
Tak terasa Haura berenang terlalu jauh hingga hampir sampai ke tengah laut. Ia begitu kebingungan, apalagi kakinya terasa akan kram. Haura celingak-celinguk mencari seseorang di sana. Namun ia tak melihat satu orang pun di sana. Membuat Haura begitu ketakutan.
"Mommy, Daddy!" Teriak Haura memanggil kedua orang tuanya. Namun karena terlalu jauh mereka tidak mendengar teriakan Haura. Apalagi terhalang oleh deburan ombak kecil yang terus berdatangan.
"Apa kau butuh bantuan?" tanya seorang laki-laki yang tiba-tiba keluar dari dalam air. Membuat Haura terlonjak kaget. Hampir saja dia tenggelam karenanya.
"Kak Jeff!" Pekik Haura tak percaya. Mana mungkin Jeff ada di sana bersamanya.
"What are you doing, Baby girl? Kenapa berenang sampai sejauh ini?" Ucap Jeff penuh tanda tanya. Beruntung tadi ia mengikuti Haura dari belakang, jika tidak Haura pasti dalam bahaya.
Jeff juga pergi ke pantai bersama kedua orang tuanya. Ya, sang mommy yang memaksanya agar ikut ke pantai. Akhirnya Jeff ikut saja karena tidak ingin membuat mommy-nya kecewa. Saat dia berenang di air laut netranya malah menangkap sosok wanita cantik yang akhir-akhir ini sering mendekatinya. Akhirnya Jeff mengikuti Haura dari belakang.
Haura tidak menjawab pertanyaan dari Jeff. Dia mendekati kakaknya itu lalu memeluknya dengan erat. Haura benar-benar takut tadi. Namun, dengan kehadiran Jeff rasa takut itu langsung menghilang.
"Aku takut, Kak." Ucap Haura dengan suara bergetar karena kedinginan.
Jeff memeluk tubuh Haura dengan erat guna menghangatkannya. Setelah itu Jeff memposisikan kedua tangannya di bawah ketiak Haura lalu mengangkat tubuhnya, Haura reflek melingkarkan kakinya di pinggang Jefferson.
"Sekarang sudah tidak takut lagi 'kan?" Jeff bertanya dengan suara lembutnya. Manik matanya beradu tatap dengan manik coklat milik Haura.
Haura menggelengkan kepala guna menjawab pertanyaan Jeff. Ia terpana akan ketampanan kakak sepupunya itu. Manik matanya yang berwarna biru membuat Haura terhipnotis dengan ketampanan itu.
Cukup lama mereka beradu tatap, entah siapa yang memulainya. Kini bibir keduanya telah menyatu. Saling menyes**, membel**, dan melukai**nya habis. Jeff memasukkan lid**nya dan menerobos masuk ke dalam mul** Haura serta mengabsen setiap inci di dalam rongga mul**nya.
Eungh!
Di sela-sela ciuman mereka, Haura meleng** karena terbuai dengan ciuman Jeff yang begitu memabukkan. Bahkan Haura kesulitan untuk mengimbangi ciuman yang sangat brutal itu.
Jeff melepaskan tautan bibirnya untuk memberikan ruang agar Haura bisa mengambil nafas. Ia menyatukan keningnya dengan kening Haura. Nafas keduanya begitu memburu. Sepertinya Jeff sudah dikuasi oleh nafs* hingga lupa akan benteng pertahanannya yang ia bangun begitu kokoh agar tidak tergoda dengan Haura.
Namun saat ini Jeff lah yang memulai semuanya. Entah apa yang merasuki pikirannya hingga membuatnya kebablasan.
Haura tersenyum bahagia. Ia tidak menyangka bahwa Jeff akan menciumnya. Ciuman yang begitu dalam membuat Haura ingin melakukan lebih dari itu. Haura akan memberikannya jika Jeff menginginkan itu.
"Kak!" Haura menatap Jeff dengan tatapan berbinar. Ia berharap Jeff membalas cintanya. Haura akan patuh terhadap Jeff jika Jeff mau menjadi milik Haura seutuhnya.
"Yes, Baby?" Jeff mengeratkan pelukannya di pinggang Haura yang masih tetap pada posisi awal.
"I want more." Haura berkata dengan sangat serius.
