JEJE (Perfect Boyfriend)

JEJE (Perfect Boyfriend)
bekal atiqah



"pagi pacar" sapa jeff ketika jessica baru saja keluar dari dalam rumah.


"kok nggak masuk sih?"


"sengaja nemenin tante nyiram bunga"


"mama udah suruh pacar kamu masuk, tapi nggak mau katanya mau nemenin mama nyiram bunga" ucap mama tiffany sembari tersenyum.


"ya udah aku berangkat dulu ma" pamit jessica sembari mencium tangan sang mama.


"saya juga pamit tan" ucap jeff sembari mengikuti jessica mencium punggung tangan mama tiffany.


"iya tante titip jessica ya jeff, jalau bandel sentil aja jidatnya"


"siap tante. kami pergi dulu, assalamualaikum"


"walaikumsalam"


dengan segera jeff naik ke atas motornya setelah selesai memakaikan helm kepada jessica.


"sudah siap?"


"siap boss" jawab jessica sembari mulai melingkarkan tangannya di pinggang jeff.


dengan segera jeff memacu motornya menuju ke sekolah. rasanya ini seperti mimpi untuk jeff, bisa pergi sekolah bareng jessica dengan status mereka yang telah resmi menjadi sepasang kekasih. ahhh ini benar-benar tidak terlintas di otak jeff sebelumnya.


"sampai" ucap jeff ketika mereka telah sampai di parkiran sekolah.


"cepet banget, kamu naik motor udah kayak rossi" ucap jessica sembari memukul pelan lengan jeff.


"kan pacar aku anggota osis, nggak lucu dong kalau dia telat" kata jeff sembari melepas helm yang melekat di kepala jessica.


"cieee masih pagi mbak, mas udah romantis-romantisan aja" ucap siska yang baru saja datang bersama bayu.


"ngaca dong mbak, situ sendiri malah kayak amplop dan perangko" sarkas jessica.


"hehe udah ahh ayo ke kelas" ucap siska sembari turun dari atas motor bayu, dan segera menggandeng tangan jessica untuk menuju kelas.


"jadi loe bener udah jadian ama jessica men?"


"yoi"


"gila akhirnya loe ada pergerakan juga men" ucap bayu sembari tersenyum dan merangkul pundak jeff. "gue ikut seneng men, berarti nanti kita bisa dobel date"


"gue nggak mau dobel date ama pasangan alay kayak loe ama siska"


"sialan"


"arga mana?"


"udah berangkat, paling udah di kelas"


"ya udah ayo masuk kelas. ehh loe udah belajar kan bay"


"emang ada ulangan ya?"


"ada ulangan harian"


"mapel siapa ***?"


"mapel pak handoko"


"mampus kenapa loe nggak ngomong dari kemarin kampret, gue belum belajar sama sekali"


"mampus loe" ucap jeff sembari terkekeh.


"udah ayo buruan gue mau minta ajarin arga" ucap bayu sembari menarik tangan jeff.


"kak jeff boleh ngomong sebentar" ucap salah satu adik tingkat.


"woii bocah loe nggak lihat kita lagi buru-buru" ucap bayu nyolot, sembari terus menarik tangan jeff.


"sebentar aja kak bay"


"mau apa sih loe, mau nembak jeff kayak temen loe yang udah-udah itu. nggak usah mimpi, jeff udah punya jessica sekarang" ucap bayu lantang, hingga membuat orang-orang di sekitarnya mendengar perkataannya barusan.


gadis yang sedari tadi mengikuti langkah jeff dan bayu hanya bisa mematung, ternyata pria yang ia sukai sudah memiliki kekasih, dan kebanyakan anak perempuan yang memuja jeff hanya gigit jari ketika mendengar berita itu.


"udah ahh ayo" ucap jeff sembari menarik tangan bayu.


"heran gue fans loe ama fans arga bener-bener" bayu terus saja mengomel sepanjang perjalanan menuju kelas.


dulu banyak juga cewek yang mengejarnya, tapi semenjak berpacaran sama siska wanita-wanita itu sudah tidak mengejarnya lagi.


