
"heyy adik-adik kakak udah pulang"- kak ital.
"kakak di rumah?"-jeff
"iya"
"tumben, emangnya nggak syuting kak?"-jordan.
"iya biasanya kak ital orang paling sibuk sedunia"-jeff.
"yaelah dek emang nggak seneng kalau kakak di rumah!"
"ya seneng kak"-jordan.
"udah ayo siap-siap"
"mau kemana kak?"-jeff.
"quality time bareng adek-adek kesayangan kakak"-kak ital.
"kenapa perasaan gue nggak enak bang"-jordan.
"sama dek, mendadak perasaan gue juga nggak enak"-jeff.
"astaga kalian ini kenapa kalau sama gue nggak ada manis-manisnya giliran sama kak irene aja pada manja" ketus kak ital.
"kak ital yang cantik, bukannya gitu. tapi emang ini suatu hal yang langka"-jordan.
"betul tuh kak" ucap jeff menyetujui perkataan jordan.
"jadi mau nggak nih. kasihan tuh adek-adek kalian masih nunggu di sekolah"-kak ital.
"jadi mereka nggak mau di jemput karna akal-akalan kak ital" seru jordan.
"tentu saja, sudah ayo"
"ganti baju dulu lah kak"-jordan
"nggak usah gitu aja. masih pada ganteng kok" jawab kak ital sembari merangkul jeff dan jordan.
"memangnya sejak kapan kakak punya adik yang gak ganteng?"-jeff.
"nggak tau, soalnya adek kakak ganteng semua"
"ya udah ayo berangkat, kasihan jovan dan jevan. kalau kelamaan bisa ngambek si jovan"-jeff.
"ya udah ayo"
dengan segera kak ital, jeff, dan jordan menuju SMP merah putih untuk menjeput si kembar.
"lama banget sih" ketus jovan.
"maaf dek, udah ayo naik"-jeff.
"kita mau kemana kak?" tanya jevan ketika ia dan jovan sudah masuk kedalam mobil.
"time zone. kita udah lama nggak main-main" jawab kak ital sembari tersenyum.
"horee" sorak jordan dan jevan dengan sangat antusias.
"andai kak irene bisa ikut ya kak"-jevan.
"tenang kak irene udah nunggu kita disana"
"benaran kak?"-jevan.
"iya jevan ganteng"
"kakak nggak takut apa kalau ada wartawan" ucap jovan sembari terus fokus pada layar ponselnya.
"tenang kakak udah menyiapkan suanya"
setelah berkendara hampir 15 menit akhirnya mereka sampai di salah satu mall, dan langsung menuju area time zone.
"kak irene mana kak?"-jordan.
"nah itu kakak" ucap kak ital sembari melambaikan tangannya kepada kak irene.
"kakak udah lama nunggu?" tanya kak ital ketika mereka sampai di tempat kak irene duduk.
"kakak juga baru sampai. ini kenapa adek ganteng kakak pada nggak ganti baju sih" ucap kak irene sembari memandang ke empat adik laki-lakinya secara bergantian.
"tapi tetep tampan kan kak?"-jordan.
"adik-adik kakak memang semuanya tampan, tapi seharusnya ganti baju dulu dong"-kak irene
"udah ahh malah bahas baju, ini waktunya kita bersenang-senang"-kak ital.
"krystal kamu ngapain pakai topi, kaca mata hitam sama masker. udah kayak ******* aja" ucap kak irene sembari terkekeh.
"kakak nggak usah ngledek deh. bisa turun citraku sebagai ice princess, kalau wartawan-wartawan itu tau aku sedang bermain-main di time zone layaknya anak kecil"
"iya deh iya. jadi seorang publik figur nggak enak ya, nggak bisa bebas. jadi kalian jangan ada yang jadi artis kayak kak ital ya"
"jevan ingin jadi profesor"
"jovan pengen jadi dokter seperti kakak"
"kalau jordan dan jeff?"-kak irene.
"kakak kan tau kalau aku sama abang pengen seperti ayah"-jordan.
"ohh iya ya. setidaknya kakak sedikit lega karena kalian berempat nggak ada yang mau jadi artis seperti krystal"
"kenapa memangnya kak?"-jevan.
