Kingston Is My Life

Kingston Is My Life
bab 28.



Dasar bedeb*h! Apa yang kamu lakukan kepada Haura!"


Jeff terlonjak kaget saat Om Rei ada di sana. Dia sangat takut sekaligus malu dengan keadaannya yang telanj*ng bulat. Dengan cepat Jeff memakai baju serta celananya dengan asal. Atensi Rei tertuju kearah sang putri yang tengah tak sadarkan diri, bahkan dalam keadaan mengenaskan. Tanpa ba-bi-bu Rei menghajar Jeff secara bertubi-tubi.


"Aaaargh! Haura!" Zanna berteriak kala netranya menangkap sosok sang putri tanpa busana, dan juga ada darah di area intinya. Zanna mendekati Haura, menutup tubuhnya menggunakan selimut. Air mata terus mengalir dari kedua pipinya.


Keanu, Mahendra, Sonya, Kinara, dan Robert berbondong-bondong datang ke kamar Haura yang terdengar gaduh. Mereka semua tercengang dengan pemandangan yang ada di depan matanya. Rei yang tengah menghajar Jeff secara membabi buta membuat Robert tak terima. Ia menghalang Rei agar berhenti memukuli sang putra.


"Berhenti! Apa-apaan kamu, Rei. Berani sekali menghajar putra ku!" berang Robert rak terima.


"Cih! Putra mu itu seorang baj*ngan! Dia sudah melecehkan Haura hingga putri ku tak sadarkan diri." Teriak Rei dengan mata menyala. Membuat semua orang yang ada di sana terkejut, begitu juga dengan Robert.


"Mas! Cepat kita bawa Haura ke rumah sakit! Haura berdarah, Mas. Aku takut terjadi sesuatu terhadap kandungannya." Zanna meraung histeris. Penuturan Zanna membuat semua orang yang ada di sana kembali terkejut. Lagi-lagi mereka menemukan fakta baru.


"Kandungan?" Gumam Jeff tertahan. Ia sama sekali tidak tahu bahwa Haura tengah hamil.


Keanu yang sejak tadi diam saja, kini melangkahkan kakinya menuju kearah Jeff. Hingga satu pukulan mendarat di wajah Jeff dengan sempurna. "Jika sampai terjadi sesuatu dengan calon anakku, mati kamu!" Hardik Keanu dengan amarah membuncah.


Meskipun Haura bukan hamil anaknya, tapi Keanu harus tetap bersikap seolah-olah dia ayah yang baik, dan takut kehilangan calon anaknya. Tidak ada yang berani mengeluarkan suara, mereka semua benar-benar di buat speechless dengan kejadian itu. Hingga mereka tidak sadar ketika Keanu membawa Haura keluar dari dalam kamar itu.


Haura masih setia menutup matanya. Membuat Zanna, Rei, dan juga Keanu sangat khawatir. "Sayang, bangun. Jangan membuat mommy khawatir, Nak." Zanna mendekap tubuh Haura yang berada di atas pangkuannya. Ia duduk di kursi belakang bersama Haura. Sedangkan Rei dan Keanu duduk di kursi bagian depan. Keanu lah yang menyetir mobilnya.


Haura dilarikan ke rumah sakit terdekat. Beberapa dokter dan perawat tengah menunggu kedatangannya setelah Rei menghubungi pihak rumah sakit. Ada dokter Dimas juga di sana. Ia yang akan menangani Haura lagi. Dengan cepat semua anggota perawat serta dokter membawa Haura memasuki ruang IGD.


Keanu, Rei, dan Zanna menunggu di luar ruangan dengan harap-harap cemas. Mereka sangat takut terjadi hal buruk terhadap Haura. Apalagi Haura hamil di usianya yang masih sangat muda. Sungguh pikiran Rei sangat kacau. Ia tidak menyangka nasib putrinya akan seburuk ini, hanya gara-gara Jefferson. Rei bersumpah tidak akan pernah memaafkannya jika sampai terjadi hal buruk terhadap putri dan calon cucunya.


