JEJE (Perfect Boyfriend)

JEJE (Perfect Boyfriend)
makan seblak



"ah akhirnya ujian semester kali ini selesai juga" ucap bayu seolah bebas dari beban berat.


"seneng banget kelihatanya pak!"-ciko.


"iyalah itu tandanya kita bakal naik ke kelas 12 beberapa bulan lagi"-bayu.


"elah semester genap belum juga dijalani"-cahyo.


"yakin loe bakal naik kelas?"-teddy.


"hlah iya ya. ahh tapi jelas naik lah, nggak ada sejarahnya di kamus seorang bayu putra tunggal kagak naik kelas"-bayu.


"sombong amat"-galang.


"tauk nih bocah"-galih.


"woii diem-diem baek" ucap bayu sembari menggebrak meja jeff dan arga.


"buset rusuh banget sih bay"-arga.


"tauk ni bocah, abis makan apaan loe, kenapa tenaga loe masih banyak aja"


"abis makan tumis babi gue"-bayu.


"astagfirullah bay berdosa banget kamu nak"-jeff.


"bachot dah, ayo ke kantin laper gue. dari tadi gue tungguin loe berdua malah pada asik sendiri"


"ya sorry"


"lagi ngomongin apaan sih, sampek gue kalian kacangin gitu"


"gue mau beli gitar, jadi gue nanya ama jeff"-arga.


"elah buat apaan loe beli gitar pak. ujungnya tu gitar juga bakal berdebu gara-gara kagak pernah loe sentuh"


"bacot banget dah. udah ayo jadi ke kantin nggak?"-arga.


"jadilah loe nggak lihat gue udah pucet gini"


"siska cowok loe pucet nih, butuh asupan bernutrisi katanya"-jeff.


"emang asupan bernutrinya apaan jeff?"-siska.


"cium yang lama katanya" ucap jeff dan arga bersamaan sambil ngeloyor pergi dari dalam kelas.


"nggak usah di dengerin yank, mereka emang lagi nggak waras" ucap bayu sembari tersenyum dan segera mengikuti langkah jeff dan arga yang lebih dulu menuju kantin.


"bisa-bisanya dia ke kantin tapi nggak ngajakin gue" ucap siska sembari mencebikkan bibirnya.


"nggak usah alay ya buk. kalian emang pacaran tapi nggak harus kemana-mana berdua kan! udah ah gue duluan ya"


"hlah jess mau kemana?"


"ada janji ama bu ida" jawab jessica sembari berlalu pergi, meninggalkan siska seorang diri.


"buset baru aja otak mau dingin karena selesai ujian, tu bocah malah mau manasin otak lagi. demen banget ketemu bu ida" gumam siska sembari menggelengkan kepalanya.


*****


"jessi"


"jeff. kenapa?"


"mau balikkan?"


"iya"


"dijemput nggak?"


"nggak, kakak gue lagi ada urusan"


"ikut gue yuk"


"kemana?"


"nanti juga bakal tau, yuk" ucap jeff sembari menarik tangan jessica menuju parkiran.


"nih pakek" ucap jeff menyerahkan helm jovan begitu mereka sampai parkiran sekolah.


"loe nggak mau nyulik gue kan jeff?"


"dihh ngapain juga gue nyulik elo jessi, kurang kerjaan"


"ya kan siapa tau jepri"


"udah ayo naik"


"iya-iya bawel"


setelah jessica naik ke atas motornya, jeff dengan segera melajukan motornya menuju lokasi yang ia inginkan. setelah mengendarai motornya sekitar 20 menit, akhirnya mereka sampai di salah satu taman kota.


"sampai"


"loe ngajak gue ketaman jeff?"


"kagak, gue mau beli seblak" jawab jeff sembari masuk kedalam kios penjual seblak.


"lah loe kan tadi udah makan di kantin jeff"


"iya tapi gue laper lagi" jawab jeff sembari tersenyum.


"astaga jepri, perut apa karet sih"


"loe mau nggak?"


"mau sih tapi---"


"takut nggak higienis?"


"iya" jawab jessica sembari menganggukkan kepalanya.


"tenang aja, seblaknya higienis kok. dan loe harus coba, gue jamin bakalan ketagihan"


"kok loe tau tempat ini sih jeff?"


"ini tempat langganan kakak gue"


"kakak loe juga makan di pinggir jalan kayak gini?"


"iya"


"ehh mas jeff" ucap mbak tia penjual seblak


"seblak dua ya mbk, sama es jeruk"


"siap mas, pedes semua kan?"


"loe pedes kan jess?"


"ahh iya"


"iya mbak pedes semua"


"mas jeff sama siapa? pacarnya ya?"


"ahh iya doain ya mbak"


"iya mas, pasti. orang mas jeff sama mbaknya serasi gitu"


"ihh apaan sih jeff" ucap jessica sembari mencubit lengan jeff.


"habisnya loe ngadi-ngadi banget"


"orang bercanda doang"


setelah menunggu hampir 10 menit akhirnya seblak pesanan mereka datang


"nah ini seblak sama es jeruknya mas"


"makasih ya mbak"


"iya mas" jawab sang penjual seblak sembari berlalu pergi.


"makan jess"


"amankan?"


"nggak bakal mati juga"


"hih jeff"


"aman jessi. loe nggak biasa makan-makanan pinggir jalan ya?"


"iya, soalnya kak bastian selalu ngelarang gue"


"kenapa emangnya?"


