Kingston Is My Life

Kingston Is My Life
bab 12.



"Bagaimana acara pertemuan kamu dan Jefferson. Apakah lancar?" tanya laki-laki paruh baya yang bernama Mahendra kepada sang putra.


"Semuanya berjalan lancar. Papa tenang saja, aku akan memberikan hadiah yang besar untuk papa," ucap Keanu sambil tersenyum sombong.


"Hadiah? Maksud kamu apa, Keanu? Jangan berulah dan bertindak bodoh, papa tidak mau kesempatan bekerjasama dengan perusahaan Kingston menjadi gagal."


Keanu tersenyum sinis, papanya selalu merendahkan dirinya tentang usaha yang dia lakukan. Itulah yang membuat Keanu membenci seorang Jefferson sejak dulu hingga rela mengorbankan wanita yang paling dia cintai untuk menghancurkan kehidupan Jefferson. Namun, entah usahanya tidak berjalan mulus. Sebab Jeff tidak selemah yang Keanu pikirkan.


"Papa lebih memilih yang mana, bekerjasama dengan perusahaan Kingston, atau berhasil menjodohkan aku dengan putri dari pemimpin perusahaan Pradipa?" tanya Keanu tanpa memperdulikan pertanyaan papanya.


"Tentu saja papa lebih memilih kamu bertunangan dengan Haura," jawab Haura dengan cepat. Karena dia memang menginginkan putranya bertunangan dan menikah dengan Haura, putri dari Reinaldo Pradipa. Sebab jika sampai itu terjadi, otomatis perusahaan Mahendra akan maju karena bantuan dari perusahaan Pradipa.


"Kalau begitu papa tunggu saja, aku akan mengabulkan keinginan papa." Keanu berkata dengan sangat yakin. Sebab Jeff pasti akan menyetujui kesepakatan itu demi bertemu dengan Olivia. Sedangkan Olivia tidak akan mungkin mau menemui Jeff tanpa ada persetujuan darinya.


"Benarkah? Baiklah papa akan menunggu hadiah itu, Keanu. Jangan membuat papa kecewa. Kamu tahu sendiri 'kan akibatnya jika membuat papa mu ini marah," ucap Mahendra penuh penekanan.


Keanu hanya diam tanpa menanggapi ucapan sang papa. Ia terlalu malas untuk meladeninya. Keanu sangat hafal apa yang akan papanya lakukan jika dia marah. Sasarannya adalah Olivia. Papanya sangat tidak menyukai Olivia sejak dulu, makanya Keanu sangat menjaga ketat kekasihnya itu hingga di kawal oleh beberapa bodyguard agar tidak lagi di celakai oleh sang papa.


Namun, bukan hanya karena itu Keanu menyembunyikan Olivia dan juga menjaganya dengan ketat. Ia juga takut Jeff menemukan keberadaan Olivia. Jika sampai itu terjadi maka rencananya akan gagal total. Akan tetapi, sekarang Keanu mempunyai rencana lain untuk membuat Jefferson menderita di kemudian hari.


Jeff memilih pergi lagi dari kediaman Mahendra. Sebenarnya ia pulang karena merindukan Sonya, sang mama. Namun, baru juga masuk ke dalam rumah langsung di berondong dengan berbagai macam pertanyaan oleh papanya. Membuat mood Keanu hancur seketika.


Itulah alasan Keanu memilih tinggal di apartemennya daripada tinggal di rumah. Karena papanya akan selalu membuat hari-harinya kacau. Sebab papanya selalu menuntut Keanu supaya bisa seperti Jeff sang pengusaha sukses.


Mahendra selalu membanding-bandingkan Keanu dengan Jeff sejak mereka masih sekolah menengah atas. Meskipun Jeff sama sekali tidak mengenal Keanu dan baru mengenalnya kemarin. Namun, Mahendra sudah mengenalnya sejak Jeff masih anak-anak. Siapa yang tidak mengenal putra dari seorang Jefferson, pengusaha kaya raya yang bisnisnya berkembang di kota A dan kota J.


Setiap prestasi yang dicapai oleh Jeff selalu terekspos di dunia maya. Jadi, Mahendra menginginkan hal sama. Ia terus menekan Keanu agar bisa seperti Jeff. Hingga tidak memikirkan kemampuan Keanu dan juga mentalnya.


Hingga suatu ketika, Mahendra juga mengetahui kecerdasan serta prestasi yang di capai oleh Haura. Membuatnya kembali berambisi ingin mempunyai anak yang begitu cerdas dan pintar. Mahendra selalu menekan Keanu supaya seperti anak pengusaha-pengusaha lainnya agar juga ikut terkenal dan disanjung oleh semua orang di awak media. Makanya ia rela melakukan berbagai macam cara agar bisa mencapai tujuannya.