"adik-adik kakak terlalu tampan, kakak akan sangat pusing kalau menanggapi fans-fans kalian"
"udah ahh kak ayo kita main"
"lets go"
jeff senang karna sore ini mereka bisa berkumpul seperti ini. ya mereka memang jarang-jarang bisa kumpul seperti ini, karna kedua kakak perempuannya itu selalu sibuk dengan pekerjaan masing-masing.
*****
"ga, bay ayo latihan pertandingan tinggal lusa. kalian nggak ada rapat osis lagi kan?" tanya ciko kepada arga dan bayu.
"tenang semua masalah organisasi udah beres"-bayu.
"ini sebenarnya kita ngapain dah tanding basket sama kelas samping, kan ini lagi nggak class metting!"-jeff.
"ini semua gara-gara si galih tu jeff" ucap galang sembari menunjuk galih.
"ya sorry" jawab galih dengan wajah memelas.
"emang kenapa sih?"-jeff.
jujur jeff masih bingung kenapa kelasnya harus tanding basket dengan kelas samping, karena ia sendiri nggak tau apa alasannya.
"itu galih lagi deket sama tiara"
"ya terus apa salahnya. ya bagus dong karena temen kita satu itu nggak jomblo lagi"-jeff.
"masalahnya tiara itu mantannya bambam jeff, dan semua orang di sekolah ini juga tau seberapa bucinnya bambam sama tiara"-galang.
"tapikan mereka udah putus terus apa salahnya kalau tiara dekat dengan galih?"-jeff.
"nggak ada yang salah men, cuma mereka sok jagoan aja nantangin kita. katanya kelas kita isinya bencong semua makanya kita nggak terima dan langsung mengiyakan tantangan ini"-bayu.
"lagian elo sih lih, kalau nyari cewek tuh jangan yang masih ada bayang-bayang mantan"-cahyo.
"lambemu yo enak banget kalau ngomong, lah loe fikir gue mau kayak gini? gue juga kagak mau, ya tapi mau gimana lagi gue udah terlanjur menyayangi tiara"-galih.
"ya udah ayo kelapangan, anak-anak pasti udah pada balik semua"-arga.
mereka semua segea menuju kelapangan basket, tapi sialnya lapangan itu sudah di tempati sama aldo cs.
"ahh sial kita kalah cepet men"-ciko.
"trus kita latihan dimana dong? waktunya udah mepet banget nih"-galang.
"iya, mana kita belum latihan sama sekali"-teddy.
"gimana kalau di rumah gue, itu pun kalau kalian semua nggak keberatan" ucap jeff memberi usul kepada teman-temannya.
"loe serius men?" tanya arga memastikan apa yang baru saja jeff katakan.
"iya men, rumah gue nganggur tuh"-jeff
"ya udah ayo kita cabut sekarang"-galang.
"kuy lah jangan buang-buang waktu"-cahyo.
dengan segera mereka semua beramai-ramai menuju kerumah jeff.
"sampai"
"jeff ini beneran rumah loe kan?"-heru.
"iyalah"
"buset rumah loe gede banget jeff" ucap cahyo dengan terkagum-kagum melihat rumah jeff.
"udah ayo kita masuk, lapangan basketnya ada di belakang rumah"-jeff.
"asalamualaikum, abang pulang"
"walaikumsalam" jawab jordan, jovan, dan jevan secara bersamaan.
"buset abang bawa rombongan?" tanya jevan dengan terkejut ketika melihat teman-teman abangnya yang hampir satu rt, bahkan mulut jevan pun masih penuh dengan mie buatan jovan.
"iya mau latihan basket"
"jeff bukannya dia krystal, pemain sinetron itu?" ucap ciko sembari menunjuk foto keluarga jeff.
"iya dia kakak gue"-jeff.
"gue fikir loe bohong jeff"-bayu.
"buat apaan gue bohong bambang"
"hai jordan kita ketemu lagi"-arga.
"mas arga makin hari makin cakep aja"-jordan.
"loe pun sama"-arga.
"mas arga mau?"-jordan.
"apaan tuh?"-arga.
"iga penyet buatan jovan" jawab jordan sembari nyengir menunjukkan mie instan buatan jovan.
"makan aja gih, gue kan mau latihan basket sama abangmu"-arga.
"iya juga, bisa sakit perut kalau makan duluan"
"jeff nih bocah tiga adik loe?"-ciko.
"iya mereka adik-adik gue"-jeff.
"tapi yang satu itu gue kayak pernah lihat di sekolah kita deh"-galang.
