JEJE (Perfect Boyfriend)

JEJE (Perfect Boyfriend)
surat untuk Tuhan



teng... teng... teng


suara bel istirahat kedua telah berbunyi, semua anak-anak SMA GALAPAGOS segera berebut untuk segera keluar dari kelas dan langsung menuju kantin.


"kita duluan ya"-bayu.


"iye bucin"-jeff


"men ke-"


"gue pergi duluan"-jeff.


belum juga arga menyelesaikan ucapannya, jeff lebih dulu memotongnya dan langsung berlari pergi.


"hlah si kampret malah ikutan pergi juga. makan sendirian dong gue"-arga.


"ga ayo kekantin"-galang.


"ayolah cabut"-arga.


"lah bayu, sama jeff kemana ga?"-ciko.


"tau tuh, yang satu ngebucin. yang satunya lagi entah kemana"


"udah kayak orang penting aja mereka"-cahyo.


******


"sudah gue duga kalau loe disini"-jeff.


"ahh jeff, loe kesini?"-jessica.


"iya soalnya gue tau kalau loe disini" ucap jeff sembari memandang jessica. "jangan sok kuat jessi, gue tau hati loe pasti hancur banget"


"nggak kok jeff"


"kalau mau nangis, nangis aja. jangan di pendam-pendam jessi, semesta tidak akan menertawakanmu, atau pun merasa iba kepadamu. semesta pun pasti tau, seberapa dalam goresan yang menyayat hatimu"


"jeff gue salah apa sih sebenarnya? kenapa aldo setega itu sama gue!" ucap jessica sendu, bahkan kini air mata yang sedari tadi ia tahan pun akhirnya keluar juga.


"loe nggak salah apa-apa jessi. aldo yang bodoh"


"kenapa gitu?"


"ya, karena kalau dia memang belum selesai dengan masalalunya, nggak seharusnya dia ngebuka hati untuk wanita lain. harusnya dia berfikir panjang untuk itu jessi"


"hatiku sakit banget jeff"


dengan segera jeff merengkuh tubuh jessi dan membawanya kedalam pelukannya.


"menangislah, menangis sesukamu. tapi setelah ini berjanjilah kepada dirimu sendiri, kalau kamu nggak akan menangisi sesuatu yang nggak penting, kamu harus janji sama diri kamu bahwa kebahagiaan kamu lebih penting dari apapun"


"ternyata benar ya jeff, semua laki-laki sama aja. mereka semua brengsek"


"tidak semuanya jessi"


"semuanya jeff" ucap jessi sembari melepas pelukan jeff.


"sekarang gue tanya sama loe, apa papa loe jahat?"


"nggak"


"apa kakak-kakakmu jahat?"


"nggak"


"apa gue, arga, dan bayu jahat"


"tidak juga"


"itu berarti tidak semua pria sama jessi"


"semuanya sama jeff. kecuali papa, kakak, loe, arga dan bayu"


"kecualinya banyak ya jess"


"bodo amat" ketus jessica.


"jangan cemberut gitu, nanti cantik hilang"


"apaan sih jeff nyebelin banget"


"jangan sedih-sedih terus. di luar sana masih banyak pria yang membutuhkan wanita hebat seperti kamu jessi"


"termasuk loe nggak?"


"haha iya termasuk gue. udah ya jangan sedih lagi"


"nggak janji"


"kok gitu sih"


"suka-suka gue lah"


"pulang nanti ikut gue yuk"


"kemana?"


"udah ikut aja, nanti loe juga tau"


"tapi loe nggak ada rencana jahat buat nyulik gue kan jeff!"


"ya nggak lah. ngapain juga gue nyulik cewek galauan"


"nyebelin banget sih" ucap jessica sembari mencubit gemas lengan jeff.


"auu sakit jessi"


"biarin"


*******


jam istirahat kali ini jovan, jevan, nakula, dan sadewa mengisi waktunya dengan bermain basket. tentu saja apa yang mereka lakukan menjadi sorotan para anak-anak cewek, siapa juga yang tidak akan jatuh hati sama mereka berempat. paras bak seorang pangeran membuat mereka berempat populer dan menjadi idaman para kaum hawa.


