan, Mahendra membuka suara dan meminta penjelasan dari apa yang dia lihat.


"Jelaskan semuanya! Keanu kenapa wanita itu dan juga Jefferson ada di rumah ini!" Kata Mahendra penuh penekanan.


Rei sama sekali tidak mengeluarkan suara sedikitpun karena merasa kecewa terhadap putri tercintanya. Ia tidak tahu harus berkata apa, hatinya terlalu sakit.


Haura menatap sang mommy dengan mata yang berkaca-kaca. Ia merasa sangat bersalah sudah membohongi banyak orang terutama kedua orang tuanya. Tatap Haura bertemu dengan netra sang daddy yang menatapnya tanpa ekpresi. Hal itu membuat hati Haura teriris. Seumur hidup baru kali ini Haura mendapat tatapan seperti itu dari sang daddy. Apakah jika ia menjelaskan semuanya, kedua orang tuanya tidak akan membencinya? Atau malah sebaliknya?


Tidak ada pilihan lain, Haura memang harus mengatakan yang sebenarnya, dan menceritakan semuanya secara detail. Haura menarik nafas terlebih dahulu, dan mengeluarkannya secara perlahan, Untuk menetralisir perasaannya yang tengah kacau.


"Maafkan aku, Mom, Dad. Om Mahendra, dan Tante Sonya. Semuanya salahku." Ucap Haura dengan sekali tarikan nafas. Ia hanya bisa meminta maaf terlebih dahulu sebelum menjelaskan semuanya. Ucapan Haura yang memanggil mertuanya dengan sebutan Om dan Tante semakin membuat semuanya terhenyak. Entah apa maksud dari perkataan Haura, mereka tidak tahu. Mereka akan mendengarkan apa yang akan Haura katakan.


"Sebenarnya--"


"Jeff!" Seru Robert yang tiba-tiba muncul di ruang tamu yang datang bersama sang istri. Setelah mendapatkan pesan dari adik iparnya, Zanna. Robert dan Kinara langsung bergegas pergi ke alamat yang dikirimkan oleh Kinara. Mereka tidak tahu apa sebenarnya yang terjadi, Zanna hanya meminta mereka untuk datang ke sana. 


"Silahkan duduk, Kak, Mas." Ucap Zanna kepada kakak dan kakak iparnya. 


"Sebenarnya ada apa, kenapa kamu meminta kami untuk datang kesini?" tanya Kinara tak mengerti. "Jeff kenapa kamu juga ada di sini?" tanya Kinara lagi. 


Zanna yang mengerti dengan pikiran sang kakak yang pasti sangat penasaran dengan apa yang terjadi. Ia pun menceritakan semua mengenai apa yang mereka lihat secara detail. Hanya Zanna yang membuka suara, yang lain masih setia menutup mulutnya. Sedangkan Haura semakin gugup saat kedua orang tua Jeff datang kesana. Bahkan ucapan yang ia rangkai di dalam hati kini telah musnah. Apalagi tadi ucapannya sempat terputus karena kedatangan Robert dan Kinara. 


"Jadi ... Kalian berpikir bahwa Haura tengah menjalin hubungan dengan Jefferson?" ucap Kinara setelah mendengar cerita dari sang adik.


Zanna hanya menganggukkan kepala. "Bukan hanya Haura dan Jefferson yang kita curigai memiliki hubungan, Kak. Tapi, suami Haura juga."


"Maksudnya?" Kinara mengerutkan keningnya tak mengerti. Sebab Zanna tidak menceritakan perihal Keanu yang kepergok bermesraan di dalam dapur.


"Lihatlah!" Zanna menaikkan dagunya lalu mengarahkannya kepada Olivia yang tengah duduk di samping Keanu.


Kinara memijit pangkal hidungnya yang berdenyut. Kepalanya mendadak pusing memikirkan masalah tersebut. Sedangkan Robert, ia mengatap Jeff dengan tajam. Jika benar apa yang di pikirkan oleh semua orang adalah fakta, maka Robert tidak akan pernah memaafkan putra nya tersebut. 


Suasana kembali hening. Haura meremas kedua tangannya yang sudah basah akan keringat. "Tenang Haura. Kamu pasti bisa meluruskan masalah yang telah terjadi. Semuanya adalah rencana kamu sendiri, jadi apa pun yang terjadi kamu harus menanggung konsekuensinya." Batin Haura menyemangati dirinya sendiri. 


Haura mendongakkan kepala, menatap semua orang yang berada di ruang tamu tersebut. Ia menarik nafas terlebih dahulu sebelum mengungkapkan semua kebohongan yang telah ia buat. "Sebenarnya aku tidak pernah menikah dengan Keanu." Ucap Haura dengan sekali tarikan nafas. Yang berhasil membuat para orang tua tersebut tercengang. 


"Apa maksud kamu Haura? Daddy sendiri yang mengantarkan kamu kepada Keanu saat di altar pernikahan." Sanggah Rei membuka suara. Ia tidak percaya dengan ucapan Haura yang menurutnya hanya lelucon. 


"Bukan aku yang bersama Daddy waktu itu. Tapi, Kak Olivia." Haura kembali menegaskan ucapannya. 


"Omong kosong macam apa ini, Haura?" Kali ini Mahendra yang ikut menimpali. Ia tidak terima jika Keanu menikah dengan wanita yang sangat dia benci. 


