
hari berganti hari, minggu berganti minggu, dan bulan pun telah berganti bulan hubungan jeff dan jessica berjalan dengan lancar dan tak ada kendala.
"hai yuqi, jihan"
"eh kak jessi, sama kak siska dari mana sih kok baru datang?"
"nih siska laper jadi ke kantin dulu"
hari ini mereka tidak langsung pulang karena jeff, arga, bayu, jordan, lucas, dan juga dery memutuskan untuk bermain basket.
"sayang haus" ucap bayu yang baru saja berlari menuju tepi lapangan dan menghampiri siska tang tengah duduk bersama jessica, yuqi, dan juga jihan.
"nihh minum dulu, aduh kasihan banget sih kesayangan aku" ujar siska sembari memberikan botol air mineral kepada bayu dan menghapus keringat cowok itu menggunakan handuk kecil yang tengah ia bawa.
"makasih sayang"
"iya, main yang semangat"
"siap tuan Putri" jawab bayu sembari kembali berlari menuju lapangan.
"yahh udah mulai ya?"
"anjani sini duduk" ucap Yuqi.
"gue telat ya yuq?"
"nggak baru aja mulai kok"
"ini siapa? kenapa seragamnya beda sama kita?" ucap siska sembari menatap anjani yag duduk disamping yuqi.
"ini anjani kak, dia ceweknya dery" jawab yuqi.
"ohh si dery diam-diam juga punya cewek ya. berarti disini yang jomblo cuma si arga sama jordan"
"jordan otw kak" ucap yuqi sembari tersenyum dan melirik jihan.
"otw! emang siapa ceweknya?" tanya siska sembari menaikkan sebelah alisnya.
"nih yang duduk disamping gue sama kak jessica"
"ohh jadi calonnya jordan si imut jihan. loe gimana jes, setuju kagak adik ipar loe kalau pacaran ama jihan?"
"ya pasti setujulah, apalagi ceweknya secantik dan sebaik ini" jawab jessica sembari memeluk jihan.
"makannya bantuin dong kak, biar si jihan bisa deketan ama jordan. kasihan tau tuh bocah sampek ileran cuma gara-gara ngarepin jordan doang" sela anjani namun pandangannya masih fokus tertuju pada sang pujaan hati yang tengah berlarian di tengah lapangan.
"bocah loe ngablak juga ya. ya cocok sih kalau loe jadi ceweknya si hendery"
"iya dong kak jessica, gue ama bebeb dery emang couple paling the best"
"woi bocah, gue ini siska bukan jessica"
"salah ya kak? ya maaf belum hafal"
"gimana loe bisa hafal, kenalan aja kagak"
"yaudah ayo kenalan. gue anjani" ucap anjani sembari mengulurkan tangannya.
"gue siska" ucap siska sembari menjabat tangan anjani.
"berarti yang cantik ini kak jessica"
"iya gue jessica" jawab jessica sembari tersenyum
"loe nggak mau kenalan ama gue jan?" tanya jihan sembari menunjuk dirinya sendiri.
"kagak ji, gue bosen lihat loe mulu"
"emang bener-bener kurang ajar loe jan"
"canda doang gue. anak manis ga boleh baperan ji"
"bodo amat"
"panas banget woi kenapa nggak selesai-selesai. kasihan lakik gue, udah item malah tambah item"
"dosa loe kak nistain cowok sendiri" ucap yuqi sembari terkekeh.
"fakta qi"
hampir satu jam mereka berlarian di bawah terik matahari, hingga membuat salah satu diantaranya mengeluh dan menyudahi permainan itu.
"gila capek banget" ucap dery sembari mengatur nafasnya yang terengah-engah.
"semangat napa der, tuh disamperin kesayangan" ucap lucas sembari mengendikkan dagunya kearah anjani yang tengah berjalan menuju lapangan.
"capek ya, nih minum" ucap anjani sembari memberikan sebotol air mineral kepada dery.
"makasih sayang" dengan senang hati dery menerima air mineral yang diberikan oleh anjani.
"ya udah pulang yuk, kamu pasti capek banget. baju kamu juga basah gini" ucap anjani sebari mengelap keringat dery.
"iya sayang" jawab dery sembari menggandeng tangan anjani. "gue balik dulu ya"
"yoi hati-hati"
"sayang ayo pulang, panas banget ini" ucap siska sembari menarik tangan bayu, bahkan tanpa pamit kepada teman-temannya.
