
Jeff sesekali melirik Haura yang duduk di sebelahnya. "Khem!" Jeff berdeham untuk mencairkan suasana canggung diantara keduanya. Namun, Haura tetap dengan posisinya yang menatap keluar jendela.
"Em ... Haura ...." Sapa Jeff sedikit gugup. Ia tidak tahu harus memulai percakapan darimana.
Haura hanya melirik sekilas kepada Jeff lalu kembali lagi keposisi semula tak berniat menjawab sapaan dari kakak sepupunya itu.
"Astaga. Kenapa wajahnya dingin sekali. Padahal dulu biasa-biasa saja. Untung cinta kalau tidak sudah aku turunkan dia di jalan biar tahu rasa dimakan hewan." Gerutu Jeff dalam hati. "Tuhan ... Kenapa cepat sekali karma ini. Dulu Haura yang mengejar cintaku, sekarang aku sendiri yang tergila-gila kepadanya. Entah daya pikat apa yang Haura miliki hingga aku sampai segila ini." Lanjutnya merasa sedih.
Sesekali Haura tersenyum tipis saat mendengar helaan nafas berat yang keluar dari mulut Jeff. Haura tertawa dalam hati karena baru kali ini ia melihat wajah Jeff yang cemberut, tapi terlihat sangat imut. Jika saja keadaan masih sama seperti dulu, maka Haura akan menggigit pipi serta bibir Jeff yang begitu menggoda. Namun, keadaan sudah berubah, Haura tidak mungkin melakukan semua itu di saat luka di hatinya masih menganga.
"Haura! Jangan diam terus dong. Rasanya aku sedang duduk di tengah kuburan kalau seperti ini," ucap Jeff memelas.
"Kamu menyumpahi ku supaya cepat mati, huh?" Sungut Haura tak terima.
Jeff menggelengkan kepala menolak tuduhan Haura yang sama sekali tidak terlintas sedikit pun di benaknya. "B-bukan begitu, Haura. Maksud aku itu--"
"Sudahlah jangan bicara lagi!" Haura memotong ucapan Jeff yang terdengar gatal di telinganya. Haura sampai menggosok daun telinganya berkali-kali.
Jeff menelan saliva nya dengan susah payah. Haura seperti mengeluarkan taring serta tanduknya membuat Jeff tak bisa berkutik. Jeff terus memikirkan cara untuk membuat Haura berbicara kepadanya.
"Haura ... Maafkan aku. Kamu kecelakaan gara-gara aku," ucap Jeff menyesal. Ia sudah melihat rekaman CCTV waktu itu. Ternyata benar, Haura sudah mendengar percakapannya bersama Arvin.
Haura membalikkan badan untuk melihat Jeff. "Maksud kamu apa?" Haura berpura-pura tak mengerti dengan perkataan Jeff. Ia ingin mendengar semuanya dari mulut Jeff sendiri.
"Aku sudah lihat rekaman CCTV di kantor waktu kamu mendengar percakapan ku dengan Arvin. Maaf, aku tidak bermaksud untuk menukar kamu dengan Olivia. Kamu salah faham Haura." Jeff mengakui kesalahannya, dan berharap Haura mau memaafkan kesalahannya untuk yang kesekian kali.
"Ooohhh ...." Hanya itu yang keluar dari mulut Haura.
"Kok cuma oh? Kamu gak mau maafin aku ya?" tanya Jeff lagi.
"Jangan hanya mengatakan kata maaf saja, Jeff. Buktikan kalau kamu benar-benar menyesal dengan perbuatan mu di masa lalu," ucap Haura tanpa melirik kearah Jeff sedikitpun. Ia hanya menatap lurus kedepan. Namun perkataannya mampu membuat hati Jeff mencelos.
"Baik! Aku akan buktikan kalau aku benar-benar berubah, Haura. Tolong berikan aku kesempatan untuk membuktikan kalau aku sangat mencintai kamu, dan bukan sekedar pelampiasan saja," tutur Jeff penuh harap. Ia sangat ingin menjalin kasih dengan Haura. Bahkan ingin menikahinya sekarang juga.
"Aku menunggu perjuangan mu, Jeff. Tapi ... Jika untuk menjalin kasih dengan kamu, maaf, aku tidak bisa. Sebentar lagi aku akan menikah dengan Keanu. Jadi, aku tidak mungkin membatalkan pernikahan itu."
Ckiiit!
