Kingston Is My Life

Kingston Is My Life
bab 2.



Jeff memanggil Arvin, sang asisten pribadi sekaligus sahabat dekatnya melalui sambungan telepon yang terhubung dengan Arvin. "Cepat keruanganku sekarang!" perintah Jeff dengan tegas.


Arvin dengan cepat memasuki ruangan CEO untuk menemui sang atasan. "Ada apa, Tuan?" tanya Arvin sambil membungkukkan badan sebagai tanda hormat. Meskipun Arvin adalah sahabat dekatnya Jeff, tapi dia selalu bersikap profesional jika saat bekerja.


"Seperti biasa, carikan aku sekertaris yang sesuai dengan kriteria ku," perintah Jeff dengan nada dingin.


"Baik, Tuan. Akan saya laksanakan." Arvin keluar dari ruangan itu untuk menjalankan tugasnya. Tugas yang selalu membuatnya pusing setiap satu bulan satu kali.


Jefferson menginginkan sekertaris yang cantik dan seksi. Ia akan menggunakan sekertaris itu hanya dalam jangka waktu satu bulan. Sebab ia hanya butuh kepuasan dari para sekertaris itu.


Dibalik sikap dingin yang Jeff tunjukkan, ada jiwa bastard di dalam dirinya. Yang suka bermain dengan wanita-wanita cantik di luaran sana untuk menuntaskan h*sratnya. Hanya Arvin yang mengetahui hal itu, kedua orang tua Jeff tidak tahu jika putranya adalah seorang bastard.


Jeff menjadi seperti itu karena dipatahkan hatinya oleh wanita yang sangat dia cintai. Hingga dirinya tidak percaya dengan adanya cinta. Yang ada hanyalah kepuasan semata.


Tak butuh waktu lama Arvin kembali ke ruangan Jeff dengan membawa seorang wanita cantik untuk dijadikan sekertaris sesuai dengan permintaan Jefferson. Setelah itu Arvin pergi meninggalkan Jeff berdua dengan sekertaris barunya.


Jeff duduk di kursi kebesarannya sambil menatap lapar kearah wanita yang ada di hadapannya. Ia meneliti wanita itu dari ujung kaki hingga ujung kepala. Sepertinya lumayan lah dengan selera Jefferson.


"Nama saya Nita, Pak. Terimakasih sudah mau menjadikan saya sebagai sekertaris Anda," ucap Nita dengan sopan. Ia sudah tahu cara kerja di sana, dan apa saja tugasnya selama menjadi sekertaris Jeff.


"Arvin sudah mengatakan semuanya 'kan apa saja tugas kamu selama menjadi sekertaris saya?" Jeff menatap Nita dengan tatapan mengintimidasi.


"Sudah, Pak."


"Kalau begitu lakukan tugas kamu mulai dari sekarang," perintah Jeff sambil bersender di kursi kebesarannya.


Nita yang mengerti dengan maksud sang atasan langsung berjalan kearah Jeff dengan berlenggak-lenggok. Membuat siapa saja yang melihatnya menjadi tergoda. Namun, Jeff menutup kedua matanya rapat-rapat. Ia tidak ingin melihat wajah wanita yang akan melayani kebutuhannya. Itu adalah kebiasaan Jeff saat melakukan ritual memakan ice cream.


Nita mulai menggeray*ngi tubuh Jeff dengan betul lembut, hingga Jeff meleng*h merasakan sentuhan itu. Nita begitu lihai melakukan foreplay itu karena dia sudah berpengalaman. Jeff memang mencari sekertaris yang berpengalaman dalam hal memakan ice cream.


Namun, tetap saja Jeff harus menjamin bahwa wanita itu masih steril. Sebab Jeff tidak ingin menggunakan barang bekas. Meskipun hanya ritual memakan ice cream.


Nita membuka resleting dicelana Jeff dengan pelan. Seolah sedang memberikan rangs*ngan kepada Jeff. Benar saja terong jumbo milik Jeff sudah berdiri tegak layaknya tongkat sakti mandraguna.


Nita yang melihat itu sangat tergoda ingin melah*p terong jumbo rasa sosis bakar. Pahatan di tubuh Jeff begitu sempurna. Di perutnya terdiri dari 6 kotak roti sobek. Badannya dipenuhi dengan otot-otot yang begitu kekar. Nita membayangkan jika dirinya berada di bawah kungkungan Jeff pasti akan sangat nikm*t rasanya.