"kak jovan ini aku belikan kakak minum" ucap seorang gadis sembari memberikan minuman isotonik kepada jovan, ya dia adalah salah satu adik tingkat jovan yang sangat menggilai jovan.


"buat gue?"


"iya kak"


"la nih minum katanya loe haus" ucap jovan mengambil minuman dari tangan gadis itu dan segera melempar minuman itu kearah nakula.


"thank you" ucap nakula sembari tersenyum.


"tapikan kak, aku beliin itu buat kak jovan, bukan buat kak nakula"


"loe ngasihnya buat gue kan?"


"iya kak"


"yang pentingkan gue udah terima minuman loe, dan kalau pun gue kasih minuman itu buat nakula, ya itu hak gue. dan satu lagi, jangan sok akrab sama gue" ucap jovan sembari berlalu pergi menghampiri jevan dan sadewa di pinggir lapangan.


sementara itu jevan dan sadewa hanya terkekeh melihat interaksi jovan dan gadis itu.


"jangan galak-galak dong, loe bisa menakuti anak orang men"-sadewa.


"bodo amat"-jovan.


"jov lembut dikit napa sama cewek"


"diem loe nggak usah ikut-ikutan"


"jov yang dibilang jevan ada benernya men. kita itu butuh seorang wanita, kita nggak mungkin sampai tua sendirian, kita pasti butuh sosok wanita buat berdiri disamping kita, menemani kita"-sadewa.


"pikiran loe kejauhan buambang, kita baru aja kelas 3 SMP dan fikiran loe udah segitu jauhnya. kebanyakan makan micin loe, makannya dewasa sebelum waktunya"-jovan.


"ye sialan nih bocah"-sadewa.


"sadewa emang gitu jov, kalau di rumah biasanya suka ngemilin micin"-nakula.


"kula diem loe, gue tampol juga loe"-sadewa.


"heh gini-gini gue kakak loe ya"


"bodo amat"


"kalian berdua nanti jadi pindah ke jerman?"-jevan.


"iya van, kenapa sih loe nanyain itu terus. loe takut kehilangan kita berdua ya"-nakula.


"ya iyalah, ujian tinggal beberapa bulan lagi. pertemanan kita juga baru aja dimulai beberapa bulan lalu, kalian malah udah mau ninggalin gue sama Jovan"-jevan.


"van kita itu masih di bumi yang sama, persahabatan kita akan tetap berlanjut, walaupun jarak memisahkan kita."-sadewa.


"iya van, lagian indo-jerman nggak jauh-jauh amat kok"-nakula.


"gue nggak ngebayangin gimana sepinya kalau nggak ada kalian berdua"-jevan.


"nanti masuk SMA juga dapat kawan-kawan baru van" ucap sadewa sembari merangkul jevan.


"tauk loe van, jangan kayak anak gadis lagi galau gitu dong. cowok bukan loe" ledek nakula sembari terkekeh.


"laki gue ***, gitu aja masih loe pertanyakan"-jevan.


"udah ah ayo masuk kelas, bentar lagi bel"-jovan.


"iya mr. ice" ucap nakula dan sadewa secara bersamaan.


*****


"dari mana sih loe men? gila tega bener ninggalin gue sendirian" ucap arga ketika jeff baru saja masuk kedalam kelas.


"toilet" dusta jeff.


"buset, loe ke toilet lama bener dah. sembelit loe jeff"-ciko.


"huuu lambemu ko. gue tadi nyari jordan bentaran"-jeff.


"owh gue kira loe kemana"-arga.


"hlah si bayu kemana?"-jeff.


"belum balik, siska masih ngeluh pusing katanya"-arga.


"kasian amat tu bocah, yang di selingkuhin jessica, nah yang sakit malah dia"-jeff.


"iya gue juga kasihan sama siska, kelihatannya dia merasa bersalah karena udah jodohin jessica sama cowok brengsek kayak aldo"-teddy.


"iya. gue perhatiin tadi jessica juga kelihatan sedih banget, dan nggak seceria biasanya"-ciko.


"hah emang susah kalau urusannya sama anak muda"-arga.


"lah emang loe udah tua ga?"-cahyo.


"tauk nih bocah"-teddy.


