
"udah siap semuanya? nggak ada yang ketinggalan kan?" tanya jeff kepada adik-adiknya dan juga kedua sahabatnya.
"beres"
"yaudah yuk berangkat"
dengan segera mereka masuk kedalam mobil untuk segera menuju bandara. jeff benar-benar mempercepat kepulangannya menuju jakarta karena jovan benar-benar sudah tidak bisa menahan rindu kepada kucing-kucingnya.
*****
"akhirnya sampai juga" ucap jordan ketika mereka baru saja tiba di rumah.
sedangkan jovan langsung berlari menuju kandang kucingnya.
"tuh bocah antusias banget kalau udah berurusan sama perkucingan"-jevan.
"kembaran loe tuh"-jordan.
"yee jangan lupa kalau itu adik mu mas"-jevan.
"dek bawain tas gue masuk"-jeff.
"abang mau kemana?" tanya jevan ketika melihat abangnya sudah nangkring di atas motornya.
"abang keluar dulu bentar"
"nanti kalau pulang belikan seblak"
"beres" jawab jeff sembari melajukan motornya.
"lah abang mau kemana dek?"
"nggak tau mas. orang abang nggak bilang"
"dia kangen kak jessica kalik" ucap jordan sembari menaik turunkan kedua alisnya.
"bisa jadi"
*******
ting..
suara notif terdengar dari ponsel milik jessica, menandakan ada pesan masuk di dalamnya. dengan segera jessica melihat dari siapa pesan itu, setelah melihat siapa pengirimnya bibirnya terangkat membentuk senyum manis.
jeff: dimana?
jessica: di rumah
jeff: keluar gih aku di depan.
jessica membulatkan matanya ketika membaca pesan yang baru saja di kirim oleh jeff. bukannya cowok itu masih di surabaya dan baru akan pulang besok, lalu bagaimana mungkin dia bilang kalau sekarang dia ada di depan rumah.
"dek loe ngapain malah bengong di situ, itu temen loe nungguin di depan. gue suruh masuk nggak mau" ucap kak bastian yang baru saja pulang kantor.
"jeff beneran di depan kak?"
"iya"
"kakak nggak bohong kan?"
"nggak, buat apa kakak bohongin kamu. kurang kerjaan banget, udah temui sana, kasihan tau"
tanpa menjawab sepatah kata pun jessica segera berlari menuju kedepan.
"jeff" panggil jessica begitu melihat cowok tampan tengah nangkring di atas motornya, tepat di pekarangan rumah jessica.
"haii cantik"
"kamu kapan pulang?" tanya jessica sembari menghampiri jeff.
"baru aja. kenapa? kangen ya?" tanya jeff sembari menaik turunkan alisnya.
"dihh ke PDan"
"faktanya memang gitu kan nona manis"
"iya deh, terserah kamu aja"
"emtt ciee udah aku kamu aja" goda jeff.
"hih apa sih jeff, maksud aku biar lebih akrab aja" ucap jessica dengan memalingkan wajahnya, sungguh demi apapun ia saat ini sangat malu dan salting.
"yaudah, ganti baju gih"
"emang mau kemana?"
"aku mau ajak kamu keluar"
"kemana?"
"jalan-jalan aja"
"tapi aku nggak berani minta izin kak bastian"
"aku udah izin tadi sama kakak kamu, dan katanya boleh. kenapa kamu takut gitu, orang kakak kamu biasa aja"
"aku nggak takut, cuma dulu kak bas selalu nggak suka kalau aku keluar sama cowok"
"aldo contohnya?" tanya jeff dan di jawab anggukan kepala oleh jessica. "aku kan bukan aldo jessi, udah ganti baju gih"
"yaudah aku ganti dulu" ucap jessica dan dijawab anggukan oleh jeff.
hampir 15 menit jeff menunggu jessica namun gadis itu tak kunjung keluar juga.
"astaga apa semua wanita selama ini kalau dandan. aku hanya akan mengajaknya ke taman, bukan mau mengajaknya kondangan. apa iya dia harus gambar alis" gumam jeff.
"cewek emang gitu, suka nggak sadar waktu kalau udah dandan"
"ehh kak, mau kemana?"
"ada janji sama temen, gue pergi dulu. nitip adik gue ya" ucap kak bastian sembari menepuk pundak jeff.
"siapp"
"kakak mau kemana jeff?" tanya jessica yang baru saja keluar dan melihat mobil kakaknya yang baru saja pergi.
"nggak tau, katanya ada janji"
"ohh"
"ya udah ayo" ucap jeff sembari memasangkan helm di kepala jessica. "lain kali nggak usah dandan cantik-cantik, nanti kalau dilirik cowok lain bahaya"
"kenapa bahaya?"
"karena sainganku bertambah"
"kamu tuh ada-ada aja"
"mulai apa?" tanya jessica pura-pura polos padahal sedari tadi jantungnya berdetak dengan kencangnya.
"mulai mau nikah" ucap jeff berusaha menggoda jessica.
"apaan sih nggak jelas. udah ahh ayo pergi"
"yaudah ayo naik"
setelah jessica naik keatas motornya jeff dengan segera melajukan motornya membelah jalanan yang nampak padat karena sekarang adalah jam pulang kantor.
