JEJE (Perfect Boyfriend)

JEJE (Perfect Boyfriend)
jovan sakit



"pagi semuanya" sapa jeff ketika baru saja sampai dimeja makan.


"pagi nak. ayo sarapan dulu, kamu harus cobain bubur ayam buatan adikmu benar-benar enak"-ayah.


"sejak kapan loe bisa masak bubur dek?"-jeff.


"dari dulu bisa bang, cuma malas aja mau masak. berhubung ini jovan lagi nggak enak badan, jadi gue bikin bubur"-jevan.


"kamu sakit dek?"-jeff.


"iya bang, cuma sedikit pusing aja kok. tapi ini udah mendingan karena kemarin udah di kasih obat sama kakak irene"-jovan.


"kalau masih sakit nggak usah di paksain masuk dek, kakak takut kalau kamu kenapa-kenapa"-kak irene.


"iya dek, mending istirahat dulu di rumah"-kak ital.


"gapapa kak. aku udah enakan kok"-jovan.


"oh iya anak-anak hari ini ayah mau pergi ke aussie. irene, ital, ayah titip adik-adikmu"-ayah.


"ayah baru aja pulang dari surabaya kemarin, dan sekarang malah mau pergi ke aussie yah. ayah harus jaga kesehatan yah, jangan mikirin kerjaan terus"-jeff.


"bang, ayah seperti ini buat kalian semua. supaya anak-anak ayah bisa hidup dengan berkecukupan, makannya kalian sekolah yang rajin nanti biar bisa gantiin ayah. jadi ayah nggak harus kerja keras lagi, di hari tua ayah" jawab ayah dengan tersenyum.


"ayah selalu aja jawabnya gitu"-jordan.


"sudah-sudah, ayo habiskan sarapannya nanti kalian bisa kesiangan"-ayah.


"bang bawa mobil ya. kasihan jovan"-jevan.


"iya dek"


"ayo berangkat bang" ucap jovan sembari bangkit dari duduknya dan mulai mencium tangan ayah dan kedua kakak perempuannya secara bergantian.


"habisin dulu sarapanmu dek"-ayah.


"nggak ahh yah. perut jovan rasanya seperti di aduk-aduk, buburnya juga terasa hambar"-jovan.


"dek kamu masih sakit, jangan di paksain masuk sekolah dulu dong"-kak irene.


"aku udah gapapa kak. abang gue tunggu di mobil ya"-jovan.


"iya"-jeff.


dengan segera jeff bangkit dari duduknya dan langsung menuju kamar, mengambil kunci mobilnya.


"ayah, kakak. aku berangkat dulu" pamit jeff sembari mencium tangan ayah dan kedua kakaknya.


"hati-hati bawa mobilnya bang"-ayah.


"iya yah"


"udah siap semua?" tanya jeff begitu ia masuk kedalam mobil.


"udah bang" jawab jordan, jovan, dan jevan secara bersamaan.


"nggak ada yang ketinggalan kan?"


"nggak ada abang, udah ayo berangkat"-jovan.


"heh adek laknat, loe sakit aja masih segalak ini"-jordan.


"cerewet sekali mas jordan ini"-jevan.


"yaelah si ipin belain si upin"-jordan.


"gue tampol ya loe mas"-jevan.


"udah-udah masih pagi udah ribut aja" ucap jeff sembari tersenyum hingga membuat lubang di kedua pipinya.


jeff segera melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. setelah hampir 10 menit berkendara akhirnya mereka sampai di sekolah jovan dan juga jevan.


"kita masuk dulu ya bang, mas" pamit jevan sembari mencium tangan kedua kakak laki-lakinya secara bergantian.


"iya sekolah yang rajin ya dek"-jeff.


"belajar yang betul-betul, biar bisa jadi dokter, dan profesor seperti yang udah kalian cita-citakan"-jordan.


"iya bang, iya mas" jawab jovan dan jevan bersamaan.


setelah si kembar turun dari mobil, jeff segera melajukan mobilnya kembali menuju ke sekolahannya sendiri.


