
hari ini adalah hari keberangkatan ke surabaya, jeff nampak sudah rapi.
"abang udah siap?" tanya jordan yang baru saja masuk kedalam kamar jeff.
"udah, ayo berangkat"
"iya bang"
"adik-adik mana?"
"udah dibawah sama mang somat"
"ohh"
"tapi mas arga sama mas bayu belum datang bang"
"mereka langsung berangkat ke bandara jadi kita ketemu disana"
"emtt gitu"
"mang ayo kita berangkat" ucap jeff begitu sampai depan rumah.
"siap den"
setelah jeff dan jordan masuk kedalam mobil mang somat segera melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju bandara.
*****
"hey udah lama nunggu?" tanya jeff begitu sampai di bandara dan melihat arga dan bayu sudah menunggu.
"belum, kita juga baru aja sampai"
"yaudah ayo kita masuk, pesawat kita sebentar lagi akan take off"-jovan.
*****
"akhirnya kita sampai juga"
"kamarku aku merindukanmu" ucap jevan sembari berlari masuk kedalam rumah, dan di ikuti jovan dan jordan di belakangnya.
"ini beneran rumah loe kan men?"-bayu.
"iya lah, lah kalau bukan rumah gue ngapai gue ajak kalian kesini. jangan ngadi-ngadi lu zulkidin"
"rumah loe mewah banget men"
"etdah bay, jangan norak-norak dong" ucap arga sembari mengusap kasar wajah bayu.
"fakta ga. rumah jeff emang lebih mewah dari rumah gue, rumah loe mewah sih tapi rumah jeff lebih mewah lagi"
"namanya juga sultan" ucap arga sembari berlalu pergi mengikuti langkah jeff.
"selamat datang mas jeff"
"bik titik jeff kangen sama bibik"
"bibik juga kangen sama mas jeff, setelah semuanya pindah bibik kesepian. biasanya ada mas jevan yang bantuin bibik masak, mas jordan yang selalu ngerecokin, mas jovan yang selalu nyuruh bibik buat mandiin kucing-kucingnya"
"harusnya bibik seneng karena nggak ada jordan si biang kerok"
"masnya ini siapa mas?" ucap bik titik sembari menatap arga dan juga bayu.
"ini temenku bik. yang ganteng ini namanya arga, kalau yang hitam manis dan nggak mudah kotor ini namanya bayu"
"elah jepri loe ikhlas kagak sih muji gue?" ucap bayu sembari memukul bahu jeff.
"kalau di suruh jujur sih kagak bay"
"temen biadab loe jepri"
"sudah ayo masuk dulu mas, pasti capek kan habis dari perjalanan"
"iya bik"
******
"jessica sahabatku sayang"
"gitu amat respon loe jess"
"ya kan biasanya loe nggak pernah kesini. jangankan inget sahabatmu ini, wajarnya loe bakal ngebucin ama bayu"
"astaga jess, nggak gitu juga kalik"
"bayu kemana?"
"ke surabaya dia"
"surabaya! ngapain tu bocah ke surabaya?"
"ke rumah jeff"
"ke rumah jeff!"
"iya, loe nggak lupa kan kalau jeff asli surabaya"
"ahh iya gue lupa. arga juga ikut pergi"
"iya"
"tau gitu gue ikut, dari pada di rumah cuma goleran aja kayak gini"
"aku aja mau ikut tapi sama bayu nggak boleh"
"bayu bosen kalik sis lihat muka loe"
"jangan ngadi-ngadi ya loe jess"
"ehh ada siska"
"kak bryan nasih di rumah?"
"iya berangkat lagi besok"
"kuliah disini aja kenapa kak"
"dari dulu cita-cita gue emang kuliah di jepang"
"kalau loe juga bakal kuliah ikut kak bryan nanti jess?"
"nggak. gue bakal tetep disini, nemenin loe"
"ahh jessi, gue terharu banget" ucap siska sembari memeluk jessica.
"hih jauh-jauh dari gue, jijik gue"
"jangan peluk-peluk jomblo sis, nanti loe ketularan"
"iya juga ya kak"
"terus aja loe berdua ngebulli gue" ucap jessica kesal.
"jangan cemberut gitu dong kakak kan jadi gemes" ucap bryan sembari mengacak-acak gemas rambut jessica.
"kakak nyebelin banget sih" ucap jessica sembari menyingkirkan tangan kakaknya.
"apa sih ribut-ribut"
"kakak, kak bryan tuh nyebelin"
"dih mana ada. dia fitnah gue kak"
"kalian berdua sama-sama nyebelin" ucap bastian sembari berlalu pergi menuju kamarnya, terlihat sangat jelas dari raut wajah cowok itu kalau ia sangat lelah.
"kak bastian kenapa kak? kelihatannya capek banget"
"mana kakak tau"
"makannya kakak tuh kalau di rumah ke kantor kek, bantuin kak bastian"
"lah napa lu jadi marahin gue sih dek"
"terserah kakak. ayo sis kita pergi dari sini" ucap jessica sembari menggandeng tangan siska menuju kamarnya.