JEJE (Perfect Boyfriend)

JEJE (Perfect Boyfriend)
belajar move on



"ayah hati-hati ya, kalau udah sampai langsung kabari irene" ucap irene ketika mengantar ayah ke bandara.


"iya kak. kakak juga jaga diri baik-baik, ayah juga titip adik-adik kamu" ucap ayah sembari mengelus puncak kepala irene.


"iya yah, ayah nggak perlu khawatir sama kita, kita semua bakal baik-baik aja kok"


"ya udah ayah pergi dulu"


"iya yah" jawab kak irene sembari mencium tangan ayah.


******


"dek keluar dong, loe belum makan loh dari pagi tadi" ucap bastian sembari mengetu LPk pintu kamar adiknya.


"nanti kak, aku masih belum lapar"


"jangan buang-buang air mata kamu cuma buat b*jingan kayak aldo, masih banyak cowok baik di luar sana. kakak pergi dulu, kakak harap kamu segera keluar untuk makan" bastian sembari berlalu pergi, sebenarnya bastian tidak tega meninggalkan jessica sendirian di rumah apalagi mama dan papa sedang berada di luar kota, tapi mau bagaimana lagi pekerjaan mununtutnya untuk tetap pergi ke kantor.


"al kenapa sih kamu tega banget sama aku. aku salah apa al" gumam jessica sembari memandangi figura foto yang terisi foto dirinya dan aldo sewaktu masih berpacaran.



"di saat aku udah sayang banget sama kamu, kamu malah tega nyakitin aku al. padahal dulu kamu yang selalu meyakinkan aku, kalau kamu nggak akan pernah menyakiti aku, dan nggak akan biarin siapapun nyakitin aku. tapi nyatanya kamu sendiri yang melakukannya al"


jessica benar-benar kacau, hatinya benar-benar merasa sakit. ia tidak tau kenapa aldo setega itu terhadap dirinya, padahal sebelumnya hubungan mereka baik-baik saja, tapi setelah kedatangan mantan kekasihnya itu, dengan mudahnya aldo menduakannya.


"aku nggak boleh sedih terus-terusan, kasian kakak dia pasti sangat menghawatirkanku. baik mulai hari ini aku akan melupakanmu al, pokoknya gue harus belajar move on. dan mulai sekarang aku tidak akan membuka hatiku untuk siapapun, laki-laki semuanya sama aja, sama-sama b*jingan"


dengan segera jessica megemasi barang-barang yang diberikan oleh aldo dan memasukkannya kedalam ransel.


"non jessica mau kemana?" tanya bik sarni ketika melihat jessica turun dari tangga sembari membawa ransel.


"eh bibik, tolong ini taruh gudang ya bik" ucap jessica sembari memberikan ransel yang ia bawa kepada bik sarni.


"emangnya ini apa non?"


"barang-barang dari aldo"


"non jessica yakin mau membuangnya?"


"iya bik, tolong taruh gudang ya"


"baik non. tapi non jessica makan ya, dari pagi non jessica belum makan. den bastian khawatir banget non"


"iya bik, ini aku juga mau makan kok" jawab jessica sembari tersenyum.


"ahh syukurlah, bibik lega dengarnya non. non jessica jangan sedih-sedih lagi ya"


"iya bik"


********


"nongkrong yuk"-arga.


"nggak ah, gue mau kerumahnya siska"-bayu.


"yaelah bucin"-jeff.


"jomblo emang suka iri hati. gue duluan ya" pamit bayu kepada jeff dan arga.


"gue ke rumah loe aja ya jeff"-arga.


"gabut banget kelihatannya"


"iye, di rumah nggak ada orang. kesepian gue, kalau di rumah loe kan rame tuh, ada adik-adik loe"


"yaudah loe duluan aja gih, gue mau jemput si kembar dulu"


"tumben loe jemput si kembar, biasanya mereka naik taksi"


"si jovan lagi nggak enak badan, makannya gue tadi bawa mobil"


"owh yaudah gue cabut duluan ya, tapi loe jangan lama-lama"


"iya"


"bang ayo" ucap jordan yang baru saja sampai di area parkir.


"dan loe bareng gue aja yuk" ucap arga sembari merangkul pundak jordan.


"lah mas arga mau kemana?"-jordan.


"mau ke rumah loe, nggame kita"-arga.


"ahhsiap boss. bang gue bareng mas arga ya"-jordan.