"Aku akan menjelaskan semuanya. Asalkan semuanya diam! Tidak boleh yang menyela ucapanku sebelum aku selesai berbicara." Ucap Haura sekaligus perintah. Ia berkata dengan tegas. Keberaniannya tiba-tiba muncul saat mengingat Marvel, anak dari Keanu dan Olivia. Demi anak tersebut Haura rela berkorban untuk menyatukan kedua orang tuanya apapun yang terjadi. 


Semua orang yang ada di ruang tamu pun diam seketika, begitu juga Jeff. Ia terpaksa harus diam untuk menghargai keputusan serta perjuangan sangat pujaan hati. Meskipun dalam diri Jeff ingin sekali mengatakan yang sebenarnya melalui mulutnya sendiri. Jeff juga akan jujur tentang sikap jahatnya terhadap Haura dulu. Ia tidak mungkin menutupinya, meskipun Haura sudah memaafkannya. Tapi, Jeff tidak mau dihantui rasa bersalah terhadap kedua orang tuanya dan kedua orang tua Haura. 


"Aku akan bercerita dari awal aku memutuskan ingin menikah dengan Keanu." Haura akan menceritakan semuanya dengan detail. Namun, tidak dengan kejadian yang pernah ia lalui bersama Jeff. Hal itu belakangan, sekarang ia akak fokus meluruskan tentang pernikahan palsu antara dirinya dan Keanu. 


"Sebenarnya aku tidak pernah mengalami amnesia. Aku terpaksa berpura-pura menerima lamaran Om Mahendra yang berniat untuk menjodohkan aku dengan Keanu. Semua itu karena sebuah alasan yang tak bisa aku ungkapkan sekarang. Aku hanya akan menjelaskan tentang pernikahan palsu ini. Ya palsu. Karena aku sama sekali tidak pernah menikah dengan Keanu." Haura menekankan setiap kalimat yang terucap dari bibirnya. 


"Mana mungkin aku menikah dengan laki-laki yang sudah memiliki seorang kekasih, dan mereka sudah memiliki anak." Ungkapan Haura kali ini membuat semua orang tercengang. Bahkan tubuh Olivia menegang karenanya. "Ingat! Jangan menyela!" Ucap Haura mengingatkan kembali saat melihat Mahendra terlihat akan angkat bicara. 


"Keanu dan Kak Olivia sudah lama menjalin kasih. Tapi sayangnya hubungan mereka tak direstui oleh Om Mahendra hanya karena perbedaan status sosial. Aku yang membutuhkan seorang laki-laki untuk kepentinganku sendiri terpaksa menerima lamaran dari keluarga Mahendra. Awalnya Keanu tidak tahu kalau aku terpaksa menerima lamarannya, dan hanya pura-pura hilang ingatan. Hingga suatu kejadian tragis menimpa ku, hingga sebuah fakta terungkap bahwa aku dinyatakan hamil." Haura menghentikan ucapannya sejenak. Dadany terasa sesak saat mengingat kejadian dimana Jeff melecehkannya. 


Jeff menatap Haura dengan rasa bersalah. Ia sangat menyesal dengan perbuatannya. Jeff akan berjanji akan membahagiakan Haura setelah masalah ini selesai. 


"Aku terpaksa meminta Keanu untuk mengakui anak yang aku kandung. Karena sebenarnya aku sama sekali tidak pernah melakukan hubungan terlarang dengan Keanu, dan anak yang aku kandung bukanlah anak Keanu." Lagi-lagi ucapan Haura membuat semua orang disana senam jantung. Namun, mereka tak bisa menyela saat Haura kembali mengingatkan agar jangan menyela ucapannya. 


"Aku memang sudah tahu bahwa Keanu sudah memiliki seorang kekasih, dan mereka telah memiliki anak. Tentu saja itu adalah kesempatan bagus untuk aku menekan Keanu agar mau menuruti keinginan ku dengan sebuah perjanjian, yang dimana perjanjian tersebut harus melibatkan orang ketiga, yaitu Kak Olivia. Keanu yang takut rahasianya terbongkar di depan Om Mahendra tentu saja langsung menyetujui permintaanku. Apalagi perjanjian yang aku buat sama sekali tidak merugikan Keanu dan Olivia, bahkan menguntungkan bagi mereka berdua. Karena dengan rencana yang aku buat, mereka bisa menikah meskipun dengan cara seperti ini."


"Awalnya aku juga terlalu perduli dengan kisah cinta mereka berdua. Sebab yang aku butuhkan adalah pengakuan Keanu terhadap anak yang aku kandung. Namun, setelah aku berbicara empat mata dengan Kak Olivia, dan kita banyak bercerita mengenai kehidupan yang kita jalani, hatiku jadi tersentuh. Entah kenapa aku merasa nyaman saat bersama dengan Kak Olivia. Aku meresakan punya seorang kakak perempuan yang memang aku impikan sejak dulu. Aku semakin bertekad untuk menyatukan mereka berdua dalam acara pernikahan aku dengan segala rencana cemerlang ku, saat aku mengingat Marvel, anak mereka yang sudah berusia satu tahun."


"Anak sekecil dia harus berpisah dengan kedua orang tuanya demi keselamatannya dan juga keselamatan Kak Olivia, agar terbebas dari ancaman Om Mahendra. Karena sebuah keegoisan anak sekecil Marvel harus kekurangan kasih sayang dari kedua orang tuanya. Meskipun cara yang aku lakukan sangat lah salah, tapi aku sangat bersyukur bisa membuat Keanu dan Kak Olivia menikah." Tak terasa Haura meneteskan air mata saat mengingat Marvel. Ia jadi terbayang dengan anaknya sendiri yang masih berada dalam kandungan. 


Aaaakh! Ssstt! 


Haura!