"buset kenapa pasangan semua. gue doang nih yang nggak ada pasangan" ucap arga sembari mengamati teman-temannya, dan juga juniornya yang kini sudah berdiri dengan pasangan masing-masing.
"gue kan nggak ada pasangan juga mas"
"elah dek, tuh si jihan nggak loe anggep. jangan gitu dong, kasihan anak orang"
"gue ama jihan kan nggak ada apa-apa mas"
"makanya cepet ada apa-apanya dong" goda jessica sembari tersenyum.
"udah ah ayo pulang nanti kak bastian nyariin" ucap jeff sembari menggandeng tangan jessica.
"iya. yaudah kita duluan" jawab jessica sembari pamit kepada teman-temannya.
"gue ikut" ucap arga sembari menyusul jeff dan juga jessica.
"siap"
"jihan balik gimana?"
"gue balik naik taksi aja cas"
"nggak-nggak loe balik dianter jordan"
"lah kok gue"
"anter lah jo. kasihan si jihan cewek loh"
"iya jo. gue minta tolong anterin jihan ya, gue tadi nggak bawa motor jadi balik ama lucas. gue nggak tega kalau biarin jihan balik sendirian"
"iya udah deh" final jordan.
"nah gitu dong baru namanya kakik" ucap Lucas sembari merangkul bahu jordan.
******
"kak"
"kenapa jov?"
"kakak tumben di rumah"
"kamu nggak seneng ya kalau kakak di rumah?" tanya kak irene sembari mengangkat sebelah alisnya.
"suka kok. tapi aneh aja, umumnya kakak selalu di rumah sakit dan pulang sore, malah hari ini dirumah"
"kakak emang udah resign dek"
"kakak jadi nikah bulan depan?"
"iya dong"
"kak" panggil jovan sembari menyandarkan kepalanya pada bahu irene.
"kenapa sih dek, kamu kalau kayak gini pasti ada maunya"
"kakak kok gitu sih"
"biasanya kalau kamu manja kan emang pasti lagi ada maunya. ayo bilang mau apa?"
"apa aku boleh buat acara syukuran?"
"syukuran?" beo irene.
"iya"
"syukuran apa dek?"
"syukuran ulang tahun jason dan jennie"
"emang kucing kamu udah ada satu tahun dek?"
"belum baru aja tujuh bulan kak"
"berarti tujuh lapan dek"
"nah iya, boleh ya kak" ucap jovan sembari memasang puppy eyes andalannya.
"oke, acaranya kapan?"
"lusa"
"ya udah nanti kakak bilang bik yem buat atur semuanya"
"aku boleh undang temen-temen kan kak?"
"boleh"
"makasih kak. kakak emang yang terbaik" ucap jovan sembari memeluk irene.
"ada acara apaan nih, kenapa pelukan kayak Teletubbies?" ucap jordan yang baru saja masuk bersama jeff.
"mas jordan kepo" ucap jovan sembari bangkit dari duduknya dan segera menaiki tangga menuju lantai atas.
"bocah kampret, adik loe tuh bang"
"adik loe juga kalau loe lupa"
"kalian abis dari mana sih dek? itu kenapa seragam bisa kucel gitu"
"abis main basket kak. tapi nggak bawa baju olahraga jadinya gini deh"
"yaudah kalian mandi gih, bau asem tau"
"dihh kakak pelecehan banget. orang kita wangi gini kok" ucap jordan sembari mencium ketiaknya.
"terserah" ucap irene sembari memutar bola matanya jengah.
"muachh sayang kakak" ucap jordan dan jeff sembari mencium pipi irene, sebelum akhirnya keduanya naik ke lantai dua.
"terimakasih Tuhan udah di kasih adik-adik yang hebat seperti mereka. ahh aku nggak tau gimana nanti kalau udha nikah dan ikut suho menetap di korea, aku pasti bakal kangen sama mereka semua" monolok irene kepada dirinya sendiri.
semenjak bunda pergi irene selalu berusaha untuk menggantikan sosok itu walau pun pada kenyataannya ia tidak akan pernah bisa menggantikan sosok bunda, sesibuk apapun irene dulu ia selalu menyempatkan diri untuk menjenguk adik-adiknya di surabaya. bukannya ia nggak percaya kepada adik keduanya dalam mengurus adik-adiknya, tapi itu ia lakukan karena ia suka merasa rindu dengan ke empat adik laki-lakinya.