Jeff reflek menginjak pedal rem saat mendengar ucapan Haura yang tak bisa dibantah. "Baby ... Please, berikan satu kesempatan untuk aku bisa bersama mu, dan batalkan pernikahan itu. Aku siap menikahimu." Jeff menggenggam tangan Haura dengan lembut, serta menatapnya penuh harap.
"Jeff ... Aku sedang hamil, dan itu anak Keanu. Mana mungkin aku menikah dengan laki-laki lain. Bagaimana dengan nasib anakku nanti."
"Aku akan menerima anak itu, dan akan menyayanginya seperti anakku sendiri. Aku jamin anak itu tidak akan kekurangan kasih sayang sedikitpun dari aku."
"Aku benar-benar tidak bisa Jeff. Undangan pernikahan sudah disebar, besok lusa adalah acara pernikahan aku sama Keanu."
"Apa! Kenapa mendadak sekali?" Jeff sangat terkejut saat mendengar ucapan Haura yang terkesan mendadak itu. Besok lusa adalah hari meetingnya di luar negeri. Kenapa Haura harus menikah besok lusa? Jeff harus bisa menggagalkan acara pernikahan itu. Tapi, bagaimana caranya.
"Apanya yang mendadak. Bahkan undangan pernikahan sudah disebar satu minggu yang lalu. Dengar Jeff! Jangan coba-coba untuk menggagalkan acara pernikahan aku. Jika sampai itu terjadi, aku tidak akan pernah memaafkan mu, Jeff. Ingat itu!" Haura melepaskan tangannya dari genggaman Jeff. Ia dapat melihat tatapan jahat dari Jeff saat mendengar kata pernikahan.
Haura tidak ingin rencananya gagal. Apalagi ia sudah berjanji kepada Olivia untuk menyatukan cintanya bersama Keanu. Andaikan saja Jeff mengakui kesalahannya sejak awal pasti Haura sudah menggagalkan rencana pernikahannya dengan Keanu.
Jeff mendadak bungkam. Ia seolah tak harapan lagi untuk menikah dengan Haura. Namun, Jeff tidak akan menyerah ia harus mencari ide agar Haura tidak jadi menikah dengan Keanu. Jeff harus berunding dengan Arvin dan meminta pendapatnya. Jeff benar-benar takut kehilangan Haura.
Setelah sampai dikediaman Pradipa Jeff hanya menurunkan Haura saja tak berniat untuk singgah di sana. Sebab ia tahu kalau Rei tidak akan membiarkan dirinya menginjakkan kaki di sana.
"Makasih sudah mau mengantarkan aku," ucap Haura dengan tulus. Meskipun sekarang ia sangat senggan memanggil Jeff dengan sebutan Kakak lagi.
Hati Haura menghangat kala mendapatkan sentuhan dari Jeff. Sentuhan yang sangat ia rindukan selama satu bulan ini. Sentuhan yang selalu membuat Haura tercandu-candu. Sentuhan yang membuat Haura susah tidur, dan sentuhan yang membuat jantung Haura bergetar tak karuan.
Jeff tersenyum tipis saat melihat ekspresi Haura yang tiba-tiba menegang. Ia yakin Haura masih mencintainya. Hanya saja rasa sakit dan kecewa yang dialaminya membuat Haura membangun benteng kokoh di dalam hatinya agar tidak tertipu lagi dengan ucapan manis dari Jeff. Jeff akan membuat benteng itu roboh dan tergantikan oleh rasa cinta yang tulus. Jeff berjanji jika ia bisa hidup bersy Haura maka tidak akan pernah ada lagi yang namanya Bastard dalam diri Jeff.
Meluluhkan hati seorang wanita yang sempat rapuh memang tidak akan mudah. Namun, Jeff yakin bahwa cintanya akan bersambut indah pada saatnya nanti. Ia hanya perlu sedikit bersabar dalam perjuangan ini. Seperti Haura dulu yang selalu sabar akan sikap dinginnya. Bahkan Haura masih bertahan saat dirinya berkata pedas dan begitu menusuk di relung hatinya. Bagaimana mungkin Jeff menyerah saat ini jika Haura saja kuat akan ujiannya di masa lalu.
Jeff harus lebih kuat lagi dari Haura agar ia bisa mendapatkan hatinya. Oiya, jangan lupakan Jegf juga harus berjuang untuk meluluhkan hati calon mertuanya. "Semangat Jefferson Kingston!" Ucap Jeff dalam hati untuk menyemangati dirinya.