"dulu waktu gue sama kak bryan masih kecil diajak makan jajanan pinggir jalan sama kak bastian, dan berakhir dengan gue dan kak bryan keracunan. jadi sejak itu kak bastian selalu ngelarang gue, atau pun kak bryan makan makanan yang nggak higienis"


"oh gitu. tapi coba deh, loe bakal ketagihan kalau udah tau rasanya"


dengan segera jessica ikut melahap seblaknya.


"gimana enak kan"


"hmtt wahh bukan main jepri ini enak banget" jawab jessica sembari kembali melahap seblak miliknya.


"gue berharap loe kagak sakit ya jess. kalau loe keracunan bisa dihajar kakak loe gue" ucap jeff sembari terkekeh.


"kalau kakak gue marah, loe tinggal bawa kak krystal. gue jamin kakak gue nggak jadi marah" ucap jessica sembari terkekeh.


"kakak loe penggemar garis keras kakak gue ya"


"betul, masak ya waktu itu kak bastian ketemu kak krystal terus dia senyum-senyum seharian kayak orang yang lagi kesemsem"


"gue udah biasa dengar kayak gitu. loe bayangin aja waktu itu gue ajak anak-anak ke rumah gue buat latihan basket, dan waktu itu kakak gue di rumah, akhirnya berakhir dengan mereka ngajakin kakak gue foto-foto coba"


"tapi emang kakak loe cantik banget jeff. gue yang cewek aja suka apalagi kaum cowok"


"loe suka kakak gue jess? astagfirullah jessi, loe nggak normal!" ucap jeff sembari berbisik.


"enak aja loe. maksud gue tuh suka dalam artian kagum"


"oh gue fikir loe beneran suka sama kakak gue"


"ya nggak lah"


tak jauh dari tempat jeff dan jessica duduk terdapat tiga wanita dari sekolah lain yang nampaknya tengah curhat.


"masak ya dia tuh ketemu sama mantannya, padahal dia udah janji ketemu sama gue" ucap cewek jaket biru.


"demi apa? terus gimana?"" tanya cewek jaket merah.


"iya terus gimana? masak loe diem aja sih" timpal cewek jaket putih.


"ya dia minta maaf sih, tapi tauk ahh pusing gue" jawab si jaket biru.


"emang dasar ya cowok sekarang tuh nggak bisa di percaya. kayak si yusuf kakak kelas yang lagi gue incer, masak dia diam-diam deketin anak kelas samping, kan nyebelin banget" ucap si jaket merah.


suara mereka terdengar cukup jelas sampai meja jeff dan jessica yang sedari tadi cuma berusaha menahan tawa mendengar percakapan ketiga wanita tersebut.


"tuh kan jeff, semua cowok itu sama aja"


"ya karena mereka belum kenal gue jessi"


"iuhh"


"bentar ya jess" ucap jeff sembari berlalu pergi.


"jeff loe mau kemana?"


dengan segera jeff menghampiri ketiga wanita tersebut.


"maaf mbak, apa saya boleh duduk?"


"boleh mas silahkan" jawab cewek jaket merah dengan tatapan terpesona ketika melihat jeff.


"maaf ya mbak tadi saya nggak sengaja dengar mbak-mbaknya lagi curhat"


"oh iya gapapa kok mas" jawab si jaket biru sembari tersenyum.


"apa saya boleh kasih saran?"


"boleh mas, kasih aja saran buat teman-teman saya. kalau saya sih jomblo" ucap si jaket putih, sembari tersenyum genit kepada jeff.


"gini mbak kalau pacar mbaknya masih terjebak dengan masalalunya, putusin. karena masih banyak yang bakal mengajakmu berjalan di masa depan. dan untuk mbaknya yang jaket merah, kalau dia masih mikir-mikir buat milih kamu, tinggalin. jangan pernah mau di jadikan sebagai opsi pilihan, cari seseorang yang menjadikanmu tujuan, menjadikanmu sebuah rumah"


"gitu ya mas"


"iya mbak, tapi itu saran saya aja sih. maaf ya saya jadi ikut campur gini" ucap jeff sembari tersenyum.


"gapapa kok mas, saran masnya ada benernya juga"


"ya sudah ya mbak saya kembali ke pacar saya dulu" ucap jeff sembari tersenyum.


"pacar?" tanya si jaket putih.


"iya mbak itu pacar saya" ucap jeff sembari menunjuk jessica, sedangkan jessica hanya tersenyum canggung saat jeff mengakui dirinya sebagai kekasihnya.


"wahh pacar masnya cantik ya" ucap si jaket biru.


"iya mbak dia bukan hanya cantik. tapi dia juga baik hati, dan pintar. itu alasannya kenapa saya memilih dia, kalau gitu saya permisi" ucap jeff sembari kembali ke mejanya dan jessica.


"gimana jess keren nggak gue?"


"dasar modus. tebar pesona" jawab jessica sebari tersenyum.


"loe cemburu?"


"dihh buat apa juga gue cemburu. ngapain lagi sok-sokan nyuruh orang buat putusin pacarnya"


"sebenarnya gue ngarang aja sih"


"buset ngawur banget loe jeff, sok-sokan ngasih saran tapi ngawur" ucap jessica tak henti-hentinya terkekeh.


"ya habis gimana dong, gue sendiri aja kagak punya pasangan"


"dasar jepri nggak jelas"


"gue jelas jessi. masak segini gantengnya nggak jelas sih"


"terserah loe aja deh jeff. udah ahh ayo pulang, kelamaan bareng sama loe bisa keram perut gue"


"itu artinya gue bukan hanya ganteng, tapi humoris juga"


"iya-iya serah loe aja jepri, udah ayo pulang"


"bayar dulu dong"


dengan segera jeff membayar makanannya, dan setelah itu ia segera mengantar jessica pulang kerumahnya.