
"buset bay loe laper apa doyan dah?"-jeff.
"gue belum makan dari pagi tadi men"
"loe nggak usah heran gitu jeff, emang gitu temen loe satu itu" ucap arga sembari terkekeh.
"woi jeff gue fikir loe beneran jadi selingkuhannya krystal, ehh taunya loe adiknya" ucap salah satu anak dari kelas 11 ipa 5 yang tidak jeff ketahui namanya.
"dihh mana ada cowok seganteng gue jadi selingkuhan"-jeff.
"serah loe deh jeff" ucap anak itu sembari pergi.
"tu anak sapa dah?" tanya jeff kepada arga dan bayu.
"anak ipa 5"
"pantes gue kagak pernah lihat"
"oh iya men tadi loe dapet salam" ucap bayu kepada jeff.
"salam apaan tuh?"-jeff
"salam cinta lah"-bayu.
"basi"
"elah men loe tuh sama arga sama aja"
"kenapa?" tanya jeff dan arga besamaan.
"sama-sama dingin ke cewek. gimana nggak jomblo terus coba"
"bacot" ucap arga dan jeff bersamaan.
"ayolah men buka hati. loe ga coba dulu kek hubungan sama nagita, kurang apa sih dia? cantik iya, pintar iya. terus yang loe cari yang kayak gimana lagi men?"-bayu.
"sayangnya dia anak korelasi bokap gue"-arga.
"ya terus kenapa?"-bayu.
"gue pengen menjalin hubungan sama anak yang biasa-biasa aja, yang nggak mengenal siapa bokap gue"-arga.
"itu mustahil. loe juga jeff coba aja dulu sama safira"
"safira siapa dah gue kagak kenal"-jeff
"safira si ketua cherrs?"-arga.
"iyalah siapa lagi emang"-bayu.
"bentar deh kelihatannya gue tau tuh anaknya yang mana"-jeff.
"yang mana emang?"-bayu.
"nah yang itu" ucap jeff sembari menunjuk seorang wanita, dan tentu saja wanita itu langsung tersenyum kepada jeff.
"ye buambang nggak usah loe tunjuk juga kalik"-arga.
"tauk, malu-malu in aja. tapi gimana cakep kan anaknya?"
"nggak biasa aja, masih cakepan jessica"-jeff.
"kampret nih bocah, selera loe yang macam jessica men?"-bayu.
"bisa jadi"
"tapi safira nggak kalah cakep kok"-bayu.
"apaan dah, gue kemarin lihat tuh anak boncengan sama cowok"
"yang bener loe?"
"gue rasa jeff bener. kan safira emang pacarnya alexs anak ips 2 njir"-arga.
"yang anaknya motornya ninja merah kayak punya jordan kan?"-jeff.
"yapp betul"-arga.
"kampret tuh bocah kalau udah punya cowok ngapain nitip-nitip salam, buaya betina tuh bocah"-bayu.
"ya karna cowoknya nggak setampan gue pastinya"-jeff.
"mamam nih ganteng" ucap bayu sembari memasukkan satu bulatan bakso ke mukut jeff.
"kampret loe"-jeff.
"pulang nanti nongkrong yuk"-arga.
"kemana dah?"-bayu.
"tempat biasanya"-arga.
"buset demen banget ketempat itu, ada yang loe incer ya?" selidik jeff.
"mungkin" jawab arga sembari tersenyum.
"sialan loe peka banget sih men, gue aja kagak ngeh lo. siapa yang loe incer?"
"kepo" jawab arga sembari berlalu pergi.
"woii mau kemana loe men?"-jeff.
"nemuin bu ida sebentar"-arga.
"buset tu bocah, demen banget nemuin guru kiler kek bu ida"-bayu.
"anak gentel, emangnya elo" ucap jeff sembari pergi.
"lah bambang loe mau kemana?"-bayu.
"kelas. tuh ayang beb loe dateng, gue ogah ya jadi nyamuk"
dengan segera jeff berjalan menuju ke dalam kelasnya, tak ada siapa-siapa disana kecuali seorang gadis yang sedang duduk sembari fokus membaca bukunya.
"woi baca mulu, nambah pinter loe entar"
"ehh jeff"
"loe nggak istirahat jess?"
"nggak"
"kenapa?"