"iya itu jordan adik pertama gue, dia memang satu sekolah sama kita. nah kalau yang dua itu si kembar, yang pakai baju hitam itu jovan, kalau yang pakai baju putih jevan" ucap jeff memperkenalkan adik-adiknya.
"kalau yang cantik itu jeff?" tanya ciko menunjuk foto kak irene.
"itu kakak pertama gue"-jeff.
"buset saudara loe banyak bet dah jeff"-cahyo
"biasa ayah dan bunda gue penganut sekte banyak anak banyak rejeki" jawab jeff sembari terkekeh.
"buset apaan nih, kenapa rumah udah kayak pasar rame banget" ucap kak ital ketika ia baru saja menuruni anak tangga.
"gila krystal men" bisik ciko kepada galang.
"dia cantik banget aslinya ko"-galang.
"banget"
"ini teman-teman jeff kak, kita mau latihan basket. karna kebetulan lapangan basketnya sudah dipakai kelas lain"
"oh gitu" ucap kak ital sembari mengangguk.
"kak boleh foto bareng nggak?" tanya cahyo kepada kak krystal.
"iya kak boleh ya, kita ngfans banget sama kakak"-bayu.
"yasudah ayo" tanpa menunggu lama mereka pun langsung menyerbu kak krystal.
"woi kenapa malah pada foto-foto sama kakak gue, kita mau latihan men"-jeff.
"yaelah jeff jarang-jarang nih kita bisa bertemu artis terkenal"-bayu.
"biasa lah men, si bayu emang fans garis kerasnya kakak loe" ucap arga sembari terkekeh.
"lah loe nggak ada cita-cita foto sama gue, gue kan sahabat loe"-jeff.
"ada nanti kalau loe udah seterkenal kak krystal men"-bayu.
"yee bambang, itu tidak akan mungkin terjadi. cita-cita gue pengen jadi pengusaha"
"ya berarti gue nggak akan ngfans sama loe"
"serah loe deh bay" ucap jeff sembari pergi menuju kamarnya.
"ngomong-ngomong dalam rangka apa ini kalian kesini beramai-ramai?"-kak ital.
"gini kak jadi tadi kita mau latihan basket cuma lapangan sekolah udah di pakai kelas sebelah, jadi jeff ajak kita kesini"-arga.
"oh gitu. jordan antar mas-masnya ke belakang dek"
"iya kak. tapi kakak mau kemana?"-jordan.
"kakak ada pemotretan. kakak pergi dulu ya semuanya" ucap kak ital sembari berlalu pergi.
"iya kak hati-hati" jawab jordan, si kembar, dan teman-teman jeff.
"ayo mas gue anter ke belakang"-jordan.
"lah abang loe tadi kemana dan?"-arga.
"ganti baju mungkin mas"
dengan segera jordan mengantar teman-teman jeff menuju lapangan basket yang terletak di belakang rumah. ya ayah memang sengaja membuatkan lapangan basket itu untuk putra-putranya karna memang ke empat putranya jago sekali main basket.
"yok mulai latihannya"-jeff.
sore itu mereka semua menghabiskan waktu untuk latihan basket bersama, mereka semua latihan dengan sungguh-sungguh dengan harapan bisa mengalahkan aldo cs.
****
"woi anak baru, siap-siap loe besok loe sama temen-temen loe bakalan gue bantai"-aldo.
"bilangin juga ke temen loe itu, nggak usah sok kecakepan mau deketin tiara"-bambam
"hampir satu minggu tapi gue nggak pernah lihat loe sama temen-temen loe latihan, latihan dimana loe pada?"-aldo.
"di rumah jessica" jawab jeff sembari mengeluarkan senyum sinis, ya jeff memang paling benci dengan anak-anak yang modelan aldo dan bambam. orang-orang sombong, angkuh, dan sok berkuasa.
"kurang ajar" ucap aldo sembari mencengkram kerah baju jeff kuat-kuat.
"al kamu apa-apaan sih" ucap jessica yang tiba-tiba saja datang, dan langsung melepaskan cengkraman tangan aldo.
"sayang kamu ngapain disini?"-aldo.
"harusnya aku yang nanya, mau kamu apakan jeff?"
"nggak_"
"aku nggak suka kamu sok jagoan kayak gini" ucap jessica sembari menggandeng tangan jeff dan mengajaknya pergi.
"ahh sial, kenapa jessica musti lihat sih"