
Haura!
Jeff!
Seketika itu juga tatapan keduanya terputus. Haura dan Jeff baru sadar kalau ternyata mereka hanyut dalam pikiran masing-masing hingga terbayang akan kejadian yang sangat mereka takutkan. Beruntung ada Zanna dan Kinara yang menyadarkan putra putri mereka yang tengah melamun dalam keadaan saling mengunci tatapan. Zanna dan Kinara saling tatap. Mereka seolah mengerti dengan perasaan anak-anak mereka yang tengah dilema. Namun mereka tidak bisa membantu banyak dengan hubungan Haura dan Jeff.
"Sayang, kenapa kamu masih ada disini? Calon suami kamu nyariin kamu dari tadi," ucap Zanna dengan lembut. Ia paham betul bagaimana perasaan Haura saat ini. Pasti sangat sulit menikah dengan laki-laki yang sama sekali tidak Haura cintai. Bahkan Zanna juga ragu tentang anak yang dikandung Haura saat ini adalah anak Keanu. Feeling Zanna mengatakan bahwa anak tersebut adalah anak Jefferson.
"Sorry Mom. Aku terlalu bahagia, jadi sampai lupa kalau acara pernikahan ini belum dilaksanakan," Haura terkekeh kecil untuk menetralkan perasaannya yang tengah kacau. "Ya udah kalau gitu aku kesana dulu," pamit Haura kepada sang mommy untuk menemui calon suaminya yang berada di tengah-tengah tamu undangan. Sebelum Haura pergi ia melirik sekilas kearah Jefferson yang masih menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan.
Jeff merogoh ponselnya yang berada di saku celana. Ia mengutak-atik benda pipih tersebut lalu mengirim pesan kepada Arvin.
Kepada Arvin : "Bagaimana? Sudah dapat semua bukti yang aku inginkan?"
Dari Arvin : "Sudah, Jeff. Aku masih dalam perjalanan menuju ke tempat acara pernikahan Haura dan Keanu. Sebentar lagi sampai."
Kepada Arvin : " Bagus. Cepatlah datang sebelum acara pernikahan dimulai. Kita harus segera membatalkannya."
Dari Arvin : "Siap Brother."
Jeff tersenyum menyeringai saat mendapatkan balasan pesan dari Arvin yang begitu memuaskan. Meskipun ia tidak bisa menikahi Haura saat ini juga, tapi ia cukup puas jika menggagalkan acara pernikahan tersebut. Jeff pergi keluar ruang acara untuk menunggu kedatangan Arvin.
"Dimana Olivia?" bisik Haura tepat di telinga Keanu.
"Dia ada di kamar nomor 203. Datanglah kesana. Aku yakin Olivia sangat ketakutan di sana," balas Keanu juga berbisik ditelinga Haura.
"Oke. Kamu alihkan perhatian kedua orang tua kita agar mereka tetap disini. Aku mau menemui Olivia di kamarnya. Jangan sampai ada yang curiga dengan rencana kita."
"Serahkan semuanya padaku. Lebih baik kamu segera kesana. Sebentar lagi acara akan segera dimulai." Keanu mendorong pelan tubuh Haura agar pergi menemui Olivia.
Haura berjalan sambil mengendap-endap. Ia takut ada yang membuntutinya masuk ke kamar 203. Setelah dirasa aman, Haura langsung memasuki kamar nomor 203 menggunakan access card. "Kak Olivia!" Seru Haura setelah masuk ke kamar tersebut.
"Haura! Kamu mengagetkan ku saja." Olivia mengusap pelan dadanya saat merasakan terkejut dengan kehadiran Haura.
"Wah Kak Olivia cantik sekali," puji Haura saat melihat penampilan Olivia yang sama persis dengan penampilannya.
Ya, Haura sengaja menyewa seorang make over handal untuk merias penampilan Olivia menjadi persis seperti dirinya. Dari gaun, high heels, tatanan rambut, riasan wajah, bahkan semuanya sama persis dengan Haura. Ia tidak ingin ada yang curiga kalau pengantin wanita ternyata bukan dirinya melainkan Olivia.
Semuanya Haura yang merencanakan. Ia ingin Keanu menikah dengan Olivia, nanti. Dengan cara bertukar posisi di atas altar pernikahan. Haura sudah mengatur semuanya agar tidak ketahuan oleh satu orang pun mengenai rencana tersebut. Ada satu rencana lagi yang harus Haura handle. Saat acara pengucapan ikrar janji suci pernikahan, ia akan membuat semua orang terkecoh dengan rencananya.
