JEJE (Perfect Boyfriend)

JEJE (Perfect Boyfriend)
I LOVE YOU JESSICA



"ckk kelas sepi banget nggak ada Jeff" ucap Ciko sembari melempar kasar buku yang tadi sempat ia baca.


"Iya. Si Arga sama si item juga lebih banyak diemnya sekarang"-cahyo.


"Ye kalau Arga gue maklum karena tu bocah emang agak irit ngomong, la tapi kalau si item sangat nggak wajar kalau dia jadi pendiem kayak gitu"-heru.


"Udah satu Minggu lebih, bahkan hampir dua Minggu tapi kenapa Jeff belum sadar juga ya" kini Galang juga ikut angkat bicara.


"Kasian banget bebeb gue. Kalau loe sadar dan loe mau sama Jessica lagi gue ikhlas kok Jeff. tapi loe harus ceper sadar ya Jeff, gue nggak bisa lihat loe kayak gini" monolog Maria.


"Ya Maria, halu terus loe" ucap Nayla sembari menoyor kepala Maria.


"Gue ikhlas beneran kok bay. Gue ikhlas kalau Jeff bakal sama Jessica"


"Mar loe diem nggak atau gue naikin uang kas loe"


"Apa hubungannya ris-ris?" Tanya Maria sembari melototi Riska.


"Semua yang keluar dari mulut loe unfaedah Maria"


"Bacot loe semua" ucap Doni ngegas.


Kebetulan kelas 12 IPA 1 sekarang sedang jam kosong, karena guru yang mengajar di kelas mereka berhalangan hadir.


Sedangkan Arga, Bayu, Jessica, Siska, dan juga keyra memutuskan pergi ke perpustakaan. Karena mereka tau teman-teman sekelasnya akan membuat kerusuhan, sedangkan mereka butuh ketenangan.


*******


"Ckk kenapa harus sekarang sih" ucap Arga sembari menatap ponsel yang kini tengah ia pegang.


"Kenapa ga?" Tanya Bayu yang sedari tadi sibuk mengaduk-aduk minumannya.


"Keruang OSIS sekarang, kita rapat"


"Kenapa mendadak banget sih, gue males banget ga" protes Siska.


"Gue juga sama, tapi ini perintah. Bukan gue yang Adain rapat"


"Sialan pasti kelakuannya pak tuyul" ucap bayu dengan kesal.


"Udah ayo kita pergi sekarang, nanti keburu kena omel" ujar Jessica sembari bangkit dari duduknya, dan segera melangkahkan kakinya menuju ruang OSIS.


******


"Ck lama banget sih, kering nih kita" ucap Galang begitu melihat Arga dan Bayu baru saja datang dan dibelakangnya ada Jessica dan Siska.


"Pada ngapain ngumpul disini?"


"Jangan banyak bacot tem, buruan ayo kerumah sakit" ucap Doni dengan kesal, karena mereka memang menunggu Arga dan Bayu hampir setengah jam.


"Yaudah ayo" ucap Arga sembari naik keatas motornya. "Key ayo"


Dengan segera keyra naik keatas motor Arga, keyra tidak ingin membuat Arga menyuruhnya untuk kedua kalinya. Keyra cukup sadar diri kalau dirinya hanya bisa menyusahkan teman-temannya.


"Elah ga, sekali-kali biar keyra Ama gue Napa"-arsya.


"Nggak usah modus" ucap Arga sembari mulai melajukan motornya, dan disusul oleh yang lainnya.


"Mampus loe" ucap Heru mengejek sahabatnya.


"Kalau kata gue sih mending mundur deh sya. Soalnya gue mencium bau-bau api cinta antara keduanya" timpal Nayla sembari naik ke atas motor Heru.


"Maju aja belum udah suruh mundur, gini banget nasib gue" ucap Arsya dengan wajah nelangsa hingga disambut gelak tawa Heru dan juga Nayla.


*******


"Assalamualaikum" ucap mereka semua secara bersamaan begitu memasuki ruang rawat Jeff.


"Walaikumsalam" jawab kak Irene dan mas Suho secara bersamaan.


"Wihh mau demo apaan nih dek?" Tanya kak Irene kepada Arga.


"Demo gara-gara harga minyak mahal kak" jawab Arga sembari terkekeh.


"Ini Sofanya nggak cukup kalau kalian sebanyak ini" ucap mas Suho sembari menatap teman-teman Jeff satu persatu.


"Gapapa kok mas, kita bisa duduk dibawah. Kita semua kangen sama Jeff" ucap Galang.


