
"ehh lihat deh anak galapagos"
"gila mereka bertiga cakep banget"
"iya"
ya itulah kasak-kusuk yang arga, bayu, dan jeff dengar ketika mereka bertiga baru saja turun dari motor.
"men sebenarnya mana sih yang loe taksir?"-bayu.
"crewet sekali ayo kita masuk, kita mau ngopi santai bukan nyari cewek"-arga.
"lah kata jeff loe naksir cewek" ucap bayu dengan wajah bingung, sedangkan arga dan jeff hanya bisa tertawa melihat wajah bingung bayu.
"sialan gue di kerjain lagi nih ama mereka berdua, emang susah kalau punya sahabat kelewat pinter" gumam bayu sembari kesal kepada dirinya sendiri.
"gue fikir kalian beneran"
"gue bukan elo yang kebanyakan mikir cewek"-arga.
"gue juga pengen kayak orang-orang bisa ngedate bareng temen-temennya, ayolah kalian berdua cepetan cari gandengan"
"gundulmu bay, loe fikir cari pasangan kayak nyari baju"-jeff.
"tauk nih bocah"-arga.
"gue kadang-kadang suka bayangin kalau kita bertiga jalan bareng sama pasangan kita masing-masing" ucap bayu sembari menerawang jauh.
"terus loe bayangin gue sama jeff pasangan sama siapa?"-arga.
"loe sama nagita, terus jeff sama jessica"
"gila loe bay, sabi-sabinya loe bayangin gue ama jessica. cewek orang tuh men"-jeff.
"tau nih bocah ngadi-ngadi banget"-arga.
"habisnya gue ngerasa kalian berdua cocok men. terus setiap gue lihat jessica bareng sama loe dia pasti selalu ceria"-bayu.
"yaelah oncom, jessica mah emang selalu ceria njir. bukan karena lagi sama gue"-jeff.
"tapi beda jeff, loe ngrasain nggak ga?"-bayu
"iya sih. tadi gue lihat kalian berdua ngobrol kelihatannya seru banget, kalau di rasa-rasa emang kalian cocok"-arga.
"nih bocah satu malah ikut-ikutan bayu" ucap jeff sembari menepuk jidatnya.
"aminin kek. kan jessica sama si kunyuk masih pacaran"-bayu.
"tauk loe jeff, selama janur kuning belum melengkung, maka masih bisa di tikung"-arga.
"kriminal nih bocah" ucap jeff sembari menampol agra.
*****
"hend gimana udah siap?"-jordan.
"beres dan" ucap hendry sembari mengacungkan kedua jempolnya.
"mana nih si lucas, lama bet dah"-jordan.
"masih siap-siap kalik dan"-hendry.
"menurut loe lucas bakal di terima nggak sama yuqi?"-jordan.
"kagak tau juga gue. kalau menurut loe?"-hendry.
"kalau menurut gue pasti di terima"-jordan.
"kok loe bisa seyakin itu?"
"kelihatan dari cara yuqi natap lucas. dia juga punya rasa yang sama ke lucas"-jordan.
"kayak paranormal loe men" -hendry.
"tapi loe belum pernah lihat paranormal seganteng gue kan"-jordan.
"loe tuh sama lucas sama aja. tingkat percaya diri kalian terlalu tinggi, bisa gila gue lama-lama kalau temenan sama kalian"
"haha kasihan banget ya dedek hendry, loe pasti sangat tertekan" ucap jordan sembari menepuk-nepuk pucuk kepala hendry.
"yaelah oncom nggak usah sok tua loe"
"gimana udah siap semuanya?" tanya lucas yang baru saja datang.
"beres" jawab hendry dan jordan secara bersamaan.
"gue gugup banget nih"
"loe gugup kenapa dah?"-jordan.
"gue takut kalau yuqi nolak gue"-lucas.
bukannya mencoba menenangkan lucas jordan dan hendry justru menertawakan lucas.
"anjir malah pada ngetawain lagi, gue serius ***"-lucas.