"Kamu jauh lebih cantik, Haura." Olivia mengakui bahwa kecantikan Haura masih jauh diatas kecantikannya. Tidak memakai make up saja Haura sudah terlihat cantik, apalagi setelah di make over, kecantikan Haura bertambah dua kali lipat.
"Kak Olivia bisa saja. Oiya, jangan lupa pakai ini." Haura memakaikan kain tipis di wajah Olivia sebagai penutup wajahnya agar tidak ketahuan kalau ternyata pengantin wanitanya beda orang.
"Kamu yakin rencana ini tidak akan ketahuan?" Olivia nampak ragu ingin menjalankan rencana tersebut. Ia masih takut dengan papanya Keanu.
"Kak Olivia tenang saja. Aku sudah membicarakan semua ini kepada kedua orang tuaku dan juga kedua orang tua Keanu, kalau saat acara pernikahan nanti aku akan memakai penutup wajah biar terkesan kejutan untuk calon suami aku."
"Tapi ... Aku sangat gugup dan takut. Bagaimana kalau daddy kamu tahu kalau aku bukan kamu saat menggenggam tanganku nanti."
"Kita 'kan pakai sarung tangan khusus pengantin wanita, jadi ... Aku yakin daddy tidak akan tahu kalau kak Olivia bukan aku."
"Terimakasih Haura. Kamu benar-benar wanita yang sangat baik." Olivia menatap Haura dengan mata yang berkaca-kaca. Ia tidak menyangka bahwa Haura akan membantunya sampai sejauh ini.
"Shuut! Aku melakukan semua ini karena rasa terimakasih ku terhadap Keanu yang sudah mau membantuku dengan cara berpura-pura menjadi ayah dari anak yang aku kandung di depan keluarga ku dan juga keluarga Jefferson. Setelah kalian resmi menjadi pasangan suami-istri. Aku akan berbicara dengan Om Mahendra mengenai pernikahan palsu ini. Aku akan berusaha membuat Om Mahendra menerima Kak Olivia sebagai menantu di keluarganya."
"Aku tidak tahu harus membalas kebaikan kamu dengan cara apa, Haura." Olivia memeluk Haura dengan penuh kasih sayang.
"Sudahlah jangan pikirkan itu. Lebih baik Kak Olivia temui Keanu di bawah. Aku akan mengganti pakaian ku dulu. Setelah itu aku akan mengawasi kalian dari jarak jauh, oke."
"Doakan saja semoga semuanya baik-baik saja, Haura." Setelah cukup lama berbincang dengan Haura. Kini Olivia keluar dari dalam kamar lalu menuju ke lantai bawah untuk menemui Keanu dan berpura-pura menjadi Haura.
"Lihatlah pengantin wanita sudah siap dengan kain penutup di wajahnya. Pasti pengantin pria sudah tidak sabar ingin membuka kain itu." Ucap salah satu tamu yang hadir.
"Iya, pasti setelah ikrar pernikahan nanti pengantin pria langsung melepas penutup di wajah pengantin wanita lalu ... Ekhem, ekhem deh." Timpal tamu yang lain disertai gelak tawa.
Di balik kain penutup tersebut wajah Olivia nampak memerah karena malu akan ucapan para tamu. Akan tetapi, rasa gugup lebih mendominasi. Ia tak bisa membayangkan betapa marahnya Mahendra terhadap dirinya nanti jika rencananya sampai gagal. Namun, Olivia berusaha menguatkan hatinya demi sang putra yang jauh di sana.
"Sayang, kamu darimana saja. Acara pernikahan kalian sebentar lagi akan dimulai. Ayo cepat temui daddy kamu." Ujar Zanna kepada Olivia yang ia kira adalah putrinya, Haura.
Olivia hanya mengangguk saja tanpa menjawab ucapan Zanna. Jika sampai ia mengeluarkan suara sebelum janji suci di ucapkan maka rencananya akan gagal.
Tak terasa Olivia meneteskan air mata saat mendengar ucapan Om Rei yang begitu haru. Hatinya tersentuh dengan ucapan Om Rei itu yang seperti ayahnya sendiri. Sayangnya Olivia hanyalah anak yatim yang tak mempunyai siapapun di dunia ini kecuali Keanu. Padahal Olivia sangat berharap kalau dirinya masih memiliki ayah yang bisa mengantarkannya ke pelaminan, serta ibu yang mencintainya dengan kasih sayang.