"itu hak mereka kan bay"


"emtt nanti gue bakal buat pengumuman kalau loe udah jadian sama jessica jadi nggak ada yang gangguin loe. terus nanti gue juga mau nyari cewek...."


"gila loe mau selingkuh"


"gila loe, mau loe comblangin sama siapa tuh pak boss"


"gue juga nggak tau, si arga emang susah banget anaknya. cakep doang tapi jomblo sejak zigot"


"itu namanya prinsip"


"prinsip apaan. orang tuh kalau ganteng dimanfaatin jangan malah di sia-siain"


"bacot ahh" ucap jeff sembari berjalan mendahului bayu.


******


"woiii lah kopi susu baru dateng" ucap teddy ketika bayu dan jeff baru saja memasuki kelas.


"bacot lu. belajar yang bener sana lu cil" dengan ringannya tangan bayu menampol kepala teddy.


"sakit bege" ucapa teddy sembari mengelus kepalanya. "emang loe udah belajar tem?"


"gue? ya udah pasti belum lah" jawab bayu dengan tampang tengilnya.


"setan emang ni bocah"


"sini loe ted, jangan kebanyakan gaul sama si item. jadi makin gesrek loe nanti" ucap galih sembari menarik tangan teddy untuk menjauh dari bayu.


"huu anak kadal"


"belajar bay" ucap arga sembari menatap tajam bayu.


"iya pak boss, ini juga mau belajar"


"heh bay loe belajar? serius nih? nggak lagi mimpi kan gue?" ucap doni sembari merangkul pundak bayu.


"kenapa emangnya?"


"loe tobat tem? tumben-tumbenan loe belajar"


"doni, hery. bocahh yang paling guuuuancoxxx, ini mapel pak handoko biarpun gue pinter tapi tetep harus belajar"


"otak loe sebelas, duabealas ama gue teng. nggak usah nyombong dan bilang kalau loe pinter ya"


"elah sya, biasa aja dong kagak usah ngegas"


"nihh bay mumpung loe lagi tobat, gue kasih bekal gue buat loe. makan biar kenyang"


"tumben loe baik don"


"gue emang baik njir, loe aja baru nyadar"


"btw ini bekal dari siapa?" tanya bayu dengan sedikit curiga, karena sangat tidak mungkin cowok modelan doni mau bawa bekal dari rumah.


"atiqah pakek Q"


"uhukk,,, uhukkk" setelah mendengar jawaban dari doni bayu langsung kesedak nasi goreng yang baru saja ia lahap. "buset ini bekel dari mak lampir. kalau tu bocah sampe tau bekelnya gue yang makan bisa abis gue"


"makannya loe diem aja nggak usah ngomong"


"gue aduin atiqah loe bay" ucap ciko berusaha menggoda bayu.


"jangan ngadi-ngadi loe ko. gue ama siska belum nikah, gue nggak mau mati muda di tangan atiqah si cewek bar-bar.


"BERISIK" ucap jessica sembari menggebrak meja dengan kerasnya. "bisa pada diem nggak? gue mau belajar, kalau mau rusuh dilapangan sana"


"kan jissica jadi ngamuk, diem makannya loe semua. ngerusuh mulu, capek gue tiyap hari harus nasehatin kalian"


"pak ketua santai dong kita...."


"masih mau ngebantah lagi?" ucap galang memotong ucapan arsya.


"kagak" jawab arsya sembari meneguk salivanya dengan susah payah ketika galang menatapnya dengan tatapan yang mematikan.


teng.... teng..... teng


"mampus udah masuk aja" gumam bayu sembari menutup buku paket yang kini tengah ia pelajari.


"selamat pagi"


"pagi pak"


"hari ini nggak jadi ulangan, kerjakan soal halaman 109 bapak ada rapat sama dewan guru. galang nanti kalau sudah selesai tolong kamu taruh buku tugasnya di meja bapak"


"baik pak" jawab galang sopan.


"bapak pergi dulu" pamit pak handoko sembari pergi meninggalkan kelas 11 ipa 1.


seketika selurus siswa-siswi 11 ipa 1 dapat bernafas lega karena dapat keluar dari cengkraman pak handoko guru fisika yang terkenal kiler dan horor.