"jessica yang cantik, loe belajar boleh. tapi jangan sampai perut loe kosong"
"gue nggak se genius loe sama arga jeff, kalau gue nggak belajar mau jadi apa gue"
"jessica,, jessica"
"kenapa?"
"loe nggak usah belajar giat-giat. nanti loe cukup di rumah aja, jagain anak-anak kita, biar gue yang nyari duit"
"hahah apaan sih jeff garing banget"
"ya habisnya loe serius banget jadi bocah. jangan terlalu memaksakan diri, gue tau kok loe selalu masuk tiga besar"
"tapi gue pengen bisa geser arga"
"loe nggak akan bisa"
"kenapa?"
"karna yang bakal geser dia jadi juara kelas itu gue"
"yah berarti loe juga bakal geser posisi gue di urutan kedua dong" ucap jessica sembari cemberut.
"nggak usah cemberut, nanti cantiknya hilang"
"apaan sih jeff, loe tuh sama arga sama aja"
"kenapa? sama-sama ganteng kan, tapi yang jelas tetep gantengan gue"
"ihh apaan sih jeff. loe terlalu percaya diri"
"percaya diri itu penting jessi"
"tapi loe terlalu over jeff"
" ya gapapa, kalau bukan gue sendiri yang muji diri gue terus siapa lagi"
"papa loe, adik loe"
"udah biasa. yang belum itu adalah seorang jessica yang muji gue"
"serah loe deh jeff, capek gue bengek mulu gara-gara tingkah garing loe"
"jangan capek dong jessi, sini kalau capek gue pijit"
"nggak gitu konsepnya jepri"
"jeffery woy bukan jepri"
"suka-suka gue. mulut-mulut siapa?"
"ya mulut loe sih"
"lah iya, terus ngapain protes"
"tapi itu nama gue jessi, ayah gue namainnya dengan penuh cinta"
"iya-iya jepri"
"serah loe deh jess, untung cantik"
"kalau nggak cantik kenapa?"
"ya kalau loe nggak cantik, ya berarti ganteng"
"kalau ganteng kenapa?"
"udah pasti gue ajak gelud"
"hahaha jeff, jeff loe tuh lucu banget" ucap jessica sembari terkekeh.
*"duh tuhan senyumnya manis banget, ahh sayangnya dia udah ada yang punya"* gumam jeff dalam hati sembari menatap intens jessica.
*****
"woi ngapain loe natap gantungan kunci dari kakak yang kemarin?"-jovan
"gapapa, kakaknya cantik ya jov"
"jangan bilang loe suka sama kakak kemarin!"-jovan.
"nggak lah, tapi kalau gue lihat-lihat kakak cantik itu cocok deh sama bang jeff dan mas jordan"
"jangan ngadi-ngadi loe bambang"-jovan.
"gue serius"
"lagi bahas apaan sih kok serius banget?" tanya kak ital yang baru saja masuk bersama monyet.
"gapapa kok kak"-jevan.
"oh monyet sama kakak, pantesan aku cari-cari nggak ada"
"monyetmu nggak akan hilang, kakak hanya mengajaknya cari angin sama cari pisang"
"kakak kasih makan dia pisang"
"iya, habisnya kasihan dek. sama kamu di kasih makan wishkas terus, kan monyet sukanya pisang"
"tapi dia kucing kak"
"habisnya loe juga aneh jov, udah tau kucing tapi dikasih nama monyet. bener kata abang, tuh kucing kasian banget, krisis identitas" ucap jevan sembari tersenyum.
"bacot bet dah"-jovan.
"kenapa sih kalian semua suka banget nistain kucing-kucing gue" ucap jovan sembari mengambil alih monyet dari tangan kak ital.
"abisnya kucing loe pantas di nistain jov"-jevan.
"ngomong sekali lagi gue pukul ya loe"
"udah-udah jangan debat. pusing kakak dengernya"
"kakak sama jevan yang mulai. kemarin sama abang di kasih makan sosis, terus sama mas jordan di kasih makan nugget, sekarang sama kak ital di kasih makan pisang. kasihan banget sih kamu nyet" ucap jovan sembari mengelus dan mencium si monyet, sedangkan jevan dan kak ital hanya terkekeh melihat jovan yang tengah mengomel.