"bang gue mau curhat deh"-jordan.


"curhat apaan dek?"


"di sekolah ada cewek yang ngejar-ngejar gue"


"ya kalau loe suka srepet aja dek"


"masalahnya gue nggak suka sama dia bang. mana si hendry suka lagi sama tuh cewek"


"saran gue sih loe ajak ngobrol baik-baik deh, loe bicarain tentang perasaan loe ke dia"


"iya deh bang nanti gue coba"


"gimanapun persahabatan loe sama hendry lebih penting, kalau loe diem aja nanti tuh cewek bakal terus ngejar elo dek, dan hendry bakal mikir kalau loe ada perasaan sama dia"


"iya juga ya bang, gue bakal ngomong deh nanti sama dia. gue nggak mau cuma gara-gara cewek nggak jelas persahabatan gue rusak"


"bagus, cowok itu emang harus tegas"


"makasih ya bang, selama ini abang selalu berusaha jadi yang terbaik buat gue dan adik-adik" ucap jordan sembari memeluk jeff.


"udah ahh jangan melow gitu, ayo turun"


"iya bang"


dengan segera jeff dan jordan turun dari mobil. mereka berdua jalan beriringan menuju ke kelas masing-masing.


"men tunggu kita"-bayu.


"lah tumben kalian jam segini baru datang?"-jeff.


"ini nih gara-gara si oncom, udah nebeng pakai acara kesiangan lagi"-arga.


"lah motor loe kemana?"-jeff.


"lagi di bengkel"-bayu.


"yah nggak bisa jemput siska kekasih hatiku dong" ejek jeff.


"ihh apaan sih, geli gue. ntar orang-orang mikir gue nggak normal lagi"-arga.


"lah emangnya kenapa mas?"-jordan.


"iye loe kenapa dah, pakai acara kesepian segala"-jeff.


"siska kekasih hatiku nggak masuk jeff"-arga.


"owhh kekasihku nggak masuk, utu-utu tatian" ucap jeff sembari membelai rambut bayu.


"elah punya temen gini banget. apa salah hamba Tuhan"-bayu.


"lebay" ucap jeff, jordan, dan arga secara bersamaan.


"kak jeff"


"iya, ada apa?" jawab jeff ketika salah satu adik tingkatnya memanggil namanya.


"aku mau ngomong sesuatu sama kakak"


"mau ngomong apa?"-jeff.


"kak jeff, sebenarnya aku suka sama kakak" ucap gadis itu sembari memberikan satu tangkai mawar merah untuk jeff.


"dihh gila nih cewek" ucap arga dan bayu secara bersamaan. arga juga sering berada di posisi jeff saat ini, cuma biasanya cewek-cewek itu akan mengajaknya bicara face to face. tapi ini cewek beda, dia mengungkapkan perasaannya kepada jeff di depan banyak orang.


semua anak yang melihat kejadian itu hanya mampu menyoraki, dan menonton kejadian yang begitu langka itu.


"apa kak jeff mau jadi kekasihku. kalau kakak mau, kakak ambil bunganya ya" ucap gadis itu sembari menunduk.


"apaan sih loe, abang gue nggak bakalan mau sama loe" ucap jordan sembari mengambil bunga mawar itu, dan dengan segera jordan membuang dan menginjak-injak bunga indah itu. ya sedari dulu jordan memang tidak suka kepada wanita-wanita yang selalu berusaha mendekatinya atau pun mendekati abangnya.


dulu jeff pernah bilang kalau nggak ada ceritanya sel telur mengejar sel ******. dan hal itu sampai saat ini selalu di ingat oleh jordan, makannya dia begitu benci dengan wanita-wanita gatal, yang selalu berusaha mengejar laki-laki.


"loe apaan sih, kak jeff kan punya jawabannya sendiri" ucap gadis itu marah.


"loe mau gue jawab apaan dah?"-jeff.


