Kingston Is My Life

Kingston Is My Life
bab 21.



Setelah dirawat selama beberapa hari di rumah sakit, kini Haura sudah di perbolehkan pulang ke rumah. Hanya saja dokter Dimas menyarankan supaya Haura tidak terlalu banyak beraktivitas selama proses pemulihan. Apalagi ingatan Haura masih belum kembali. Jadi, semua anggota keluarga harus benar-benar menjaga Haura dengan baik.


Haura sangat senang karena sebentar lagi ia akan menjalani kehidupannya seperti biasa. "Mom, Dad, ayo kita pulang." Ajak Haura tidak sabar.


"Tunggu sebentar, Sayang. Keanu masih belum datang." Zanna berkata dengan lembut. Sebab kemarin Keanu berjanji akan mengantar Haura sampai rumah.


Haura langsung memasang wajah cemberutnya. Ia menyalahkan Keanu yang datang terlambat. Ingin marah pun tidak bisa. Mungkin saja Keanu sedang ada kendala di jalan sehingga membuatnya terlambat. Haura selalu positif thinking terhadap Keanu.


"Pulang sama aku saja, Haura." Kata Jeff yang tiba-tiba ada di sana. Entah dia tahu dari siapa tentang kabar Haura yang akan pulang hari ini. Jeff memberikan senyuman ramah terhadap Haura, Om, dan juga Tantenya.


"Maaf, Kak, aku tidak bisa. Pasti Keanu akan salah paham jika kita pulang bersama," tutur Haura menolak dengan halus tawaran dari Jeff. Membuat Jeff kecewa karenanya.


"Kenapa harus salah paham, sedangkan kita ada saudara," sanggah Jeff tak mau menyerah. Ia harus bisa mengantarkan Haura pulang ke rumahnya.


"Justru karena kita adalah saudara. Apalagi bukan saudara kandung. Jadi, kita harus bisa menjaga jarak, aku benar-benar takut Keanu akan marah. Sebab dia orangnya pencemburu, dan tidak akan pandang bulu."  Haura mengatakannya tanpa melihat ke arah Jeff.


"Nanti biar aku yang jelaskan sama Keanu." Jeff tetap bersikukuh dengan keinginannya. Ia tidak akan membiarkan Haura berdekatan dengan Keanu.


"Sekali lagi maaf, Kak. Aku tidak bisa. Meskipun Keanu tidak datang menjemput ku. Aku akan pulang bersama mommy dan daddy. Jadi, Kakak tidak perlu repot-repot." Lagi-lagi Haura menolak ajakan Jeff, yang berhasil membuat kedua orang tuanya terperangah dengan ucapan Haura.


Ting!


Suara notif dari ponsel Haura yang menandakan ada pesan masuk. Dengan cepat Haura membuka pesan itu. Pengirimnya adalah Keanu. Dia mengatakan permintaan maaf karena tidak bisa memenuhi janjinya untuk mengantarkan Haura pulang ke rumah.


"Dari siapa, Sayang?" tanya Zanna kepada sang putri.


"Dari Keanu, Mom. Dia tidak bisa datang kesini karena ada meeting mendadak dengan kliennya dari luar negeri." Haura memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku jaketnya. Ponsel yang baru dibelikan oleh sang daddy. Sebab ponselnya sendiri sudah rusak akibat kecelakaan itu. Ponsel baru dengan nomor baru tentunya yang tidak diketahui oleh Jeff.


Jeff seolah mendapatkan kesempatan untuk mengantarkan Haura pulang. "Lebih baik ikut aku saja, Haura. Biarkan Om sama Tante pulang berdua." Jeff terus membujuk Haura berharap adik sepupunya itu mau ikut pulang bersamanya.


"Kakak kenapa maksa?" Haura menekan kalimat pertanyaannya itu dengan tatapan mengintimidasi. Ia sangat heran kenapa Jeff sangat ingin mengantarkan dirinya pulang.


"Ah, i-itu ... Aku hanya ingin membantu saja," kilah Jeff dengan gugup. Padahal ia hanya ingin berduaan dengan Haura.


"Terimakasih, tapi aku tidak butuh bantuan dari Kakak. Sudah ada Mommy dan Daddy yang selalu siap siaga menjaga dan membantu ku. Lebih baik Kakak pulang saja. Apa Kakak tidak ada pekerjaan di kantor hingga mempunyai banyak waktu luang untuk mengantarkan aku pulang?" tutur Haura panjang-lebar.