"Iya mas, kita cuma mau lihat kondisi Jeff. Lagian besok akhir pekan jadi kita mau temenin Arga, Bayu, sama Jessica buat jagain jeff" timpal Ciko


Selama Jeff dirawat dirumah sakit Arga dan Jessica yang selalu setia menginap dirumah sakit, karena Jordan harus jagain kembar karena Jovan tidak terlalu suka dengan bau rumah sakit, sedangkan kak ital dan kak Irene sesekali saja karena keduanya sibuk dengan kerjaan masing-masing, begitu pula dengan Bayu, bocah tengil satu itu juga jarang-jarang bisa nemenin Arga untuk jagain Jeff karena kebetulan papanya sedang dinas di luar kota jadi harus menemani sang mama.


"Udah diseka belum kak?" Tanya Arga kepada kak Irene, kini posisi Arga sedang duduk disamping Jeff. Sedangkan yang lainnya duduk di lesehan dilantai.


"Belum" jawab kak Irene sembari menggelengkan kepalanya


"Yaudah kakak sama mas pulang aja, biar aku sama anak-anak yang jagain jeff" ucap Arga sembari bangkit menuju kamar mandi.


"Kamu mau ngapain dek?" Tanya mas Suho.


Tak lama Arga keluar dengan sebuah baskom ditangannya. "Mau seka Jeff"


"Ini gapapa kalau kakak tinggal dek?"


"Gapapa kak, kita rame-rame ini"


"Yaudah kakak titip Jeff ya"


"Iya kak"


"Kakak sama mas Suho pulang dulu" pamit kak Irene sembari mengelus lembut kepala Arga.


"Kakak hati-hati"


"Iya sayang" jawab kak Irene sembari melempar senyum kepada jessica


Setelah kepergian kak Irene dan juga mas Suho, Arga kembali melanjutkan niat awalnya.


"Biar gue aja ga" ucap Jessica sembari bangkit dari duduknya dan langsung menghampiri Arga.


"Gapapa gue aja, loe duduk gih istirahat"


"Tap...."


"Nggak ada tapi-tapian, duduk sana. Kita harus gantian, kita nggak boleh sakit Jeff butuh kita" ucap Arga dan hanya dibalas anggukan oleh Jessica.


Dengan telaten Arga menyeka tubuh Jeff, dari hari kehari Arga perhatikan tubuh Jeff kian mengurus.


"Bangun men, gue kangen" ucap Arga sembari menyeka tangan Jeff.


Setelah selesai dengan kegiatannya, Arga meraih tangan Jeff pelan untuk ia genggam.


"Gue tau loe kuat, jadi gue minta sama loe bangun men. Kita semua yang ada disini kangen sama loe. Apa loe juga nggak kasihan sama ayah, ayah keliahatan sedih banget" karena sibuk bermonolog hingga membuat Arga tak sadar kalau tangan yang sedang ia genggam melakukan pergerakan.


"Sejak kapan kembaran gue cengeng kayak gini"


Perlahan Arga mengangkat kepalanya dapat ia lihat Jeff telah membuka matanya dan tersenyum kearahnya.


Sedangkan semua yang ada di dalam ruang rawat Jeff tampak berkaca-kaca mereka semua begitu senang melihat Jeff sudah sadar dari tidur panjangnya.


Sedangkan jessica, gadis itu sudah tak kuasa menahan air matanya dan langsung berpelukan dengan Siska dan juga keyra.


"Ini beneran loe men? Loe udah sadar"


"Iya bawel"


"Sialan loe bikin gue khawatir terus Jeff" ucap bayu sembari menabok lengan jeff, ya begitu melihat sahabatnya sadar Bayu langsung bangkit dan berdiri disamping arga.


"Bego temen baru sadar udah loe aniaya" ucap Arga ngegas sembari memukul pantat Bayu.


"Buruan hubungi ayah, sama yang lainnya"


"Ashiap" jawab Bayu sembari memberi hormat.


Arga dan Jeff hanya bisa geleng-geleng melihat tingkah Bayu. Setelah kepergian Bayu, Arga menoleh kepada teman-temannya ia tersenyum melihat teman-teman sekelasnya yang tengah duduk dilantai sembari menangis.


"Don loe jelek kalau nangis" ucap Jeff sembari terkekeh.


"Emang sialan loe Jeff, loe nggak tau apa seberapa khawatirnya kita"


"Cantik jangan nangis, sini dong. Kamu nggak kangen sama aku" seolah mengabaikan ucapan Doni, Jeff justru berusaha mengajak bicara kekasihnya.


Karena begitu melihat Jeff membuka mata Jessica malah menangis dan nggak mau mendekat kearah Jeff.


"Kamu jahat, kenapa tidurnya lama banget" ucap Jessica sembari sesegukan.


"Maaf, sini aku kangen kamu" ucap Jeff sembari merentangkan tangannya.