"yaudah sana, jagain adik gue"-jeff.


"aman, kagak bakalan gue jual juga" jawab arga. setelah jordan naik ke atas motornya, arga segera melajukan motornya. dan tak lama jeff pun juga pergi meninggalkan pelataran sekolah untuk segera menjemput si kembar.


"sepi banget dan?" tanya arga ketika baru sampai di kediaman yaunatama.


"biasa mas pada kerja, nah si tuyul kan juga pada belum balik"


"iya juga sih"


"mas arga nggak mau ganti baju?"


"nggak usah"


"mau minum apa mas?"


"apa ajalah"


"siap"


"enak banget dah jadi jeff, dia punya banyak saudara kagak kayak gue. selalu kesepian karena gue anak tunggal"


"dek kamu udah pulang? di depan itu motor siapa, teman kamu kah" tanya kak irene ketika melihat seorang pria duduk di sofa.


"kak, baru pulang kerja?"


"ehh arga, maaf ya kakak fikir kamu tadi jeff" ucap kak irene sembari tersenyum.


"nggak apa-apa kak" jawab arga sembari tersenyum.


"habisnya kamu sama jeff mirip sih. cocok kalau jadi anak kembar"


"jangan dong kak, nanti kalau aku sama jeff kembar, jadi saingan sama jovan dan jevan"


"haha kamu bisa aja, yaudah kakak masuk dulu ya"


"iya kak"


tak lama setelah kepergian kak irene, mbak fitri datang membawa nampan berisi minuman dan beberapa toples camilan.


"nah ini di minum dulu mas"- mbak fitri.


"makasih mbak, jadi ngrepotin"


"nggak ngrepotin kok mas. mbak fitri malah seneng kalau mas arga main kesini, jadinya mbak fitri bisa cuci mata"


"helleh genit" sela jordan yang baru saja turun dari tangga.


"mas jordan sirik aja"-mbak fitri.


"mbak fitri kan setiap hari sudah cuci mata, di rumah ini kan ada empat anak laki-laki dan semuanya tampan"-arga.


"iya sih mas. tapi mas arga tetep nomor 1"-mbak fitri.


"hlah kok bisa gitu?"


"kata mbak fitri, mas arga itu mirip aktor korea favoritnya"-jordan.


"emang iya mbak?"-arga.


"iya mas. mas arga ini mirip banget sama cha eunwoo, ganteng banget"


"mbak fitri ini ada-ada saja"


"mas arga" ucap jevan sembari berlari dan begitu sampai di dekat arga segera memeluknya.


"woi bocah, main nemplok aja. udah kayak cicak loe"-jordan.


"mas jordan iri ya"


"dihh apaan dah"


"gue langsung ke kamar bang" pamit jovan.


"iya, istirahat ya" ucap jeff, dan hanya di jawab anggukan oleh jovan.


"pucet banget tuh bocah, udah loe kasih obat kan jeff?"-arga.


"udah"


"mas arga ayo kita ngegame"-jevan.


"iya, tapi ganti baju dulu sana"-arga.


"oke boss"-jevan.


"ini nih jeff yang gue suka dari rumah loe"-arga.


"apaan dah?"-jeff.


"rumah loe kelihatan hidup, nggak kayak rumah gue"


"mas arga kalau kesepian angkat gue aja jadi adik mas arga"-jordan.


"lambemu dek"-jeff.


"hehe ya siapa tau gitu kalau mas arga lagi buka lowongan untuk jadi adiknya"-jordan.


"lowongan macam apaan kayak gitu. dek gue laper"-jeff.


"kalau laper makan lah bang"-jordan.


"masakin dong"


"tadi gue ke dapur, bibik sama mbak fitri masak kok bang"-jordan.


"males tapi, ambilin dong"-jeff.


"abang manja banget dah" ucap jordan sembari bangkit dari duduknya, untuk segera mengambilkan makanan untuk abangnya.


"ehh nggak jadi deh dek. gue mau tidur aja"-jeff.


"hlah gimana ceritanya, gue main tapi malah mau loe tinggal tidur men"-arga.


"kan ada adik-adik gue. bentaran aja deh, gue ngantuk" jawab jeff sembari berlalu pergi.


"yaelah bambang, makannya kalau malam tidur jangan jadi ikan"-arga.


"buachot" ucap jeff sembari berlalu pergi.