*****
Hari telah berganti hari. Tak terasa sekarang adalah hari pernikahan Haura dan Keanu akan dilaksanakan. Pernikahan yang begitu mewah dan meriah. Pernikahan mereka dilaksanakan di hotel Kingston dengan tema indoor. Lagi-lagi Haura sengaja menyewa hotel milik keluarga Kingston untuk acara pernikahannya. Ia akan membuktikan kepada Jeff bahwa dirinya benar-benar sudah melupakan dirinya walaupun hanyalah sebuah kamuflase semata.
Haura terlihat sangat cantik dengan gaun putih tanpa lengan yang bertaburkan mutiara. Sangat serasi dengan setelan tuxedo hitam yang dikenakan oleh Keanu. Zanna, Rei, Sonya, dan Mahendra terlihat begitu bahagia melihat anak-anak mereka yang akan melangsungkan acara pernikahan.
Terlihat dari jarak jauh Jeff, Kirana, dan juga Robert menatap sedih terhadap pasangan pengantin itu. Tatapan mereka sangat sulit diartikan. tatapan yang berbeda dari ketiga orang tersebut. Jeff menatap marah dan kecewa terhadap Haura yang lebih memilih Keanu daripada dirinya. Kinara menatap sedih karena ia tak bisa membuat Haura menjaga menantunya. Sedangkan Robert menatap penuh rasa bersalah kepada Haura yang pernah dilecehkan oleh putranya.
Tak sengaja atensi Haura dan Jeff bertabrakan, saling mengunci satu sama lain. Jeff mengepalkan kedua tangan saat melihat Haura mengalihkan tatapannya dengan bermesraan dengan Keanu. Jeff memilih pergi dari sana, ia tidak sanggup jika harus menyaksikan pernikahan wanita yang sangat ia cintai. Jeff benar-benar menyesal atas apa yang dia perbuat di masa lalu terhadap Haura.
Jeff akan melakukan apapun asalkan Haura mau kembali bersamanya. Bahkan Jeff rela jika harus kehilangan kekuasaannya asalkan Haura tidak menikah dengan Keanu. Mungkin memang tidak ada kesempatan lagi untuk Jeff. Padahal Jeff dapat melihat dari sorot mata Haura kalau di sana masih ada cinta untuknya walaupun tak sebesar dulu. Sebab tatapan Haura sudah tak seindah dulu.
Jeff pergi dari hotel milik keluarganya. Ia mengendarai mobilnya tanpa tujuan yang jelas. Seorang Jefferson yang terkenal garang kini tengah menangisi nasib percintaannya yang kandas akan kebodohannya di masa lalu. Jeff begitu hancur saat ini. Hatinya terkoyak habis. Jika ia diberikan dengan dua pilihan hidup atau mati maka Jeff akan memilih mati saja daripada hidup tapi tak bisa menggapai cintanya.
Bisa saja Jeff mengakhiri hidupnya saat itu juga dengan cara menabrakkan diri ke pembatas jalan. Akan tetapi ... Bayangan sang mommy saat tersenyum kepadanya menggagalkan niat buruknya. Ia begitu menyayangi sang mommy lebih dari apapun. Jeff harus mengakui kesalahannya terhadap Haura kepada mommy dan daddy-nya. Jeff tidak perduli jika ia akan mendapatkan amarah lagi dari sang daddy. Yang penting Jeff sudah berusaha untuk jujur.
Jeff akan pasrah jika harus pergi meninggalkan kekuasaannya, dan menjadi gelandangan. Jeff akan memulai semuanya dari nol. Jeff akan membuktikan kepada Haura bahwa dirinya benar-benar sudah berubah. Jeff masih berharap bisa bersatu dengan Haura suatu saat nanti. Jeff tahu betul untuk siapa hati Keanu saat ini yang pastinya masih mencintai Olivia.
Jeff memang tidak tahu kalau sebenarnya Keanu dan Olivia sudah mempunyai anak. Hanya saja Jeff dapat melihat di mata Keanu sama sekali tidak ada cinta untuk Haura. Jeff bahkan bertanya-tanya kenapa Haura masih meneruskan acara pernikahannya dengan Keanu. Padahal Jeff tidak sungguh-sungguh berniat akan menukar Haura dengan Olivia.
Jeff mengatakan seperti itu karena dirinya dalam keadaan marah. Pikirannya masih kacau waktu itu. Namun, setelah bertemu dengan Olivia, Jeff sadar kalau perasaannya untuk wanita tersebut sudah tidak ada karena Jeff sudah mulai mencintai Haura. Akan tetapi, saat Jeff akan menyatakan perasaannya tiba-tiba Haura mengalami kecelakaan dan tidak mengingatnya.
