JEJE (Perfect Boyfriend)

JEJE (Perfect Boyfriend)
kai cemburu



"sayang dia siapa?" tanya kai sembari menunjukkan ponselnya kepada krystal.


"astaga ada wartawan yang melihatku"


"jawab dulu dia siapa?"


"dia bastian, rekan kerja ayah"


"kenapa kamu bisa makan sama dia?"


"aku nggak sengaja ketemu bastian, terus kita makan bareng"


"aku nggak suka kamu deket-deket sama dia"


"kamu kenapa sih yank?"


"kamu masih nanya aku kenapa? aku cemburu, selama ini kamu nggak pernah dekat sama cowok"


"aku sama bastian hanya berteman yank"


"tetep aja aku cemburu"


"udah dong jangan cemberut gitu, nanti gantengnya hilang loh"


"kenapa emangnya kalau gantengnya hilang, kamu mau milih si bastian itu"


"ihhh ngomong apa sih, ya nggak lah. kesayangannya krystal kan cuma kai" jawab krystal sembari memeluk kai dari samping.


"gombal" ucap kai sembari tersenyum manis.


jujur saja kai memang takut kehilangan krystal sehingga ia tidak suka melihat krystal dekat dengan pria lain. sedikit berlebihan memang, tapi itu karena kai sangat menyayangi krystal.


******


"makan yang banyak ya monyet, loe kan habis lahiran jadi butuh nutrisi yang banyak" ucap jovan sembari memberi makan kucing kesayangannya.


"jov udah ngapa loe bucin mulu sama kucing, capek gue lihatnya"


"bachot banget sih fan. sono kasih minum jason"


"ogah"


"sampai berani melangkah pergi dan nggak mau kasih susu jason, gue hajar loe"


"heh bocah kalau gue nggak boleh pergi, terus bikin susunya gimana anjir. botolnya kan ada di dapur, ya kali aja mau gue kasih susu gue"


"ya siapa tau aja"


"dasar gelo" ucap jevan sembari berlalu menuju dapur, untuk membuatkan susu untuk kanjeng ndoro jason.


"kenapa tuh muka di tekuk gitu?"


"sebel gue mas. si jovan bener-bener gila karena kucing, kelihatannya kita perlu bawa tu bocah ke psikiater deh"


"nanti gue bilang ayah"


"percuma, palingan ayah cuma bakal ketawa doang"


"ya trus mau loe apa oncom?"


"kita seret jovan secara paksa"


"gaya loe van, badan loe aja udah kayak lidi gitu mau narik jovan yang badannya otot semua"


"wahhh mas jordan parah nihh, itu namanya body shimming ya"


"orang gue bicara sesuai dengan fakta kok"


"terserah"


"apa sih heboh banget?" tanya jeff yang baru saja datang, dan langsung duduk disebelah jordan di meja makan.


"ini si bontot lagi kesel sama jovan"


"emang jovan kenapa?"


"biasa di perbudak suruh bikin susu buat jason"


"bachot loe bang, bikin gue tambah kesel aja"


"udah bang jangan gangguin si bontot, mending makan. dari pada gangguin dia, ntar bocahnya malah tambah darah tinggi"


"hmmm"


"oh iya bang, gimana sama kaka jessica?"


"gimana apanya"


"kapan abang tembak kak jessica?"


"belum tau"


"ayo dong bang garcep"


"pengennya sih gitu, tapi gue belum terlalu yakin sama perasaan jessi ke gue"


"kak jessica juga suka sama abang"


"tau dari mana loe bocah?"


"kelihatan dari sorot mata kak jessica"


"macam cenayang aja lu bocah"


"mas nggak usah ngarep-ngarep punya kakak ipar cantik deh"


"kenapa gitu dek?"


"abang kita kan cemen"


"ahh gue rasa loe bener deh"


"JEVAN LOE LAMA BANGET DEH" teriak jovan yang baru saja masuk ruang makan dan langsung merampas dot susu yang berada di tangan jevan.


"sialan loe jov, udah nyuruh tapi malah marah-marah. definisini kembaran nggak tau diri loe"


"bachot" ucap jovan sembari menimang-nimang jason layakkan menimang-nimang seorang bayi.


"Tuhan berikanlah kesabaran yang lebih untuk hambamu ini" ucap jevan nelangsa sembari mengusap-usap dadanya.


"utu, utu si bontot nelangsa banget sih" ucap jordan berusaha mengejek adik bungsunya.


"bawel banget, makan tuh nugget" ucap jevan sembari mendengus sebal dan segera meninggalkan dapur.


"ngambek kan tu anak bontot"


"biarin aja deh bang. yang penting makan nugget"


"nugget terus di otak loe. jihan apa kabar?"


"hlah kenapa abang jadi nanyain jihan"


"selama ini abang nggak pernah lihat low deket ama perempuan. kekihatannya jihan cewek pertama yang deket ama loe"


"itu karena jihan temennya yuqi"


"temennya yuqi. atau karena loe sebenarnya juga demen"


"terserah abang aja lah"


"biasa aja kalik nggak usah cemberut gitu"


"habisnya abang nyebelin. buruan tembak kak jessica, gue pengen punya kakak ipar cantik bang"


"malah bahas jessica"


"abisnya abang kelamaan. kalau abang lama kak jessica buat gue aja"


"mua gue patahin leher loe?"


"ogah"