Keanu melajukan mobilnya kearah apartemen milik Olivia yang dibelikan olehnya menggunakan uang dia sendiri. Sebab takut ketahuan oleh papanya yang super gila menurutnya. Keanu layaknya robot yang harus mematuhi semua keinginan papanya.


Keanu memasuki apartemen menggunakan access card miliknya. sedangkan dua bodyguard yang dia tugaskan untuk menjaga Olivia hanya berjaga di halaman apartemen. Sebab Olivia tidak ingin terlalu di kekang oleh Keanu, maka dari itu ia mengikuti keinginan sang kekasih.


Ceklek!


Keanu tidak menemukan adanya Olivia di sana. Jadi, ia berinisiatif untuk mencarinya kedalam kamar, siapa tahu Olivia sedang beristirahat. Benar saja saat Keanu memasuki kamar, dia melihat Olivia tengah terlelap di atas ranjang king size tanpa menggunakan selimut.


Namun tindakannya membuat sang kekasih terusik. Hingga dia terbangun dari tidurnya. "Eungh! Ke." Seru wanita cantik ketika melihat sang kekasih ada di sana.


Wanita yang terlihat begitu dewasa. Namun terlihat sangat anggun. Sangat jauh dengan penampilan dan sikap Haura yang kekanak-kanakan. Namun, tetap saja yang paling cantik adalah Haura.


"Tidurlah, kenapa bangun, hum?" Keanu duduk di sisi ranjang dengan tangan yang terulur mengusap rambut sang kekasih.


"Tentu saja gara-gara kamu yang terlalu berisik hingga aku terbangun," ucap Olivia berapi-api.


"Benarkah? Ya sudah kalau begitu ayo bangun, ada yang ingin aku bicarakan." Keanu berkata dengan ekspresi serius. Membuat Olivia langsung terbangun dari tidurnya.


"Mau bicara apa, Ke?" Olivia duduk bersandar di headbord dengan menatap serius kearah Keanu.


"Jefferson sudah mengetahui tentang hubungan kita. Dia bahkan ingin bertemu denganmu," ungkap Keanu to the point.


Olivia tercengang, ia tidak menyangka bahwa Jeff sudah menemukan dirinya setelah beberapa tahun ia tinggalkan. Namun, Olivia tidak bisa berbuat banyak. Ia akan melakukan apa yang diperintahkan oleh Keanu. Sebab ia tidak ingin mengambil keputusan itu seorang diri. Olivia sudah terbiasa hidup diatur oleh Keanu. Tapi dia tidak merasa keberatan karena Olivia menyukai aturan itu.


Olivia mengartikan aturan dari Keanu adalah bentuk kasih sayang terhadapnya. Olivia yang tidak mempunyai siapa-siapa hanya bisa bergantung dengan Keanu yang selalu ada untuknya. Hingga ia rela melakukan apapun yang kekasihnya itu perintahkan. Walaupun harus menyakiti seorang Jeff seperti empat tahun yang lalu.


"Lalu, aku harus bagaimana Ke?" tanya Olivia dengan ekspresi serius.


"Tunggu dia hari lagi. Setelah itu aku akan memberitahukan keputusan apa yang harus aku buat, dan apa yang harus kamu lakukan. Yang paling penting kamu tidak boleh tergoda dengan Jefferson."


"Apa kamu tidak percaya sama aku, Ke? Hingga kamu memperingatkan aku hal itu? Apa masih kurang bukti cinta ku selama ini?" tanya Olivia dengan mata yang berkaca-kaca.


"Tidak! Bukan seperti itu maksud aku, Sayang. Aku hanya takut kehilangan kamu. Kamu tahu sendiri 'kan kalau aku sangat mencintai kamu. Jadi apapun yang terjadi nanti, kamu tidak boleh jatuh cinta kepada Jeff."


"Baiklah aku percaya, dan aku tidak akan pernah tergoda dengan pesona Jeff," ucap Olivia sangat yakin. Mana mungkin dia mencintai laki-laki lain sedangkan dirinya sudah terikat terlalu jauh dengan Keanu. Jika itupun terjadi maka Olivia hanya bisa mencintai dalam diam. Sebab dia sama sekali tidak akan pernah lepas dari genggaman Keanu.


Keanu tersenyum mendengar ucapan Olivia. Ia langsung menyerang Olivia dengan ciuman panasnya. Membuat Olivia terkejut. Namun, lama-lama Olivia ikut terbuai dengan ciuman itu dan bisa mengimbanginya.


Ciuman Keanu begitu ganas dan sangat menuntut. Ciumannya turun ke leher, dan meninggalkan banyak jejak kepemilikan di sana. Hingga tanpa sadar Olivia meleng*** dan mende*** saat Keanu menyapukan lidahnya de leher jenjang milik Olivia.


Eungh! Aahh!