Bodohnya Jeff selalu mengutamakan rasa gengsinya daripada mengutarakan perasaannya terhadap Haura. Jeff akui bahwa dirinya memang bodoh. Andaikan ia mendengarkan nasehat Arvin waktu itu pasti Jeff tidak akan menyesal saat ini.
*****
Acara pernikahan berlangsung dengan lancar. Setelah mengikrarkan janji suci, pasangan pengantin baru telah sah, dan resmi menjadi pasangan suami-istri. Kini tinggal acara resepsi pernikahan. Kedua mempelai berdiri di atas pelaminan untuk menerima ucapan selamat dari para tamu yang hadir.
Selama acara itu berlangsung Haura hanya diam saja. Sesekali ia hanya tersenyum kepada para tamu yang mengucapkan selamat kepadanya. Haura sudah berusaha terlihat bahagia di depan semua orang terutama di depan kedua orang tua serta mertuanya. Namun tetap saja ia merasa berat apalagi saat melihat tatapan sendu di mata Jefferson tadi.
Ya, lagi-lagi Haura memikirkan Jefferson. Cinta memang bisa membutakan segalanya. Membenarkan apa yang salah, dan terlihat baik di sisi buruknya. Terkadang seorang wanita akan melupakan semua kejahatan laki-laki yang ia cintai hanya dengan sebuah perhatian atau ungkapan cinta. Karena sejatinya, cinta tidak akan mengungkit kesalahan orang yang ia cintai di masa lalu.
Cinta itu mudah memaafkan setelah dipatahkan, jika di dalam lubuk hati yang terdalam masih bertakhta namanya. Cinta tak butuh logika, karena cinta adalah sebuah rasa yang tak semua orang dapat mengatasi kegilaannya. Tak bisa dihentikan jika cinta sudah memberontak di dalam jiwa. Tak bisa dihentikan jika cinta memegang kendali dalam hati serta pikiran kita.
Keindahan cinta tak dapat digambarkan dengan sebuah perumpamaan. Sebab cinta terlalu sempurna untuk dibandingkan dengan sesuatu hal yang berbentuk fanah. Tanpa diperintahkan cinta akan tumbuh dengan sendirinya, datang tak diundang bagaikan Jailangkung. Cinta akan pergi jika hati sudah lelah dalam menjalaninya.
Seperti cinta Haura yang begitu besar untuk Jefferson. Sekuat apapun, sekeras apapun, Haura tidak bisa langsung menghapusnya. Sebab cintanya terhadap Jefferson sangatlah besar. Cinta yang telah lama bersemayam dalam hatinya. Bahkan Haura harus mencintai dalam diam. Lalu, apakah sekarang Haura dituntut untuk melupakan cintanya? Tidak! Haura masih berusaha untuk menghapus rasa itu walaupun mustahil ia bisa menghapusnya.
Apalagi di dalam rahimnya telah tumbuh sebuah nyawa dari hasil percintaannya dari laki-laki yang paling ia cintai. Sebuah nyawa yang akan mempererat ikatan darah antara nyawa tersebut dengan laki-laki yang ia cintai. Haura harus memikirkan masa depan nyawa yang ada di rahimnya kelak.
Cinta sangatlah egois. Ia akan membuat seseorang merasakan dilema dalam sebuah pilihan yang sangat sulit. Seperti yang Haura rasakan saat ini. Ia dihadapkan dengan berbagai macam pilihan hidup. Ia bingung harus memilih yang mana. Apakah Haura akan tetap menjadi istri dari Keanu Mahendra? Apakah Haura akan kembali kepada Jefferson setelah bercerai nanti? Apakah Haura harus pergi jauh dari Jefferson setelah anaknya nanti lahir?
Masih banyak yang harus Haura pikirkan. Cinta hadir tanpa mengenal status seseorang yang ia singgahi. Haura mengalami hal serupa. Ia melabuhkan cinta kepada orang yang salah hingga ia kesulitan untuk melupakannya. Entahlah Haura akan memilih kehidupan yang mana. Ia benar-benar bingung. Sekarang yang Haura butuhkan adalah teman curhat.
Ingin bercerita kepada sang mommy itu tidak mungkin, apalagi kepada sang daddy, pasti mereka akan sangat kecewa. Ah rasanya kepala Haura ingin meledak jika memikirkan semua itu. Sekedar teman curhat pun Haura tak punya. Apa yang harus Haura lakukan? Semoga saja garis takdir dari Tuhan akan sangat indah pada waktunya nanti.