"kita mau kemana?" tanya jessica sembari menumpukan dagunya di atas pundak jeff.
"maunya kemana?"
"aku nggak tau"
"yaudah kamu ngikut aku aja"
jeff senang karena gadis itu sudah tidak secanggung dulu terhadap dirinya. sebenarnya jeff sudah tertarik dengan jessica semenjak pertama kali masuk sekolah, tapi jeff juga nggak mau memaksakan. karena jessica punya aldo waktu itu, tapi kalau sekarang jeff berharap lagi nggak salah dong.
"kok berhenti disini?" tanya jessica ketika jeff menghentikan motornya tepat di depan masjid.
"udah adzan magrib, kita solat dulu"
"ohh iya ya" ucap jessica sembari mengusap tengkuknya, kenapa dia jadi sebodoh ini kalau berada di dekat jeff.
dengan segera jeff dan jessica masuk kedalam masjid untuk melaksanakan kewajiban mereka sebagai umat muslim.
"udah?" tanya jessica ketika jeff baru saja keluar.
"udah" jawab jeff sembari tersenyum.
"khusyuk banget kelihatannya, doa apaan sih?"
"doa supaya Tuhan jadiin kamu jodoh aku"
"jepri kamu kenapa sekarang hobby banget gombal"
"aku nggak gombal, udah ayo. aku traktir kamu makan"
"makan apa?"
"pecel lele tempatnya mak supi"
"jangan pecel dong jeff"
"terus maunya apa?"
"pizza"
"nggak ahh, kamu terlalu banyak makan pizza. nggak baik buat kesehatan, pokoknya pecel lele mak supi"
"ngomong aja pelit"
"nggak pelit, cuma kamu harus rasain pecel lele mak supi. dijamin kamu bakal ketagihan"
"terserah kamu jepri"
"yaudah ayo naik"
setelah jessica naik jeff segera melajukan motornya menuju warung pecel lele milik mak supi.
setelah menepuh perjalanan hampir 15 menit akhirnya mereka sampai di tenda pecel lele milik mak supi. jeff segera memarkir motornya di tepi jalan.
"ayo masuk" ajak jeff sembari menggandeng tangan jessica.
seumur-umur jessica nggak pernah makan di tempat seperti ini. biasanya orang tua atau pun kedua kakaknya selalu mengajaknya makan di restoran mewah.
"mak pecel lelenya dua" ucap jeff.
"ehh mas jeff. sama siapa tuh? pacar ya!"
"doain aja mak" jawab jeff sembari tersenyum.
"mas arga sama mas bayu mana mas?" tanya mak supi menanyakan keberadaan kedua sahabat jeff, ya karena biasanya jeff datang bersama arga dan juga bayu, karena pecel lele mak supi adalah langganan arga.
"ada mak, lagi pada di rumah"
"oh gitu. ngomong-ngomong kemana aja mas? udah lama mas jeff, mas arga, sama mas bayu nggak kesini"
"iya mak. kita baru aja pulang dari surabaya"
"ke surabaya ngapain mas?" tanya mak supi kepo.
"pulang kampung sekalian liburan mak, dan kebetulan arga sama bayu juga ikutan"
"wah iya ya mas jeff kan aslinya surabaya, sampai lupa mamak. nahh ini pecelnya mas, mbak, selamat menikmati"
"makasih mak"
"iya mas. kalau gitu mamak lanjut goreng dulu"
"siap"
"kamu akrab banget sama ibu nya jeff"
"iya karena sering kesini sama anak-anak"
"kalian itu tajir tapi hobinya makan di pinggiran" ucap jessica sembari terkekeh.
"kalau murah tapi enak, kenapa harus yang mahal. yang paling penting kenyang, bahagia itu nggak melulu diukur dengan kemewahan. udah dimakan jangan cuma di lihatin doang"
"iya jepri, ini juga mau dimakan"
benar kata jeff bahagia emang nggak selalu dengan kemewahan, buktinya sekarang jessica sangat bahagia walau hanya di ajak makan dipinggir jalan. apapun yang di lakukan cowok itu selalu berhasil buat kebahagiaan tersendiri bagi jessica.
dulu sewaktu sama aldo, aldo nggak pernah mengajaknya makan di tempat seperti ini. aldo pasti akan mengajaknya ke cafe, atau restoran mahal. tapi jeff beda, benar-benar berbeda, walaupun dia dari keluarga berada tapi ia tidak pernah sombong dan selalu hidup sederhana. padahal yaunatama grup adalah perusahaan terbesar di kota ini.
"gimana enak kan?"
"iya enak, ini untuk pertama kalinya aku makan pecel lele"
"cantik-cantik kudet"
"kok kudet"
"iyalah, katanya kaya. pecel lele aja nggak pernah makan"
"itu karena aku nggak pernah makan di pinggiran seperti ini jeff"
"aku percaya. karena kamu taunya restoran mewah, mana ada di sana pecel lele"
"aku kenyang banget, ini rasanya bener-bener enak jepri" ucap jessica sembari mengelus perutnya.