"setidaknya gue nggak galau-galauan mikirin percintaan"-arga.


"yaelah ga, ga. gue perhatiin loe dari kelas 10 kagak pernah pacaran, padahal banyak yang suka sama elo"-ciko.


"iya. atau jangan-jangan loe nggak doyan cewek ga!"-teddy.


"lambemu tedd, mbokya di filter"-jeff.


"tauk tuh bocah, gue emang nggak mau pacar-pacaran dulu. gue mau fokus sama sekolah gue, cita-cita gue. jaman sekarang nggak akan kenyang kalau cuma makan cinta, nah loe pada punya pacar, tapi jajainnya pakai duit orang tua. kagak malu apa"-arga.


"hlah iya juga ya, padahal bokap gue mati-matian cari duit. nah gue sebagai anaknya malah jajanin anak orang"-ciko.


"nah kan baru mikir kan loe"-arga.


"oii pak bandi nggak ada kerjakan tugas halaman 47 sampai 48 nanti dikumpulin" ucap galang yang baru saja masuk kedalam kelas.


"lah emang pak bandi kemana lang?"-bayu.


"mana gue tau, gue kan bukan anaknya. udah kerjain gih kagak usah banyak cincong"


"iye bapak ketua kelas yang terhormat"-bayu.


jam terakhir ini diisi dengan mengerjakan tugas dari pak bandi, bagi anak kelas 11 ipa 1 itu bukanlah hal yang sulit, jadi tak butuh waktu lama mereka semua telah selesai mengerjakan tugas dari pak bandi.


"nih punya gue lang"-jeff.


"buset cepet banget, serius nggak nih!"-galang.


"serius lah"-jeff.


"ini punya gue juga udah"-arga.


"Allahuakbar susah emang kalau musuh orang pinter nggak manusiawi"-galang.


"tauk kalian berdua makan apaan dah?"-cahyo.


"bay loe belum kelar?"-galih.


"bay diantara kalian bertiga perasaan yang otaknya cetek loe doang dah" ucap galang sembari terkekeh.


"yee si bambang, mana ada otak gue cetek. mereka berdua aja yang otaknya kagak manusiawi"-bayu.


"iya juga sih"-galang.


tengg.... tengg... tengg


"yukk kita berangkat sekarang"-jeff.


"kemana?"-jessica.


"nanti loe juga tau. loe udah kasih tau kakak loe kan?"


"udah kok"


"sip, yuk" ucap jeff sembari menarik tangan jessica.


"woi kalian pada mau kemana nih?"-bayu.


"iya, pakai gandengan tangan lagi. udah kayak mau nyebrang aja"-arga.


"urusan anak muda, kita duluan ya"-jeff.


"ti hati men" ucap arga dan bayu bersamaan.


"kita mau kemana sih jepri?"


"banyak nanya deh, nanti loe juga bakalan tau. nih pakai" jawab jeff sembari memberikan helm jovan kepada jessica.


"abang, kak jessica. kalian mau kemana?"-jordan.


"ada urusan bentar. loe pulang duluan aja dek"-jeff.


"mau kencan ya? kak jessica tenang aja, gue merestui kalian" ucap jordan sembari tersenyum lebar.


"nih bocah apaan dah, gak jelas banget. ga usah di dengerin jess, adik gue emang gitu orangnya, rada-rada stres"-jeff.


"yee abang sialan"-jordan.


"haha kalian ini lucu banget ya. aku juga jadi ingin punya adik, kelihatannya seru deh"-jessica.


"kak jessica pacaran aja sama bang jeff, nanti kak jessica bakal dapat tiga orang adik cowok yang cakep-cakep"-jordan.


"hahaha jordan-jordan loe sama jeff, nggak jauh beda ya. sama-sama terlalu percaya diri"-jessica.


"udah ah ayo berangkat, nggak usah ngegubris bocah tengik ini"-jeff.


"jordan kita duluan ya" pamit jessica sembari naik ke atas motor jeff.


"iya kak hati-hati"


dengan segera jeff melajukan motornya menuju tempat yang telah ia fikirkan sedari tadi.


"sampai" ucap jeff sembari memarkir motornya.


"pasar burung?"