Jeff tidak langsung menjawab, ia lebih dulu berpikir untuk mengambil keputusan yang tepat. Pikirannya jadi teringat dengan kesepakatan yang di ajukan oleh Keanu. Setelah cukup lama berpikir Jeff semakin mengeratkan pelukannya terhadap Haura, lalu membawanya berenang ke pinggir pantai.
"Haura! Jeff! Kenapa kalian bisa bersama?" tanya Zanna saat melihat sang putri yang berjalan berdampingan dengan keponakannya.
"Aku gak sengaja bertemu dengan Kak Jeff saat berenang tadi." Haura menjelaskan dengan jujur. Namun, tidak dengan ciuman yang mereka lakukan.
"Hallo Tante, Om." Sapa Jeff dengan sopan.
Zanna membalasnya dengan senyuman. Sedangkan Rei hanya diam saja, ia merasa tidak senang Jeff selalu dekat dengan Haura. Rei takut Jeff akan berbuat hal aneh-aneh terhadap putri kesayangannya.
"Kamu kesini datang sama siapa, Jeff?" tanya Zanna dengan lembut.
"Aku datang sama mommy dan daddy, Tante. Mereka ada di sebelah sana." Jeff menunjukkan keberadaan kedua orang tuanya.
"Kalau begitu ayo kita kesana." Zanna sangat antusias. Ia juga merindukan sang kakak yang sudah lama tidak bertemu.
Akhirnya mereka berempat pergi menemui Roberto dan Kirana. Tentu saja Kirana tampak senang melihat kehadiran sosok adik yang sudah lama tidak berjumpa dengannya.
"Zanna!" Kirana memeluk sang adik penuh kasih sayang.
"Kak Rana." Zanna menyambut pelukan itu dengan erat. Rana adalah panggilan kesayangan dari Zanna sejak mereka kecil.
"Hm, aku di kacangin," sungut Haura mengerucutkan bibirnya.
"Ya ampun, tante sampai lupa kalau ada keponakan tante yang paling cantik." Kirana berpindah haluan dan memeluk Haura.
Sedangkan ketiga pria yang ada di sana hanya bisa menggelengkan kepala. Kaum wanita jika bertemu memang begitu. Mereka akan terlihat senang, gembira, bahagia, bahkan berpelukan. Sangat berbeda dengan kau pria yang hanya menyapa biasa jika bertemu. Mana mungkin mereka ikut berpelukan. Yang ada akan ditertawakan oleh ribuan semut.
Mereka bernaung di tenda punggir pantai, yang di sampingi oleh buah kelapa segar. Mereka sangat menikmati suasana itu. Apalagi Haura yang sejak tadi duduk menempel di samping Jeff, membuat Jeff menahan hasratnya dengan susah payah.
Jeff begitu tergoda melihat lekuk tubuh Haura yang sangat kentara akibat bajunya yang basah karena sehabis berenang. Netra Jeff menangkap dua bukit kembar yang sangat kencang dan padat. Meskipun ukurannya tidak besar, tapi mampu membuat gairah Jeff meningkat.
"Kak Jeff mau ini?" tawar Haura sambil menyodorkan buah kelapa muda yang masih segar.
"T-tidak, aku sudah meminumnya tadi." Jeff menolaknya sedikit gugup. Sebab dua benda kenyal yang terdapat di bagian dada Haura, tanpa sengaja menyentuh lengan kanannya.
Benda yang terasa hangat saat sekilas menempel itu semakin membuat Jeff panas-dingin. Jeff harus sekuat tenaga menahannya. Ia tidak mau menerkam Haura di depan kedua orang tua mereka. Bisa habis dia di tangan Om Rei. Apalagi Om-nya itu terlihat tidak begitu menyukai dirinya, jadi Jeff harus bisa menjaga sikap di depannya.
Entah apa yang membuat Om Rei selalu menatap tak suka terhadapnya, Jeff tidak tahu. Sangat berbeda dengan Tante Zanna yang selalu bersikap hangat terhadapnya meskipun sejak kecil tidak bersamanya. Ya, mungkin karena Zanna adalah adik kandung dari sang mommy, jadi dia terlihat begitu menyayangi Jeff.
"Gadis ini nakal sekali. Awas saja aku akan menghukumnya karena sudah menyiksa adik kecilku yang merindukan goa kenikmatan." Batin Jeff mengancam Haura.