Dengan segera Jessica bangkit dan langsung menghambur memeluk Jeff, sungguh Jessica rindu pelukan hangat Jeff. Rasanya sudah lama Jessica tidak merasakan pelukan hangat Jeff.


"Jangan nangis ya, aku nggak suka lihat kamu nangis"


"Makannya kamu jangan pergi lagi"


"Aku bakal terus disini, disamping kamu"


Tak lama, Bayu masuk dengan seorang dokter. Sehabis menelfon ayah dan yang lainnya, Bayu juga tak lupa untuk memanggil dokter yang selama ini menangani Jeff.


"Ah Jeff syukurlah kamu sudah sadar, saya senang melihatnya" ucap dokter esa sembari memeriksa keadaan Jeff.


"Gimana dok, dia baik-baik ajakan?"


"Abangmu baik Arga, jangan khawatir. Kamu tau Jeff selama kamu koma banyak orang yang merasa sedih, banyak orang yang begitu menyayangimu.


"Makasih dok karena dokter sudah mau merawat saya"


"Itu sudah kewajiban saya Jeff, yasudah saya pamit dulu"


******


Kini sudah empat hari setelah Jeff sadar dari komanya keadaannya pun perlahan mulai membaik, alat-alat medis yang menempel pada tubuhnya pun juga sudah dilepas semua.


"Abang pengen apa? Nanti sepulang dari kantor ayah beliin" ya pagi-pagi sekali ayah datang kerumah sakit untuk melihat Jeff, ayah datang bersama dengan jordan dan juga kembar.


"Jeff nggak pengen apa-apa yah"


"Kalau mas Arga?"


"Arga juga nggak pengen apa-apa yah"


"Ayah nggak mau tanya aku?" Ucap Jordan sembari mencebikkan bibirnya.


"Mas Jordan pengen apa?"


"Minta ponsel baru yah, ponselku pecah" ucap Jordan sembari cengengesan.


"Ck itu bukan makanan mas" ucap Jovan kesal sendiri dengan masnya.


"Diem loe bocil setan, ponsel gue pecah juga gara-gara anak loe"


Ya memang kemarin ponsel Jordan jatuh karena monyet tak sengaja menyenggolnya.


"Jangan salahin anak gue dong, salah sendiri teledor"


"Palelu tledor"


"Udah-udah jangan berantem. Iya nanti ayah beliin buat mas Jordan"


"Yang keluaran terbaru ya yah"


"Iya. Udah ayo berangkat, nanti kalian kesiangan. mas Arga mau berangkat bareng ayah sekalian?"


"nggak yah, Arga bawa motor kok"


"kalau gitu gue bareng loe deh mas" ucap Jordan sembari kembali mendudukkan bokongnya di sofa.


"yaudah ayah sama arek berangkat dulu, assalamualaikum"


"walaikumsalam" jawab Jordan, Arga, dan Jeff secara bersamaan.


"Lisa sama Aldo gimana?" tanya Jeff kepada Jordan, pasalnya anak itu selalu ikut mas Suho untuk mengurus dua Curut menyebalkan itu.


"udah Abang nggak usah mikirin mereka, bakal membusuk di penjara kok"


"bagus" ucap Arga sembari tersenyum miring, sungguh senyum Arga kali ini sangat menyeramkan.


*****


Malam ini Jeff mengajak Jessica pergi ke taman untuk menikmati udara segar dan juga melihat bulan yang nampak indah.


"Jeff lihat deh bulannya cantik ya" ucap Jessica sembari menunjuk bulan yang bersinar terang diatas langit sana.


"Iya cantik" jawab Jeff sembari menatap Jessica dari samping.


"Ih kamu tuh bukannya lihat bulannya malah lihatin aku" ucap Jessica kesal begitu menyadari kalau kekasihnya itu malah asik memandangi dirinya.


"Bulannya kalah cantik sama kamu"


"Gombal ih" ucap Jessica sembari mencubit perut Jeff.


"Ahhh sakit yank"


"Abisnya kamu gombal sih"


"Aku nggak gombal, aku serius"


"Terserah ah"


"Jangan cemberut gitu dong, jelek tau"


"Kalau aku jelek, kamu nggak mau sama aku?"


"Sampai kapanpun hati aku bakal tetep buat kamu"


"Jeff kamu harus janji ya, kamu nggak boleh ninggalin aku lagi"


"Aku janji sayang, aku bakal terus ada buat kamu. Sampai maut yang memisahkan kita" ucap Jeff sembari memeluk Jessica "I LOVE YOU JESSICA"


"I LOVE YOU TO JEFF" jawab Jessica sembari membalas pelukan Jeff.


Malam ini keduanya asik bercengkrama sembari berbagi cinta disaksikan oleh bulan dan juga ribuan bintang yang bersinar terang diatas langit sana.


.


.


.


.


.


.


.END