"Kenapa hatiku sangat sakit mendengar ucapan Om Rei? Kenapa aku merasa kalau aku ini anaknya? Ah, pasti karena aku terlalu berharap mempunyai seorang ayah makanya sampai menghalu setinggi ini." Gumam Olivia dalam hati.
*****
Rei mengeratkan genggaman tangannya pada tangan Olivia. Ia sangat sedih harus melepaskan sang putri tercinta kepada Keanu. Mau bagaimana lagi, tidak selamanya seorang anak perempuan akan tetap bersama ayahnya. Rei merasakan debaran aneh dijantungnya saat menggenggam tangan Olivia yang ia kira adalah Haura.
"Andaikan Flora masih hidup, pasti dia yang akan menikah lebih dulu sebelum Haura menikah. Tapi ... Ah sudahlah. Aku tidak boleh sedih di acara bahagia Haura saat ini." Batin Rei mengenang kepergian sang putri.
Keanu tersenyum lebar melihat pengantin wanita bersama mertuanya kini tengah berjalan kearahnya di altar pernikahan. Jantungnya berdegup dengan kencang kala calon istrinya sangat dekat dengannya. Keanu mengulurkan tangannya untuk menyambut tangan wanita cantik yang sebentar lagi akan sah menjadi istrinya. Namun, sebelum Rei menyerahkan tangan sang putri kepada Keanu, ia lebih dulu memberikan wejangan.
"Saya tidak mengharapkan apapun dari kamu, Keanu. Yang saya harapkan bahagiakanlah putri saya seperti saya membahagiakannya. Jangan sampai satu tetes air mata jatuh dari pelupuk matanya. Sayangi dia melebihi kasih sayang saya terhadapnya. Karena putri kecilku ini adalah permata bagi saya dan juga istri saya. Kami tidak akan rela jika kamu sampai menyakiti bahkan menyinggung perasaannya. Jika sampai itu terjadi maka saya akan mengambil putri kami dari tangan kamu. Satu doa dari kami berbahagialah kalian hingga maut memisahkan." Ucap Rei dengan tulus dan bersungguh-sungguh.
"Baik, Dad. Aku akan selalu membahagiakan istriku. Aku tidak akan pernah sedikitpun menyakitinya, dan aku tidak akan pernah membiarkan Daddy dan Mommy mengambil istriku dari tanganku. I'm promise." Janji Keanu kepada sang mertua.
Rei yang percaya akan janji Keanu, ia langsung menyerahkan tangan sang putri kepada suaminya. Ya, suami karena sebentar lagi mereka akan resmi menjadi pasangan suami istri.
Di balik kain tipis itu, Olivia menangis sejadi-jadinya. Ucapan Rei begitu menusuk kalbu. Ia merasa menjadi seorang putri yang sangat dicintai oleh ayahnya. Hatinya begitu sakit saat Rei menyerahkan dirinya kepada Keanu. Olivia berperan sangat baik, hingga ia benar-benar mendalami peran sebagai Haura, dan memang seperti Haura yang tak mampu lepas dari kedua orang tuanya.
Rei turun dari atas altar setelah menyerahkan sang putri tercinta. Sekarang adalah sesi pengucapan janji suci pernikahan kepada Tuhan yang Maha Esa. Namun, saat pengucapan janji suci tersebut berlangsung. Tiba-tiba suara microphone berdenging sangat nyaring hingga memekakkan telinga.
Ngiiiiiiiing ....
Semua orang menutup telinga mereka, dan tak mendengar apa yang diikrarkan oleh pasangan pengantin tersebut. Cukup lama suara dengingan tersebut berbunyi hingga pasangan pengantin telah dinyatakan resmi menikah. Tak ingin banyak tanya dan penasaran, semua orang yang ada di sana bertepuk tangan dengan meriah menyoraki sepasang pengantin baru yang telah resmi menikah.
Prok! Prok! Prok!
Sedangkan Rei dan Zanna saling berpelukan sambil menangis haru. Mereka tidak menyangka bahwa kini putri mereka telah menikah. Sama halnya dengan Mahendra dan Sonya yang bahagia melihat putra mereka resmi menikah dengan seorang putri dari keluarga Pradipa. Hanya Sonya yang menangis haru, tidak dengan Mahendra yang tertawa senang. Mereka semua tidak perduli tidak bisa mendengar ikrar pernikahan sang pengantin, yang penting mereka telah sah menjadi pasangan suami istri.