"iya" jawab jeff sembari tersenyum. ya saat ini jeff memang membawa jessica ke pasar burung pramuka, entah apa yang sedang di rencanakan jeff, jessica pun juga nggak mengerti dengan jalan fikir jeff.


"kita mau ngapain jepri"


"jeff bukan jepri"


"iya-iya. kita ngapain kesini?"


"ini tempat apa jessi?"


"pasar burung"


"kalau sudah tau ini pasar burung, lantas kenapa masih nanya kita mau ngapain. ya udah pasti kita bakal beli burunglah, loe tunggu sini bentar ya, biar gue yang masuk"


"jeff" ucap jessica sembari memegang lengan jeff.


"kenapa?"


"gue takut"


"gapapa sebentar doang, di dalam bau jessi. loe tunggu disini sebentar ya"


"oke deh, tapi jangan lama-lama ya"


"iya tuan putri"


jeff benar-benar meninggalkan jessica sendirian di parkiran, jessica takut karena ini untuk pertama kalinya ia kepasar, ia takut kalau diganggu oleh para preman atau pun orang-orang jahat. itu sebabnya ia selalu clingak-clinguk dan berharap semoga jeff segera kembali.


"udah dapat nih, yuk balik" ucap jeff sembari menenteng sangkar berisikan dua burung merpati putih.


"jepri loe beneran beli burung?"


"iya lah. nih bawa"


"nggak mau, nanti gue kena kotorannya"


"kalau loe kena taik burung juga nggak bakal keracunan juga jessi"


"iya deh iya"


setelah selesai membeli burung jeff mengajak jessica kesebuah taman kota yang letaknya tak begitu jauh dari pasar burung tadi.


"kita mau apa lagi?"


"nulis surat buat Tuhan" jawab jeff sembari tersenyum dan mengambil sangkar yang tengah di pegang jessica.


"kamu ngaco deh jeff"


"jessi bukannya kamu tau kalau merpati adalah burung yang paling setia, selain itu dia juga burung pengantar pesan pada jaman dahulu"


"iya gue tau, tapi merpati ini nggak bakalan bisa sampaikan pesan kita sama Tuhan kan jeff"


"gue tau. tapi harusnya loe juga tau, tanpa kita nulis surat pun, Tuhan selalu tau apa isi hati kita"


"iya terus?"


"gue mau loe tulis semua perasaan loe di kertas, nanti biar merpati ini yang bakal bawa surat loe terbang tinggi. gue tau loe sok kuat jessi, loe nggak mau membagi beban loe sama siapapun karena loe nggak mau di anggap lemah kan. jadi berbagilah pada kertas putih ini, dia tidak akan menertawakanmu atau pun merasa iba kepada dirimu jess"


*"astaga jeff kenapa loe baik banget sih, kelakuan loe ada-ada aja. tapi jujur, gue seneng karena Tuhan kasih gue temen se konyol, dan se nggak jelas elo"* gumam jessica sembari menatap jeff.


"yee ni bocah, malah ngelihatin gue. awas jatuh cinta loe nanti"


"pede banget sih loe jeff"


"ya udah ini tulis"


"kan yang ada masalah gue, tapi kenapa burungnya dua jeff?"


"gue juga mau buat"


"loe mau nulis apa jeff?"


"nggak usah kepo, udah tulis aja sesuai dengan yang loe rasain sekarang" jawab jeff sembari tersenyum.


"masalahnya gue bingung mau nulis apaan jeff"


"jessi loe tinggal tulis aja apa yang menjadi beban di hati loe, loe curahin semuanya. nanti biar merpati ini membawa pergi semua perasaan gundah yang loe rasain sekarang"


"lagian loe ada-ada aja sih jeff. dapat ide dari mana coba kayak gini"


"dulu bunda yang ajarin" jawab jeff sembari tersenyum.


"bunda!"


"iya bundaku. dulu waktu gue masih kecil gue nakal banget, tiyap hari ada aja ulah gue yang bikin anak tetangga nangis"


"gila udah kayak preman kompleks loe jeff" ucap jessica sembari terkekeh.