Sikap Haura membuat Jeff kecewa. Bahkan Haura hanya memanggilnya kakak saja tanpa embel-embel namanya. Biasanya Haura akan memanggilnya 'Kak Jeff' dengan suara manjanya. Namun kali ini Haura sangat berbeda. Jeff merindukan sosok Haura yang dulu.


Akhirnya Haura pulang bersama kedua orang tuanya diikuti oleh mobil Jeff dari belakang. Haura tidak memperdulikan sikap perhatian dari Jeff. Haura tidak ingin menimbulkan ke salah pahaman. Lebih baik dia menjaga jarak dari Jeff. Apalagi statusnya adalah saudara sepupu, bukan saudara kandung.


"Pelan-pelan, Sayang." Zanna memapah tubuh Haura saat turun dari mobil, lalu membawanya masuk ke dalam rumah.


"Om, ini mau di taruh dimana?" tanya Jeff kepada Rei denga kedua tangan yang membawa barang-barang dari dalam mobil. Barang milik Haura saat berada di rumah sakit. Jeff masih berusaha untuk menemui Haura di dalam.


"Letakkan di sana saja," tunjuk Rei ke arah kursi di depan rumah. "Lebih baik kamu pulang saja. Haura harus istirahat total. Jadi, jangan ganggu dia untuk sementara waktu." Rei blak-blakan mengusir Jeff dari rumahnya. Ia bersyukur karena Haura tidak mengingat Jeff, dan malah ingin bertunangan dengan Keanu.


Nyali Jeff langsung menciut kala kehadirannya tidak di harapkan oleh keluarga Pradipa. Dengan perasaan sedih Jeff pergi dari rumah itu tanpa mengatakan sepatah kata pun. Jeff sakit hati dengan ucapan Rei yang tanpa di filter.


Rei tidak perduli dengan perasaan keponakannya. Jika Jeff merasa marah dan benci terhadapnya, itu lebih bagus. Menurut Rei itu adalah kesempatan untuk dirinya membuat Jeff dan Haura berpisah. Sebentar lagi Rei akan menyiapkan surat resign ke perusahaan Kingston. Ia ingin Haura berhenti bekerja di sana.


Haura duduk termenung di dalam kamarnya. Matanya menatap kosong, pikirannya berkelana jauh, perasaannya pun tak menentu. Entah apa yang dia pikirkan sehingga membuatnya seperti itu.


"Sayang, kamu kenapa?" Zanna menepuk pelan bahu sang putri. Ia sangat khawatir melihat Haura terdiam seperti itu.


"Ah, tidak apa-apa, Mom." Haura tersenyum lembut kepada sang mommy yang selalu perhatian terhadapnya.


"Apa yang kamu pikirkan?" Zanna yakin pasti ada yang sedang Haura pikirkan. Karena ia paham betul dengan sikap Haura jika ada sesuatu yang mengganggu pikirkannya.


"Tidak ada. Aku hanya ingin mengingat apa yang tidak aku ingat, Mom. Aku ingin mengembalikan memori itu."


"Sudahlah jangan di paksakan. Nanti kalau sudah waktunya pasti kamu akan mengingat semua itu dengan sendirinya."


"Tapi aku merasa tidak nyaman, Mom."


"Shuut! Lebih baik sekarang kamu tidur, jangan banyak pikiran. Ingat 'kan apa kata dokter?"


"Iya, Mom. Aku istirahat sekarang." Haura membaringkan tubuhnya di atas ranjang king size, dengan kasur yang super empuk.


Zanna menyelimuti tubuh sang putri sebelum keluar dari kamar itu. Setelah sampai di luar kamar, Zanna di kejutkan dengan kehadiran sosok sang suami yang tiba-tiba memeluknya dari arah belakang.


"Mas!" Zanna mendelik tajam. Membuat sang suami terkekeh kecil.


"Jangan berisik. Nanti putri kita terganggu. Lebih baik kita langsung ke kamar," bisik Rei tepat di telinga sang istri.


"Ngapain ke kamar? Ini masih siang, Mas."


"Seperti biasa, Sayang. Badanku sakit semua gara-gara beberapa hari ini tidak puas berolahraga." Rei langsung menggendong tubuh sang istri menaruhnya di atas pundak seperti koala.


"Mas!"