"hahaha lagian sejak kapan seorang lucas sebastian kehilangan percaya dirinya!"-jordan.
"ini pertama kalinya gue mengungkapkan perasaan gue sama cewek yang gue suka njir"-lucas.
"buaya kek loe bisa juga gugup cas. bawa slow aja kayak loe gombalin cewek-cewek di kelas kita"-jordan.
"beda ceritanya pret. ini benar-benar tentang perasaan gue, bukan cuma main-main"-lucas.
"ya udah gue sama jordan bakal bantuin loe deh"-hendry.
"bantu apaan dah?"-lucas.
"bantuin doa" ucap hendry dan jordan bersamaan.
"woo wuaashuu" ucap lucas sembari mendengus.
sedangkan hendry dan jordan tak henti-hentinya terkekeh, karena melihat lucas menahan kekesalan.
"ehh yuqi dateng men, ayo cabut"-jordan.
"kita cabut duluan ya cas. jangan sampai gagal, gue sama jordan capek tau nyiapin semua ini"-hendry.
"oke thank men"
jordan dan hendry segera pergi dari situ, bukan benar-benar pergi sih. lebih tepatnya bersembunyi, mereka berdua benar-benar penasaran akan seperti apa ketika lucas mengungkapkan perasaannya kepada yuqi.
"hai udah nunggu lama ya?"-yuqi.
"ahh nggak kok qi. gue juga baru aja datang"-lucas.
"ini semua loe yang nyiapin?"
"ehh iya, loe suka nggak?"
"suka. tapi kenapa loe nyiapin ini semua?"
"sebenarnya ada yang ingin gue omongin sama loe qi"
"apa cas?"
"jujur selama ini gue suka sama loe. dari kelas 10 gue udah menaruh hati sama loe, cuma gue terlalu pengecut dan nggak berani bilang sama loe qi. yuqi loe mau nggak jadi pacar gue!" ucap lucas sembari berjongkok di depan yuqi, dengan sebuket mawar merah di tangannya.
"cas loe nggak lagi bercanda kayak biasanya kan?"
"gue nggak lagi bercanda qi. gue serius, benar-benar serius. jadi gimana loe mau nggak jadi pacar gue?"
"gue mau cas"
"a... apa qi? coba ulangi lagi"
"gue mau jadi pacar loe lucas"
"loe nggak bercanda kan qi?"
"gue serius lucas" jawab yuqi sembari tersenyum.
"coba cubit gue qi"
bukannya mencubit lucas, yuqi justru membungkuk dan langsung mencium pipi lucas hingga membuat empunya bersemu merah. hingga akhirnya lucas bangkit dan segera memeluk yuqi.
"jadi pacaran ya sekarang?"
"boleh"
"makasih ya pacar" ucap lucas sembari mencium kening yuqi, dan yuqi pun melingkarkan tangannya di pinggang lucas.
"anjir gue benci melihat ke uwuan ini"-hendry.
"haha jiwa jomblo elo meronta-ronta men! makannya buruan nyari pasangan"-jordan.
"emang loe nggak iri?"
"kagak, gue kebiasaan nonton drakor sama kakak gue, jadi nggak ada iri dengki ketika lihata yang uwu-uwuan"-jordan.
"yaelah ganteng doang, ternyata korban drakor"
"bacot"
dengan segera jordan menyalakan petasan yang sedari tadi ia pegang. hingga membuat Lucas dan yuqi yang tengah asyik berpelukan kaget akan aksi kembang apinya.
"mereka disini?" tanya yuqi ketika melihat jordan dan hendry.
"hehe iya, mereka yang bantu nyiapin ini semua"
"ya ampun kamu beruntung tau punya teman seperti mereka"
"itu sudah pasti sayang, tidak diragukan lagi"
"langgeng terus kalian berdua"-jordan.
"makasih ya jordan, hendry"-yuqi.
"sama-sama. yaudah kita berdua cabut dulu ya"-jordan.
"hati-hati men"-Lucas
"yoi" jawab jordan dan hendry secara bersamaan.