"gue lakuin itu, karena mereka selalu gangguin adik-adik gue. gue paling nggak suka kalau adik gue di ganggu orang"


"terus bunda nulis apa di surat itu?"


"gue juga nggak tau bunda nulis apaan. tapi bunda bilang beliau nulis surat buat Tuhan supaya Tuhan nggak kasih hukuman gue yang nakal ini. karena kalau Tuhan kasih hukuman ke gue bunda bakalan sedih"


"bunda loe asik banget ya jeff kelihatannya. kapan-kapan gue boleh kan main kerumah loe, biar bisa ketemu bunda" ucap jessica dengan antusias.


"bunda udah nggak ada jessi, bunda udah ninggalin kita semua sejak tiga tahun yang lalu" jawab jeff dengan sedih.


"jeff maafin gue, gue nggak tau"


"gapapa jessi. udah ayo sekarang kita tulis suratnya" ucap jeff sembari memunggungi jessica, dan jessica pun juga ikut memunggungi jeff.


mereka berdua mulai menulis surat sesuai dengan isi hati mereka.


"gue udah selesai" ucap jeff sembari menggulung kertasnya menjadi lipatan kecil.


"cepet banget sih jeff, gue kan belum selesai"


"ya di selesaikan dong jessi"


"tunggu gue, loe


jangan terbangin dulu merpatinya"


"iya kita terbangin sama-sama"


"gue kesana dulu ya"


"jepri mau kemana?"


"kesana bentaran doang jessi" jawab jeff sembari beranjak dari duduknya.


"tuh anak hobby banget ninggalin gue, kalau gue di culik gimana coba. ngeselin banget" gumam jessica sembari terus menulis isi hatinya di kertas yang telah jeff berikan padanya tadi.


"udah belum?"


"udah nih. loe dari mana sih?"


"nih, gue beliin loe ice cream"


"emtt makasih ya jepri"


"iya sama-sama. dimakan dulu gih, nanti keburu meleleh"


"terus suratnya?"


"makan dulu ice creamnya. habis itu baru kita terbangin burungnya"


"oke deh"


"gimana udah agak mendingan belum?"


"apanya?" tanya jessica sembari menatap jeff.


"perasaan loe"


"lumayan sih, makasih ya jeff" jawab jessica sembari tersenyum.


"makasih mulu, nggak capek apa"


"nggak. habisnya loe baik banget sih, kita baru aja kenal tapi loe udah sebaik ini sama gue"


"jessi kita ini kan teman. dan gue paling nggak suka kalau lihat teman gue sedih"


"gue beruntung punya temen kayak loe jeff. gue bener-bener bersyukur, Tuhan kirim loe di hidup gue"


"dih jangan natap gue kayak gitu dong, jantung gue mau lompat nih"


"jeff apaan sih, garing banget tau" ucap jessica sembari mencubit pinggang jeff.


"auu sakit jess. baru beberapa jam bareng elo, bisa lebam-lebam gue kalau loe cubitin terus"


"habisnya loe nyebelin banget sih"


"gue cuma mau lihat loe senyum. kalau loe senyum kayak gini kan tambah cantik"


"huuu gombal"


"gue nggak ngegombal jessi. tapi bukannya emang semua cewek itu cantik!"


"ehhh iya juga ya"


"haha baru sadar buk. mana suratmu?"


"buat apa. jangan-jangan loe mau baca surat gue ya!" jawab jessica sembari menatap tajam jeff.


"biasa aja kalik. gue cuma mau ngikat suratnya"


"ohh kirain loe mau baca surat gue"


"kagak lah. gue udah ikat surat gue, sekarang tinggal surat punya loe"


"nih, awas jangan dibaca"


"iya bawel"


dengan segera jeff mengikat surat jessica di kaki merpati.


"udah nih, ayo kita terbangin"


"ayo. mana punyaku"


"nih punya loe, yang ini punya gue" ucap jeff sembari menyerahkan satu merpati kepada jessica, dan satu lagi untuk dirinya sendiri.


"kita terbangin sekarang ya"


"iya ayo. satu, dua, tiga" jawab jessica sembari berhitung, dan tepat pada hitungan ketiga jeff dan jessica secara bersamaan melepaskan kedua burung itu untuk terbang bebas di angkasa.