Rei menyesal sudah terlambat menyelamatkan Haura. Seandainya ia langsung menemui Haura di kamarnya tanpa persetujuan dari sang istri, pasti Haura akan baik-baik saja sekarang. Ya, Rei memang ingin menemui Haura, dan meminta maaf kepadanya karena sudah membentaknya waktu itu. Rei mengetuk pintu kamar hotel yang ditempati oleh Haura, tapi tidak ada sahutan dari dalam. Membuat Rei khawatir dengan Haura.


Akhirnya Rei meminta akses card cadangan kepada petugas hotel. Setelah itu Rei berhasil membuka kamar Haura. Namun, betapa terkejutnya ia saat melihat pemandangan menjijikkan di depan matanya. Rasanya Rei ingin membunuh Jeff saat itu juga. Sayangnya Rei harus menyelamatkan Haura terlebih dahulu.


Jefferson, Mahendra, Sonya, Kinara, dan Robert menyusul Haura ke rumah sakit. Wajah Jeff babak belur setelah mendapatkan bogeman mentah dari sang daddy dan juga Mahendra. Ia hanya diam saja tidak melawan hajatan dari kedua orang tua tersebut yang ia yakini sangat marah terhadapnya. Jeff masih bertanya-tanya apakah Haura memang hamil anaknya Keanu? Tapi, orang pertama yang melakukan dengan Haura adalah dirinya.


Akan tetapi, semuanya musnah gara-gara tindakannya yang tak senonoh itu. Jeff yakin Haura pasti akan sangat membencinya. Jeff mendapatkan tatapan tajam dari Om Rei yang seolah ingin membunuhnya. Kehadiran Jeff sangat tak diharapkan oleh semua orang di sana. Jeff tidak menghiraukan tatapan itu. Ia akan menunggu Haura hingga siuman.


Tak berselang lama, dokter Dimas keluar dari dalam ruang ICU. Semua orang begitu antusias menunggu keterangan dari dokter.


"Bagaimana keadaan putri saya, Dok?" tanya Rei to the point.


"Pasien mengalami pendarahan yang cukup banyak. Beruntung Anda membawanya tepat waktu sehingga kami bisa menghentikan pendarahannya. Jika tidak maka janin yang ada di dalam kandungnya tidak bisa terselamatkan," terang dokter Dimas.


"Syukur lah." Akhirnya Rei dan Zanna bisa bernafas lega mendengar Haura dan juga janinnya terselamatkan. "Apakah kami bisa menemuinya?" Rei tidak sabar ingin melihat keadaan sang putri.


"Ah, iya saya hampir lupa. Pasien sudah sadar, ia berpesan ingin bertemu dengan Nyonya Zanna," ucap dokter Dimas.


Tanpa menunggu lama, dan tanpa permisi Zanna langsung memasuki ruang ICU. Hingga tanpa sadar ia menyenggol dokter Dimas yang masih berdiri di depan pintu ICU. Dokter Dimas hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala karena tingkah cemas yang berlebihan dari Zanna.


"Sayang, maafin mommy." Zanna menangis di depan Haura. Ia sudah lalai menjaga sang putri tercinta hingga Haura mengalami hal buruk.


"Mom." Panggil Haura tercekat. Ia tak bisa berkata apa-apa atas kejadian yang menimpanya. Haura hanya menangis tanpa mengeluarkan suara. Ia tidak menyangka bahwa Jeff akan meleceh**nnya. Ternyata Jeff memang bastard.


Zanna menghapus air mata sang putri dengan lembut. "Jangan menangis, Sayang. Kasihan janin kamu, nanti dia juga sedih."


Mendengar ucapan sang mommy, Haura langsung menghentikan tangisannya. Ia baru ingat kalau ada janin di dalam rahimnya. Janin yang hampir musnah gara-gara kelakuan ayahnya sendiri. "Mom, Haura punya permintaan untuk Mommy," lirih Haura dengan ekspresi serius.


"Apa, Sayang. Katakan." Zanna menatap sang putri menunggu jawaban darinya.


"Aku mau ...."


Brak!