Di ujung ruangan, Haura duduk berkumpul dengan para tamu yang hadir. Ia menggunakan masker untuk menutupi wajahnya agar tidak ketahuan oleh pihak keluarga. Haura juga menangis haru ia tidak menyangka rencananya akan berjalan dengan lancar. Saat Haura menolehkan kepala ke luar ruangan. Ia melihat Jeff tengan berbincang serius dengan Arvin. Haura yang merasa curiga langsung keluar dengan cara mengendap-ngendap.
Wajah Jeff terlihat sangat marah. Ia menatap Arvin dengan kedua bola mata menyala. "Kenapa kau lama sekali, Arvin. Lihatlah mereka sudah resmi menikah," ucapa Jeff berapi-api.
"Maaf, Jeff. Tadi ada yang ketinggalan di rumah sakit. Terpaksa aku harus putar balik." Arvin sangat menyesal sudah membuat Jeff terlambat mencegah pernikahan tersebut.
"Bod*h! Aku tidak mau tahu, kita harus bisa menggagalkan pernikahan itu." Jeff mengambil surat-surat penting di tangan Arvin, lalu melangkah memasuki ruang acara.
"Jeff, tunggu!" Arvin sangat takut melihat Jeff yang seperti orang kesetanan. Pasti acara pernikahan tersebut akan kacau jika Jeff benar-benar menjalankan rencananya.
Haura yang mendengar percakapan Jeff dan Arvin dari balik dinding begitu terkejut. Dengan cepat Haura menyusul Jeff ke ruang acara. Ia tidak boleh membiarkan Jeff menghancurkan pernikahan Keanu dan Olivia. Apapun akan Haura lakukan agar pernikahan mereka tetap berjalan dengan damai.
Haura lebih dulu mengirim pesan kepada Keanu. Ia memberitahukan niat buruk Jeff terhadap pernikahan mereka. Haura meminta agar Keanu membawa Olivia memasuki kamar apapun alasannya. Keanu yang menerima pesan itu langsung mencari alasan untuk membawa Olivia pergi ke kamar.
Tidak ada sesi ciuman antara pengantin wanita dan pengantin pria, dengan alasan pengantin wanita akan memberikan kejutan saat malam pertama mereka nanti. Tentu saja alasan tersebut dikatakan oleh Keanu. Agar wajah Olivia tidak kelihatan. Para tamu hanya bersorak meledek Keanu yang terlihat tidak sabar ingin membuka kain penutup di wajah sang istri. Hingga tiba-tiba ....
Hap!
Keanu menggendong Olivia ala bridal style. Membuat semua orang terkejut dengan tindakan Keanu tersebut. "Maaf semuanya sepertinya istri saya sedang tidak enak badan. Saya harus membawanya ke kamar agar dia bisa istirahat." Ucap Keanu akhirnya dengan alasan yang tidak masuk akal. Olivia sangat malu dengan ucapan Keanu yang pastinya membuat para tamu berpikir aneh-aneh.
Huuhuuuu ....
Para tamu bersorak begitu riuh. "Pasti cuma alasan pengantin prianya nih. Bilang saja sudah tidak sabar ingin unboxing. Huuuuu." Kata salah satu tamu blak-blakan. Membuat semua orang kembali riuh.
Keanu tidak perduli dengan tuduhan para tamu, meskipun sebenarnya memang iya. Namun, rasa takut lebih mendominasi. Ia langsung membawa Olivia memasuki lift untuk menunju ke kamar pengantin yang telah disiapkan oleh pihak hotel.
Sreet!
Haura menarik pergelangan tangan Jeff yang sebentar lagi akan menaiki altar pernikahan. Haura tidak mau Jeff mengacaukan semuanya. Ia terus menarik tangan Jeff menuju ke tempat sepi di samping hotel. Tentu saja diikuti oleh Arvin sang bawahan.
"Hei! Siapa kamu, berani sekali menarik tanganku." Teriak Jeff dengan lantang. Beruntung kini mereka berada di luar ruangan yang satu orangpun tak dapat mendengar teriakan Jeff.
Arvin langsung memasang kuda-kudanya. Ia bersiap melayangkan satu bogeman mentah di wajah Haura yang ia kira adalah orang jahat. Namun, Haura langsung membuka maskernya dan menampilkan wajah cantiknya. Jeff langsung menahan tangan Arvin yang sebentar lagi akan mengenai wajah wanita yang paling Jeff cintai.
"Haura!" Ucap Jeff dan Arvin bersamaan.
"Diam!" Haura langsung membekap kedua mulut laki-laki tersebut yang menurutnya sangat berisik.