Namun, semuanya hanya hayalan semata. Sebab Jeff tidak mengizinkan terong jumbo-nya memasuki goa di dalam hutan belantara milik para wanita termasuk juga Nita. Jeff hanya mengizinkannya bermain menggunakan mul*t saja.


"Sekarang!" Perintah Jeff dengan suara serak yang telah diliputi oleh kabut gairah.


Nita menekuk kedua lututnya di atas lantai seraya memposisikan wajahnya di terong jumbo milik Jeff. Nita menji**ti terong itu seperti menji**t ice cream. Membuat Jeff menger*ng dan mendes*h saat merasakan tongkat saktinya seperti direm*s-rem*s.


Jeff memanggil nama wanita yang sangat ia cintai. Itulah sebabnya Jeff tidak ingin melihat para wanita yang sedang bermain dengan terong jumbo-nya. Karena di dalam pikirannya hanya ada Olivia. Cinta pertama Jeff yang berhasil menempati posisi tertinggi di hati Jeff. Meskipun Olivia telah menyakiti hati Jeff, tapi namanya nasih bertahta di hati Jeff.


Setiap kali Jeff bermain dengan para sekertarisnya ia selalu membayangkan tengah bermain dengan Olivia. Impiannya sejak berada di kota A. Jeff sangat menginginkan bisa bermain ranjang bersama dengan Olivia. Namun, wanita itu selalu menolak keinginan Jeff.


Hingga suatu saat Olivia pergi meninggalkan Jeff yang tengah jatuh cinta sedalam-dalamnya. Di saat itulah Jeff merasa frustasi dan menutup hatinya untuk wanita manapun. Ia hanya bisa menjadikan wanita sebagai pemuas nafs*nya.


Nita tidak menghiraukan Jeff yang tengah menyerukan nama wanita lain di tengah-tengah permainnya. Yang penting ia bisa mendapatkan bayaran fantastis selama satu bulan ke depan.


Emph ... Emph ... Emph ...


Nita terus memompa mul*tnya di tongkat sakti mandraguna itu. Hanya merasakan terong jumbo milik Jeff saja Nita sudah merasa tergila-gila. Bagaimana jika dirinya yang di pompa oleh Jeff pasti Nita akan semakin melayang ke atas awan.


Jeff merasakan tubuhnya menegang ia menekan kepala Nita untuk mempercepat permainannya. Hingga terong-nya mengeluarkan bibitnya di dalam mul*t Nita. Badan Jeff bergetar merasakan pelepasan yang begitu nikm*t.


Aahh ... Aahh ... Aahh ...


Nita menelan semua mayones yang sangat lezat milik Jeff. Meskipun tugasnya hanya memuaskan tanpa di puaskan, Nita tetap merasa bangga bisa melayani seorang Jefferson yang banyak di gilai oleh para wanita diluaran sana.


Nita termasuk orang yang beruntung bisa menikmati bagian tubuh Jeff walaupun tidak sepenuhnya. Nita akan akan berusaha menggoda Jeff agar suatu saat Jeff bisa berada di atas tubuhnya di ranjang yang sama.


Sedangkan di luar ruangan. Haura merasakan gugup saat akan mengetuk pintu ruang kerja Jeff. Hari ini ia akan mengantarkan bekal makan siang untuk kakak sepupunya itu.


"Huf! Tenang Haura, jangan gugup," ucap Haura menyemangati dirinya sendiri.


Tok! Tok! Tok!


Jeff merasa kesal karena ada yang mengganggu aktivitasnya bersama Nita. Dengan cepat ia memerintahkan Nita untuk merapikan pakaiannya yang juga sempat acak-acakan. Sedangkan Jeff memasuki kamar pribadi yang terdapat di ruang kerjanya. Ia harus membersihkan dirinya dulu setelah mengeluarkan bibit terongnya.


Ceklek!


Nita membuka ruang kerja Jeff dan melihat siapa tamu yang datang. Seorang wanita cantik tengah membawa rantang makanan di tangannya. "Silahkan masuk, Nona," ucap Nita dengan sopan. Ia memang tahu siapa wanita yang datang itu. Putri dari pengusaha terkenal di kota itu sekaligus saudara sepupu dari atasannya.


"Terimakasih." Haura memasuki ruang kerja Jeff denganĀ  perasaan tak menentu. Ia melihat Jeff yang baru keluar dari dalam kamarnya.


"Hai baby girl," sapa Jeff dengan senyumnya yang manis. Ia tidak menyangka bahwa yang datang adalah Haura.


"Kak!" Haura mentap Jeff dengan mata yang berbinar dan penuh damba.