"aku mau kak jeff menerimaku"


"tapi sorry, apa yang di bilang adik gue barusan, itu udah mewakili gue banget. dan ini pesan gue buat loe, loe itu cewek takdirnya di kejar, bukan malah mengejar. di luar sana masih banyak cowok baik, dan mungkin mereka mencintai loe tanpa loe sadar"-jeff.


"jadi cewek mahalan dikit dong, jadi cewek kok kegatelan" ucap jordan dengan sinis, dan dengan segera ia menarik tangan abangnya.


anak-anak yang melihat kejadian itu ada yang merasa iba, dan ada yang menertawakan gadis itu, sebagian juga ada yang kesal karena berani-beraninya gadis itu mengungkapkan isi hatinya kepada pangeran sekolah yang di gandrungi banyak cewek.


"dih gokil sih men, ini bener-bener pecah banget"-bayu.


"apaan dah?"-jeff.


"ini untuk pertama kalinya gue lihat adek kelas nembak secara langsung, karena biasanya penggemarnya arga akan mengungkapkan perasaannya secara face to face"-bayu.


"iya men, gue akui tuh cewek tadi nekat juga"-arga.


"lagian tuh orang jadi cewek gatel banget, lagian mana ada sih sel telur mengejar sel ******" ucap jordan dengan kesal.


"heh buambang kata-kata gue tuh"-jeff.


"pinjem bentar bang"-jordan.


"wah loe nggak bener banget jeff. jordan loe ajarin begituan"-arga.


"bukannya nggak bener, tapi bukannya bener ya?"-jeff.


"bener kok men, loe nggak salah. kata-kata loe emang mantap" ucap bayu sembari mengacungkan kedua jempolnya.


"bang, mas gue duluan" pamit jordan ketika sudah sampai di depan kelasnya.


"iya" jawab jeff, arga, dan bayu bersamaan.


"lah anjir itu bukannya cowoknya jessi, kenapa dia sama anak baru"-jeff.


"yaelah men, kudet banget sih loe"-bayu.


"emangnya ada apaan dah?"-jeff.


"aldo selingkuh sama si lisa"-arga.


"j*ncukk tuh bocah selingkuh. wah gila padahal jessi adalah wanita yang sempurna"-jeff.


"wah biasa aja loe kagak usah ngegas"-bayu.


"gue juga nggak habis fikir sama aldo, bisa-bisanya dia nyakitin jessica"-arga.


"itu si lisa kan baru pindah kemarin njir, tapi kenapa si aldo udah bisa macarin!"-jeff.


"lisa itu pacarnya aldo waktu masih SMP men, dan waktu masuk SMA dia ikut bokapnya ke thailand. dan ternyata selama ini aldo, sama lisa belum putus"-bayu.


"jadi jessica cuma dibuat peran pengganti selama tokoh utamanya belum ada?"-jeff.


"tepat"-arga.


"lah loe berdua kok bisa tau cerita detailnya sih?"-jeff.


"karna si kampret itu sepupunya siska"-bayu.


"oh jadi ini alasannya kenapa siska nangis kemarin"-jeff.


"iya, cewek gue merasa bersalah. karena jessica bisa pacaran sama aldo, itu karena di kenalin sama cewek gue"-bayu.


"jessi pasti lagi sedih banget sekarang, ayo buruan ke kelas. kita hibur jessi"-jeff.


"sabilah kasihan juga si tuan putri"-arga.


dengan segera mereka bertiga melangkah menuju kelas.


"jessica cantik" ucap bayu ketika masuk kedalam kelas, namun ternyata orang yang ia panggil tidak ada di dalam kelas tersebut.


"lah jessi mana?"-jeff.


"kagak masuk deh kelihatannya. kasihan banget si jessica, emang kadal tuh si aldo"-ciko.


"tauk jessica udah secantik itu, tapi masih di sakitin. gue juga mau kalau dikasih jessica"-teddy.


"ngaca loe, loenya mau. lah jessicanya emang mau ame lu"-bayu.


"ya udah pasti, kagak lah" jawab teddy sembari terkekeh, dan mengundang gelak tawa mereka yang berada di dalam kelas.